Gallery aksi sosial

Galeri Aksi Sosial Unpad

Menampilkan 447 kegiatan

KKN Unpad

Aksi Kolaboratif KKN UNPAD Kelompok 53 Bangkitkan Literasi, Dorong UMKM, dan Menjaga Kebersihan Desa Cigalontang, Tasikmalaya

  • 53
  • Cigalontang, Tasikmalaya, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Dr. Drs. Yunus Winoro, M.Pd
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 66 mahasiswa
Ikon SDG 1 1) No Poverty Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 6 6) Clean Water and Sanitation Ikon SDG 15 15) Life on Land
Baca deskripsi

Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Padjadjaran Kelompok 53 Periode Juli-Agustus 2026 di Desa Cigalontang, Kecamatan Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya berfokus pada pemberdayaan masyarakat secara terpadu melalui tiga subtema utama, yakni Literasi Informasi, Penanggulangan Kemiskinan, dan Pengelolaan Sampah.

Dalam subtema Literasi Informasi, kami berfokus pada penguatan sarana edukasi desa melalui optimalisasi Pojok Baca Nanjung dan sekolah setempat. Mahasiswa melakuakn penataan serta inventarisasi koleksi buku yang diberikan oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas), sekaligus menyelenggarakan kegiatan literasi kreatif dan lomba "Mengulas Cerita Berbasis Bahan Bacaan" untuk meningkatkan minat baca siswa sekolah dasar secara terukur.

Pada subtema Penanggulangan Kemiskinan, program kerja diarahkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi warga Desa Cigalontang melalui pelatihan literasi keuangan dan sosialisasi akses permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha mikro. Selain itu, mahasiswa melakukan sosialisasi dan optimalisasi Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) desa guna mendukung ketepatan pendapatan bantuan sosial serta pendampingan UMKM lokal.

Sementara itu, pada subtema Pengelolaan Sampah berfokus pada pembentukan kebiasaan hidup bersih melalui edukasi pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga , penyediaan sembilah tempat sampah terpilah, dan aksi kerja bakti membersihkan lingkungan desa. Subtema Penanggulangan Kemiskinan dan Pengelolaan Sampah juga menginisiasi program pengumpulan minyak jelantah yang dialokasikan untuk pengelolaan BUMDes guna mendukung sanitasi sekaligus potensi nilai ekonomi desa.

Mahasiswa:

NAMA, NPM, FAKULTAS, ARDILLA MAUIDHATUL ARIFIN, 210610240008, FIKOM, MUHAMMAD MIFZAL SUMARSONO, 170410230027, FISIP, NAFISAH RAHMA SHABIHAH, 180510230057, FIB, KESIA ELSA SIREGAR, 280904240026, VOKASI, SALVIAPUTRI IRSHA KHAMINI, 170410230013, FISIP, FIRDA FARIKA MUJAHIDAH, 180110230073, FIB, ZAHRA SAIFILLAH, 190110240062, PSIKOLOGI, MUHAMMAD ALVICO WINADRA SIREGAR, 140110230041, FMIPA, RUMAISYA HUMAIRA RAHMI, 190110240022, PSIKOLOGI, AURA NUR FADILLAH, 140410230043, FMIPA, ALIFIYA NURAINI, 240110230035, FTIP, RAFI KHALIDO, 140410230082, FMIPA, AHMAD FARHAN AKBAR, 120310233022, FEB, FATHIMAH AZZAHRA, 140110230006, FMIPA, SHOPIA NADINE PASSARIBU, 280204240011, SV, AULLIAH VANI ANANTA RISVAN, 280504240020, FIB, AUNHA MEFIZA HERMAWAN, 280204240032, SV, HUDZAIFAH BARRA HAWARI, 180910230076, FIB, MUHAMMAD ALBHIRA BAKHAS, 240110230054, FTIP, DINUR ROSYIDAH ZULFI, 210310240012, FIKOM, SALMA RIHHADATUL AISY, 120104230007, FEB

KKN Unpad

Membersihkan Sampah di Sungai Cikaramat

  • KKN 40 DESA BOJONG Kecamatan CIKEMBAR Kabupaten Sukabumi
  • Bojong, Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat
  • Dr. Hazar Kusmayanti, S.H., M.H.
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 14 mahasiswa
Ikon SDG 13 13) Climate Action Ikon SDG 14 14) Life Below Water Ikon SDG 15 15) Life on Land
Baca deskripsi

