Gallery aksi sosial

Galeri Aksi Sosial Unpad

Menampilkan 447 kegiatan

KKN Unpad

Pengelolaan Sampah Organik melalui Praktik Pembuatan Pupuk Organik Metode Ember Tumpuk di Desa Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya

  • SUBTEMA PENGELOLAAN SAMPAH
  • Kalimanggis, Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Dr. Ir. Bambang Kholiq Mutaqin, S.Pt., M.Pt.
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 7 mahasiswa
Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production
Baca deskripsi

Tasikmalaya — Kelompok 59 Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Universitas Padjadjaran melaksanakan praktik pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik menggunakan metode ember tumpuk sederhana bersama ibu-ibu dan relawan pengelola sampah di Dusun Cisitu Kaler, Desa Kalimanggis, Kabupaten Tasikmalaya, pada Minggu (2/8/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan cara sederhana dalam mengolah sampah organik rumah tangga agar dapat dimanfaatkan kembali dan tidak langsung dibuang.
Kegiatan praktik diawali dengan penjelasan mengenai pengelolaan sampah organik rumah tangga dan metode ember tumpuk, termasuk keunggulan metode yang tidak membutuhkan lahan luas serta menggunakan alat dan bahan yang relatif mudah diperoleh. Sebelum pelaksanaan, mahasiswa KKN juga telah melakukan edukasi pengelolaan sampah kepada ibu-ibu pengajian di Pesantren Gombong Sari, Dusun Cisitu Kaler, pada 27 Juli 2026. Edukasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan penjelasan singkat sebagai pengantar sebelum peserta melakukan praktik secara langsung.
Untuk memberikan gambaran mengenai hasil pengolahan sampah organik rumah tangga, mahasiswa terlebih dahulu membuat pupuk organik menggunakan metode ember tumpuk di posko KKN sekitar tiga minggu sebelum kegiatan. Hasil pengolahan tersebut kemudian diperlihatkan kepada peserta agar mereka dapat melihat secara langsung gambaran hasil dari proses pengolahan sampah organik rumah tangga.
Setelah pengenalan metode dan alat bahan, mahasiswa melakukan demonstrasi tahapan pembuatan ember tumpuk di hadapan peserta. Peserta kemudian dibagi menjadi tiga kelompok dan masing-masing kelompok mempraktikkan pembuatan satu set ember tumpuk secara langsung. Selama praktik, mahasiswa mendampingi peserta dalam setiap tahapan, termasuk menjelaskan penggunaan EM4 dan molase sebagai bahan pendukung proses pengolahan sampah organik, serta alternatif bahan yang dapat digunakan apabila bahan tersebut tidak tersedia.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menghasilkan tiga set ember tumpuk dari praktik kelompok, sementara satu set lainnya digunakan sebagai media demonstrasi. Seluruh hasil praktik kemudian dibawa pulang oleh peserta agar proses pengolahan dapat dilanjutkan di lingkungan masing-masing. Setiap peserta juga memperoleh EM4 dan molase untuk mendukung penerapan pengolahan sampah organik secara mandiri di rumah.
Kegiatan dilengkapi dengan kuis singkat di akhir sesi sebagai bentuk evaluasi pemahaman peserta sekaligus apresiasi terhadap partisipasi mereka. Peserta menunjukkan antusiasme selama kegiatan melalui keterlibatan langsung dalam praktik, sesi tanya jawab, serta keikutsertaan dalam kuis. Sebagai bahan pendukung agar informasi yang diberikan dapat diterapkan kembali, mahasiswa membagikan leaflet yang memuat informasi mengenai pengelolaan sampah dan tahapan pembuatan pupuk organik metode ember tumpuk.
Melalui kegiatan ini, tujuh peserta yang terdiri atas ibu-ibu dan relawan pengelola sampah memperoleh pengetahuan dan pengalaman langsung dalam mengolah sampah organik rumah tangga. Peserta tidak hanya memahami tahapan pembuatan pupuk organik, tetapi juga membawa pulang hasil praktik, EM4, molase, serta leaflet sebagai panduan untuk melanjutkan pengolahan sampah secara mandiri.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peserta untuk menerapkan pengolahan sampah organik rumah tangga secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan demikian, sampah organik yang dihasilkan sehari-hari tidak hanya berakhir sebagai sampah, tetapi dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat.

