Gallery aksi sosial

Galeri Aksi Sosial Unpad

Menampilkan 447 kegiatan

KKN Unpad

Pengelolaan Sampah Organik melalui Praktik Pembuatan Pupuk Organik Metode Ember Tumpuk di Desa Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya

  • SUBTEMA 2 PENGELOLAAN SAMPAH
  • Kalimanggis, Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Dr. Ir. Bambang Kholiq Mutaqin, S.Pt., M.Pt.
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 7 mahasiswa
Ikon SDG 1 1) No Poverty Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production
Baca deskripsi

Tasikmalaya — Kelompok 59 Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Universitas Padjadjaran melaksanakan praktik pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik menggunakan metode ember tumpuk sederhana bersama ibu-ibu dan relawan pengelola sampah di Dusun Cisitu Kaler, Desa Kalimanggis, Kabupaten Tasikmalaya, pada Minggu (2/8/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan cara sederhana dalam mengolah sampah organik rumah tangga agar dapat dimanfaatkan kembali dan tidak langsung dibuang.
Kegiatan praktik diawali dengan penjelasan mengenai pengelolaan sampah organik rumah tangga dan metode ember tumpuk, termasuk keunggulan metode yang tidak membutuhkan lahan luas serta menggunakan alat dan bahan yang relatif mudah diperoleh. Sebelum pelaksanaan, mahasiswa KKN juga telah melakukan edukasi pengelolaan sampah kepada ibu-ibu pengajian di Pesantren Gombong Sari, Dusun Cisitu Kaler, pada 27 Juli 2026. Edukasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan penjelasan singkat sebagai pengantar sebelum peserta melakukan praktik secara langsung.
Untuk memberikan gambaran mengenai hasil pengolahan sampah organik rumah tangga, mahasiswa terlebih dahulu membuat pupuk organik menggunakan metode ember tumpuk di posko KKN sekitar tiga minggu sebelum kegiatan. Hasil pengolahan tersebut kemudian diperlihatkan kepada peserta agar mereka dapat melihat secara langsung gambaran hasil dari proses pengolahan sampah organik rumah tangga.
Setelah pengenalan metode dan alat bahan, mahasiswa melakukan demonstrasi tahapan pembuatan ember tumpuk di hadapan peserta. Peserta kemudian dibagi menjadi tiga kelompok dan masing-masing kelompok mempraktikkan pembuatan satu set ember tumpuk secara langsung. Selama praktik, mahasiswa mendampingi peserta dalam setiap tahapan, termasuk menjelaskan penggunaan EM4 dan molase sebagai bahan pendukung proses pengolahan sampah organik, serta alternatif bahan yang dapat digunakan apabila bahan tersebut tidak tersedia.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menghasilkan tiga set ember tumpuk dari praktik kelompok, sementara satu set lainnya digunakan sebagai media demonstrasi. Seluruh hasil praktik kemudian dibawa pulang oleh peserta agar proses pengolahan dapat dilanjutkan di lingkungan masing-masing. Setiap peserta juga memperoleh EM4 dan molase untuk mendukung penerapan pengolahan sampah organik secara mandiri di rumah.
Kegiatan dilengkapi dengan kuis singkat di akhir sesi sebagai bentuk evaluasi pemahaman peserta sekaligus apresiasi terhadap partisipasi mereka. Peserta menunjukkan antusiasme selama kegiatan melalui keterlibatan langsung dalam praktik, sesi tanya jawab, serta keikutsertaan dalam kuis. Sebagai bahan pendukung agar informasi yang diberikan dapat diterapkan kembali, mahasiswa membagikan leaflet yang memuat informasi mengenai pengelolaan sampah dan tahapan pembuatan pupuk organik metode ember tumpuk.
Melalui kegiatan ini, tujuh peserta yang terdiri atas ibu-ibu dan relawan pengelola sampah memperoleh pengetahuan dan pengalaman langsung dalam mengolah sampah organik rumah tangga. Peserta tidak hanya memahami tahapan pembuatan pupuk organik, tetapi juga membawa pulang hasil praktik, EM4, molase, serta leaflet sebagai panduan untuk melanjutkan pengolahan sampah secara mandiri.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peserta untuk menerapkan pengolahan sampah organik rumah tangga secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan demikian, sampah organik yang dihasilkan sehari-hari tidak hanya berakhir sebagai sampah, tetapi dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat.

