Gallery aksi sosial

Galeri Aksi Sosial Unpad

Menampilkan 447 kegiatan

KKN Unpad

Pengelolaan Sampah Organik melalui Praktik Pembuatan Pupuk Organik Metode Ember Tumpuk di Desa Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya

  • SUBTEMA PENGELOLAAN SAMPAH
  • Kalimanggis, Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Dr. Ir. Bambang Kholiq Mutaqin, S.Pt., M.Pt.
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 7 mahasiswa
Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production
Baca deskripsi

Tasikmalaya — Kelompok 59 Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Universitas Padjadjaran melaksanakan praktik pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik menggunakan metode ember tumpuk sederhana bersama ibu-ibu dan relawan pengelola sampah di Dusun Cisitu Kaler, Desa Kalimanggis, Kabupaten Tasikmalaya, pada Minggu (2/8/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan cara sederhana dalam mengolah sampah organik rumah tangga agar dapat dimanfaatkan kembali dan tidak langsung dibuang.
Kegiatan praktik diawali dengan penjelasan mengenai pengelolaan sampah organik rumah tangga dan metode ember tumpuk, termasuk keunggulan metode yang tidak membutuhkan lahan luas serta menggunakan alat dan bahan yang relatif mudah diperoleh. Sebelum pelaksanaan, mahasiswa KKN juga telah melakukan edukasi pengelolaan sampah kepada ibu-ibu pengajian di Pesantren Gombong Sari, Dusun Cisitu Kaler, pada 27 Juli 2026. Edukasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan penjelasan singkat sebagai pengantar sebelum peserta melakukan praktik secara langsung.
Untuk memberikan gambaran mengenai hasil pengolahan sampah organik rumah tangga, mahasiswa terlebih dahulu membuat pupuk organik menggunakan metode ember tumpuk di posko KKN sekitar tiga minggu sebelum kegiatan. Hasil pengolahan tersebut kemudian diperlihatkan kepada peserta agar mereka dapat melihat secara langsung gambaran hasil dari proses pengolahan sampah organik rumah tangga.
Setelah pengenalan metode dan alat bahan, mahasiswa melakukan demonstrasi tahapan pembuatan ember tumpuk di hadapan peserta. Peserta kemudian dibagi menjadi tiga kelompok dan masing-masing kelompok mempraktikkan pembuatan satu set ember tumpuk secara langsung. Selama praktik, mahasiswa mendampingi peserta dalam setiap tahapan, termasuk menjelaskan penggunaan EM4 dan molase sebagai bahan pendukung proses pengolahan sampah organik, serta alternatif bahan yang dapat digunakan apabila bahan tersebut tidak tersedia.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menghasilkan tiga set ember tumpuk dari praktik kelompok, sementara satu set lainnya digunakan sebagai media demonstrasi. Seluruh hasil praktik kemudian dibawa pulang oleh peserta agar proses pengolahan dapat dilanjutkan di lingkungan masing-masing. Setiap peserta juga memperoleh EM4 dan molase untuk mendukung penerapan pengolahan sampah organik secara mandiri di rumah.
Kegiatan dilengkapi dengan kuis singkat di akhir sesi sebagai bentuk evaluasi pemahaman peserta sekaligus apresiasi terhadap partisipasi mereka. Peserta menunjukkan antusiasme selama kegiatan melalui keterlibatan langsung dalam praktik, sesi tanya jawab, serta keikutsertaan dalam kuis. Sebagai bahan pendukung agar informasi yang diberikan dapat diterapkan kembali, mahasiswa membagikan leaflet yang memuat informasi mengenai pengelolaan sampah dan tahapan pembuatan pupuk organik metode ember tumpuk.
Melalui kegiatan ini, tujuh peserta yang terdiri atas ibu-ibu dan relawan pengelola sampah memperoleh pengetahuan dan pengalaman langsung dalam mengolah sampah organik rumah tangga. Peserta tidak hanya memahami tahapan pembuatan pupuk organik, tetapi juga membawa pulang hasil praktik, EM4, molase, serta leaflet sebagai panduan untuk melanjutkan pengolahan sampah secara mandiri.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peserta untuk menerapkan pengolahan sampah organik rumah tangga secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan demikian, sampah organik yang dihasilkan sehari-hari tidak hanya berakhir sebagai sampah, tetapi dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat.

Mahasiswa:

Achmad Fauzan_Hubungan Masyarakat (210310240066), Amaliah Martisyarifah_Biologi (140410230052), Cut Mauri Davina Anindya_Ilmu Pemerintahan (170410240074), Haya Dhiya 'Ussa' Adah_Sastra Arab (180910230057), Muhammad Farhan Haidzam_Manajemen Produksi Media (280904240107), Syaima Syahidah Mutmainnah_Hubungan Masyarakat (210310240023), Yuna Katrina Lifiana Hutagalung_Sastra Perancis (180510230032)

KKN Unpad

Pengelolaan Sampah Organik melalui Praktik Pembuatan Pupuk Organik Metode Ember Tumpuk di Desa Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya

  • SUBTEMA PENGELOLAAN SAMPAH
  • Kalimanggis, Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Dr. Ir. Bambang Kholiq Mutaqin, S.Pt., M.Pt.
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 1 mahasiswa
Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production
Baca deskripsi