Mahasiswa:

Achmad Fauzan_Hubungan Masyarakat (210310240066), Amaliah Martisyarifah_Biologi (140410230052), Cut Mauri Davina Anindya_Ilmu Pemerintahan (170410240074), Haya Dhiya 'Ussa' Adah_Sastra Arab (180910230057), Muhammad Farhan Haidzam_Manajemen Produksi Media (280904240107), Syaima Syahidah Mutmainnah_Hubungan Masyarakat (210310240023), Yuna Katrina Lifiana Hutagalung_Sastra Perancis (180510230032) 

KKN Unpad

Meretas Awal Ruang Baca Desa: Langkah Paripurna Hadirkan TBM Kebun Qur'an di Desa Karangtengah, Sukabumi

  • Kelompok 24 Karangtengah
  • Karangtengah, Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat
  • Lani Gumilang, S.ST., M.M.
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 1 mahasiswa
Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 17 17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi

Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, selama ini belum memiliki fasilitas perpustakaan resmi yang bisa diakses warganya. Kondisi inilah yang mendorong Tim Subkelompok Literasi KKN 24 Unpad untuk memulai rangkaian program kerjanya dengan sebuah musyawarah besar bersama perangkat desa, pada Senin, 13 Juli 2026, bertempat di Kantor Desa Karangtengah.

Pertemuan yang berlangsung sejak pagi itu bukan sekadar seremoni perkenalan program, melainkan forum diskusi dua arah yang mengedepankan pendekatan perencanaan partisipatif. Ketujuh mahasiswa KKN Unpad duduk bersama Kepala Desa Karangtengah beserta jajaran perangkat desa untuk membahas satu persoalan mendasar: di mana Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang akan mereka bangun nantinya ditempatkan, mengingat desa ini belum punya gedung perpustakaan sama sekali.

Setelah melalui diskusi yang cukup panjang, disepakati bahwa Kebun Quran Kamandoran akan menjadi lokasi resmi penempatan TBM. Lokasi ini dipilih karena dinilai memiliki ruang yang memadai dan berada di tengah aktivitas warga, terutama anak-anak yang biasa mengaji di sana. Bukan hanya soal lokasi, pihak pemerintah desa turut menunjukkan komitmennya dengan langsung menyerahkan sejumlah koleksi buku bacaan milik desa sebagai modal awal ketersediaan bahan bacaan di TBM tersebut.

Musyawarah ini menjadi fondasi penting yang akan menentukan arah seluruh program literasi berikutnya, sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah desa bisa berjalan sejak tahap perencanaan, bukan hanya saat pelaksanaan di lapangan. Kegiatan ini sejalan dengan capaian SDG 4 mengenai Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, karena melibatkan sinergi lintas pihak demi terciptanya akses pendidikan yang lebih merata bagi masyarakat desa.

Mahasiswa:

Muhammad Alfa Rizky 110110233004 HukumAngga Nalendra Bhinekas 120310230073 ManajemenKayla Nafilah Yulianto 120310233003 ManajemenM. Rizqy Nursyawal 140110230038 MatematikaAna Tania Nurhakim 140410230014 BiologiSyadza Ghaidha Ramadhan 140410230029 BiologiNasya Syakira Raia 180110230062 Sastra IndonesiaGhalya Putri Benita 180910230020 Sastra ArabMuhammad Justin Fadi 180910230065 Sastra ArabPinastie Irdina Batrisya 190110240058 PsikologiDzakiya Julismayana 190110240152 PsikologiDhavnie Nada Aliyah Wardhana 210310240014 Hubungan MasyarakatHannah Laetitia Parera 210610240015 JurnalistikWilham Raja Ridyan 240110230001 Teknik PertanianAulia Wijayanti 240110230031 Teknik PertanianRafi Raspati 280204240030 Administrasi PemerintahanLudgardis Mara 280204240047 Administrasi PemerintahanAnisah Tri Hafshah 280504240042 Bahasa dan Budaya TiongkokDinara Salwa Safina 280904240022 Manajemen Produksi Media

KKN Unpad

Menata Harapan Baru: Pengelolaan Ribuan Buku dan Aktivasi TBM Kebun Qur'an Desa Karangtengah, Sukabumi

  • Kelompok 24 Karangtengah
  • Karangtengah, Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat
  • Lani Gumilang, S.ST., M.M.
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 1 mahasiswa
Ikon SDG 1 1) No Poverty Ikon SDG 17 17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi

Setelah lokasi TBM disepakati, tantangan berikutnya bagi Tim Mahasiswa KKN Unpad adalah mengubah ruangan kosong dan tumpukan buku yang belum tersentuh menjadi perpustakaan yang benar-benar bisa digunakan warga. Selama dua hari, pada 16 hingga 17 Juli 2026, mahasiswa turun langsung ke TBM Kebun Quran Kamandoran, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, untuk mengerjakan pembenahan menyeluruh.

