Galeri Aksi Sosial Unpad
Menampilkan 447 kegiatan
Implementasi Program KKN-T Universitas Padjadjaran melalui Sosialisasi Eco-Enzyme dan Pemilahan Sampah, Peningkatan Literasi Informasi, serta Sosialisasi Digital Marketing UMKM sebagai Upaya Penanggulangan Kemiskinan
- Kelompok 61
- Guranteng, Pagerageung, Tasikmalaya, Jawa Barat
- Encang Saepudin, S.S., M.Si.
- Juli · 2025/2026 Genap
- 1 mahasiswa
4) Quality Education
8) Decent Work and Economic Growth
10) Reduced Inequality
13) Climate Action
15) Life on Land
17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi
Subtema : Literasi Informasi
JUDUL : Gerakan Literasi Desa Guranteng: Membaca, Berkarya, dan Berkreasi
TAHUN : 2025-2026
Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Tasikmalaya, Kecamatan Pagerageung, Desa Guranteng
Mahasisiwa :
1. Khairun Nissa (210810230004)
2. Yaskur Valerian Reswara (120404230020)
3. Deliana Fitriyani Suhaedi (180110230063)
4. Ramadha Satriaparakrama Naya Saputra (180710230001)
5. Irsan Ansori (210610240012)
6. Darine Arraya Ginanjar (280904240014)
Deskripsi Kegiatan :
Kegiatan ini merupakan aksi sosial bidang literasi yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Kelompok 61 di Desa Guranteng sebagai upaya meningkatkan minat baca, kemampuan memahami informasi, kreativitas, serta pemanfaatan perpustakaan sebagai ruang belajar bagi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah. Aksi sosial ini dilaksanakan melalui rangkaian tujuh program utama yang saling berkaitan, yaitu Pengelolaan Perpustakaan, Membaca Nyaring, Cerdas Mengulas Buku, Membuat Cerita Berbasis Isi Buku, Membuat Proyek Berbasis Isi Buku, Kunjungan Literasi, dan Apresiasi Literasi.
Kegiatan diawali dengan pengelolaan Perpustakaan Desa Guranteng, meliputi inventarisasi dan penataan koleksi, pengorganisasian buku, serta penataan ruang baca agar menjadi ruang yang lebih tertata, nyaman, dan menarik untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. Selanjutnya, kegiatan literasi dikembangkan melalui aktivitas membaca nyaring dan mengulas buku untuk membantu anak-anak memahami isi bacaan serta menyampaikan kembali informasi yang diperoleh dari buku. Anak-anak juga didorong untuk mengembangkan kreativitas melalui kegiatan membuat cerita dan proyek berbasis isi buku. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya membaca, tetapi juga mengolah informasi dari bacaan menjadi karya sesuai dengan tingkat usia dan kemampuan mereka. Kunjungan literasi kemudian menjadi sarana untuk memperkenalkan perpustakaan dan membangun pengalaman membaca yang menyenangkan bagi anak-anak.
Sebagai bentuk penghargaan terhadap partisipasi dan karya peserta, rangkaian kegiatan ditutup dengan Apresiasi Literasi Tingkat Desa, yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan hasil karya dan kemampuan literasi mereka.
Secara keseluruhan, aksi sosial ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan aktivitas membaca, tetapi juga mendorong anak-anak untuk mencari, memahami, mengolah, menggunakan, dan menghasilkan informasi melalui kegiatan yang kreatif dan menyenangkan. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan membaca, meningkatkan kreativitas anak, serta mendukung terbentuknya lingkungan literasi yang berkelanjutan di Desa Guranteng.
Subtema : Penanggualangan Kemiskinan
JUDUL : Sosialisasi Digitalisasi UMKM Di Desa Guranteng, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya
TAHUN : 2025-2026
Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Tasikmalaya, Kecamatan Pagerageung, Desa Guranteng
Mahasiswa :
1. Nazara Dea Ratna Putri (170410230014)
2. Nadyara Azzahra Putri (170510240005)
3. Nailah Sakinah (180910230023)
4. Yvonne Cherryliu (190110240110)
5. Kayla Nadhisarah Senopati (210310240049)
6. Muhamad Azhar Rodlybillah Sjafaat (210310240101)
Deskripsi Kegiatan :
Kegiatan ini dihadiri oleh 15 peserta dari kalangan pelaku UMKM setempat. Dalam sesi tanya jawab yang dipandu oleh mahasiswa KKN Kelompok 61, pertanyaan yang mengemuka dari peserta secara umum berkisar pada bagaimana cara membuat konten promosi yang menarik dan mampu meningkatkan engagement, yang menunjukkan bahwa pelaku UMKM sudah menyadari pentingnya konten sebagai alat pemasaran, namun masih membutuhkan pengetahuan teknis mengenai cara mengeksekusinya. Secara umum, keterlibatan salah satu mahasiswa KKN Kelompok 61 dalam memandu sesi tanya jawab memberikan gambaran awal bahwa sebagian pelaku UMKM memiliki keingintahuan mengenai pemasaran digital, meskipun sebagian lain masih ragu untuk langsung menerapkannya karena keterbatasan pengetahuan teknis.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sosialisasi satu kali pertemuan berperan sebagai tahap pengenalan awal, dan kemungkinan besar dibutuhkan pendampingan lanjutan agar pengetahuan yang diperoleh benar-benar dapat diterapkan oleh pelaku usaha. Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi merupakan hasil akhir dari sebuah proses yang berjenjang: identifikasi menyediakan data awal mengenai kondisi UMKM, pemahaman kondisi usaha memperdalam gambaran tersebut, identifikasi potensi dan kendala menjadi dasar penentuan arah program, penggalian kebutuhan memastikan program menjawab persoalan nyata, dan pelaksanaan sosialisasi menjadi wujud konkret dari keseluruhan proses tersebut.