Tasikmalaya — Kelompok 59 Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Universitas Padjadjaran melaksanakan praktik pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik menggunakan metode ember tumpuk sederhana bersama ibu-ibu dan relawan pengelola sampah di Dusun Cisitu Kaler, Desa Kalimanggis, Kabupaten Tasikmalaya, pada Minggu (2/8/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan cara sederhana dalam mengolah sampah organik rumah tangga agar dapat dimanfaatkan kembali dan tidak langsung dibuang.
Kegiatan praktik diawali dengan penjelasan mengenai pengelolaan sampah organik rumah tangga dan metode ember tumpuk, termasuk keunggulan metode yang tidak membutuhkan lahan luas serta menggunakan alat dan bahan yang relatif mudah diperoleh. Sebelum pelaksanaan, mahasiswa KKN juga telah melakukan edukasi pengelolaan sampah kepada ibu-ibu pengajian di Pesantren Gombong Sari, Dusun Cisitu Kaler, pada 27 Juli 2026. Edukasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan penjelasan singkat sebagai pengantar sebelum peserta melakukan praktik secara langsung.
Untuk memberikan gambaran mengenai hasil pengolahan sampah organik rumah tangga, mahasiswa terlebih dahulu membuat pupuk organik menggunakan metode ember tumpuk di posko KKN sekitar tiga minggu sebelum kegiatan. Hasil pengolahan tersebut kemudian diperlihatkan kepada peserta agar mereka dapat melihat secara langsung gambaran hasil dari proses pengolahan sampah organik rumah tangga.
Setelah pengenalan metode dan alat bahan, mahasiswa melakukan demonstrasi tahapan pembuatan ember tumpuk di hadapan peserta. Peserta kemudian dibagi menjadi tiga kelompok dan masing-masing kelompok mempraktikkan pembuatan satu set ember tumpuk secara langsung. Selama praktik, mahasiswa mendampingi peserta dalam setiap tahapan, termasuk menjelaskan penggunaan EM4 dan molase sebagai bahan pendukung proses pengolahan sampah organik, serta alternatif bahan yang dapat digunakan apabila bahan tersebut tidak tersedia.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menghasilkan tiga set ember tumpuk dari praktik kelompok, sementara satu set lainnya digunakan sebagai media demonstrasi. Seluruh hasil praktik kemudian dibawa pulang oleh peserta agar proses pengolahan dapat dilanjutkan di lingkungan masing-masing. Setiap peserta juga memperoleh EM4 dan molase untuk mendukung penerapan pengolahan sampah organik secara mandiri di rumah.
Kegiatan dilengkapi dengan kuis singkat di akhir sesi sebagai bentuk evaluasi pemahaman peserta sekaligus apresiasi terhadap partisipasi mereka. Peserta menunjukkan antusiasme selama kegiatan melalui keterlibatan langsung dalam praktik, sesi tanya jawab, serta keikutsertaan dalam kuis. Sebagai bahan pendukung agar informasi yang diberikan dapat diterapkan kembali, mahasiswa membagikan leaflet yang memuat informasi mengenai pengelolaan sampah dan tahapan pembuatan pupuk organik metode ember tumpuk.
Melalui kegiatan ini, tujuh peserta yang terdiri atas ibu-ibu dan relawan pengelola sampah memperoleh pengetahuan dan pengalaman langsung dalam mengolah sampah organik rumah tangga. Peserta tidak hanya memahami tahapan pembuatan pupuk organik, tetapi juga membawa pulang hasil praktik, EM4, molase, serta leaflet sebagai panduan untuk melanjutkan pengolahan sampah secara mandiri.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peserta untuk menerapkan pengolahan sampah organik rumah tangga secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan demikian, sampah organik yang dihasilkan sehari-hari tidak hanya berakhir sebagai sampah, tetapi dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat.

Mahasiswa:

Achmad Fauzan_Hubungan Masyarakat (210310240066), Amaliah Martisyarifah_Biologi (140410230052), Cut Mauri Davina Anindya_Ilmu Pemerintahan (170410240074), Haya Dhiya 'Ussa' Adah_Sastra Arab (180910230057), Muhammad Farhan Haidzam_Manajemen Produksi Media (280904240107), Syaima Syahidah Mutmainnah_Hubungan Masyarakat (210310240023), Yuna Katrina Lifiana Hutagalung_Sastra Perancis (180510230032)

KKN Unpad

Pengelolaan Sampah Organik melalui Praktik Pembuatan Pupuk Organik Metode Ember Tumpuk di Desa Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya

  • SUBTEMA PENGELOLAAN SAMPAH
  • Kalimanggis, Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Dr. Ir. Bambang Kholiq Mutaqin, S.Pt., M.Pt.
  • Januari · 2025/2026 Genap
  • 7 mahasiswa
Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production
Baca deskripsi