Mahasiswa:

Achmad Fauzan_Hubungan Masyarakat (210310240066), Amaliah Martisyarifah_Biologi (140410230052), Cut Mauri Davina Anindya_Ilmu Pemerintahan (170410240074), Haya Dhiya 'Ussa' Adah_Sastra Arab (180910230057), Muhammad Farhan Haidzam_Manajemen Produksi Media (280904240107), Syaima Syahidah Mutmainnah_Hubungan Masyarakat (210310240023), Yuna Katrina Lifiana Hutagalung_Sastra Perancis (180510230032) 

KKN Unpad

Pengelolaan Sampah Organik melalui Praktik Pembuatan Pupuk Organik Metode Ember Tumpuk di Desa Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya

  • SUBTEMA 2 PENGELOLAAN SAMPAH
  • Kalimanggis, Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Dr. Ir. Bambang Kholiq Mutaqin, S.Pt., M.Pt.
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 7 mahasiswa
Ikon SDG 1 1) No Poverty Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production
Baca deskripsi

Tasikmalaya — Kelompok 59 Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Universitas Padjadjaran melaksanakan praktik pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik menggunakan metode ember tumpuk sederhana bersama ibu-ibu dan relawan pengelola sampah di Dusun Cisitu Kaler, Desa Kalimanggis, Kabupaten Tasikmalaya, pada Minggu (2/8/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan cara sederhana dalam mengolah sampah organik rumah tangga agar dapat dimanfaatkan kembali dan tidak langsung dibuang.
Kegiatan praktik diawali dengan penjelasan mengenai pengelolaan sampah organik rumah tangga dan metode ember tumpuk, termasuk keunggulan metode yang tidak membutuhkan lahan luas serta menggunakan alat dan bahan yang relatif mudah diperoleh. Sebelum pelaksanaan, mahasiswa KKN juga telah melakukan edukasi pengelolaan sampah kepada ibu-ibu pengajian di Pesantren Gombong Sari, Dusun Cisitu Kaler, pada 27 Juli 2026. Edukasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan penjelasan singkat sebagai pengantar sebelum peserta melakukan praktik secara langsung.
Untuk memberikan gambaran mengenai hasil pengolahan sampah organik rumah tangga, mahasiswa terlebih dahulu membuat pupuk organik menggunakan metode ember tumpuk di posko KKN sekitar tiga minggu sebelum kegiatan. Hasil pengolahan tersebut kemudian diperlihatkan kepada peserta agar mereka dapat melihat secara langsung gambaran hasil dari proses pengolahan sampah organik rumah tangga.
Setelah pengenalan metode dan alat bahan, mahasiswa melakukan demonstrasi tahapan pembuatan ember tumpuk di hadapan peserta. Peserta kemudian dibagi menjadi tiga kelompok dan masing-masing kelompok mempraktikkan pembuatan satu set ember tumpuk secara langsung. Selama praktik, mahasiswa mendampingi peserta dalam setiap tahapan, termasuk menjelaskan penggunaan EM4 dan molase sebagai bahan pendukung proses pengolahan sampah organik, serta alternatif bahan yang dapat digunakan apabila bahan tersebut tidak tersedia.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menghasilkan tiga set ember tumpuk dari praktik kelompok, sementara satu set lainnya digunakan sebagai media demonstrasi. Seluruh hasil praktik kemudian dibawa pulang oleh peserta agar proses pengolahan dapat dilanjutkan di lingkungan masing-masing. Setiap peserta juga memperoleh EM4 dan molase untuk mendukung penerapan pengolahan sampah organik secara mandiri di rumah.
Kegiatan dilengkapi dengan kuis singkat di akhir sesi sebagai bentuk evaluasi pemahaman peserta sekaligus apresiasi terhadap partisipasi mereka. Peserta menunjukkan antusiasme selama kegiatan melalui keterlibatan langsung dalam praktik, sesi tanya jawab, serta keikutsertaan dalam kuis. Sebagai bahan pendukung agar informasi yang diberikan dapat diterapkan kembali, mahasiswa membagikan leaflet yang memuat informasi mengenai pengelolaan sampah dan tahapan pembuatan pupuk organik metode ember tumpuk.
Melalui kegiatan ini, tujuh peserta yang terdiri atas ibu-ibu dan relawan pengelola sampah memperoleh pengetahuan dan pengalaman langsung dalam mengolah sampah organik rumah tangga. Peserta tidak hanya memahami tahapan pembuatan pupuk organik, tetapi juga membawa pulang hasil praktik, EM4, molase, serta leaflet sebagai panduan untuk melanjutkan pengolahan sampah secara mandiri.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peserta untuk menerapkan pengolahan sampah organik rumah tangga secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan demikian, sampah organik yang dihasilkan sehari-hari tidak hanya berakhir sebagai sampah, tetapi dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat.

Mahasiswa:

Achmad Fauzan_Hubungan Masyarakat (210310240066), Amaliah Martisyarifah_Biologi (140410230052), Cut Mauri Davina Anindya_Ilmu Pemerintahan (170410240074), Haya Dhiya 'Ussa' Adah_Sastra Arab (180910230057), Muhammad Farhan Haidzam_Manajemen Produksi Media (280904240107), Syaima Syahidah Mutmainnah_Hubungan Masyarakat (210310240023), Yuna Katrina Lifiana Hutagalung_Sastra Perancis (180510230032) 

KKN Unpad

Penguatan Literasi Anak melalui Kegiatan Membaca, Mengulas Buku, dan Aktivitas Kreatif di Desa Sukarapih

  • KKN 72 Desa Sukarapih
  • Sukarapih, Sukarame, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Dr. Rully Khairul Anwar, S.Ag., M.Si.
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 6 mahasiswa
Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 17 17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi

Kegiatan KKNM Subkelompok Literasi Kelompok 72 dilaksanakan selama satu bulan di Desa Sukarapih, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, dengan melibatkan mahasiswa, pemerintah desa, pihak sekolah, pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM), dan peserta didik. Program ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mendukung pengembangan literasi anak melalui pemanfaatan bahan bacaan dan aktivitas yang interaktif serta kreatif.
Rangkaian kegiatan meliputi Membaca Nyaring bagi peserta didik kelas 1-3, Mengulas Buku bagi peserta didik kelas 4-6, Proyek Berbasis Isi Buku Bacaan, pengelolaan dan inventarisasi TBM, pengembangan pojok baca, serta Festival Literasi Sukarapih. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya diajak untuk membaca dan memahami isi bacaan, tetapi juga menyampaikan gagasan, berdiskusi, serta mengembangkan kreativitas melalui aktivitas berbasis bacaan.
Salah satu kegiatan utama dalam program ini adalah Festival Literasi Sukarapih yang dilaksanakan pada 31 Juli 2026 di SDN Nugraha dan diikuti oleh 102 peserta dari empat sekolah. Kegiatan ini menjadi wadah apresiasi bagi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas dalam bidang literasi melalui berbagai perlombaan. Selain kegiatan di sekolah, pengelolaan TBM dilakukan melalui inventarisasi dan penataan koleksi buku serta pengembangan pojok baca di Balai Desa Sukarapih sebagai fasilitas yang dapat mendukung aktivitas membaca dan belajar masyarakat.
Secara keseluruhan, kegiatan memberikan pengalaman literasi yang lebih interaktif bagi peserta didik sekaligus mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam pengembangan lingkungan literasi di Desa Sukarapih. Program ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4, Quality Education melalui dukungan terhadap akses dan pengalaman pembelajaran literasi bagi anak, serta SDG 17, Partnerships for the Goals melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, sekolah, pengelola TBM, dan masyarakat.

Mahasiswa:

David Alexander Sahala Tambunan (120310230083 - Manajemen) , Fatimah Khairunnisa (140310240015 - Fisika) , Keizha Aura Bunga Khairunnissa (190110240102 - Ilmu Psikologi), Aulia Umala Sari (210310240001 - Hubungan Masyarakat) , Allenita Andrimida (180110230087 - Sastra Indonesia) , Risa Adrina (280904240122 - Manajemen Produksi Media) 

KKN Unpad

Pengelolaan Sampah Organik melalui Praktik Pembuatan Pupuk Organik Metode Ember Tumpuk di Desa Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya

  • SUBTEMA 2 PENGELOLAAN SAMPAH
  • Kalimanggis, Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Dr. Ir. Bambang Kholiq Mutaqin, S.Pt., M.Pt.
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 7 mahasiswa
Ikon SDG 1 1) No Poverty Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production
Baca deskripsi

Tasikmalaya — Kelompok 59 Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Universitas Padjadjaran melaksanakan praktik pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik menggunakan metode ember tumpuk sederhana bersama ibu-ibu dan relawan pengelola sampah di Dusun Cisitu Kaler, Desa Kalimanggis, Kabupaten Tasikmalaya, pada Minggu (2/8/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan cara sederhana dalam mengolah sampah organik rumah tangga agar dapat dimanfaatkan kembali dan tidak langsung dibuang.
Kegiatan praktik diawali dengan penjelasan mengenai pengelolaan sampah organik rumah tangga dan metode ember tumpuk, termasuk keunggulan metode yang tidak membutuhkan lahan luas serta menggunakan alat dan bahan yang relatif mudah diperoleh. Sebelum pelaksanaan, mahasiswa KKN juga telah melakukan edukasi pengelolaan sampah kepada ibu-ibu pengajian di Pesantren Gombong Sari, Dusun Cisitu Kaler, pada 27 Juli 2026. Edukasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan penjelasan singkat sebagai pengantar sebelum peserta melakukan praktik secara langsung.
Untuk memberikan gambaran mengenai hasil pengolahan sampah organik rumah tangga, mahasiswa terlebih dahulu membuat pupuk organik menggunakan metode ember tumpuk di posko KKN sekitar tiga minggu sebelum kegiatan. Hasil pengolahan tersebut kemudian diperlihatkan kepada peserta agar mereka dapat melihat secara langsung gambaran hasil dari proses pengolahan sampah organik rumah tangga.
Setelah pengenalan metode dan alat bahan, mahasiswa melakukan demonstrasi tahapan pembuatan ember tumpuk di hadapan peserta. Peserta kemudian dibagi menjadi tiga kelompok dan masing-masing kelompok mempraktikkan pembuatan satu set ember tumpuk secara langsung. Selama praktik, mahasiswa mendampingi peserta dalam setiap tahapan, termasuk menjelaskan penggunaan EM4 dan molase sebagai bahan pendukung proses pengolahan sampah organik, serta alternatif bahan yang dapat digunakan apabila bahan tersebut tidak tersedia.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menghasilkan tiga set ember tumpuk dari praktik kelompok, sementara satu set lainnya digunakan sebagai media demonstrasi. Seluruh hasil praktik kemudian dibawa pulang oleh peserta agar proses pengolahan dapat dilanjutkan di lingkungan masing-masing. Setiap peserta juga memperoleh EM4 dan molase untuk mendukung penerapan pengolahan sampah organik secara mandiri di rumah.
Kegiatan dilengkapi dengan kuis singkat di akhir sesi sebagai bentuk evaluasi pemahaman peserta sekaligus apresiasi terhadap partisipasi mereka. Peserta menunjukkan antusiasme selama kegiatan melalui keterlibatan langsung dalam praktik, sesi tanya jawab, serta keikutsertaan dalam kuis. Sebagai bahan pendukung agar informasi yang diberikan dapat diterapkan kembali, mahasiswa membagikan leaflet yang memuat informasi mengenai pengelolaan sampah dan tahapan pembuatan pupuk organik metode ember tumpuk.
Melalui kegiatan ini, tujuh peserta yang terdiri atas ibu-ibu dan relawan pengelola sampah memperoleh pengetahuan dan pengalaman langsung dalam mengolah sampah organik rumah tangga. Peserta tidak hanya memahami tahapan pembuatan pupuk organik, tetapi juga membawa pulang hasil praktik, EM4, molase, serta leaflet sebagai panduan untuk melanjutkan pengolahan sampah secara mandiri.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peserta untuk menerapkan pengolahan sampah organik rumah tangga secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan demikian, sampah organik yang dihasilkan sehari-hari tidak hanya berakhir sebagai sampah, tetapi dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat.