Subtema : Pengelolaan Sampah
JUDUL : Dari Limbah Menjadi Manfaat "Sosialisasi Pengelolaan dan Pemanfaatan Limbah Bagi Siswa Sekolah Dasar dan Masyarakat Desa Guranteng"
TAHUN : 2025 - 2026
Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Tasikmalaya, Kecamatan Pagerageung, Desa Guranteng
Mahasiswa:
1. Ghina Muthia Zahra (240310230046)
2. Rahmadita Aulia Riansyah (140310240013)
3. Sandi Riyanto (280904240113)
4. Shafira Salsabila (210610240033)
5. Zahra Zulaima Azta Nisaurrizki (140410230086)
Deskripsi kegiatan:
Kegiatan yang dilakukan merupakan kegiatan sosialisasi dalam bidang pengelolaan sampah yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN kelompok 61 di Desa Guranteng. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal mengenalkan pengelolaan sampah dari sumbernya kepada masyarakat lintas usia, mulai dari siswa sekolah dasar hingga kelompok tani dan ibu-ibu PKK. Aksi sosial ini dilaksanakan melalui tiga program utama yang saling melengkapi, yaitu Sosialisasi Pengelolaan Sampah yang Baik dan Benar untuk siswa Sekolah Dasar, Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Pertanian Menjadi Produk Bernilai Tambah, serta Sosialisasi dan Workshop Pembuatan Eco Enzyme.
Program pertama dilaksanakan di SD Negeri Guranteng (siswa kelas 4 dan 5) serta SD Negeri Cisema (siswa kelas 1, 2, dan 3), dengan materi mengenai jenis sampah organik dan anorganik, dampak pembakaran sampah terhadap lingkungan, serta prinsip 5R (Reduce, Reuse, Refuse, Repair, Recycle). Penyampaian materi dipadukan dengan permainan edukatif, dan siswa yang aktif berpartisipasi diberikan apresiasi berupa pin "Pasukan Hijau" sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan.
Program kedua dan ketiga dilaksanakan dalam satu rangkaian acara di Kantor Desa Guranteng, menyasar kelompok tani dan ibu-ibu PKK. Sesi pertama memperkenalkan konsep bioenergi serta potensi pemanfaatan limbah pertanian, seperti sekam padi, bonggol jagung, dan kulit kopi, menjadi biobriket, biochar, dan silase. Sesi kedua berupa pematerian sekaligus praktik langsung pembuatan eco enzyme dari limbah organik rumah tangga, mulai dari penyiapan bahan, pencampuran komposisi, hingga proses fermentasi, sehingga peserta memperoleh keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah.
Secara keseluruhan, rangkaian aksi sosial ini menekankan bahwa sampah dan limbah tidak selalu berakhir dibuang atau dibakar, tetapi dapat dikelola kembali menjadi produk yang bernilai guna, sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan memilah dan mengolah sampah sejak dini, serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan di Desa Guranteng.
Mahasiswa:
1. Khairun Nissa (210810230004) - Perpustakaan dan Sains Informasi2. Yaskur Valerian Reswara (120404230020) - Pemasaran Digital3. Deliana Fitriyani Suhaedi (180110230063) - Sastra Indonesia4. Ramadha Satriaparakrama Naya Saputra (180710230001) - Sastra Rusia5. Irsan Ansori (210610240012) - Jurnalistik6. Darine Arraya Ginanjar (280904240014) - Manajemen Produksi Media7. Nazara Dea Ratna Putri (170410230014) - Ilmu Pemerintahan8. Nadyara Azzahra Putri (170510240005) - Antropologi9. Nailah Sakinah (180910230023) - Sastra Arab10. Yvonne Cherryliu (190110240110) - Psikologi11. Kayla Nadhisarah Senopati (210310240049) - Hubungan Masyarakat12. Muhamad Azhar Rodlybillah Sjafaat (210310240101) - Hubungan Masyarakat13. Ghina Muthia Zahra (240310230046) - Teknologi Industri Pangan14. Rahmadita Aulia Riansyah (140310240013) - Fisika15. Sandi Riyanto (280904240113) - Manajemen Produksi Media16. Shafira Salsabila (210610240033) - Jurnalistik17. Zahra Zulaima Azta Nisaurrizki (140410230086) - Biologi
Dongkrak Indeks Literasi Desa Mekargalih, Mahasiswa KKN Unpad Kelompok 11 Desa Mekargalih Gelar Program Eco-Literacy Berbasis Metode FIDS
- Kelompok 11 KKN Desa Mekargalih
- Mekargalih, Ciranjang, Cianjur, Jawa barat
- Eka Afrima Sari, S.Kep.,Ners.,M.Kep.
- Agustus · 2025/2026 Genap
- 20 mahasiswa
1) No Poverty
4) Quality Education
17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi
Berangkat dari kondisi literasi masyarakat Kabupaten Cianjur yang masih perlu diperkuat, tim Kelompok 11 KKN Universitas Padjadjaran Desa Mekargalih menghadirkan program “Menulis Cerita Berbasis Bahan Bacaan” bagi siswa kelas 8 di SMP Nur Iskandar Assadili (NIAS), Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang, pada Rabu, 29 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 30 siswa dan dirancang untuk melatih kemampuan siswa dalam memahami bacaan, mengembangkan gagasan, serta menuangkannya ke dalam karya tulis.
Langkah strategis ini menyasar kemampuan siswa dalam mengolah informasi dari bahan bacaan menjadi gagasan yang dapat mereka kembangkan sendiri. Melalui muatan panduan Perpustakaan Nasional RI yang dipadukan dengan konsep indoor-outdoor serta pendekatan FIDS (Feel, Imagine, Do, Share), mahasiswa berupaya menghadirkan pengalaman literasi yang lebih aktif dan tidak terbatas pada aktivitas membaca di dalam ruang kelas.
Kegiatan pembelajaran diawali di dalam kelas melalui permainan kreatif dilanjut dengan pembacaan buku terpadu, dimana siswa diajak menjiwai isi cerita (feel) guna membedah unsur intrinsik bacaan secara efektif. Suasana pembelajaran semakin hidup ketika para siswa diajak meninggalkan ruang kelas dan bergerak menuju lapangan olahraga sekolah yang telah disiapkan sebagai Pos 1. Di area terbuka ini, anak-anak dilatih mengeksplorasi imajinasi (imagine) dengan cara mengulas buku secara lisan dan merancang kerangka cerita. Berlanjut ke Pos 2 yang bertempat di aula, suasana pembelajaran berubah menjadi ruang untuk berkarya (do). Setiap siswa diberi kebebasan memilih posisi yang paling nyaman untuk menuangkan dan merangkai kisah mereka sendiri di atas kertas HVS selama 30 menit, dengan pendampingan intensif dari fasilitator.