Tasikmalaya — Kelompok 59 Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Universitas Padjadjaran melaksanakan praktik pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik menggunakan metode ember tumpuk sederhana bersama ibu-ibu dan relawan pengelola sampah di Dusun Cisitu Kaler, Desa Kalimanggis, Kabupaten Tasikmalaya, pada Minggu (2/8/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan cara sederhana dalam mengolah sampah organik rumah tangga agar dapat dimanfaatkan kembali dan tidak langsung dibuang.
Kegiatan praktik diawali dengan penjelasan mengenai pengelolaan sampah organik rumah tangga dan metode ember tumpuk, termasuk keunggulan metode yang tidak membutuhkan lahan luas serta menggunakan alat dan bahan yang relatif mudah diperoleh. Sebelum pelaksanaan, mahasiswa KKN juga telah melakukan edukasi pengelolaan sampah kepada ibu-ibu pengajian di Pesantren Gombong Sari, Dusun Cisitu Kaler, pada 27 Juli 2026. Edukasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan penjelasan singkat sebagai pengantar sebelum peserta melakukan praktik secara langsung.
Untuk memberikan gambaran mengenai hasil pengolahan sampah organik rumah tangga, mahasiswa terlebih dahulu membuat pupuk organik menggunakan metode ember tumpuk di posko KKN sekitar tiga minggu sebelum kegiatan. Hasil pengolahan tersebut kemudian diperlihatkan kepada peserta agar mereka dapat melihat secara langsung gambaran hasil dari proses pengolahan sampah organik rumah tangga.
Setelah pengenalan metode dan alat bahan, mahasiswa melakukan demonstrasi tahapan pembuatan ember tumpuk di hadapan peserta. Peserta kemudian dibagi menjadi tiga kelompok dan masing-masing kelompok mempraktikkan pembuatan satu set ember tumpuk secara langsung. Selama praktik, mahasiswa mendampingi peserta dalam setiap tahapan, termasuk menjelaskan penggunaan EM4 dan molase sebagai bahan pendukung proses pengolahan sampah organik, serta alternatif bahan yang dapat digunakan apabila bahan tersebut tidak tersedia.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menghasilkan tiga set ember tumpuk dari praktik kelompok, sementara satu set lainnya digunakan sebagai media demonstrasi. Seluruh hasil praktik kemudian dibawa pulang oleh peserta agar proses pengolahan dapat dilanjutkan di lingkungan masing-masing. Setiap peserta juga memperoleh EM4 dan molase untuk mendukung penerapan pengolahan sampah organik secara mandiri di rumah.
Kegiatan dilengkapi dengan kuis singkat di akhir sesi sebagai bentuk evaluasi pemahaman peserta sekaligus apresiasi terhadap partisipasi mereka. Peserta menunjukkan antusiasme selama kegiatan melalui keterlibatan langsung dalam praktik, sesi tanya jawab, serta keikutsertaan dalam kuis. Sebagai bahan pendukung agar informasi yang diberikan dapat diterapkan kembali, mahasiswa membagikan leaflet yang memuat informasi mengenai pengelolaan sampah dan tahapan pembuatan pupuk organik metode ember tumpuk.
Melalui kegiatan ini, tujuh peserta yang terdiri atas ibu-ibu dan relawan pengelola sampah memperoleh pengetahuan dan pengalaman langsung dalam mengolah sampah organik rumah tangga. Peserta tidak hanya memahami tahapan pembuatan pupuk organik, tetapi juga membawa pulang hasil praktik, EM4, molase, serta leaflet sebagai panduan untuk melanjutkan pengolahan sampah secara mandiri.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peserta untuk menerapkan pengolahan sampah organik rumah tangga secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan demikian, sampah organik yang dihasilkan sehari-hari tidak hanya berakhir sebagai sampah, tetapi dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat.

Mahasiswa:

Achmad Fauzan_Hubungan Masyarakat (210310240066), Amaliah Martisyarifah_Biologi (140410230052), Cut Mauri Davina Anindya_Ilmu Pemerintahan (170410240074), Haya Dhiya 'Ussa' Adah_Sastra Arab (180910230057), Muhammad Farhan Haidzam_Manajemen Produksi Media (280904240107), Syaima Syahidah Mutmainnah_Hubungan Masyarakat (210310240023), Yuna Katrina Lifiana Hutagalung_Sastra Perancis (180510230032)

KKN Unpad

Pengelolaan Sampah Organik melalui Praktik Pembuatan Pupuk Organik Metode Ember Tumpuk di Desa Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya

  • SUBTEMA PENGELOLAAN SAMPAH
  • Kalimanggis, Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Dr. Ir. Bambang Kholiq Mutaqin, S.Pt., M.Pt.
  • Januari · 2025/2026 Genap
  • 7 mahasiswa
Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production
Baca deskripsi