Mahasiswa:

Achmad Fauzan_Hubungan Masyarakat (210310240066), Amaliah Martisyarifah_Biologi (140410230052), Cut Mauri Davina Anindya_Ilmu Pemerintahan (170410240074), Haya Dhiya 'Ussa' Adah_Sastra Arab (180910230057), Muhammad Farhan Haidzam_Manajemen Produksi Media (280904240107), Syaima Syahidah Mutmainnah_Hubungan Masyarakat (210310240023), Yuna Katrina Lifiana Hutagalung_Sastra Perancis (180510230032) 

KKN Unpad

Pengelolaan Sampah Organik melalui Praktik Pembuatan Pupuk Organik Metode Ember Tumpuk di Desa Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya

  • SUBTEMA 2 PENGELOLAAN SAMPAH
  • Kalimanggis, Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Dr. Ir. Bambang Kholiq Mutaqin, S.Pt., M.Pt.
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 7 mahasiswa
Ikon SDG 1 1) No Poverty Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production
Baca deskripsi

Tasikmalaya — Kelompok 59 Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Universitas Padjadjaran melaksanakan praktik pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik menggunakan metode ember tumpuk sederhana bersama ibu-ibu dan relawan pengelola sampah di Dusun Cisitu Kaler, Desa Kalimanggis, Kabupaten Tasikmalaya, pada Minggu (2/8/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan cara sederhana dalam mengolah sampah organik rumah tangga agar dapat dimanfaatkan kembali dan tidak langsung dibuang.
Kegiatan praktik diawali dengan penjelasan mengenai pengelolaan sampah organik rumah tangga dan metode ember tumpuk, termasuk keunggulan metode yang tidak membutuhkan lahan luas serta menggunakan alat dan bahan yang relatif mudah diperoleh. Sebelum pelaksanaan, mahasiswa KKN juga telah melakukan edukasi pengelolaan sampah kepada ibu-ibu pengajian di Pesantren Gombong Sari, Dusun Cisitu Kaler, pada 27 Juli 2026. Edukasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan penjelasan singkat sebagai pengantar sebelum peserta melakukan praktik secara langsung.
Untuk memberikan gambaran mengenai hasil pengolahan sampah organik rumah tangga, mahasiswa terlebih dahulu membuat pupuk organik menggunakan metode ember tumpuk di posko KKN sekitar tiga minggu sebelum kegiatan. Hasil pengolahan tersebut kemudian diperlihatkan kepada peserta agar mereka dapat melihat secara langsung gambaran hasil dari proses pengolahan sampah organik rumah tangga.
Setelah pengenalan metode dan alat bahan, mahasiswa melakukan demonstrasi tahapan pembuatan ember tumpuk di hadapan peserta. Peserta kemudian dibagi menjadi tiga kelompok dan masing-masing kelompok mempraktikkan pembuatan satu set ember tumpuk secara langsung. Selama praktik, mahasiswa mendampingi peserta dalam setiap tahapan, termasuk menjelaskan penggunaan EM4 dan molase sebagai bahan pendukung proses pengolahan sampah organik, serta alternatif bahan yang dapat digunakan apabila bahan tersebut tidak tersedia.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menghasilkan tiga set ember tumpuk dari praktik kelompok, sementara satu set lainnya digunakan sebagai media demonstrasi. Seluruh hasil praktik kemudian dibawa pulang oleh peserta agar proses pengolahan dapat dilanjutkan di lingkungan masing-masing. Setiap peserta juga memperoleh EM4 dan molase untuk mendukung penerapan pengolahan sampah organik secara mandiri di rumah.
Kegiatan dilengkapi dengan kuis singkat di akhir sesi sebagai bentuk evaluasi pemahaman peserta sekaligus apresiasi terhadap partisipasi mereka. Peserta menunjukkan antusiasme selama kegiatan melalui keterlibatan langsung dalam praktik, sesi tanya jawab, serta keikutsertaan dalam kuis. Sebagai bahan pendukung agar informasi yang diberikan dapat diterapkan kembali, mahasiswa membagikan leaflet yang memuat informasi mengenai pengelolaan sampah dan tahapan pembuatan pupuk organik metode ember tumpuk.
Melalui kegiatan ini, tujuh peserta yang terdiri atas ibu-ibu dan relawan pengelola sampah memperoleh pengetahuan dan pengalaman langsung dalam mengolah sampah organik rumah tangga. Peserta tidak hanya memahami tahapan pembuatan pupuk organik, tetapi juga membawa pulang hasil praktik, EM4, molase, serta leaflet sebagai panduan untuk melanjutkan pengolahan sampah secara mandiri.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peserta untuk menerapkan pengolahan sampah organik rumah tangga secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan demikian, sampah organik yang dihasilkan sehari-hari tidak hanya berakhir sebagai sampah, tetapi dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat.