Pada tanggal 19 Juli 2026, Mahasiswa KKN Kelompok 40 berkolaborasi dengan Kepemudaan Dusun Bungurpandak untuk membersihkan sampah pada Sungai Cikaramat, Sukabumi. Kegiatan ini mengedepankan kolaborasi yang dipenuhi akan semangat kolaborasi antar mahasiswa dan warga Desa Bojong, dengan tujuan utama berdampak pada SDG Nomor 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) serta SDG Nomor 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Lebih dari 100 kg sampah berhasil diambil dari wilayah sungai untuk nantinya dikelola ke pembuangan selanjutnya, diharapkan kegiatan ini dapat membawa dampak keberlanjutan untuk warga di Desa Bojong.

Mahasiswa:

Koordinator Desa: Akram Dharru Haryanto; Sekretaris: Daffa Putra Ivory; Bendahara I: Sabrina Nuralisa; Bendahara II: Aisyah Noor Zahra; Divisi Acara: Eugenia Edista Noky, Renata Estevanya Aninditya, Sutan Djohri, Elsa Adella, Aulia Rachmi Alviandi, dan Kaylandra Nurmaeni Baltasar; Divisi Media Design: Shafina Azzahra Tunnufus, Lu’Lu’ Syarifah Nur’Arifah, Ghibran Achmad Panrita, dan Ilsa Tri Azizah; Divisi Transportasi & Logistik: Raditya Galuh, Athaya Rasendriya, dan Muhammad Ihsan Fakhriyan; Divisi Hubungan Masyarakat: BRIGHTA EKARIANI BR TARIGAN, LULUAH NAJMA MULKIAH RAHAYU, Farah Najdah Mubarok, dan Syakiera Nadia Abiany.

KKN Unpad

Membersihkan Sampah di Sungai Cikaramat

  • KKN 40 DESA BOJONG
  • Bojong, Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat
  • Dr. Hazar Kusmayanti, S.H., M.H.
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 5 mahasiswa
Ikon SDG 13 13) Climate Action Ikon SDG 14 14) Life Below Water Ikon SDG 15 15) Life on Land
Baca deskripsi

Pada tanggal 19 Juli 2026, Mahasiswa KKN Kelompok 40 berkolaborasi dengan Kepemudaan Dusun Bungurpandak untuk membersihkan sampah pada Sungai Cikaramat, Sukabumi. Kegiatan ini mengedepankan kolaborasi yang dipenuhi akan semangat kolaborasi antar mahasiswa dan warga Desa Bojong, dengan tujuan utama berdampak pada SDG Nomor 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) serta SDG Nomor 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Lebih dari 100 kg sampah berhasil diambil dari wilayah sungai untuk nantinya dikelola ke pembuangan selanjutnya, diharapkan kegiatan ini dapat membawa dampak keberlanjutan untuk warga di Desa Bojong.

Mahasiswa:

Pada tanggal 19 Juli 2026, Mahasiswa KKN Kelompok 40 berkolaborasi dengan Kepemudaan Dusun Bungurpandak untuk membersihkan sampah pada Sungai Cikaramat, Sukabumi. Kegiatan ini mengedepankan kolaborasi yang dipenuhi akan semangat kolaborasi antar mahasiswa dan warga Desa Bojong, dengan tujuan utama berdampak pada SDG Nomor 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) serta SDG Nomor 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Lebih dari 100 kg sampah berhasil diambil dari wilayah sungai untuk nantinya dikelola ke pembuangan selanjutnya, diharapkan kegiatan ini dapat membawa dampak keberlanjutan untuk warga di Desa Bojong.