Tasikmalaya — Kelompok 59 Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Universitas Padjadjaran melaksanakan praktik pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik menggunakan metode ember tumpuk sederhana bersama ibu-ibu dan relawan pengelola sampah di Dusun Cisitu Kaler, Desa Kalimanggis, Kabupaten Tasikmalaya, pada Minggu (2/8/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan cara sederhana dalam mengolah sampah organik rumah tangga agar dapat dimanfaatkan kembali dan tidak langsung dibuang.
Kegiatan praktik diawali dengan penjelasan mengenai pengelolaan sampah organik rumah tangga dan metode ember tumpuk, termasuk keunggulan metode yang tidak membutuhkan lahan luas serta menggunakan alat dan bahan yang relatif mudah diperoleh. Sebelum pelaksanaan, mahasiswa KKN juga telah melakukan edukasi pengelolaan sampah kepada ibu-ibu pengajian di Pesantren Gombong Sari, Dusun Cisitu Kaler, pada 27 Juli 2026. Edukasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan penjelasan singkat sebagai pengantar sebelum peserta melakukan praktik secara langsung.
Untuk memberikan gambaran mengenai hasil pengolahan sampah organik rumah tangga, mahasiswa terlebih dahulu membuat pupuk organik menggunakan metode ember tumpuk di posko KKN sekitar tiga minggu sebelum kegiatan. Hasil pengolahan tersebut kemudian diperlihatkan kepada peserta agar mereka dapat melihat secara langsung gambaran hasil dari proses pengolahan sampah organik rumah tangga.
Setelah pengenalan metode dan alat bahan, mahasiswa melakukan demonstrasi tahapan pembuatan ember tumpuk di hadapan peserta. Peserta kemudian dibagi menjadi tiga kelompok dan masing-masing kelompok mempraktikkan pembuatan satu set ember tumpuk secara langsung. Selama praktik, mahasiswa mendampingi peserta dalam setiap tahapan, termasuk menjelaskan penggunaan EM4 dan molase sebagai bahan pendukung proses pengolahan sampah organik, serta alternatif bahan yang dapat digunakan apabila bahan tersebut tidak tersedia.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menghasilkan tiga set ember tumpuk dari praktik kelompok, sementara satu set lainnya digunakan sebagai media demonstrasi. Seluruh hasil praktik kemudian dibawa pulang oleh peserta agar proses pengolahan dapat dilanjutkan di lingkungan masing-masing. Setiap peserta juga memperoleh EM4 dan molase untuk mendukung penerapan pengolahan sampah organik secara mandiri di rumah.
Kegiatan dilengkapi dengan kuis singkat di akhir sesi sebagai bentuk evaluasi pemahaman peserta sekaligus apresiasi terhadap partisipasi mereka. Peserta menunjukkan antusiasme selama kegiatan melalui keterlibatan langsung dalam praktik, sesi tanya jawab, serta keikutsertaan dalam kuis. Sebagai bahan pendukung agar informasi yang diberikan dapat diterapkan kembali, mahasiswa membagikan leaflet yang memuat informasi mengenai pengelolaan sampah dan tahapan pembuatan pupuk organik metode ember tumpuk.
Melalui kegiatan ini, tujuh peserta yang terdiri atas ibu-ibu dan relawan pengelola sampah memperoleh pengetahuan dan pengalaman langsung dalam mengolah sampah organik rumah tangga. Peserta tidak hanya memahami tahapan pembuatan pupuk organik, tetapi juga membawa pulang hasil praktik, EM4, molase, serta leaflet sebagai panduan untuk melanjutkan pengolahan sampah secara mandiri.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peserta untuk menerapkan pengolahan sampah organik rumah tangga secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan demikian, sampah organik yang dihasilkan sehari-hari tidak hanya berakhir sebagai sampah, tetapi dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat.

Mahasiswa:

Achmad Fauzan_Hubungan Masyarakat (210310240066), Amaliah Martisyarifah_Biologi (140410230052), Cut Mauri Davina Anindya_Ilmu Pemerintahan (170410240074), Haya Dhiya 'Ussa' Adah_Sastra Arab (180910230057), Muhammad Farhan Haidzam_Manajemen Produksi Media (280904240107), Syaima Syahidah Mutmainnah_Hubungan Masyarakat (210310240023), Yuna Katrina Lifiana Hutagalung_Sastra Perancis (180510230032)

KKN Unpad

Pengelolaan Sampah Organik melalui Praktik Pembuatan Pupuk Organik Metode Ember Tumpuk di Desa Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya

  • SUBTEMA PENGELOLAAN SAMPAH
  • Kalimanggis, Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Dr. Ir. Bambang Kholiq Mutaqin, S.Pt., M.Pt.
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 1 mahasiswa
Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production
Baca deskripsi

Tasikmalaya — Kelompok 59 Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Universitas Padjadjaran melaksanakan praktik pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik menggunakan metode ember tumpuk sederhana bersama ibu-ibu dan relawan pengelola sampah di Dusun Cisitu Kaler, Desa Kalimanggis, Kabupaten Tasikmalaya, pada Minggu (2/8/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan cara sederhana dalam mengolah sampah organik rumah tangga agar dapat dimanfaatkan kembali dan tidak langsung dibuang.
Kegiatan praktik diawali dengan penjelasan mengenai pengelolaan sampah organik rumah tangga dan metode ember tumpuk, termasuk keunggulan metode yang tidak membutuhkan lahan luas serta menggunakan alat dan bahan yang relatif mudah diperoleh. Sebelum pelaksanaan, mahasiswa KKN juga telah melakukan edukasi pengelolaan sampah kepada ibu-ibu pengajian di Pesantren Gombong Sari, Dusun Cisitu Kaler, pada 27 Juli 2026. Edukasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan penjelasan singkat sebagai pengantar sebelum peserta melakukan praktik secara langsung.
Untuk memberikan gambaran mengenai hasil pengolahan sampah organik rumah tangga, mahasiswa terlebih dahulu membuat pupuk organik menggunakan metode ember tumpuk di posko KKN sekitar tiga minggu sebelum kegiatan. Hasil pengolahan tersebut kemudian diperlihatkan kepada peserta agar mereka dapat melihat secara langsung gambaran hasil dari proses pengolahan sampah organik rumah tangga.
Setelah pengenalan metode dan alat bahan, mahasiswa melakukan demonstrasi tahapan pembuatan ember tumpuk di hadapan peserta. Peserta kemudian dibagi menjadi tiga kelompok dan masing-masing kelompok mempraktikkan pembuatan satu set ember tumpuk secara langsung. Selama praktik, mahasiswa mendampingi peserta dalam setiap tahapan, termasuk menjelaskan penggunaan EM4 dan molase sebagai bahan pendukung proses pengolahan sampah organik, serta alternatif bahan yang dapat digunakan apabila bahan tersebut tidak tersedia.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menghasilkan tiga set ember tumpuk dari praktik kelompok, sementara satu set lainnya digunakan sebagai media demonstrasi. Seluruh hasil praktik kemudian dibawa pulang oleh peserta agar proses pengolahan dapat dilanjutkan di lingkungan masing-masing. Setiap peserta juga memperoleh EM4 dan molase untuk mendukung penerapan pengolahan sampah organik secara mandiri di rumah.
Kegiatan dilengkapi dengan kuis singkat di akhir sesi sebagai bentuk evaluasi pemahaman peserta sekaligus apresiasi terhadap partisipasi mereka. Peserta menunjukkan antusiasme selama kegiatan melalui keterlibatan langsung dalam praktik, sesi tanya jawab, serta keikutsertaan dalam kuis. Sebagai bahan pendukung agar informasi yang diberikan dapat diterapkan kembali, mahasiswa membagikan leaflet yang memuat informasi mengenai pengelolaan sampah dan tahapan pembuatan pupuk organik metode ember tumpuk.
Melalui kegiatan ini, tujuh peserta yang terdiri atas ibu-ibu dan relawan pengelola sampah memperoleh pengetahuan dan pengalaman langsung dalam mengolah sampah organik rumah tangga. Peserta tidak hanya memahami tahapan pembuatan pupuk organik, tetapi juga membawa pulang hasil praktik, EM4, molase, serta leaflet sebagai panduan untuk melanjutkan pengolahan sampah secara mandiri.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peserta untuk menerapkan pengolahan sampah organik rumah tangga secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan demikian, sampah organik yang dihasilkan sehari-hari tidak hanya berakhir sebagai sampah, tetapi dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat.