Puncak dari rangkaian Eco-Literacy ini berlangsung di Pos 3. Melalui sesi berbagi (share), sejumlah siswa dengan percaya diri tampil di depan untuk melakukan storytelling. Kegiatan kemudian berlanjut dalam diskusi kelompok kecil yang menjadi ruang bagi setiap siswa untuk saling berbagi karya, bertukar gagasan, dan memberikan masukan yang konstruktif. Kegiatan ditutup dengan pengumuman dan pemberian apresiasi kepada siswa dengan karya cerita terbaik dari setiap kelompok. Seluruh karya kemudian dikumpulkan sebagai arsip perkembangan dan hasil belajar siswa.
Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa mengamati adanya perkembangan dalam keberanian siswa untuk menyampaikan gagasan. Beberapa siswa yang pada awal kegiatan masih terlihat canggung mulai berani menceritakan hasil tulisannya di depan teman-teman. Proses menulis juga mendorong siswa untuk menyusun gagasan secara lebih runtut serta memperhatikan penggunaan bahasa dalam karya mereka. Meski demikian, kemampuan tersebut masih memerlukan pembiasaan dan pendampingan secara berkelanjutan agar dapat berkembang secara optimal.
“Kegiatan ini sangat bagus dan memberikan suasana baru bagi anak-anak SMP NIAS. Mereka terlihat lebih antusias, lebih berani, dan menikmati proses belajar yang berbeda dari biasanya. Saya berharap adik-adik mahasiswa KKN bisa lebih lama berada di sini agar kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ujar Idham salah seorang guru SMP NIAS.
Dengan dikumpulkannya seluruh karya siswa sebagai arsip, hasil kegiatan tidak berhenti pada pelaksanaan program. Kumpulan tulisan tersebut dapat menjadi dokumentasi perkembangan kemampuan siswa sekaligus menjadi bahan yang dapat dikembangkan kembali dalam kegiatan literasi di sekolah. Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi untuk mendorong budaya literasi yang menempatkan siswa bukan hanya sebagai pembaca, tetapi juga sebagai pencipta dan penyampai gagasan.
Mahasiswa:
Steven Nobel Parluhutan Simarmata, S.M. Riziq Almahdhar, Sava Amirah Azmi, Trifena Claudya Marsinar Sidabutar, Zahra Mumtaz, Raisa Anjani, Aliya Muksin, Jasmine Nuraulia Putri, Aida Nur Rasyidah, Alleydia Salsabila Safinatunnajah, Ananda Tri Yuliana, Alya Arsyliani Rahmania Nugraha, Muhammad Rexy Andra, Blesstya Jaselia Christangel Merfol, Michelle Antonieta, Ibrahim Ash Shiddiq, Aushaf Adil Fathin, Rifqi Savero Arfiansyah, Muhammad Hafizd, Nandhita Maheswari.
Implementasi Program KKN-T Universitas Padjadjaran melalui Sosialisasi Eco-Enzyme dan Pemilahan Sampah, Peningkatan Literasi Informasi, serta Sosialisasi Digital Marketing UMKM sebagai Upaya Penanggulangan Kemiskinan
- Kelompok 61
- Guranteng, Pagerageung, Tasikmalaya, Jawa Barat
- Encang Saepudin, S.S., M.Si.
- Juli · 2025/2026 Genap
- 1 mahasiswa
4) Quality Education
8) Decent Work and Economic Growth
10) Reduced Inequality
13) Climate Action
15) Life on Land
17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi
Subtema : Literasi Informasi
JUDUL : Gerakan Literasi Desa Guranteng: Membaca, Berkarya, dan Berkreasi
TAHUN : 2025-2026
Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Tasikmalaya, Kecamatan Pagerageung, Desa Guranteng
Mahasisiwa :
1. Khairun Nissa (210810230004)
2. Yaskur Valerian Reswara (120404230020)
3. Deliana Fitriyani Suhaedi (180110230063)
4. Ramadha Satriaparakrama Naya Saputra (180710230001)
5. Irsan Ansori (210610240012)
6. Darine Arraya Ginanjar (280904240014)
Deskripsi Kegiatan :
Kegiatan ini merupakan aksi sosial bidang literasi yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Kelompok 61 di Desa Guranteng sebagai upaya meningkatkan minat baca, kemampuan memahami informasi, kreativitas, serta pemanfaatan perpustakaan sebagai ruang belajar bagi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah. Aksi sosial ini dilaksanakan melalui rangkaian tujuh program utama yang saling berkaitan, yaitu Pengelolaan Perpustakaan, Membaca Nyaring, Cerdas Mengulas Buku, Membuat Cerita Berbasis Isi Buku, Membuat Proyek Berbasis Isi Buku, Kunjungan Literasi, dan Apresiasi Literasi.
Kegiatan diawali dengan pengelolaan Perpustakaan Desa Guranteng, meliputi inventarisasi dan penataan koleksi, pengorganisasian buku, serta penataan ruang baca agar menjadi ruang yang lebih tertata, nyaman, dan menarik untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. Selanjutnya, kegiatan literasi dikembangkan melalui aktivitas membaca nyaring dan mengulas buku untuk membantu anak-anak memahami isi bacaan serta menyampaikan kembali informasi yang diperoleh dari buku. Anak-anak juga didorong untuk mengembangkan kreativitas melalui kegiatan membuat cerita dan proyek berbasis isi buku. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya membaca, tetapi juga mengolah informasi dari bacaan menjadi karya sesuai dengan tingkat usia dan kemampuan mereka. Kunjungan literasi kemudian menjadi sarana untuk memperkenalkan perpustakaan dan membangun pengalaman membaca yang menyenangkan bagi anak-anak.
Sebagai bentuk penghargaan terhadap partisipasi dan karya peserta, rangkaian kegiatan ditutup dengan Apresiasi Literasi Tingkat Desa, yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan hasil karya dan kemampuan literasi mereka.
Secara keseluruhan, aksi sosial ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan aktivitas membaca, tetapi juga mendorong anak-anak untuk mencari, memahami, mengolah, menggunakan, dan menghasilkan informasi melalui kegiatan yang kreatif dan menyenangkan. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan membaca, meningkatkan kreativitas anak, serta mendukung terbentuknya lingkungan literasi yang berkelanjutan di Desa Guranteng.