KKN Unpad

Ketika Orang Tua Jadi Panutan Lingkungan: Melalui GEMASARI, Mahasiswa KKN Unpad Kelompok 11 Desa Mekargalih Jangkau 105 Warga Desa Mekargalih

  • Kelompok 11 KKN Desa Mekargalih
  • Mekargalih, Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat
  • Eka Afrima Sari, S.Kep.,Ners.,M.Kep.
  • Agustus · 2025/2026 Genap
  • 20 mahasiswa
Ikon SDG 3 3) Good Health and Well-being Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production Ikon SDG 17 17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi

Sebagai upaya memastikan keberlanjutan budaya hidup bersih dari lingkungan sekolah hingga ke dapur rumah tangga, tim KKN Kelompok 11 Universitas Padjadjaran (Unpad) menggelar “Gerakan Masyarakat Sadar Mengelola Sampah Mandiri” (GEMASARI) pada Selasa, 21 Juli 2026. Kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dipusatkan di SD Negeri Sirnagalih 01, Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, ini melibatkan sebanyak 105 partisipan yang terdiri atas guru, pengurus sekolah, serta orang tua/wali murid dari Dusun 1, Dusun 2, dan Dusun 3.
GEMASARI berangkat dari pemahaman bahwa pembentukan kebiasaan anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan perilaku yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di rumah. Nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan yang ditanamkan di sekolah akan lebih bermakna apabila mendapatkan penguatan dari lingkungan keluarga. Sebaliknya, pembiasaan tersebut dapat terhambat apabila anak kembali menyaksikan praktik pengelolaan sampah yang tidak tepat, seperti mencampurkan sampah atau membakarnya di lingkungan rumah. Oleh karena itu, GEMASARI ditempatkan sebagai jembatan penopang yang menyelaraskan persepsi antara institusi pendidikan dan unit keluarga. Melalui keterlibatan orang tua murid SD Negeri Sirnagalih 01 yang mencakup tiga dusun sekaligus, transformasi pola pikir ini diproyeksikan mampu menjangkau jantung pemukiman warga secara masif dan serentak.
Langkah ini diambil setelah mahasiswa mengidentifikasi masih maraknya pola pengelolaan sampah tradisional yang tidak ramah lingkungan di tingkat rumah tangga Desa Mekargalih. Rangkaian kegiatan diawali dengan pematerian yang dikemas secara santai dan interaktif mengenai ancaman kesehatan akibat limbah rumah tangga yang tidak terkelola, pentingnya memilah sampah organik dan anorganik sejak dari dapur, serta peran orang tua sebagai figur panutan (role model) bagi anak dalam membentuk kebiasaan peduli lingkungan. Sebagai langkah praktis dalam mengelola limbah dapur, mahasiswa KKN turut menayangkan video tutorial pembuatan lubang resapan biopori yang dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan rumah. Kegiatan berlangsung hangat dan dinamis melalui diskusi dua arah serta kuis interaktif berhadiah yang mendorong partisipasi aktif para peserta.
Program GEMASARI sejalan dengan SDG 3 (Good Health and Well-being/Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Quality Education/Pendidikan Berkualitas), dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production/Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Melalui sosialisasi pengelolaan dan pemilahan sampah kepada orang tua murid dan guru, program ini meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi dampak sampah yang dapat mengganggu kesehatan. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi untuk membangun kesadaran serta kebiasaan memilah dan mengelola sampah dari sumbernya. Dengan demikian, GEMASARI mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat sekaligus mendorong perilaku konsumsi dan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Selain itu, GEMASARI mendukung SDG 17 (Partnerships for the Goals/Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, pihak sekolah, guru, dan orang tua murid. Keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan sosialisasi menjadi bentuk kemitraan dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap pengelolaan sampah. Melalui kerja sama tersebut, pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan lingkungan masyarakat.
Melalui program ini, para peserta kini memahami teknik dasar pemisahan sampah dari sumbernya dan tertarik mengolah limbah dapur menjadi pupuk hayati lewat fasilitas biopori. Keberlanjutan gerakan ini diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat secara bertahap agar tidak lagi membakar sampah, sekaligus menjadi wadah sinergi bersama Pemerintah Desa Mekargalih dalam mewujudkan lingkungan tempat tinggal yang sehat, asri, dan mandiri secara berkelanjutan.

Mahasiswa:

Steven Nobel Parluhutan Simarmata, S.M. Riziq Almahdhar, Sava Amirah Azmi, Trifena Claudya Marsinar Sidabutar, Zahra Mumtaz, Raisa Anjani, Aliya Muksin, Jasmine Nuraulia Putri, Aida Nur Rasyidah, Alleydia Salsabila Safinatunnajah, Ananda Tri Yuliana, Alya Arsyliani Rahmania Nugraha, Muhammad Rexy Andra, Blesstya Jaselia Christangel Merfol, Michelle Antonieta, Ibrahim Ash Shiddiq, Aushaf Adil Fathin, Rifqi Savero Arfiansyah, Muhammad Hafizd, Nandhita Maheswari.