Kondisi awal yang mereka temui cukup memprihatinkan. Sekitar seribu buku bantuan dari Perpustakaan Nasional masih tersegel rapi dalam kardus, sementara rak buku yang seharusnya menjadi tempat penyimpanan justru masih tersimpan di rumah pribadi salah satu warga. Artinya, meski bantuan buku sudah ada sejak lama, belum ada satu pun anak di Desa Karangtengah yang sempat menyentuh atau membaca buku-buku tersebut.

Mahasiswa kemudian bekerja secara bertahap, dimulai dari membuka segel seluruh buku, mengklasifikasikannya berdasarkan kategori usia pembaca mulai dari kategori A, B1 sampai B3, C, hingga Level 1 sampai 4. Setiap buku yang sudah diklasifikasi kemudian diberi cap stempel resmi TBM, didata dalam buku inventaris, lalu ditata rapi di rak sesuai urutan kategorinya. Tidak berhenti di situ, mahasiswa turut menyusun buku pengunjung dan buku peminjaman agar ke depannya pengelola bisa memantau siapa saja yang datang dan buku apa yang sedang dipinjam.

Sentuhan akhir diberikan melalui penataan dan dekorasi ruangan, mulai dari membersihkan ruangan yang sebelumnya berdebu, menempelkan hiasan origami warna-warni, hingga memasang tulisan selamat datang agar suasana membaca terasa lebih hangat dan mengundang, khususnya bagi anak-anak dan masyarakat umum di Desa Karangtengah. Program ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap SDG 4, Pendidikan Berkualitas, dengan menghadirkan akses bahan bacaan yang sebelumnya tidak pernah bisa dimanfaatkan warga.

Mahasiswa:

Muhammad Alfa Rizky 110110233004 HukumAngga Nalendra Bhinekas 120310230073 ManajemenKayla Nafilah Yulianto 120310233003 ManajemenM. Rizqy Nursyawal 140110230038 MatematikaAna Tania Nurhakim 140410230014 BiologiSyadza Ghaidha Ramadhan 140410230029 BiologiNasya Syakira Raia 180110230062 Sastra IndonesiaGhalya Putri Benita 180910230020 Sastra ArabMuhammad Justin Fadi 180910230065 Sastra ArabPinastie Irdina Batrisya 190110240058 PsikologiDzakiya Julismayana 190110240152 PsikologiDhavnie Nada Aliyah Wardhana 210310240014 Hubungan MasyarakatHannah Laetitia Parera 210610240015 JurnalistikWilham Raja Ridyan 240110230001 Teknik PertanianAulia Wijayanti 240110230031 Teknik PertanianRafi Raspati 280204240030 Administrasi PemerintahanLudgardis Mara 280204240047 Administrasi PemerintahanAnisah Tri Hafshah 280504240042 Bahasa dan Budaya TiongkokDinara Salwa Safina 280904240022 Manajemen Produksi Media

KKN Unpad

Meretas Awal Ruang Baca Desa: Langkah Paripurna Hadirkan TBM Kebun Qur'an di Desa Karangtengah, Sukabumi

  • Kelompok 24 Karangtengah
  • Karangtengah, Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat
  • Lani Gumilang, S.ST., M.M.
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 1 mahasiswa
Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 17 17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi

Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, selama ini belum memiliki fasilitas perpustakaan resmi yang bisa diakses warganya. Kondisi inilah yang mendorong Tim Subkelompok Literasi KKN 24 Unpad untuk memulai rangkaian program kerjanya dengan sebuah musyawarah besar bersama perangkat desa, pada Senin, 13 Juli 2026, bertempat di Kantor Desa Karangtengah.

Pertemuan yang berlangsung sejak pagi itu bukan sekadar seremoni perkenalan program, melainkan forum diskusi dua arah yang mengedepankan pendekatan perencanaan partisipatif. Ketujuh mahasiswa KKN Unpad duduk bersama Kepala Desa Karangtengah beserta jajaran perangkat desa untuk membahas satu persoalan mendasar: di mana Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang akan mereka bangun nantinya ditempatkan, mengingat desa ini belum punya gedung perpustakaan sama sekali.

Setelah melalui diskusi yang cukup panjang, disepakati bahwa Kebun Quran Kamandoran akan menjadi lokasi resmi penempatan TBM. Lokasi ini dipilih karena dinilai memiliki ruang yang memadai dan berada di tengah aktivitas warga, terutama anak-anak yang biasa mengaji di sana. Bukan hanya soal lokasi, pihak pemerintah desa turut menunjukkan komitmennya dengan langsung menyerahkan sejumlah koleksi buku bacaan milik desa sebagai modal awal ketersediaan bahan bacaan di TBM tersebut.