Subtema : Penanggualangan Kemiskinan
JUDUL : Sosialisasi Digitalisasi UMKM Di Desa Guranteng, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya
TAHUN : 2025-2026
Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Tasikmalaya, Kecamatan Pagerageung, Desa Guranteng
Mahasiswa :
1. Nazara Dea Ratna Putri (170410230014)
2. Nadyara Azzahra Putri (170510240005)
3. Nailah Sakinah (180910230023)
4. Yvonne Cherryliu (190110240110)
5. Kayla Nadhisarah Senopati (210310240049)
6. Muhamad Azhar Rodlybillah Sjafaat (210310240101)
Deskripsi Kegiatan :
Kegiatan ini dihadiri oleh 15 peserta dari kalangan pelaku UMKM setempat. Dalam sesi tanya jawab yang dipandu oleh mahasiswa KKN Kelompok 61, pertanyaan yang mengemuka dari peserta secara umum berkisar pada bagaimana cara membuat konten promosi yang menarik dan mampu meningkatkan engagement, yang menunjukkan bahwa pelaku UMKM sudah menyadari pentingnya konten sebagai alat pemasaran, namun masih membutuhkan pengetahuan teknis mengenai cara mengeksekusinya. Secara umum, keterlibatan salah satu mahasiswa KKN Kelompok 61 dalam memandu sesi tanya jawab memberikan gambaran awal bahwa sebagian pelaku UMKM memiliki keingintahuan mengenai pemasaran digital, meskipun sebagian lain masih ragu untuk langsung menerapkannya karena keterbatasan pengetahuan teknis.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sosialisasi satu kali pertemuan berperan sebagai tahap pengenalan awal, dan kemungkinan besar dibutuhkan pendampingan lanjutan agar pengetahuan yang diperoleh benar-benar dapat diterapkan oleh pelaku usaha. Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi merupakan hasil akhir dari sebuah proses yang berjenjang: identifikasi menyediakan data awal mengenai kondisi UMKM, pemahaman kondisi usaha memperdalam gambaran tersebut, identifikasi potensi dan kendala menjadi dasar penentuan arah program, penggalian kebutuhan memastikan program menjawab persoalan nyata, dan pelaksanaan sosialisasi menjadi wujud konkret dari keseluruhan proses tersebut.
Subtema : Pengelolaan Sampah
JUDUL : Dari Limbah Menjadi Manfaat "Sosialisasi Pengelolaan dan Pemanfaatan Limbah Bagi Siswa Sekolah Dasar dan Masyarakat Desa Guranteng"
TAHUN : 2025 - 2026
Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Tasikmalaya, Kecamatan Pagerageung, Desa Guranteng
Mahasiswa:
1. Ghina Muthia Zahra (240310230046)
2. Rahmadita Aulia Riansyah (140310240013)
3. Sandi Riyanto (280904240113)
4. Shafira Salsabila (210610240033)
5. Zahra Zulaima Azta Nisaurrizki (140410230086)
Deskripsi kegiatan:
Kegiatan yang dilakukan merupakan kegiatan sosialisasi dalam bidang pengelolaan sampah yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN kelompok 61 di Desa Guranteng. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal mengenalkan pengelolaan sampah dari sumbernya kepada masyarakat lintas usia, mulai dari siswa sekolah dasar hingga kelompok tani dan ibu-ibu PKK. Aksi sosial ini dilaksanakan melalui tiga program utama yang saling melengkapi, yaitu Sosialisasi Pengelolaan Sampah yang Baik dan Benar untuk siswa Sekolah Dasar, Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Pertanian Menjadi Produk Bernilai Tambah, serta Sosialisasi dan Workshop Pembuatan Eco Enzyme.
Program pertama dilaksanakan di SD Negeri Guranteng (siswa kelas 4 dan 5) serta SD Negeri Cisema (siswa kelas 1, 2, dan 3), dengan materi mengenai jenis sampah organik dan anorganik, dampak pembakaran sampah terhadap lingkungan, serta prinsip 5R (Reduce, Reuse, Refuse, Repair, Recycle). Penyampaian materi dipadukan dengan permainan edukatif, dan siswa yang aktif berpartisipasi diberikan apresiasi berupa pin "Pasukan Hijau" sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan.
Program kedua dan ketiga dilaksanakan dalam satu rangkaian acara di Kantor Desa Guranteng, menyasar kelompok tani dan ibu-ibu PKK. Sesi pertama memperkenalkan konsep bioenergi serta potensi pemanfaatan limbah pertanian, seperti sekam padi, bonggol jagung, dan kulit kopi, menjadi biobriket, biochar, dan silase. Sesi kedua berupa pematerian sekaligus praktik langsung pembuatan eco enzyme dari limbah organik rumah tangga, mulai dari penyiapan bahan, pencampuran komposisi, hingga proses fermentasi, sehingga peserta memperoleh keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah.
Secara keseluruhan, rangkaian aksi sosial ini menekankan bahwa sampah dan limbah tidak selalu berakhir dibuang atau dibakar, tetapi dapat dikelola kembali menjadi produk yang bernilai guna, sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan memilah dan mengolah sampah sejak dini, serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan di Desa Guranteng.