KKN Unpad

Terapkan Prinsip 3R di Sekolah, Mahasiswa KKN Unpad Kelompok 11 Desa Mekargalih Gelar Pelatihan Daur Ulang Galon Bekas Berbasis Co-Creation

  • Kelompok 11 KKN Desa Mekargalih
  • Mekargalih, Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat
  • Eka Afrima Sari, S.Kep.,Ners.,M.Kep.
  • Agustus · 2025/2026 Genap
  • 20 mahasiswa
Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production Ikon SDG 17 17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi

Tim KKN Unpad Kelompok 11 Universitas Padjadjaran (Unpad) Menggelar aksi nyata pengelolaan lingkungan bertajuk “Kelas Hijau 2: Praktik Daur Ulang dan Kreativitas 3R” yang dilaksanakan pada pada Senin, 27 Juli 2026 di SDN Sirnagalih 01, Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini menyasar siswa-siswi kelas 5 sebagai upaya untuk mentransformasikan pengetahuan yang telah diperoleh secara teoritis menjadi kebiasaan praktis dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah.
Program ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari edukasi kebersihan dasar yang telah diberikan sebelumnya. Mahasiswa memandang bahwa pemahaman konseptual mengenai pengelolaan sampah tidak akan terserap secara optimal tanpa didukung oleh pengalaman dan praktik langsung di lapangan. Melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), khususnya pada tahapan pemanfaatan ulang (Reuse), para siswa diajak untuk membuka wawasan bahwa limbah anorganik seperti galon plastik bekas tidak selalu berakhir sebagai sampah tak berguna, melainkan dapat diolah kembali menjadi wadah penampung sampah yang fungsional dan bernilai estetis.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan singkat mengenai konsep 3R, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi oleh mahasiswa KKN tentang pemanfaatan galon plastik bekas menjadi tempat sampah. Melalui sentuhan kreativitas dan sapuan warna, benda yang semula tidak terpakai diolah menjadi media yang lebih bernilai sekaligus sarana untuk menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Antusiasme siswa semakin terlihat ketika mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mempraktikkan secara langsung proses penghiasan galon bekas dengan pendampingan dari fasilitator. Pembelajaran interaktif ini diakhiri dengan proses penilaian hasil karya kelompok, penyerahan apresiasi bagi tim terbaik, dan sesi foto bersama.
Program Kelas Hijau 2 ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 (Responsible Consumption and Production/Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dan SDG 4 (Quality Education/Pendidikan Berkualitas). Melalui kegiatan praktik menghias dan memanfaatkan galon bekas menjadi tempat sampah, siswa diajak untuk memahami penerapan prinsip Reuse dan Recycle secara langsung. Kegiatan ini memberikan pengalaman kepada siswa bahwa barang bekas masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang memiliki fungsi, sekaligus menumbuhkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kelas Hijau 2 juga mendukung SDG 17 (Partnerships for the Goals/Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kerja sama antara mahasiswa KKN, pihak sekolah, guru, dan siswa selama proses kegiatan berlangsung. Mahasiswa berperan sebagai pendamping dan fasilitator, sementara siswa terlibat secara aktif dalam menghias tempat sampah secara berkelompok. Kolaborasi tersebut menciptakan proses pembelajaran yang partisipatif dan mendorong terbentuknya kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan sekolah secara bersama-sama.
Hasil dari praktik kreasi bersama ini tidak sekadar menjadi pajangan, melainkan langsung difungsikan sebagai fasilitas tempat sampah terpilah di berbagai sudut lingkungan SDN Sirnagalih 01. Proses co-creation yang melibatkan anak-anak secara langsung dalam pembuatan fasilitas sekolah ini berhasil menumbuhkan rasa memiliki, rasa tanggungjawab, serta kepedulian untuk menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan.

Mahasiswa:

Steven Nobel Parluhutan Simarmata, S.M. Riziq Almahdhar, Sava Amirah Azmi, Trifena Claudya Marsinar Sidabutar, Zahra Mumtaz, Raisa Anjani, Aliya Muksin, Jasmine Nuraulia Putri, Aida Nur Rasyidah, Alleydia Salsabila Safinatunnajah, Ananda Tri Yuliana, Alya Arsyliani Rahmania Nugraha, Muhammad Rexy Andra, Blesstya Jaselia Christangel Merfol, Michelle Antonieta, Ibrahim Ash Shiddiq, Aushaf Adil Fathin, Rifqi Savero Arfiansyah, Muhammad Hafizd, Nandhita Maheswari.