Mahasiswa:

Achmad Fauzan_Hubungan Masyarakat (210310240066), Amaliah Martisyarifah_Biologi (140410230052), Cut Mauri Davina Anindya_Ilmu Pemerintahan (170410240074), Haya Dhiya 'Ussa' Adah_Sastra Arab (180910230057), Muhammad Farhan Haidzam_Manajemen Produksi Media (280904240107), Syaima Syahidah Mutmainnah_Hubungan Masyarakat (210310240023), Yuna Katrina Lifiana Hutagalung_Sastra Perancis (180510230032) 

KKN Unpad

Pelaksanaan Sosialisasi Digitalisasi UMKM Dalam Rangka Peningkatan Daya Jual Usaha Lokal

  • KKN 72 Desa Sukarapih
  • Sukarapih, Sukarame, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Dr. Rully Khairul Anwar, S.Ag., M.Si.
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 6 mahasiswa
Ikon SDG 1 1) No Poverty
Baca deskripsi

Di sepanjang Jalan Desa Sukarapih, deretan kios makanan menjadi denyut ekonomi warga sehari-hari. Namun di balik keramaian itu, sebagian besar pelaku usahanya masih bertahan dengan cara-cara konvensional: mencatat transaksi seadanya, menerima pembayaran tunai, dan mengandalkan pelanggan yang lewat begitu saja tanpa promosi digital. Kondisi Ekonomi di Desa Sukarapih bukan semata soal rendahnya pendapatan, melainkan sempitnya akses UMKM terhadap pasar digital yang sebenarnya terbuka lebar. Dari pembacaan atas persoalan itu, lahirlah sebuah program kerja yang memiliki tujuan utama sebagai media digitalisasi bagi pelaku UMKM makanan yang berkios menetap di sepanjang Jalan Desa Sukarapih.
Program ini berlangsung sepanjang periode KKNM, 10 Juli hingga 11 Agustus 2026, dan ditempuh dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Minggu pertama, 11 hingga 18 Juli, dihabiskan untuk observasi lapangan dan pemetaan UMKM, dilanjutkan wawancara semi-terstruktur untuk memahami kondisi riil setiap usaha. Sepekan berikutnya, 19 hingga 25 Juli, tim menyusun materi sosialisasi, termasuk merancang brosur infografis berjudul "Digitalisasi UMKM Desa Sukarapih" yang memuat tiga materi inti: pemasaran digital melalui media sosial, pendaftaran akun merchant pada platform pesan-antar makanan seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood, serta tata cara pendaftaran QRIS. Brosur ini sengaja dilengkapi kode QR yang tertaut ke tutorial digital, sehingga tetap bisa diakses warga meski tanpa koneksi internet saat sosialisasi berlangsung. Puncak kegiatan terjadi pada 28 Juli 2026, pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, ketika tim mendatangi kios-kios UMKM secara langsung, dari pintu ke pintu, di sepanjang Jalan Sukarapih.
Sosialisasi door to door yang dilakukan tim berhasil menjangkau 27 UMKM, meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding hasil pemetaan awal yang hanya mencatat 13 usaha. Namun angka yang lebih mengusik justru datang dari tingkat adopsi digital warga: sebanyak 85 persen UMKM yang disosialisasikan ternyata belum menggunakan QRIS maupun akun merchant online sama sekali, sementara hanya 10 persen yang sudah memakai QRIS dan 5 persen yang telah terdaftar sebagai merchant.
Di lapangan, tim menemukan pola yang cukup jelas: antusiasme pelaku usaha berkorelasi erat dengan usia. Pengelola UMKM yang lebih muda cenderung menyambut materi digitalisasi dengan minat tinggi dan relatif siap untuk langsung mencoba mendaftar. Sebaliknya, pengelola berusia lanjut lebih sering terkendala bukan karena tidak berminat, melainkan karena keterbatasan literasi digital dan rasa kurang percaya diri untuk mendaftar secara mandiri. Kendala lain yang ditemui tim meliputi persepsi bahwa proses pendaftaran merchant dan QRIS itu rumit, mulai dari penyiapan dokumen hingga masa verifikasi yang memakan waktu satu sampai tiga hari kerja, serta keterbatasan waktu kunjungan yang membuat pendampingan tidak selalu bisa dituntaskan di lokasi.
Langkah kecil di Desa Sukarapih ini sejatinya bergema hingga agenda global. Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin pertama, Tanpa Kemiskinan, yang tidak hanya menuntut penurunan angka kemiskinan secara kuantitatif, tetapi juga penguatan ketahanan masyarakat miskin dan rentan serta jaminan akses yang setara terhadap sumber daya ekonomi, layanan dasar, dan teknologi. Melalui peningkatan pendapatan lewat digitalisasi UMKM, program kerja sub kelompok Penanggulangan Kemiskinan ini berupaya mendorong kemandirian ekonomi pelaku usaha mikro Desa Sukarapih, agar suatu hari mereka benar-benar bisa keluar dari jerat kemiskinan secara berkelanjutan, bukan sekadar bertahan dari hari ke hari.