Mahasiswa:

Achmad Fauzan_Hubungan Masyarakat (210310240066), Amaliah Martisyarifah_Biologi (140410230052), Cut Mauri Davina Anindya_Ilmu Pemerintahan (170410240074), Haya Dhiya 'Ussa' Adah_Sastra Arab (180910230057), Muhammad Farhan Haidzam_Manajemen Produksi Media (280904240107), Syaima Syahidah Mutmainnah_Hubungan Masyarakat (210310240023), Yuna Katrina Lifiana Hutagalung_Sastra Perancis (180510230032)

KKN Unpad

Pengelolaan Sampah Organik melalui Praktik Pembuatan Pupuk Organik Metode Ember Tumpuk di Desa Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya

  • SUBTEMA PENGELOLAAN SAMPAH
  • Kalimanggis, Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Dr. Ir. Bambang Kholiq Mutaqin, S.Pt., M.Pt.
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 1 mahasiswa
Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production
Baca deskripsi

Tasikmalaya — Kelompok 59 Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Universitas Padjadjaran melaksanakan praktik pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik menggunakan metode ember tumpuk sederhana bersama ibu-ibu dan relawan pengelola sampah di Dusun Cisitu Kaler, Desa Kalimanggis, Kabupaten Tasikmalaya, pada Minggu (2/8/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan cara sederhana dalam mengolah sampah organik rumah tangga agar dapat dimanfaatkan kembali dan tidak langsung dibuang.
Kegiatan praktik diawali dengan penjelasan mengenai pengelolaan sampah organik rumah tangga dan metode ember tumpuk, termasuk keunggulan metode yang tidak membutuhkan lahan luas serta menggunakan alat dan bahan yang relatif mudah diperoleh. Sebelum pelaksanaan, mahasiswa KKN juga telah melakukan edukasi pengelolaan sampah kepada ibu-ibu pengajian di Pesantren Gombong Sari, Dusun Cisitu Kaler, pada 27 Juli 2026. Edukasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan penjelasan singkat sebagai pengantar sebelum peserta melakukan praktik secara langsung.
Untuk memberikan gambaran mengenai hasil pengolahan sampah organik rumah tangga, mahasiswa terlebih dahulu membuat pupuk organik menggunakan metode ember tumpuk di posko KKN sekitar tiga minggu sebelum kegiatan. Hasil pengolahan tersebut kemudian diperlihatkan kepada peserta agar mereka dapat melihat secara langsung gambaran hasil dari proses pengolahan sampah organik rumah tangga.
Setelah pengenalan metode dan alat bahan, mahasiswa melakukan demonstrasi tahapan pembuatan ember tumpuk di hadapan peserta. Peserta kemudian dibagi menjadi tiga kelompok dan masing-masing kelompok mempraktikkan pembuatan satu set ember tumpuk secara langsung. Selama praktik, mahasiswa mendampingi peserta dalam setiap tahapan, termasuk menjelaskan penggunaan EM4 dan molase sebagai bahan pendukung proses pengolahan sampah organik, serta alternatif bahan yang dapat digunakan apabila bahan tersebut tidak tersedia.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menghasilkan tiga set ember tumpuk dari praktik kelompok, sementara satu set lainnya digunakan sebagai media demonstrasi. Seluruh hasil praktik kemudian dibawa pulang oleh peserta agar proses pengolahan dapat dilanjutkan di lingkungan masing-masing. Setiap peserta juga memperoleh EM4 dan molase untuk mendukung penerapan pengolahan sampah organik secara mandiri di rumah.
Kegiatan dilengkapi dengan kuis singkat di akhir sesi sebagai bentuk evaluasi pemahaman peserta sekaligus apresiasi terhadap partisipasi mereka. Peserta menunjukkan antusiasme selama kegiatan melalui keterlibatan langsung dalam praktik, sesi tanya jawab, serta keikutsertaan dalam kuis. Sebagai bahan pendukung agar informasi yang diberikan dapat diterapkan kembali, mahasiswa membagikan leaflet yang memuat informasi mengenai pengelolaan sampah dan tahapan pembuatan pupuk organik metode ember tumpuk.
Melalui kegiatan ini, tujuh peserta yang terdiri atas ibu-ibu dan relawan pengelola sampah memperoleh pengetahuan dan pengalaman langsung dalam mengolah sampah organik rumah tangga. Peserta tidak hanya memahami tahapan pembuatan pupuk organik, tetapi juga membawa pulang hasil praktik, EM4, molase, serta leaflet sebagai panduan untuk melanjutkan pengolahan sampah secara mandiri.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peserta untuk menerapkan pengolahan sampah organik rumah tangga secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan demikian, sampah organik yang dihasilkan sehari-hari tidak hanya berakhir sebagai sampah, tetapi dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat.