Musyawarah ini menjadi fondasi penting yang akan menentukan arah seluruh program literasi berikutnya, sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah desa bisa berjalan sejak tahap perencanaan, bukan hanya saat pelaksanaan di lapangan. Kegiatan ini sejalan dengan capaian SDG 4 mengenai Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, karena melibatkan sinergi lintas pihak demi terciptanya akses pendidikan yang lebih merata bagi masyarakat desa.

Mahasiswa:

Muhammad Alfa Rizky 110110233004 HukumAngga Nalendra Bhinekas 120310230073 ManajemenKayla Nafilah Yulianto 120310233003 ManajemenM. Rizqy Nursyawal 140110230038 MatematikaAna Tania Nurhakim 140410230014 BiologiSyadza Ghaidha Ramadhan 140410230029 BiologiNasya Syakira Raia 180110230062 Sastra IndonesiaGhalya Putri Benita 180910230020 Sastra ArabMuhammad Justin Fadi 180910230065 Sastra ArabPinastie Irdina Batrisya 190110240058 PsikologiDzakiya Julismayana 190110240152 PsikologiDhavnie Nada Aliyah Wardhana 210310240014 Hubungan MasyarakatHannah Laetitia Parera 210610240015 JurnalistikWilham Raja Ridyan 240110230001 Teknik PertanianAulia Wijayanti 240110230031 Teknik PertanianRafi Raspati 280204240030 Administrasi PemerintahanLudgardis Mara 280204240047 Administrasi PemerintahanAnisah Tri Hafshah 280504240042 Bahasa dan Budaya TiongkokDinara Salwa Safina 280904240022 Manajemen Produksi Media

KKN Unpad

Meretas Awal Ruang Baca Desa: Langkah Paripurna Hadirkan TBM Kebun Qur'an di Desa Karangtengah, Sukabumi

  • Kelompok 24 Karangtengah
  • Karangtengah, Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat
  • Lani Gumilang, S.ST., M.M.
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 1 mahasiswa
Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 17 17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi

Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, selama ini belum memiliki fasilitas perpustakaan resmi yang bisa diakses warganya. Kondisi inilah yang mendorong Tim Subkelompok Literasi KKN 24 Unpad untuk memulai rangkaian program kerjanya dengan sebuah musyawarah besar bersama perangkat desa, pada Senin, 13 Juli 2026, bertempat di Kantor Desa Karangtengah.

Pertemuan yang berlangsung sejak pagi itu bukan sekadar seremoni perkenalan program, melainkan forum diskusi dua arah yang mengedepankan pendekatan perencanaan partisipatif. Ketujuh mahasiswa KKN Unpad duduk bersama Kepala Desa Karangtengah beserta jajaran perangkat desa untuk membahas satu persoalan mendasar: di mana Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang akan mereka bangun nantinya ditempatkan, mengingat desa ini belum punya gedung perpustakaan sama sekali.

Setelah melalui diskusi yang cukup panjang, disepakati bahwa Kebun Quran Kamandoran akan menjadi lokasi resmi penempatan TBM. Lokasi ini dipilih karena dinilai memiliki ruang yang memadai dan berada di tengah aktivitas warga, terutama anak-anak yang biasa mengaji di sana. Bukan hanya soal lokasi, pihak pemerintah desa turut menunjukkan komitmennya dengan langsung menyerahkan sejumlah koleksi buku bacaan milik desa sebagai modal awal ketersediaan bahan bacaan di TBM tersebut.

Musyawarah ini menjadi fondasi penting yang akan menentukan arah seluruh program literasi berikutnya, sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah desa bisa berjalan sejak tahap perencanaan, bukan hanya saat pelaksanaan di lapangan. Kegiatan ini sejalan dengan capaian SDG 4 mengenai Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, karena melibatkan sinergi lintas pihak demi terciptanya akses pendidikan yang lebih merata bagi masyarakat desa.