Mahasiswa:

Elizabet Marbun (140410230031 - Biologi), Damai Abelard Fortino (190110240091 - Ilmu Psikologi), Muhammad Adlan Al-Aula Soka Putra (210310240059 - Hubungan Masyarakat), Reva Aura Saina (230204230005 - Pariwisata Bahari), Sekar Alka Bawono Putri (170410230029 - Ilmu Pemerintahan), Shafa Naya Andari (120310230075 - Manajemen)

KKN Unpad

Pelaksanaan Sosialisasi Digitalisasi UMKM Dalam Rangka Peningkatan Daya Jual Usaha Lokal

  • KKN 72 Desa Sukarapih
  • Sukarapih, Sukarame, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Dr. Rully Khairul Anwar, S.Ag., M.Si.
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 6 mahasiswa
Ikon SDG 1 1) No Poverty
Baca deskripsi

Di sepanjang Jalan Desa Sukarapih, deretan kios makanan menjadi denyut ekonomi warga sehari-hari. Namun di balik keramaian itu, sebagian besar pelaku usahanya masih bertahan dengan cara-cara konvensional: mencatat transaksi seadanya, menerima pembayaran tunai, dan mengandalkan pelanggan yang lewat begitu saja tanpa promosi digital. Kondisi Ekonomi di Desa Sukarapih bukan semata soal rendahnya pendapatan, melainkan sempitnya akses UMKM terhadap pasar digital yang sebenarnya terbuka lebar. Dari pembacaan atas persoalan itu, lahirlah sebuah program kerja yang memiliki tujuan utama sebagai media digitalisasi bagi pelaku UMKM makanan yang berkios menetap di sepanjang Jalan Desa Sukarapih.
Program ini berlangsung sepanjang periode KKNM, 10 Juli hingga 11 Agustus 2026, dan ditempuh dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Minggu pertama, 11 hingga 18 Juli, dihabiskan untuk observasi lapangan dan pemetaan UMKM, dilanjutkan wawancara semi-terstruktur untuk memahami kondisi riil setiap usaha. Sepekan berikutnya, 19 hingga 25 Juli, tim menyusun materi sosialisasi, termasuk merancang brosur infografis berjudul "Digitalisasi UMKM Desa Sukarapih" yang memuat tiga materi inti: pemasaran digital melalui media sosial, pendaftaran akun merchant pada platform pesan-antar makanan seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood, serta tata cara pendaftaran QRIS. Brosur ini sengaja dilengkapi kode QR yang tertaut ke tutorial digital, sehingga tetap bisa diakses warga meski tanpa koneksi internet saat sosialisasi berlangsung. Puncak kegiatan terjadi pada 28 Juli 2026, pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, ketika tim mendatangi kios-kios UMKM secara langsung, dari pintu ke pintu, di sepanjang Jalan Sukarapih.
Sosialisasi door to door yang dilakukan tim berhasil menjangkau 27 UMKM, meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding hasil pemetaan awal yang hanya mencatat 13 usaha. Namun angka yang lebih mengusik justru datang dari tingkat adopsi digital warga: sebanyak 85 persen UMKM yang disosialisasikan ternyata belum menggunakan QRIS maupun akun merchant online sama sekali, sementara hanya 10 persen yang sudah memakai QRIS dan 5 persen yang telah terdaftar sebagai merchant.
Di lapangan, tim menemukan pola yang cukup jelas: antusiasme pelaku usaha berkorelasi erat dengan usia. Pengelola UMKM yang lebih muda cenderung menyambut materi digitalisasi dengan minat tinggi dan relatif siap untuk langsung mencoba mendaftar. Sebaliknya, pengelola berusia lanjut lebih sering terkendala bukan karena tidak berminat, melainkan karena keterbatasan literasi digital dan rasa kurang percaya diri untuk mendaftar secara mandiri. Kendala lain yang ditemui tim meliputi persepsi bahwa proses pendaftaran merchant dan QRIS itu rumit, mulai dari penyiapan dokumen hingga masa verifikasi yang memakan waktu satu sampai tiga hari kerja, serta keterbatasan waktu kunjungan yang membuat pendampingan tidak selalu bisa dituntaskan di lokasi.
Langkah kecil di Desa Sukarapih ini sejatinya bergema hingga agenda global. Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin pertama, Tanpa Kemiskinan, yang tidak hanya menuntut penurunan angka kemiskinan secara kuantitatif, tetapi juga penguatan ketahanan masyarakat miskin dan rentan serta jaminan akses yang setara terhadap sumber daya ekonomi, layanan dasar, dan teknologi. Melalui peningkatan pendapatan lewat digitalisasi UMKM, program kerja sub kelompok Penanggulangan Kemiskinan ini berupaya mendorong kemandirian ekonomi pelaku usaha mikro Desa Sukarapih, agar suatu hari mereka benar-benar bisa keluar dari jerat kemiskinan secara berkelanjutan, bukan sekadar bertahan dari hari ke hari.