Mahasiswa:

Achmad Fauzan_Hubungan Masyarakat (210310240066), Amaliah Martisyarifah_Biologi (140410230052), Cut Mauri Davina Anindya_Ilmu Pemerintahan (170410240074), Haya Dhiya 'Ussa' Adah_Sastra Arab (180910230057), Muhammad Farhan Haidzam_Manajemen Produksi Media (280904240107), Syaima Syahidah Mutmainnah_Hubungan Masyarakat (210310240023), Yuna Katrina Lifiana Hutagalung_Sastra Perancis (180510230032)

KKN Unpad

Pengelolaan Sampah Organik melalui Praktik Pembuatan Pupuk Organik Metode Ember Tumpuk di Desa Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya

  • SUBTEMA PENGELOLAAN SAMPAH
  • Kalimanggis, Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Dr. Ir. Bambang Kholiq Mutaqin, S.Pt., M.Pt.
  • Januari · 2025/2026 Genap
  • 7 mahasiswa
Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production
Baca deskripsi

Tasikmalaya — Kelompok 59 Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Universitas Padjadjaran melaksanakan praktik pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik menggunakan metode ember tumpuk sederhana bersama ibu-ibu dan relawan pengelola sampah di Dusun Cisitu Kaler, Desa Kalimanggis, Kabupaten Tasikmalaya, pada Minggu (2/8/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan cara sederhana dalam mengolah sampah organik rumah tangga agar dapat dimanfaatkan kembali dan tidak langsung dibuang.
Kegiatan praktik diawali dengan penjelasan mengenai pengelolaan sampah organik rumah tangga dan metode ember tumpuk, termasuk keunggulan metode yang tidak membutuhkan lahan luas serta menggunakan alat dan bahan yang relatif mudah diperoleh. Sebelum pelaksanaan, mahasiswa KKN juga telah melakukan edukasi pengelolaan sampah kepada ibu-ibu pengajian di Pesantren Gombong Sari, Dusun Cisitu Kaler, pada 27 Juli 2026. Edukasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan penjelasan singkat sebagai pengantar sebelum peserta melakukan praktik secara langsung.
Untuk memberikan gambaran mengenai hasil pengolahan sampah organik rumah tangga, mahasiswa terlebih dahulu membuat pupuk organik menggunakan metode ember tumpuk di posko KKN sekitar tiga minggu sebelum kegiatan. Hasil pengolahan tersebut kemudian diperlihatkan kepada peserta agar mereka dapat melihat secara langsung gambaran hasil dari proses pengolahan sampah organik rumah tangga.
Setelah pengenalan metode dan alat bahan, mahasiswa melakukan demonstrasi tahapan pembuatan ember tumpuk di hadapan peserta. Peserta kemudian dibagi menjadi tiga kelompok dan masing-masing kelompok mempraktikkan pembuatan satu set ember tumpuk secara langsung. Selama praktik, mahasiswa mendampingi peserta dalam setiap tahapan, termasuk menjelaskan penggunaan EM4 dan molase sebagai bahan pendukung proses pengolahan sampah organik, serta alternatif bahan yang dapat digunakan apabila bahan tersebut tidak tersedia.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menghasilkan tiga set ember tumpuk dari praktik kelompok, sementara satu set lainnya digunakan sebagai media demonstrasi. Seluruh hasil praktik kemudian dibawa pulang oleh peserta agar proses pengolahan dapat dilanjutkan di lingkungan masing-masing. Setiap peserta juga memperoleh EM4 dan molase untuk mendukung penerapan pengolahan sampah organik secara mandiri di rumah.
Kegiatan dilengkapi dengan kuis singkat di akhir sesi sebagai bentuk evaluasi pemahaman peserta sekaligus apresiasi terhadap partisipasi mereka. Peserta menunjukkan antusiasme selama kegiatan melalui keterlibatan langsung dalam praktik, sesi tanya jawab, serta keikutsertaan dalam kuis. Sebagai bahan pendukung agar informasi yang diberikan dapat diterapkan kembali, mahasiswa membagikan leaflet yang memuat informasi mengenai pengelolaan sampah dan tahapan pembuatan pupuk organik metode ember tumpuk.
Melalui kegiatan ini, tujuh peserta yang terdiri atas ibu-ibu dan relawan pengelola sampah memperoleh pengetahuan dan pengalaman langsung dalam mengolah sampah organik rumah tangga. Peserta tidak hanya memahami tahapan pembuatan pupuk organik, tetapi juga membawa pulang hasil praktik, EM4, molase, serta leaflet sebagai panduan untuk melanjutkan pengolahan sampah secara mandiri.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peserta untuk menerapkan pengolahan sampah organik rumah tangga secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan demikian, sampah organik yang dihasilkan sehari-hari tidak hanya berakhir sebagai sampah, tetapi dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat.