KKN Unpad

Aksi Nyata Generasi Muda: Program Kelas Hijau 1 Sukses Latih Anak Sekolah Dasar Bebas Sampah

  • Kelompok 11 KKN Desa Mekargalih
  • Mekargalih, Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat
  • Eka Afrima Sari, S.Kep.,Ners.,M.Kep.
  • Agustus · 2025/2026 Genap
  • 20 mahasiswa
Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production Ikon SDG 17 17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi

Sebagai langkah awal dalam membangun generasi yang sadar lingkungan, tim KKN Kelompok 11 Universitas Padjadjaran (Unpad) menggelar program “Kelas Hijau 1: Penanaman Kesadaran Kebersihan Sejak Dini” pada Rabu, 22 Juli 2026. Kegiatan yang membidik siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6 Sekolah Dasar. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran anak-anak mengenai pentingnya menjaga kebersihan serta membiasakan diri untuk mengenali dan memilah sampah berdasarkan jenisnya sejak usia dini.
Inisiatif ini lahir dari keresahan atas rendahnya kebiasaan anak-anak sekolah dasar dalam membedakan kategori sampah dan membuangnya pada tempat yang benar. Sebagian besar siswa masih menganggap urusan kebersihan sebagai hal yang remeh, sehingga pola buang sampah sembarangan kerap berulang. Untuk memutus rantai kebiasaan buruk tersebut, subkelompok pengelolaan sampah KKN Unpad merancang metode edukasi interaktif agar materi kelestarian lingkungan terasa menyenangkan dan mudah diserap oleh anak-anak.
Sepanjang kegiatan berlangsung, tim mahasiswa menyajikan materi dasar seputar pengertian sampah, pemilahan jenis sampah anorganik dan organik, hingga dampak bahaya pencemaran lingkungan jika sampah tidak dikelola dengan baik. Agar suasana pembelajaran tidak membosankan, materi dikemas secara interaktif melalui permainan edukatif, diskusi kelompok, dan kuis berhadiah yang berhasil membangkitkan antusiasme serta partisipasi aktif seluruh peserta. Melalui pendekatan visual dan gim tersebut, para siswa diajak memahami bahwa menjaga kebersihan di lingkungan sekolah maupun rumah merupakan tanggung jawab bersama.
Program Kelas Hijau 1 sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 (Responsible Consumption and Production/Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dan SDG 4 (Quality Education/Pendidikan Berkualitas). Melalui kegiatan edukasi mengenai pengelolaan dan pemilahan sampah, siswa diperkenalkan pada pentingnya mengurangi sampah serta menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran dan kebiasaan bertanggung jawab terhadap sampah sejak usia dini melalui pembelajaran yang interaktif dan kontekstual.
Selain itu, Kelas Hijau 1 juga mendukung SDG 17 (Partnerships for the Goals/Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, pihak sekolah, guru, dan siswa dalam pelaksanaan kegiatan. Kerja sama tersebut menunjukkan bahwa upaya meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Dengan adanya sinergi antara mahasiswa dan lingkungan sekolah, program ini diharapkan dapat menciptakan edukasi lingkungan yang berkelanjutan serta mendorong siswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Dampak positif dari kegiatan ini langsung terlihat di lapangan. Para siswa mulai mampu mengenali kategori sampah secara sederhana dan menunjukkan perubahan sikap yang lebih peduli terhadap kebersihan ruang kelas dan halaman sekolah. Lebih dari sekadar pengetahuan konseptual, program ini diarahkan untuk membentuk pola perilaku hidup bersih yang berkelanjutan. Diharapkan pihak sekolah dapat mendukung keberlanjutan pembiasaan tersebut melalui pengawasan dan pemanfaatan tempat sampah terpilah secara konsisten, sehingga siswa terbiasa menerapkan perilaku peduli lingkungan serta mampu menjadi pelopor kebersihan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Mahasiswa:

Steven Nobel Parluhutan Simarmata, S.M. Riziq Almahdhar, Sava Amirah Azmi, Trifena Claudya Marsinar Sidabutar, Zahra Mumtaz, Raisa Anjani, Aliya Muksin, Jasmine Nuraulia Putri, Aida Nur Rasyidah, Alleydia Salsabila Safinatunnajah, Ananda Tri Yuliana, Alya Arsyliani Rahmania Nugraha, Muhammad Rexy Andra, Blesstya Jaselia Christangel Merfol, Michelle Antonieta, Ibrahim Ash Shiddiq, Aushaf Adil Fathin, Rifqi Savero Arfiansyah, Muhammad Hafizd, Nandhita Maheswari.