Mahasiswa:
1. Khairun Nissa (210810230004) - Perpustakaan dan Sains Informasi2. Yaskur Valerian Reswara (120404230020) - Pemasaran Digital3. Deliana Fitriyani Suhaedi (180110230063) - Sastra Indonesia4. Ramadha Satriaparakrama Naya Saputra (180710230001) - Sastra Rusia5. Irsan Ansori (210610240012) - Jurnalistik6. Darine Arraya Ginanjar (280904240014) - Manajemen Produksi Media7. Nazara Dea Ratna Putri (170410230014) - Ilmu Pemerintahan8. Nadyara Azzahra Putri (170510240005) - Antropologi9. Nailah Sakinah (180910230023) - Sastra Arab10. Yvonne Cherryliu (190110240110) - Psikologi11. Kayla Nadhisarah Senopati (210310240049) - Hubungan Masyarakat12. Muhamad Azhar Rodlybillah Sjafaat (210310240101) - Hubungan Masyarakat13. Ghina Muthia Zahra (240310230046) - Teknologi Industri Pangan14. Rahmadita Aulia Riansyah (140310240013) - Fisika15. Sandi Riyanto (280904240113) - Manajemen Produksi Media16. Shafira Salsabila (210610240033) - Jurnalistik17. Zahra Zulaima Azta Nisaurrizki (140410230086) - Biologi
MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT DUSUN CIKAWUNG MELALUI EDUKASI PENTINGNYA PENDIDIKAN, WORKSHOP MAGGOT, DAN LITERASI BUKU
- KKN UNPAD Kelompok 46
- Margaluyu, Sukaraja, Sukabumi, Prov. Jawa Barat
- Dr. Hj. Sukmawati, S.Sos., S.Kep., Ners
- Juli · 2025/2026 Genap
- 35 mahasiswa
1) No Poverty
4) Quality Education
8) Decent Work and Economic Growth
11) Sustainable Cities and Communities
12) Responsible Consumption and Production
13) Climate Action
17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi
Sukabumi, Agustus 2026. Pelaksanaan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Padjadjaran periode Juli - Agustus 2026 telah berhasil dilaksanakan di Dusun Cikawung, Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Dalam rangka mengidentifikasi dan mengatasi permasalahan sosial masyarakat setempat, mahasiswa KKN melaksanakan program-program kerja berdasarkan tiga subtema yang telah ditetapkan oleh Universitas Padjadjaran, yaitu Pengelolaan Sampah, Literasi Informasi, dan Penanggulangan Kemiskinan. Melalui identifikasi kebutuhan dan kondisi nyata di lapangan, ketiga program ini dilaksanakan dengan dedikasi untuk memberdayakan masyarakat dan menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan.
PENGELOLAAN SAMPAH
Pengelolaan sampah organik di rumah tangga merupakan tantangan yang dihadapi oleh sebagian besar masyarakat pedesaan. Di Dusun Cikawung, permasalahan ini cukup signifikan mengingat belum adanya sistem pengelolaan sampah yang efektif dan pemahaman masyarakat tentang pemilahan sampah masih tergolong rendah. Praktik pembakaran sampah organik dan pembuangan sembarangan masih menjadi kebiasaan umum, padahal hal ini berdampak negatif terhadap lingkungan dan kualitas udara setempat.
Merespons situasi ini, Kelompok Sub Topik Pengolahan Sampah — Alipa, Desi, Aisy, Akram, Qai, Alid mengadakan kegiatan "Edukasi & Workshop Maggot" yang bertujuan memperkenalkan teknologi alternatif dalam mengelola sampah organik rumah tangga. Program ini mengenalkan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi inovatif yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga berpotensi memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat.
Dalam workshop ini, peserta sebagian besar ibu rumah tangga yang merupakan garis depan pengelolaan sampah rumah tangga diberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik. Melalui sesi edukasi yang interaktif, peserta belajar bahwa sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berharga melalui proses budidaya maggot BSF. Lebih dari sekedar teori, Kelompok Sub Topik Pengolahan Sampah juga memberikan praktik langsung dalam membuat biopond, sebuah media sederhana dan terjangkau untuk membudidayakan maggot yang dapat dibuat dan dirawat oleh warga secara mandiri di rumah mereka.
Antusiasme peserta sangat tinggi, ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan praktis tentang teknis budidaya, perawatan maggot, dan bagaimana hasil olahan maggot dapat menjadi sumber penghasilan tambahan. Respons positif ini menunjukkan bahwa masyarakat terbuka terhadap solusi baru dan siap untuk mengubah kebiasaan mereka asal diberikan pengetahuan dan keterampilan yang tepat.
Program pengelolaan sampah ini sejalan dengan komitmen global terhadap pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya dalam mengurangi praktik pembakaran sampah yang menciptakan emisi karbon, memanfaatkan limbah organik menjadi produk bernilai tambah, dan membangun komunitas yang lebih sadar lingkungan. Dengan implementasi budidaya maggot BSF di tingkat rumah tangga, diharapkan terjadi perubahan perilaku masyarakat yang lebih bertanggung jawab dalam mengelola limbah rumah tangga mereka.
PENANGGULANGAN KEMISKINAN
Kemiskinan merupakan masalah struktural yang kompleks dan tidak dapat diatasi melalui pendekatan tunggal. Di Dusun Cikawung, ketika Kelompok Sub Topik Penanganan Kemiskinan — Reva, Anisa, Naila, Lulu, Bella, Ariq melakukan survei dan identifikasi kebutuhan masyarakat, ditemukan bahwa salah satu akar permasalahan kemiskinan adalah kurangnya akses informasi masyarakat tentang pentingnya pendidikan serta program-program bantuan pendidikan yang tersedia dari pemerintah. Banyak orang tua tidak menyadari bahwa ada berbagai dukungan finansial yang dapat membantu mereka menyekolahkan anak-anak, dan banyak anak yang putus sekolah bukan semata-mata karena tidak mau sekolah, melainkan karena kendala ekonomi dan ketidaktahuan tentang bantuan yang tersedia.
Merespons temuan tersebut, Kelompok Sub Topik Penanganan Kemiskinan mengadakan talkshow dengan judul "Lentera Asa: Pendidikan untuk Masa Depan Bersinar" sebagai upaya edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Talkshow ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan dan membuka akses informasi tentang program-program bantuan pendidikan yang dapat mereka manfaatkan.
Program talkshow menghadirkan dua narasumber dengan latar belakang yang berbeda namun sama-sama relevan. Pertama, Teh Resi, seorang pengusaha muda asal Dusun Cikawung yang berhasil membangun usahanya sendiri (CV. Tamara Agro Indonesia). Melalui kisah pribadinya, Teh Resi berbagi tentang perjalanan pendidikannya yang penuh tantangan—siapa saja yang mendukungnya saat itu, masa-masa sulit yang harus dihadapi, dan yang paling penting, bagaimana pendidikan memainkan peran krusial dalam kesuksesannya. Tidak hanya berbagi motivasi inspiratif, Teh Resi juga memberikan perspektif pragmatis tentang keseimbangan antara pendidikan formal dan kerja keras dalam meraih kesuksesan. Kehadiran narasumber lokal seperti ini sangat penting karena anak-anak dan orang tua dapat melihat contoh nyata dari orang yang berasal dari komunitas yang sama, sehingga mereka dapat membayangkan kemungkinan mereka sendiri untuk sukses melalui pendidikan.