Mahasiswa:

Achmad Fauzan_Hubungan Masyarakat (210310240066), Amaliah Martisyarifah_Biologi (140410230052), Cut Mauri Davina Anindya_Ilmu Pemerintahan (170410240074), Haya Dhiya 'Ussa' Adah_Sastra Arab (180910230057), Muhammad Farhan Haidzam_Manajemen Produksi Media (280904240107), Syaima Syahidah Mutmainnah_Hubungan Masyarakat (210310240023), Yuna Katrina Lifiana Hutagalung_Sastra Perancis (180510230032)

KKN Unpad

Pengelolaan Sampah Organik melalui Praktik Pembuatan Pupuk Organik Metode Ember Tumpuk di Desa Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya

  • SUBTEMA PENGELOLAAN SAMPAH
  • Kalimanggis, Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Dr. Ir. Bambang Kholiq Mutaqin, S.Pt., M.Pt.
  • Januari · 2025/2026 Genap
  • 7 mahasiswa
Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production
Baca deskripsi

Tasikmalaya — Kelompok 59 Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Universitas Padjadjaran melaksanakan praktik pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik menggunakan metode ember tumpuk sederhana bersama ibu-ibu dan relawan pengelola sampah di Dusun Cisitu Kaler, Desa Kalimanggis, Kabupaten Tasikmalaya, pada Minggu (2/8/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan cara sederhana dalam mengolah sampah organik rumah tangga agar dapat dimanfaatkan kembali dan tidak langsung dibuang.
Kegiatan praktik diawali dengan penjelasan mengenai pengelolaan sampah organik rumah tangga dan metode ember tumpuk, termasuk keunggulan metode yang tidak membutuhkan lahan luas serta menggunakan alat dan bahan yang relatif mudah diperoleh. Sebelum pelaksanaan, mahasiswa KKN juga telah melakukan edukasi pengelolaan sampah kepada ibu-ibu pengajian di Pesantren Gombong Sari, Dusun Cisitu Kaler, pada 27 Juli 2026. Edukasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan penjelasan singkat sebagai pengantar sebelum peserta melakukan praktik secara langsung.
Untuk memberikan gambaran mengenai hasil pengolahan sampah organik rumah tangga, mahasiswa terlebih dahulu membuat pupuk organik menggunakan metode ember tumpuk di posko KKN sekitar tiga minggu sebelum kegiatan. Hasil pengolahan tersebut kemudian diperlihatkan kepada peserta agar mereka dapat melihat secara langsung gambaran hasil dari proses pengolahan sampah organik rumah tangga.
Setelah pengenalan metode dan alat bahan, mahasiswa melakukan demonstrasi tahapan pembuatan ember tumpuk di hadapan peserta. Peserta kemudian dibagi menjadi tiga kelompok dan masing-masing kelompok mempraktikkan pembuatan satu set ember tumpuk secara langsung. Selama praktik, mahasiswa mendampingi peserta dalam setiap tahapan, termasuk menjelaskan penggunaan EM4 dan molase sebagai bahan pendukung proses pengolahan sampah organik, serta alternatif bahan yang dapat digunakan apabila bahan tersebut tidak tersedia.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menghasilkan tiga set ember tumpuk dari praktik kelompok, sementara satu set lainnya digunakan sebagai media demonstrasi. Seluruh hasil praktik kemudian dibawa pulang oleh peserta agar proses pengolahan dapat dilanjutkan di lingkungan masing-masing. Setiap peserta juga memperoleh EM4 dan molase untuk mendukung penerapan pengolahan sampah organik secara mandiri di rumah.
Kegiatan dilengkapi dengan kuis singkat di akhir sesi sebagai bentuk evaluasi pemahaman peserta sekaligus apresiasi terhadap partisipasi mereka. Peserta menunjukkan antusiasme selama kegiatan melalui keterlibatan langsung dalam praktik, sesi tanya jawab, serta keikutsertaan dalam kuis. Sebagai bahan pendukung agar informasi yang diberikan dapat diterapkan kembali, mahasiswa membagikan leaflet yang memuat informasi mengenai pengelolaan sampah dan tahapan pembuatan pupuk organik metode ember tumpuk.
Melalui kegiatan ini, tujuh peserta yang terdiri atas ibu-ibu dan relawan pengelola sampah memperoleh pengetahuan dan pengalaman langsung dalam mengolah sampah organik rumah tangga. Peserta tidak hanya memahami tahapan pembuatan pupuk organik, tetapi juga membawa pulang hasil praktik, EM4, molase, serta leaflet sebagai panduan untuk melanjutkan pengolahan sampah secara mandiri.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peserta untuk menerapkan pengolahan sampah organik rumah tangga secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan demikian, sampah organik yang dihasilkan sehari-hari tidak hanya berakhir sebagai sampah, tetapi dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat.