KKN Unpad

Jembatani Warga dan Layanan Sosial, KKN Unpad Kelompok 11 Desa Mekargalih Hadirkan SIAP Puskesos

  • Kelompok 11 KKN Desa Mekargalih
  • Mekargalih, Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat
  • Eka Afrima Sari, S.Kep.,Ners.,M.Kep.
  • Agustus · 2025/2026 Genap
  • 20 mahasiswa
Ikon SDG 1 1) No Poverty Ikon SDG 16 16) Peace Justice and Strong Institutions Ikon SDG 17 17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi

Guna memastikan program perlindungan dan kesejahteraan sosial tepat sasaran hingga ke tapak, tim KKN Kelompok 11 Universitas Padjadjaran (Unpad) menggelar program “Sosialisasi, Informasi, dan Akses Pelayanan Puskesos” (SIAP Puskesos) pada Sabtu, 01 Agustus 2026. Inisiatif strategis yang berlangsung di Desa Mekargalih, Kabupaten Cianjur ini dihadirkan untuk membenahi rantai informasi serta meningkatkan pemahaman para ketua RT dan RW selaku garda terdepan pelayanan masyarakat mengenai fungsi dan mekanisme kerja Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos).
Langkah ini diambil setelah mahasiswa mengidentifikasi masih rendahnya literasi serta pemahaman perangkat kewilayahan terkait prosedur dan jenis layanan yang ada di Puskesos. Sebagai figur yang berinteraksi langsung dengan warga sehari-hari, ketua RT dan RW memegang peranan krusial sebagai jembatan penghubung utama antara masyarakat yang membutuhkan bantuan dengan lembaga penyedia layanan sosial. Tanpa pemahaman yang memadai dari para penguru RT dan RW berbagai program penanggulangan kemiskinan dan bantuan sosial berisiko tidak tersalurkan secara optimal.
Untuk memberikan edukasi yang komprehensif dan berbobot, Subkelompok Penanggulangan Kemiskinan KKN Unpad menggandeng Penata Layanan Operasional Direktorat Pemberdayaan Masyarakat (PLO Dayamas) Kementerian Sosial Republik Indonesia sebagai narasumber utama. Lewat kolaborasi ini, para ketua RT dan RW dibekali pemahaman mendalam mengenai tata cara mengidentifikasi warga rentan, memetakan kebutuhan bantuan, hingga mengarahkan alur pengajuan jaminan sosial secara sistematis ke kantor Puskesos Desa Mekargalih.
Ibu Imas Suryatini, selaku pemateri dari Penata Layanan Operasional Dayamas Kemensos RI, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif yang digagas oleh tim mahasiswa. Beliau menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN Unpad karena forum edukasi seperti ini sebelumnya belum pernah dilaksanakan di wilayah tersebut. Kegiatan ini dinilai sangat bermanfaat dan krusial dalam menyebarluaskan informasi pelayanan sosial secara akurat hingga ke tingkat RT dan RW.
Program SIAP Puskesos hadir dengan empat target capaian utama yang saling berkesinambungan. Pertama, memperjelas pembagian tugas, fungsi, serta prosedur teknis pelayanan Puskesos di mata pengurus RT dan RW. Kedua, menggembleng kepekaan dan kapasitas perangkat kewilayahan dalam memvalidasi warga yang membutuhkan uluran bantuan sosial. Ketiga, mempererat tali koordinasi dan komunikasi tiga arah antara pengurus Puskesos, pemerintah desa, dan lembaga RT/RW. Keempat, mempertegas posisi Puskesos sebagai pusat aduan dan bantuan sosial yang transparan, sigap, serta mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Mahasiswa:

Steven Nobel Parluhutan Simarmata, S.M. Riziq Almahdhar, Sava Amirah Azmi, Trifena Claudya Marsinar Sidabutar, Zahra Mumtaz, Raisa Anjani, Aliya Muksin, Jasmine Nuraulia Putri, Aida Nur Rasyidah, Alleydia Salsabila Safinatunnajah, Ananda Tri Yuliana, Alya Arsyliani Rahmania Nugraha, Muhammad Rexy Andra, Blesstya Jaselia Christangel Merfol, Michelle Antonieta, Ibrahim Ash Shiddiq, Aushaf Adil Fathin, Rifqi Savero Arfiansyah, Muhammad Hafizd, Nandhita Maheswari.

KKN Unpad

Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Warga, KKN Unpad Kelompok 11 Desa Mekargalih Inisiasi Pelatihan Kerajinan Limbah Anorganik di Mekargalih

  • Kelompok 11 KKN Desa Mekargalih
  • Mekargalih, Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat
  • Eka Afrima Sari, S.Kep.,Ners.,M.Kep.
  • Agustus · 2025/2026 Genap
  • 20 mahasiswa
Ikon SDG 1 1) No Poverty Ikon SDG 8 8) Decent Work and Economic Growth Ikon SDG 17 17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi

Berawal dari potensi limbah plastik anorganik yang belum dimanfaatkan dengan optimal, tim KKN Kelompok 11 Universitas Padjadjaran menggelar “Workshop Pengembangan Produk Kreatif Bernilai Ekonomi dari Bungkus Saset” di Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, pada Minggu, 26 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 10 peserta dan bertujuan memberikan keterampilan praktis dalam mengolah bungkus saset menjadi produk kerajinan yang fungsional sekaligus memiliki potensi nilai ekonomi.
Inisiatif ini lahir dari hasil identifikasi kebutuhan masyarakat Desa Mekargalih yang menginginkan pelatihan keterampilan praktis yang dapat dikembangkan sebagai aktivitas produktif di tingkat rumah tangga. Memanfaatkan potensi lokal yang tersedia, tim mahasiswa merangkul seorang pengrajin setempat yang telah berpengalaman memproduksi berbagai produk kreatif dari bahan olahan bungkus saset sebagai instruktur utama. Kehadiran pengrajin lokal memberikan contoh langsung mengenai proses pengolahan limbah menjadi produk yang dapat dimanfaatkan maupun dikembangkan sebagai barang kerajinan.
Sepanjang lokakarya, para peserta dibekali teknik perancangan produk fungsional yang rapi, estetis dan memenuhi standar pasar. Pelatihan ini tidak sekada mengajarkan proses pembuatan barang, tetapi juga menggembleng jiwa kewirausahaan warga agar mampu melihat peluang bisnis dari pembuatan barang-barang kreatif. Dengan menguasai keterampilan baru ini, warga yang sebelumnya tidak memiliki pendapatan tetap kini memiliki modal keahlian untuk memulai usaha mandiri skala rumah tangga.
Selain menghasilkan produk, kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada warga dalam mengolah bahan bekas menjadi produk kreatif. Kehadiran pengrajin lokal sebagai instruktur juga membuka ruang bagi peserta untuk belajar dari pelaku yang telah memiliki pengalaman dalam menghasilkan dan memasarkan produk kerajinan berbahan bungkus saset.
Program ini diharapkan menjadi stimulus jangka panjang dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat Desa Mekargalih. Peningkatan kapasitas produksi kreatif ini menjadi strategi krusial untuk menaikkan taraf hidup warga, menekan tingkat kerentanan ekonomi, serta memperkuat ketahanan finansial keluarga secara berkelanjutan.
Melalui workshop ini, pengelolaan limbah tidak hanya ditempatkan sebagai persoalan kebersihan lingkungan, tetapi juga sebagai peluang untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan masyarakat. Dari bahan sederhana yang sebelumnya berakhir sebagai sampah, warga diajak melihat kemungkinan baru: mengolah, menciptakan, dan mengembangkan produk yang memiliki manfaat lebih panjang.