Narasumber kedua adalah Bapak Syarif, selaku Kepala Kasi Kesejahteraan Desa Margaluyu, yang memberikan informasi praktis dan administratif tentang program-program yang tersedia. Bapak Syarif memaparkan secara detail tentang berbagai bentuk bantuan pendidikan dan beasiswa yang dapat diakses oleh warga, mulai dari bantuan siswa miskin, kartu Indonesia pintar, hingga beasiswa dari berbagai lembaga dan kementerian. Ia juga menjelaskan alur pengajuan untuk setiap program, kendala-kendala yang sering dihadapi warga dalam proses pengajuan, serta program-program khusus dari desa itu sendiri. Informasi kontak dan penawaran pendampingan lanjutan juga disampaikan sehingga warga tidak hanya mendapatkan informasi tetapi juga tahu kepada siapa mereka harus menghubungi untuk bantuan lebih lanjut.
Sesi tanya jawab yang berlangsung setelah presentasi menunjukkan antusiasme dan kebutuhan nyata dari masyarakat akan informasi semacam ini. Banyak pertanyaan praktis yang diajukan mulai dari detail syarat-syarat pengajuan, estimasi bantuan yang dapat diterima, hingga bagaimana mengatasi kendala administratif. Respons aktif peserta ini membuktikan bahwa program talkshow ini tepat sasaran dan menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Sebagai penutup, kedua narasumber menyampaikan pesan bersama yang sangat bermakna bahwa orang tua harus mulai hari ini, hari Minggu, untuk memberikan dukungan kepada anak-anak mereka dalam hal pendidikan. Pesan ini adalah ajakan konkret untuk bertindak, bukan sekadar inspirasi yang hilang begitu acara selesai.
Talkshow "Lentera Asa: Pendidikan untuk Masa Depan Bersinar" mencerminkan pemahaman mendalam tentang hubungan antara pendidikan dan kemiskinan. Program ini bukan hanya memberikan informasi, tetapi juga berusaha mengubah perspektif dan mindset masyarakat tentang pentingnya pendidikan dalam memutus siklus kemiskinan. Dengan membuka akses informasi tentang program-program yang tersedia, diharapkan lebih banyak anak dapat melanjutkan pendidikan mereka dan keluarga mereka dapat terlepas dari jeratan kemiskinan.
LITERASI INFORMASI
Rendahnya minat baca di kalangan anak usia sekolah dasar tetap menjadi tantangan tersendiri dalam membangun budaya literasi nasional. Di Dusun Cikawung, fenomena ini juga terlihat dengan jelas, dimana banyak anak yang kurang tertarik untuk membaca dan mengakses informasi melalui buku. Padahal, kebiasaan membaca sejak dini merupakan pondasi penting untuk perkembangan kognitif, imajinasi, dan kemampuan akademis anak di masa depan.
Menyadari urgensi masalah ini, Kelompok Sub Topik Literasi dan Informasi — Fadya, Najwa, Khansa, Syifa, Zahra, Steven, merumuskan program "Cerdas Mengulas Buku" sebagai inisiatif untuk meningkatkan minat baca sekaligus mengasah kemampuan analisis dan komunikasi anak-anak. Program ini dirancang tidak hanya untuk mengenalkan anak pada dunia buku, tetapi juga melatih mereka untuk memahami isi bacaan secara mendalam dan mampu mengungkapkan pemahaman mereka dengan cara mereka sendiri.
Sebelum kegiatan utama dilaksanakan, mahasiswa KKN terlebih dahulu memberikan pembekalan kepada peserta didik tentang cara-cara efektif dalam mengulas buku. Peserta diajarkan tentang cara mengidentifikasi elemen-elemen penting dalam sebuah buku seperti tokoh, latar, dan alur cerita. Mereka juga belajar untuk menemukan pesan moral yang terkandung dalam cerita dan mengembangkan kemampuan mereka dalam memberikan penilaian pribadi terhadap bacaan mereka. Pembekalan ini sangat penting untuk mempersiapkan peserta agar dapat mengikuti kegiatan lomba mengulas buku dengan percaya diri.
Pada hari pelaksanaan, kegiatan lomba mengulas buku dilakukan dengan format presentasi dari setiap peserta. Dalam momen ini, anak-anak diberi kesempatan emas untuk tampil di depan teman-temannya dan menyampaikan ulasan mengenai buku yang telah mereka baca. Keberanian dan antusiasme yang ditunjukkan anak-anak merupakan salah satu pencapaian yang paling bermakna dari program ini. Mereka tidak hanya menceritakan isi buku secara sederhana, tetapi juga menunjukkan pemahaman mereka tentang pesan moral, karakter tokoh, dan bahkan memberikan penilaian pribadi mereka tentang buku tersebut.
Program ini diselipkan dengan kegiatan games dan aktivitas pendinginan otak untuk menjaga semangat dan energi peserta, mengingat kegiatan akademik yang cukup intensif. Aspek yang tidak kalah penting adalah bahwa setiap anak mendapatkan umpan balik dari fasilitator mengenai performa mereka, sehingga mereka dapat terus mengembangkan kemampuan literasi mereka.
Dampak jangka panjang yang diharapkan dari program "Cerdas Mengulas Buku" adalah peningkatan minat baca anak-anak, pertumbuhan kepercayaan diri mereka dalam berkomunikasi, dan peningkatan kemampuan literasi secara keseluruhan. Program ini menjadi langkah konkret dalam mendukung Gerakan Indonesia Membaca dan berkontribusi pada pencapaian SDG 4 tentang pendidikan berkualitas.
PENUTUP
Ketiga program kerja KKN Edukasi & Workshop Maggot, Cerdas Mengulas Buku, dan Talkshow Pendidikan merepresentasikan komitmen Universitas Padjadjaran untuk bekerja sama dengan masyarakat dalam mengatasi masalah sosial yang kompleks. Melalui pendekatan yang berbasis pada kebutuhan lokal, penelusuran masalah yang mendalam, dan solusi yang terukur, mahasiswa KKN berusaha memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
Harapan besar adalah bahwa program-program ini bukan hanya bersifat temporer tetapi menjadi pemicu perubahan jangka panjang. Diharapkan masyarakat akan terus menerapkan praktek budidaya maggot dalam mengelola sampah rumah tangga mereka, anak-anak akan semakin gemar membaca dan mengembangkan kemampuan literasi mereka, dan yang paling penting, orang tua akan semakin sadar akan pentingnya pendidikan dan berani mengambil langkah untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan akses pendidikan yang layak. Perubahan sosial memang membutuhkan waktu dan komitmen berkelanjutan, namun dengan dukungan dari masyarakat lokal, pemerintah desa, dan institusi pendidikan, pasti ada harapan untuk masa depan Dusun Cikawung yang lebih cerah dan sejahtera.