Mahasiswa:

Muhammad Alfa Rizky 110110233004 HukumAngga Nalendra Bhinekas 120310230073 ManajemenKayla Nafilah Yulianto 120310233003 ManajemenM. Rizqy Nursyawal 140110230038 MatematikaAna Tania Nurhakim 140410230014 BiologiSyadza Ghaidha Ramadhan 140410230029 BiologiNasya Syakira Raia 180110230062 Sastra IndonesiaGhalya Putri Benita 180910230020 Sastra ArabMuhammad Justin Fadi 180910230065 Sastra ArabPinastie Irdina Batrisya 190110240058 PsikologiDzakiya Julismayana 190110240152 PsikologiDhavnie Nada Aliyah Wardhana 210310240014 Hubungan MasyarakatHannah Laetitia Parera 210610240015 JurnalistikWilham Raja Ridyan 240110230001 Teknik PertanianAulia Wijayanti 240110230031 Teknik PertanianRafi Raspati 280204240030 Administrasi PemerintahanLudgardis Mara 280204240047 Administrasi PemerintahanAnisah Tri Hafshah 280504240042 Bahasa dan Budaya TiongkokDinara Salwa Safina 280904240022 Manajemen Produksi Media

KKN Unpad

Meretas Awal Ruang Baca Desa: Langkah Paripurna Hadirkan TBM Kebun Qur'an di Desa Karangtengah, Sukabumi

  • Kelompok 24 Karangtengah
  • Karangtengah, Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat
  • Lani Gumilang, S.ST., M.M.
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 1 mahasiswa
Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 17 17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi

Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, selama ini belum memiliki fasilitas perpustakaan resmi yang bisa diakses warganya. Kondisi inilah yang mendorong Tim Subkelompok Literasi KKN 24 Unpad untuk memulai rangkaian program kerjanya dengan sebuah musyawarah besar bersama perangkat desa, pada Senin, 13 Juli 2026, bertempat di Kantor Desa Karangtengah.

Pertemuan yang berlangsung sejak pagi itu bukan sekadar seremoni perkenalan program, melainkan forum diskusi dua arah yang mengedepankan pendekatan perencanaan partisipatif. Ketujuh mahasiswa KKN Unpad duduk bersama Kepala Desa Karangtengah beserta jajaran perangkat desa untuk membahas satu persoalan mendasar: di mana Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang akan mereka bangun nantinya ditempatkan, mengingat desa ini belum punya gedung perpustakaan sama sekali.

Setelah melalui diskusi yang cukup panjang, disepakati bahwa Kebun Quran Kamandoran akan menjadi lokasi resmi penempatan TBM. Lokasi ini dipilih karena dinilai memiliki ruang yang memadai dan berada di tengah aktivitas warga, terutama anak-anak yang biasa mengaji di sana. Bukan hanya soal lokasi, pihak pemerintah desa turut menunjukkan komitmennya dengan langsung menyerahkan sejumlah koleksi buku bacaan milik desa sebagai modal awal ketersediaan bahan bacaan di TBM tersebut.

Musyawarah ini menjadi fondasi penting yang akan menentukan arah seluruh program literasi berikutnya, sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah desa bisa berjalan sejak tahap perencanaan, bukan hanya saat pelaksanaan di lapangan. Kegiatan ini sejalan dengan capaian SDG 4 mengenai Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, karena melibatkan sinergi lintas pihak demi terciptanya akses pendidikan yang lebih merata bagi masyarakat desa.

Mahasiswa:

Muhammad Alfa Rizky 110110233004 HukumAngga Nalendra Bhinekas 120310230073 ManajemenKayla Nafilah Yulianto 120310233003 ManajemenM. Rizqy Nursyawal 140110230038 MatematikaAna Tania Nurhakim 140410230014 BiologiSyadza Ghaidha Ramadhan 140410230029 BiologiNasya Syakira Raia 180110230062 Sastra IndonesiaGhalya Putri Benita 180910230020 Sastra ArabMuhammad Justin Fadi 180910230065 Sastra ArabPinastie Irdina Batrisya 190110240058 PsikologiDzakiya Julismayana 190110240152 PsikologiDhavnie Nada Aliyah Wardhana 210310240014 Hubungan MasyarakatHannah Laetitia Parera 210610240015 JurnalistikWilham Raja Ridyan 240110230001 Teknik PertanianAulia Wijayanti 240110230031 Teknik PertanianRafi Raspati 280204240030 Administrasi PemerintahanLudgardis Mara 280204240047 Administrasi PemerintahanAnisah Tri Hafshah 280504240042 Bahasa dan Budaya TiongkokDinara Salwa Safina 280904240022 Manajemen Produksi Media

KKN Unpad

KKN 59 Unpad Dorong Akses Informasi Bantuan Sosial dan Literasi Kesejahteraan Masyarakat Desa Kalimanggis

  • Kelompok 59 Kalimanggis
  • Kalimanggis, Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Dr. Bambang Kholiq Mutaqin, S.Pt., M.Pt.
  • Juli · 2024/2025 Ganjil
  • 7 mahasiswa
Ikon SDG 1 1) No Poverty
Baca deskripsi