Mahasiswa:

Achmad Fauzan_Hubungan Masyarakat (210310240066), Amaliah Martisyarifah_Biologi (140410230052), Cut Mauri Davina Anindya_Ilmu Pemerintahan (170410240074), Haya Dhiya 'Ussa' Adah_Sastra Arab (180910230057), Muhammad Farhan Haidzam_Manajemen Produksi Media (280904240107), Syaima Syahidah Mutmainnah_Hubungan Masyarakat (210310240023), Yuna Katrina Lifiana Hutagalung_Sastra Perancis (180510230032)

KKN Unpad

Pengelolaan Sampah Organik melalui Praktik Pembuatan Pupuk Organik Metode Ember Tumpuk di Desa Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya

  • SUBTEMA PENGELOLAAN SAMPAH
  • Kalimanggis, Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • SUBTEMA PENGELOLAAN SAMPAH
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 7 mahasiswa
Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production
Baca deskripsi

Tasikmalaya — Kelompok 59 Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Universitas Padjadjaran melaksanakan praktik pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik menggunakan metode ember tumpuk sederhana bersama ibu-ibu dan relawan pengelola sampah di Dusun Cisitu Kaler, Desa Kalimanggis, Kabupaten Tasikmalaya, pada Minggu (2/8/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan cara sederhana dalam mengolah sampah organik rumah tangga agar dapat dimanfaatkan kembali dan tidak langsung dibuang.
Kegiatan praktik diawali dengan penjelasan mengenai pengelolaan sampah organik rumah tangga dan metode ember tumpuk, termasuk keunggulan metode yang tidak membutuhkan lahan luas serta menggunakan alat dan bahan yang relatif mudah diperoleh. Sebelum pelaksanaan, mahasiswa KKN juga telah melakukan edukasi pengelolaan sampah kepada ibu-ibu pengajian di Pesantren Gombong Sari, Dusun Cisitu Kaler, pada 27 Juli 2026. Edukasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan penjelasan singkat sebagai pengantar sebelum peserta melakukan praktik secara langsung.
Untuk memberikan gambaran mengenai hasil pengolahan sampah organik rumah tangga, mahasiswa terlebih dahulu membuat pupuk organik menggunakan metode ember tumpuk di posko KKN sekitar tiga minggu sebelum kegiatan. Hasil pengolahan tersebut kemudian diperlihatkan kepada peserta agar mereka dapat melihat secara langsung gambaran hasil dari proses pengolahan sampah organik rumah tangga.
Setelah pengenalan metode dan alat bahan, mahasiswa melakukan demonstrasi tahapan pembuatan ember tumpuk di hadapan peserta. Peserta kemudian dibagi menjadi tiga kelompok dan masing-masing kelompok mempraktikkan pembuatan satu set ember tumpuk secara langsung. Selama praktik, mahasiswa mendampingi peserta dalam setiap tahapan, termasuk menjelaskan penggunaan EM4 dan molase sebagai bahan pendukung proses pengolahan sampah organik, serta alternatif bahan yang dapat digunakan apabila bahan tersebut tidak tersedia.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menghasilkan tiga set ember tumpuk dari praktik kelompok, sementara satu set lainnya digunakan sebagai media demonstrasi. Seluruh hasil praktik kemudian dibawa pulang oleh peserta agar proses pengolahan dapat dilanjutkan di lingkungan masing-masing. Setiap peserta juga memperoleh EM4 dan molase untuk mendukung penerapan pengolahan sampah organik secara mandiri di rumah.
Kegiatan dilengkapi dengan kuis singkat di akhir sesi sebagai bentuk evaluasi pemahaman peserta sekaligus apresiasi terhadap partisipasi mereka. Peserta menunjukkan antusiasme selama kegiatan melalui keterlibatan langsung dalam praktik, sesi tanya jawab, serta keikutsertaan dalam kuis. Sebagai bahan pendukung agar informasi yang diberikan dapat diterapkan kembali, mahasiswa membagikan leaflet yang memuat informasi mengenai pengelolaan sampah dan tahapan pembuatan pupuk organik metode ember tumpuk.
Melalui kegiatan ini, tujuh peserta yang terdiri atas ibu-ibu dan relawan pengelola sampah memperoleh pengetahuan dan pengalaman langsung dalam mengolah sampah organik rumah tangga. Peserta tidak hanya memahami tahapan pembuatan pupuk organik, tetapi juga membawa pulang hasil praktik, EM4, molase, serta leaflet sebagai panduan untuk melanjutkan pengolahan sampah secara mandiri.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peserta untuk menerapkan pengolahan sampah organik rumah tangga secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan demikian, sampah organik yang dihasilkan sehari-hari tidak hanya berakhir sebagai sampah, tetapi dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat.

Mahasiswa:

Achmad Fauzan_Hubungan Masyarakat (210310240066), Amaliah Martisyarifah_Biologi (140410230052), Cut Mauri Davina Anindya_Ilmu Pemerintahan (170410240074), Haya Dhiya 'Ussa' Adah_Sastra Arab (180910230057), Muhammad Farhan Haidzam_Manajemen Produksi Media (280904240107), Syaima Syahidah Mutmainnah_Hubungan Masyarakat (210310240023), Yuna Katrina Lifiana Hutagalung_Sastra Perancis (180510230032)