Mahasiswa:
Steven Mangaraja Situmeng / 120104230044 / Ekonomi dan Bisnis, , Akram Aydin Shadiq Adnan / 120404230007 / Ekonomi dan Bisnis, , Muhammad Qaisha Rosyada / 140310240040 / Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, , Lu'Lu' Qurrota 'Aini / 140310240066 / Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, , Najwa Mayang Dayatri / 140310240066 / Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, , Aisy Azalia Vega / 180110230032 / Ilmu Budaya , , Ahmad Alid Zawaya Muhsin / 180410230092 / Ilmu Budaya, , Khansa Puteri Zahrania / 180510230003 / Ilmu Budaya , , Naila Azizah Andriani / 190110240127 / Psikologi, , Fadya Saofayuro / 190110240130 / Psikologi, , Anisa Destiana Putri / 21030240057 / Ilmu Komunikasi, , Mahira Reva Dylana Putri / 210610240029 / Ilmu Komunikasi, , Ariq Muhammad Nazhif / 210610240097 / Ilmu Komunikasi, , Syifa Indriansyah / 210810230091 / Ilmu Komunikasi, , Desi Anggraeni Dianti / 230204230026 / Perikanan dan Ilmu Kelautan, , Alipa Zaria Sopa / 280204240034 / Sekolah Vokasi, , ZAHRA JASMINE DJELYTA / 280504240033 / Sekolah Vokasi, , Pratiwi Ayu Sabila / 280904240092 / Sekolah Vokasi
Asah Kreativitas dan Kerja Sama, Siswa Kelas 5B SDN Sirnagalih 01 Ciptakan Mading dari Buku Bacaan
- Kelompok 11 KKN Desa Mekargalih
- Mekargalih, Ciranjang, Cianjur, Jawa barat
- Eka Afrima Sari, S.Kep.,Ners.,M.Kep.
- Agustus · 2024/2025 Ganjil
- 20 mahasiswa
1) No Poverty
4) Quality Education
17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi
Ruang kelas 5B SDN Sirnagalih mendadak riuh oleh kesibukan puluhan siswa yang menggunting kertas, mewarnai, dan berdiskusi pada Selasa (28/07/2026). Sebanyak 25 murid jenjang kelas atas ini tidak sekadar membaca buku, melainkan mengolah pemahaman mereka menjadi karya visual majalah dinding (mading) melalui program “Membuat Proyek Berbasis Isi Buku Bacaan” yang diinisiasi oleh tim mahasiswa Kelompok 11 KKN Universitas Padjadjaran Desa Mekargalih. Inisiatif ini menjadi salah satu upaya untuk mengembangkan kemampuan literasi siswa melalui kegiatan yang menghubungkan aktivitas membaca, memahami, mencipta dan menyampaikan gagasan..
Peralihan fokus ini bukan tanpa alasan. Bagi anak-anak di jenjang kelas atas sekolah dasar, menguasai teknik membaca saja tentu tidak cukup. Mereka memerlukan ruang ekspresi yang lebih menantang untuk menguji sejauh mana isi bacaan dapat dicerna dan dituangkan kembali. Melalui kegiatan berbasis proyek, siswa tidak hanya diminta memahami isi buku, tetapi juga menerjemahkan pemahamannya ke dalam bentuk visual dan tulisan yang dapat dipresentasikan kepada orang lain.
Aksi berliterasi ini diawali dengan membagi kelas ke dalam lima kelompok kecil. Didampingi seorang mahasiswa fasilitator di setiap kelompoknya, anak-anak terlebih dahulu menyimak sesama anggota atau fasilitator yang membacakan cerita secara nyaring (read aloud). Dari proses menyimak tersebut, setiap kelompok mulai menggali isi buku, kemudian membagi tugas untuk menyusun lima elemen mading, yaitu identitas buku, ringkasan alur cerita, karakterisasi tokoh, surat unik yang ditujukan kepada tokoh cerita, hingga pantun berisi pesan moral yang dilengkapi hiasan 'pohon kosakata baru'.
Dengan demikian, 25 siswa terlibat dalam proses membaca dan menyimak cerita, bekerja dalam lima kelompok, menyusun lima komponen isi mading, hingga mempresentasikan hasil karya di depan kelas. Kegiatan ini menghasilkan lima karya mading kelompok yang kemudian dipajang di ruang kelas 5B sebagai media belajar visual yang dapat digunakan kembali oleh siswa setelah kegiatan selesai.
Proses pengerjaan hingga sesi presentasi di depan kelas menjadi panggung latihan yang nyata bagi tumbuh kembang siswa. Selain menuntut imajinasi dalam mempercantik tampilan visual mading, anak-anak secara tidak langsung digembleng untuk belajar menyampaikan ide, membagi peran, serta menekan ego saat berdiskusi.Meskipun beberapa siswa masih menunjukkan keterbatasan dalam berbicara di depan umum dan memerlukan pendampingan dalam menyusun tulisan, kondisi tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang penting untuk mengembangkan kepercayaan diri serta kemampuan berkomunikasi mereka secara bertahap.
Melalui kegiatan ini, membaca ditempatkan bukan sebagai aktivitas yang berhenti ketika halaman terakhir buku selesai dibaca. Siswa diajak mengolah isi bacaan menjadi gagasan, karya, dan cerita yang dapat dibagikan kepada orang lain—sebuah langkah sederhana untuk membangun pengalaman literasi yang lebih aktif dan bermakna di sekolah dasar.
Mahasiswa:
Steven Nobel Parluhutan Simarmata, S.M. Riziq Almahdhar, Sava Amirah Azmi, Trifena Claudya Marsinar Sidabutar, Zahra Mumtaz, Raisa Anjani, Aliya Muksin, Jasmine Nuraulia Putri, Aida Nur Rasyidah, Alleydia Salsabila Safinatunnajah, Ananda Tri Yuliana, Alya Arsyliani Rahmania Nugraha, Muhammad Rexy Andra, Blesstya Jaselia Christangel Merfol, Michelle Antonieta, Ibrahim Ash Shiddiq, Aushaf Adil Fathin, Rifqi Savero Arfiansyah, Muhammad Hafizd, Nandhita Maheswari.