Mahasiswa:

Elizabet Marbun (140410230031 - Biologi), Damai Abelard Fortino (190110240091 - Ilmu Psikologi), Muhammad Adlan Al-Aula Soka Putra (210310240059 - Hubungan Masyarakat), Reva Aura Saina (230204230005 - Pariwisata Bahari), Sekar Alka Bawono Putri (170410230029 - Ilmu Pemerintahan), Shafa Naya Andari (120310230075 - Manajemen)

KKN Unpad

KOLABORASI PROGRAM EKONOMI KREATIF, PENGELOLAAN SAMPAH, DAN LITERASI UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA CIDUGALEUN, KABUPATEN TASIKMALAYA

  • KKN 52 Desa Cidugaleun
  • Cidugaleun, Cigalontang, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Evi Nursanti Rukmana, M.I.Kom
  • Agustus · 2025/2026 Genap
  • 19 mahasiswa
Ikon SDG 1 1) No Poverty Ikon SDG 3 3) Good Health and Well-being Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 8 8) Decent Work and Economic Growth Ikon SDG 13 13) Climate Action Ikon SDG 15 15) Life on Land Ikon SDG 17 17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi

Keterbatasan literasi keuangan dan digital pada pelaku usaha mikro, belum tersedianya Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang menyebabkan sampah masih tercampur sejak dari sumbernya, serta belum optimalnya pengelolaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) menjadi tiga permasalahan utama yang dihadapi Desa Cidugaleun, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya. Program Kuliah Kerja Nyata Terintegrasi Pengabdian pada Masyarakat (KKN-PPM) Kelompok 52 Universitas Padjadjaran bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa melalui tiga subkelompok yang saling terintegrasi, yaitu Penanggulangan Kemiskinan, Pengelolaan Sampah, dan Literasi Informasi. Pelaksanaan program berlangsung dari tanggal 10 Juli hingga 11 Agustus 2026 dengan melibatkan berbagai subjek sasaran, mulai dari warga dan pelaku UMKM Desa Cidugaleun, Karang Taruna Giri Sakti Panganten, siswa sekolah dasar (SDN Cidugaleun, Diniyah Babakan, SDN Karamatjaya, SDN Panglayungan, SDN Giriatikan), siswa jenjang menengah (SMP Islam Nurul Fitroh), hingga pengelola Taman Baca Masyarakat (TBM) Ligar Luang dan perangkat desa.

Kegiatan dilaksanakan dengan metode edukasi, praktik langsung, pendampingan, dan pemantauan berkelanjutan yang terbagi ke dalam beberapa program kerja utama pada masing-masing subkelompok. Pada subkelompok Penanggulangan Kemiskinan, kegiatan meliputi edukasi menabung "Aku Cerdas Menabung" bagi siswa sekolah dasar, sosialisasi legalitas usaha dan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), pendampingan pembuatan QRIS bagi pelaku UMKM, serta pembuatan video iklan promosi produk lokal Kopi Dindingari dan Gula Kawung. Pada subkelompok Pengelolaan Sampah, kegiatan mencakup sosialisasi pemilahan sampah dan fungsi insinerator, praktik pembuatan kompos organik dengan metode Berkeley bersama Karang Taruna, serta pemanfaatan sampah anorganik melalui pembuatan celengan dari botol bekas sebagai penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Sementara itu, pada subkelompok Literasi Informasi, kegiatan meliputi inventarisasi dan penataan sekitar 1.000 buku di TBM Ligar Luang, kegiatan membaca nyaring di sekolah dasar, kegiatan Cerdas Mengulas Buku, kegiatan menulis cerita berbasis buku bacaan bagi siswa SMP, hingga apresiasi literasi tingkat desa "Jejak Kelabu: Jelajah Aksi Kegemaran Mengulas Buku". Ketiga subkelompok tersebut juga berkolaborasi dalam satu program gabungan berupa edukasi 3R, literasi keuangan, dan literasi informasi bagi siswa sekolah dasar di TBM Ligar Luang, sehingga program KKN-PPM Kelompok 52 ini diharapkan dapat memberikan dampak yang saling menguatkan bagi pemberdayaan ekonomi, lingkungan, dan literasi masyarakat Desa Cidugaleun secara berkelanjutan.