Mahasiswa KKN 59 Universitas Padjadjaran melalui sub-tim Kemiskinan melaksanakan berbagai kegiatan yang berfokus pada peningkatan pemahaman dan akses informasi masyarakat mengenai bantuan sosial dan kesejahteraan sosial di Desa Kalimanggis, Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan diawali dengan pendataan dan survei penerima bantuan sosial pada 14–16 Juli 2026 di Dusun Mekarjaya terhadap 33 kepala keluarga (KK). Kegiatan ini bertujuan memperoleh gambaran mengenai kondisi penerima serta akses masyarakat terhadap program bantuan sosial. Hasil pendataan kemudian menjadi dasar diskusi bersama Pemerintah Desa Kalimanggis, khususnya bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), terkait penguatan pelayanan sosial dan rekomendasi pembentukan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos).

Selain pendataan, tim memberikan edukasi mengenai berbagai program bantuan pemerintah di bidang ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Edukasi juga mencakup pemahaman mengenai desil, penggunaan NIK, perlindungan data pribadi, serta pendataan sosial dan ekonomi agar masyarakat lebih memahami mekanisme dan akses terhadap program kesejahteraan sosial.

Dalam bidang literasi, sub-tim Kemiskinan berkolaborasi dengan sub-tim Literasi memberikan edukasi menabung kepada siswa kelas 2 SD melalui kegiatan interaktif dan mewarnai celengan. Kegiatan ini dilakukan untuk mengenalkan kebiasaan menabung dengan cara yang sederhana dan sesuai dengan usia anak.

Tim juga melakukan diskusi bersama pengelola dan masyarakat Kampung Pramuka untuk membahas kebutuhan dan potensi kegiatan di lingkungan tersebut. Hasil diskusi menghasilkan program pembuatan gapura dan penyusunan keuangan. Pembuatan gapura Kampung Pramuka dilaksanakan pada 1–3 Agustus 2026 dan disertai dengan kegiatan senam serta kerja bakti bersama masyarakat.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan Web Sadajabar kepada Pemerintah Desa Kalimanggis pada 4 Agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan pemanfaatan informasi digital yang dapat mendukung akses terhadap informasi kesejahteraan sosial.

Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan KKN 59 Unpad dilaksanakan berdasarkan kondisi dan kebutuhan yang ditemukan di lapangan. Melalui pendataan, edukasi, literasi, diskusi, serta pengenalan informasi digital, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan akses informasi masyarakat terkait kesejahteraan sosial serta mendukung pencapaian SDG 1, yaitu Tanpa Kemiskinan.

Mahasiswa:

Dini Alfa Hasanah_Teknologi Pangan (240310230010), Farrel Ibrahim Dharmawan_Jurnalistik (210610240068), Khairani Azahra Helmy_Perpustakaan dan Sains Informasi (210810230069),   Khanza Nayara Faiza_Manajemen Produksi Media (280904240023), Nurul Qomaria_Pariwisata Bahari (230204230003), Robert Attala Halim_Akuntansi Sektor Publik (120204230008), Sifa Kaila Repalina_Fisika (140310240062)

KKN Unpad

Pengelolaan Sampah Organik melalui Praktik Pembuatan Pupuk Organik Metode Ember Tumpuk di Desa Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya

  • SUBTEMA 2 PENGELOLAAN SAMPAH
  • Kalimanggis, Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Dr. Ir. Bambang Kholiq Mutaqin, S.Pt., M.Pt.
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 7 mahasiswa
Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production
Baca deskripsi