Mahasiswa:

Steven Nobel Parluhutan Simarmata, S.M. Riziq Almahdhar, Sava Amirah Azmi, Trifena Claudya Marsinar Sidabutar, Zahra Mumtaz, Raisa Anjani, Aliya Muksin, Jasmine Nuraulia Putri, Aida Nur Rasyidah, Alleydia Salsabila Safinatunnajah, Ananda Tri Yuliana, Alya Arsyliani Rahmania Nugraha, Muhammad Rexy Andra, Blesstya Jaselia Christangel Merfol, Michelle Antonieta, Ibrahim Ash Shiddiq, Aushaf Adil Fathin, Rifqi Savero Arfiansyah, Muhammad Hafizd, Nandhita Maheswari.

KKN Unpad

Dari Pembukuan hingga Pemasaran Digital, KKN Unpad Kelompok 11 Desa Mekargalih Dampingi UMKM Desa Mekargalih

  • Kelompok 11 KKN Desa Mekargalih
  • Mekargalih, Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat
  • Eka Afrima Sari, S.Kep.,Ners.,M.Kep.
  • Agustus · 2025/2026 Genap
  • 20 mahasiswa
Ikon SDG 8 8) Decent Work and Economic Growth Ikon SDG 9 9) Industry Innovation and Infrastructure Ikon SDG 17 17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi

Tim KKN Kelompok 11 Universitas Padjadjaran melaksanakan program “Kelas Literasi Keuangan dan Inovasi Konten” (KLIK UMKM) di Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur. Program ini dirancang sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi yang berfokus pada penguatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mulai dari pengelolaan keuangan, legalitas usaha, akses permodalan, hingga pemasaran digital.
Langkah ini diambil setelah tim mahasiswa melakukan observasi serta audiensi ke 11 pelaku UMKM yang tersebar di tiga dusun Desa Mekargalih. Dari proses pemetaan tersebut, ditemukan bahwa sejumlah pelaku UMKM masih menghadapi kendala dalam memisahkan keuangan usaha dan pribadi, memahami legalitas usaha, mengenali skema pembiayaan produktif, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran. Temuan tersebut kemudian menjadi dasar bagi mahasiswa untuk merancang materi pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha di lapangan.
Hasil pemetaan juga menunjukkan bahwa hanya satu dari 11 UMKM yang dikunjungi telah menerapkan pengelolaan keuangan yang relatif tertata, memiliki legalitas usaha, serta memanfaatkan media digital dalam kegiatan usahanya. Berdasarkan kesiapan dan kebutuhan pendampingan, tim kemudian menetapkan empat pelaku UMKM sebagai peserta utama pendampingan intensif. Keempatnya berasal dari perwakilan dusun yang berbeda dan diproyeksikan dapat membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada pelaku usaha lainnya di lingkungan masing-masing.
Program KLIK UMKM hadir secara sistematis dengan menyasar empat pilar utama pembangunan kapasitas usaha. Pertama, meningkatkan literasi keuangan agar para pemilik usaha mampu menyusun pembukuan sederhana dan mengelola arus kas secara rasional. Kedua, memberikan pemahaman mendalam mengenai krusialnya kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai payung hukum legalitas usaha. Ketiga, membuka wawasan terkait peluang pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai alternatif permodalan produktif dari pemerintah. Keempat, mengasah keterampilan pemasaran digital guna memperluas ceruk pasar di luar wilayah desa.
Pendekatan pendampingan melalui pelaku UMKM terpilih juga dirancang agar pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada empat peserta utama. Mereka diharapkan dapat menjadi penghubung pengetahuan bagi pelaku usaha lain di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, KLIK UMKM tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan kegiatan pelatihan satu kali, tetapi menjadi langkah awal dalam membangun kapasitas UMKM Desa Mekargalih agar dapat berkembang secara lebih mandiri dan berkelanjutan.

Mahasiswa:

Steven Nobel Parluhutan Simarmata, S.M. Riziq Almahdhar, Sava Amirah Azmi, Trifena Claudya Marsinar Sidabutar, Zahra Mumtaz, Raisa Anjani, Aliya Muksin, Jasmine Nuraulia Putri, Aida Nur Rasyidah, Alleydia Salsabila Safinatunnajah, Ananda Tri Yuliana, Alya Arsyliani Rahmania Nugraha, Muhammad Rexy Andra, Blesstya Jaselia Christangel Merfol, Michelle Antonieta, Ibrahim Ash Shiddiq, Aushaf Adil Fathin, Rifqi Savero Arfiansyah, Muhammad Hafizd, Nandhita Maheswari.