Mahasiswa:

Muhammad Musyari Hanzhalah - 120404220026, Tania Hartati Julian - 140310240047, Alisya Rahmadhisa - 140410230044, Najwa Auliya Syarifah - 170410230040, Fadilah Hannum - 170510240034, Aura Fatiha - 180110230058, Mohammad Kevin Fadlan Farastaqi - 180510230019, Tiara Nur Amanah - 180510230047, Amira Basalamah - 180910230058, I Gusti Ayu Ketut Laksmitha Putri Peryandani - 190110240031, Ananda Naufal Firasa - 210310240077, Anandya Rayya Jingga - 210310240094, Hafrizal Zaki - 210610240045, Ayyuasy Shafanna Syahli - 210610240048, Evantri Mujaki - 210810230071, Sadrina Haura Fashan - 230204230065, Raihana Whidyani Hasyim - 240310230028, Antartica Bella Murdowo - 280904240044, Daffa Fazil Nugraha - 280904240052

KKN Unpad

Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa Lengkongjaya, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya melalui Sosialisasi dan Aksi Pengelolaan Sampah, Penanggulangan Kemiskinan, dan Literasi Informasi.

  • KKNM Kelompok 54 Desa Lengkongjaya
  • Lengkongjaya, Cigalontang, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Dr. Risna Resnawaty, M.P.
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 20 mahasiswa
Ikon SDG 1 1) No Poverty Ikon SDG 2 2) Zero Hunger Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 7 7) Affordable and Clean Energy Ikon SDG 8 8) Decent Work and Economic Growth Ikon SDG 11 11) Sustainable Cities and Communities Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production Ikon SDG 13 13) Climate Action Ikon SDG 15 15) Life on Land Ikon SDG 16 16) Peace Justice and Strong Institutions Ikon SDG 17 17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi

Program KKNM 54 di Desa Lengkongjaya mengintegrasikan tiga pilar utama pembangunan masyarakat melalui subtema literasi informasi, penanggulangan kemiskinan, dan pengelolaan sampah untuk meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup warga secara signifikan. Subtema literasi informasi berfokus pada pembangunan ekosistem pendidikan yang inklusif dan partisipatif melalui berbagai kegiatan seperti membaca nyaring, mengulas buku, kelas bahasa asing, hingga lomba poster 3D guna meningkatkan minat baca, kreativitas, dan kemampuan komunikasi peserta didik. Sejalan dengan itu, subtema penanggulangan kemiskinan diarahkan pada penguatan kapasitas ekonomi dan sumber daya manusia melalui pemberdayaan branding UMKM lokal, sosialisasi inovasi pangan lokal (HASIL), pemberian motivasi pendidikan tinggi (JEMPUT), dan pelatihan penyusunan proposal (GASPOL) sebagai upaya memutus rantai kemiskinan intergenerasional. Secara beriringan, subtema pengelolaan sampah melengkapi inisiatif ini dengan meningkatkan kesadaran lingkungan melalui edukasi kreatif seperti pembuatan EcoCharm dan tempat sampah terpilah bagi siswa, serta aksi nyata berbasis komunitas melalui pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) dan kegiatan Jumat Bersih (JUMSIH) untuk menciptakan lingkungan desa yang bersih dan sehat secara berkelanjutan.

Mahasiswa:

Syifa Nuraini - 180510230053 - Sastra Perancis, Natasyah Islamiah - 280504240019 - Bahasa dan Budaya Tiongkok, Adisty Haniya Azzahra - 140410230066 - Biologi, Nayla Ramadhani - 120104230024 - Akuntansi Perpajakan, Syaira Diasyifa Herlambang - 170410230002 - Ilmu Pemerintahan, Muhammad Riza Albani - 170410240040 - Ilmu Pemerintahan, M Rayhan Athalla Viandra - 280204240039 - Administrasi Pemerintahan, Nern Dewi Ayuning Tyas - 280204240049 - Administrasi Pemerintahan, Raissa Najma Azizah - 190110240088 - Psikologi, Raisya Shaqina - 190110240018 - Psikologi, Dzakira Azhlianisa - 210610240052 - Jurnalistik, Doni Firdaus - 180910230059 - Sastra Arab, Nayfa Zahira Andrapis - 210310240029 - Hubungan Masyarakat, Faza Aneira Chiara - 140110230067 - Matematika, Nisa Nadita - 180110230061 - Sastra Indonesia, Natasha Nayra Devina - 280904240074 - Manajemen Produksi Media, Afrida Widya Syahira - 240310230024 - Teknologi Industri Pertanian, Hibar Abdillah - 140410230004 - Biologi, Daffa Ibrahim Wiriandi - 140110230040 - Matematika, Xzaiver Gerrard Samudra Abbie Daniel Manurung - 240110230050 - Teknik Pertanian