Tasikmalaya — Kelompok 59 Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Universitas Padjadjaran melaksanakan praktik pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik menggunakan metode ember tumpuk sederhana bersama ibu-ibu dan relawan pengelola sampah di Dusun Cisitu Kaler, Desa Kalimanggis, Kabupaten Tasikmalaya, pada Minggu (2/8/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan cara sederhana dalam mengolah sampah organik rumah tangga agar dapat dimanfaatkan kembali dan tidak langsung dibuang.
Kegiatan praktik diawali dengan penjelasan mengenai pengelolaan sampah organik rumah tangga dan metode ember tumpuk, termasuk keunggulan metode yang tidak membutuhkan lahan luas serta menggunakan alat dan bahan yang relatif mudah diperoleh. Sebelum pelaksanaan, mahasiswa KKN juga telah melakukan edukasi pengelolaan sampah kepada ibu-ibu pengajian di Pesantren Gombong Sari, Dusun Cisitu Kaler, pada 27 Juli 2026. Edukasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan penjelasan singkat sebagai pengantar sebelum peserta melakukan praktik secara langsung.
Untuk memberikan gambaran mengenai hasil pengolahan sampah organik rumah tangga, mahasiswa terlebih dahulu membuat pupuk organik menggunakan metode ember tumpuk di posko KKN sekitar tiga minggu sebelum kegiatan. Hasil pengolahan tersebut kemudian diperlihatkan kepada peserta agar mereka dapat melihat secara langsung gambaran hasil dari proses pengolahan sampah organik rumah tangga.
Setelah pengenalan metode dan alat bahan, mahasiswa melakukan demonstrasi tahapan pembuatan ember tumpuk di hadapan peserta. Peserta kemudian dibagi menjadi tiga kelompok dan masing-masing kelompok mempraktikkan pembuatan satu set ember tumpuk secara langsung. Selama praktik, mahasiswa mendampingi peserta dalam setiap tahapan, termasuk menjelaskan penggunaan EM4 dan molase sebagai bahan pendukung proses pengolahan sampah organik, serta alternatif bahan yang dapat digunakan apabila bahan tersebut tidak tersedia.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menghasilkan tiga set ember tumpuk dari praktik kelompok, sementara satu set lainnya digunakan sebagai media demonstrasi. Seluruh hasil praktik kemudian dibawa pulang oleh peserta agar proses pengolahan dapat dilanjutkan di lingkungan masing-masing. Setiap peserta juga memperoleh EM4 dan molase untuk mendukung penerapan pengolahan sampah organik secara mandiri di rumah.
Kegiatan dilengkapi dengan kuis singkat di akhir sesi sebagai bentuk evaluasi pemahaman peserta sekaligus apresiasi terhadap partisipasi mereka. Peserta menunjukkan antusiasme selama kegiatan melalui keterlibatan langsung dalam praktik, sesi tanya jawab, serta keikutsertaan dalam kuis. Sebagai bahan pendukung agar informasi yang diberikan dapat diterapkan kembali, mahasiswa membagikan leaflet yang memuat informasi mengenai pengelolaan sampah dan tahapan pembuatan pupuk organik metode ember tumpuk.
Melalui kegiatan ini, tujuh peserta yang terdiri atas ibu-ibu dan relawan pengelola sampah memperoleh pengetahuan dan pengalaman langsung dalam mengolah sampah organik rumah tangga. Peserta tidak hanya memahami tahapan pembuatan pupuk organik, tetapi juga membawa pulang hasil praktik, EM4, molase, serta leaflet sebagai panduan untuk melanjutkan pengolahan sampah secara mandiri.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peserta untuk menerapkan pengolahan sampah organik rumah tangga secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan demikian, sampah organik yang dihasilkan sehari-hari tidak hanya berakhir sebagai sampah, tetapi dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat.

Mahasiswa:

Achmad Fauzan_Hubungan Masyarakat (210310240066), Amaliah Martisyarifah_Biologi (140410230052), Cut Mauri Davina Anindya_Ilmu Pemerintahan (170410240074), Haya Dhiya 'Ussa' Adah_Sastra Arab (180910230057), Muhammad Farhan Haidzam_Manajemen Produksi Media (280904240107), Syaima Syahidah Mutmainnah_Hubungan Masyarakat (210310240023), Yuna Katrina Lifiana Hutagalung_Sastra Perancis (180510230032) 

KKN Unpad

Daur Ulang Kardus Bekas Menjadi Karya: Edukasi Siswa Desa Sukarapih tentang Pengelolaan Sampah

  • KKN 72 Desa Sukarapih
  • Sukarapih, Sukarame, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Dr. Rully Khairul Anwar, S.Ag., M.Si.
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 7 mahasiswa
Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production
Baca deskripsi

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Universitas Padjadjaran Kelompok 72 melalui Sub Kelompok Pengelolaan Sampah melaksanakan program edukasi lingkungan bertajuk “Proyek Membuat Bingkai Foto dari Sampah Kardus” di Desa Sukarapih, Kabupaten Tasikmalaya, pada Juli 2026. Kegiatan ini ditujukan kepada siswa kelas V dan VI sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah sebagai upaya memperkenalkan pengelolaan sampah melalui kegiatan yang sederhana, kreatif, dan dapat dipraktikkan secara langsung.
Program tersebut dilatarbelakangi oleh masih banyaknya sampah kardus di Desa Sukarapih yang berasal antara lain dari aktivitas belanja daring, UMKM, serta warung. Dalam laporan kegiatan disebutkan bahwa fasilitas pengelolaan sampah desa seperti Bank Sampah dan TPS3R belum berjalan optimal, sehingga sampah kardus masih berpotensi dibakar atau dibuang sembarangan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mahasiswa memilih pemanfaatan kardus bekas sebagai media edukasi pengelolaan sampah.
Kegiatan dilaksanakan dengan menggabungkan literasi lingkungan dan praktik pengolahan sampah melalui pendekatan “baca lalu buat” (read and craft). Siswa terlebih dahulu diajak membaca dan menyimak buku cerita “Yu, Buang Sampah pada Tempatnya”, kemudian mengikuti diskusi dan tanya jawab mengenai jenis serta pengelolaan sampah. Setelah itu, siswa mempraktikkan isi bacaan melalui proyek membuat bingkai foto dari kardus bekas. Pembacaan buku berlangsung sekitar 15 menit dan dilakukan secara interaktif agar siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga terlibat dalam memahami dan menghubungkannya dengan pengalaman sehari-hari.
Pada tahap praktik, siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan didampingi mahasiswa. Mereka membuat pola, memotong kardus, menyusun dan merekatkan bagian bingkai, kemudian menghiasnya menggunakan bahan-bahan sederhana. Pendampingan dilakukan secara langsung karena beberapa tahapan membutuhkan ketelitian dan penggunaan alat seperti gunting maupun cutter. Pendekatan tersebut sekaligus mendorong siswa untuk bekerja secara aktif, mandiri, dan percaya diri.
Kegiatan menyasar siswa di SDN Nugraha, SDN 2 Cimerah, dan MIS KH. Wahab Muhsin. Berdasarkan rincian peserta dalam laporan, terdapat 12 siswa SDN Nugraha, 30 siswa SDN 2 Cimerah, serta 66 siswa kelas V dan VI di MIS KH. Wahab Muhsin, sehingga sedikitnya 108 siswa tercatat mengikuti rangkaian kegiatan.
Antusiasme siswa menjadi salah satu capaian utama kegiatan. Laporan mencatat bahwa siswa aktif menjawab pertanyaan selama sesi literasi, bersemangat mengikuti proses pembuatan bingkai, dan menunjukkan kreativitas dalam menghias karya. Meskipun menggunakan bahan dasar yang sama, bingkai yang dihasilkan memiliki bentuk, warna, dan dekorasi yang beragam. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga mengembangkan kreativitas, keterampilan, ketelitian, dan kemampuan siswa dalam menuangkan ide.
Perubahan juga terlihat pada pemahaman dan sikap siswa. Setelah kegiatan, siswa menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik serta mulai melihat kardus bekas sebagai bahan yang masih memiliki nilai guna. Laporan mencatat adanya kebiasaan siswa untuk memilah dan menyisihkan kardus bekas agar dapat dimanfaatkan kembali, sementara proses pembuatan bingkai turut meningkatkan keterampilan motorik halus dan rasa percaya diri mereka.
Program ini menghadapi sejumlah keterbatasan, seperti waktu pelaksanaan yang singkat, jumlah alat yang terbatas, serta pendampingan yang belum sepenuhnya merata. Selain itu, belum tersedia program keberlanjutan resmi di sekolah dan fasilitas pengelolaan sampah di tingkat desa belum optimal. Karena itu, laporan merekomendasikan adanya kegiatan lanjutan yang mengintegrasikan literasi lingkungan dengan praktik pemanfaatan barang bekas serta penguatan koordinasi antara sekolah, mahasiswa, dan pemerintah desa untuk mengoptimalkan Bank Sampah atau TPS3R.

Melalui kegiatan sederhana tersebut, mahasiswa KKNM Kelompok 72 berupaya menunjukkan bahwa edukasi pengelolaan sampah dapat dimulai dari lingkungan terdekat dan dari usia sekolah. Kardus yang sebelumnya dipandang sebagai barang buangan diperkenalkan kembali sebagai bahan yang dapat dimanfaatkan, sekaligus menjadi media untuk menanamkan kepedulian lingkungan, kreativitas, dan kebiasaan menggunakan kembali barang yang masih memiliki nilai guna.

Mahasiswa:

Ailsya Cherryl (180910230038 - Sastra Arab), Azarine Nuhaa Callista Luqman Nanda (210810230083 - Perpustakaan dan Sains Informasi), Mochammad Fadhlan Fasya (280904240035 - Manajemen Produksi Media), Nafisa Rahman (170510240025 - Antropologi), Nur Rafa Hermawati (240310230001 - Teknologi Industri Pertanian), Sabrina Setia Salsabila (240110230085 - Teknik Pertanian), Zannur Dwi Kuncoro (280504240023 - Bahasa dan Budaya Tiongkok)