Implementasi Program KKN-T Universitas Padjadjaran melalui Sosialisasi Eco-Enzyme dan Pemilahan Sampah, Peningkatan Literasi Informasi, serta Sosialisasi Digital Marketing UMKM sebagai Upaya Penanggulangan Kemiskinan
- Kelompok 61
- Guranteng, Pagerageung, Tasikmalaya, Jawa Barat
- Encang Saepudin, S.S., M.Si.
- Juli · 2025/2026 Genap
- 1 mahasiswa
4) Quality Education
8) Decent Work and Economic Growth
10) Reduced Inequality
13) Climate Action
15) Life on Land
17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi
Subtema : Literasi Informasi
JUDUL : Gerakan Literasi Desa Guranteng: Membaca, Berkarya, dan Berkreasi
TAHUN : 2025-2026
Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Tasikmalaya, Kecamatan Pagerageung, Desa Guranteng
Mahasisiwa :
1. Khairun Nissa (210810230004)
2. Yaskur Valerian Reswara (120404230020)
3. Deliana Fitriyani Suhaedi (180110230063)
4. Ramadha Satriaparakrama Naya Saputra (180710230001)
5. Irsan Ansori (210610240012)
6. Darine Arraya Ginanjar (280904240014)
Deskripsi Kegiatan :
Kegiatan ini merupakan aksi sosial bidang literasi yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Kelompok 61 di Desa Guranteng sebagai upaya meningkatkan minat baca, kemampuan memahami informasi, kreativitas, serta pemanfaatan perpustakaan sebagai ruang belajar bagi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah. Aksi sosial ini dilaksanakan melalui rangkaian tujuh program utama yang saling berkaitan, yaitu Pengelolaan Perpustakaan, Membaca Nyaring, Cerdas Mengulas Buku, Membuat Cerita Berbasis Isi Buku, Membuat Proyek Berbasis Isi Buku, Kunjungan Literasi, dan Apresiasi Literasi.
Kegiatan diawali dengan pengelolaan Perpustakaan Desa Guranteng, meliputi inventarisasi dan penataan koleksi, pengorganisasian buku, serta penataan ruang baca agar menjadi ruang yang lebih tertata, nyaman, dan menarik untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. Selanjutnya, kegiatan literasi dikembangkan melalui aktivitas membaca nyaring dan mengulas buku untuk membantu anak-anak memahami isi bacaan serta menyampaikan kembali informasi yang diperoleh dari buku. Anak-anak juga didorong untuk mengembangkan kreativitas melalui kegiatan membuat cerita dan proyek berbasis isi buku. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya membaca, tetapi juga mengolah informasi dari bacaan menjadi karya sesuai dengan tingkat usia dan kemampuan mereka. Kunjungan literasi kemudian menjadi sarana untuk memperkenalkan perpustakaan dan membangun pengalaman membaca yang menyenangkan bagi anak-anak.
Sebagai bentuk penghargaan terhadap partisipasi dan karya peserta, rangkaian kegiatan ditutup dengan Apresiasi Literasi Tingkat Desa, yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan hasil karya dan kemampuan literasi mereka.
Secara keseluruhan, aksi sosial ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan aktivitas membaca, tetapi juga mendorong anak-anak untuk mencari, memahami, mengolah, menggunakan, dan menghasilkan informasi melalui kegiatan yang kreatif dan menyenangkan. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan membaca, meningkatkan kreativitas anak, serta mendukung terbentuknya lingkungan literasi yang berkelanjutan di Desa Guranteng.
Subtema : Penanggualangan Kemiskinan
JUDUL : Sosialisasi Digitalisasi UMKM Di Desa Guranteng, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya
TAHUN : 2025-2026
Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Tasikmalaya, Kecamatan Pagerageung, Desa Guranteng
Mahasiswa :
1. Nazara Dea Ratna Putri (170410230014)
2. Nadyara Azzahra Putri (170510240005)
3. Nailah Sakinah (180910230023)
4. Yvonne Cherryliu (190110240110)
5. Kayla Nadhisarah Senopati (210310240049)
6. Muhamad Azhar Rodlybillah Sjafaat (210310240101)
Deskripsi Kegiatan :
Kegiatan ini dihadiri oleh 15 peserta dari kalangan pelaku UMKM setempat. Dalam sesi tanya jawab yang dipandu oleh mahasiswa KKN Kelompok 61, pertanyaan yang mengemuka dari peserta secara umum berkisar pada bagaimana cara membuat konten promosi yang menarik dan mampu meningkatkan engagement, yang menunjukkan bahwa pelaku UMKM sudah menyadari pentingnya konten sebagai alat pemasaran, namun masih membutuhkan pengetahuan teknis mengenai cara mengeksekusinya. Secara umum, keterlibatan salah satu mahasiswa KKN Kelompok 61 dalam memandu sesi tanya jawab memberikan gambaran awal bahwa sebagian pelaku UMKM memiliki keingintahuan mengenai pemasaran digital, meskipun sebagian lain masih ragu untuk langsung menerapkannya karena keterbatasan pengetahuan teknis.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sosialisasi satu kali pertemuan berperan sebagai tahap pengenalan awal, dan kemungkinan besar dibutuhkan pendampingan lanjutan agar pengetahuan yang diperoleh benar-benar dapat diterapkan oleh pelaku usaha. Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi merupakan hasil akhir dari sebuah proses yang berjenjang: identifikasi menyediakan data awal mengenai kondisi UMKM, pemahaman kondisi usaha memperdalam gambaran tersebut, identifikasi potensi dan kendala menjadi dasar penentuan arah program, penggalian kebutuhan memastikan program menjawab persoalan nyata, dan pelaksanaan sosialisasi menjadi wujud konkret dari keseluruhan proses tersebut.
Subtema : Pengelolaan Sampah
JUDUL : Dari Limbah Menjadi Manfaat "Sosialisasi Pengelolaan dan Pemanfaatan Limbah Bagi Siswa Sekolah Dasar dan Masyarakat Desa Guranteng"
TAHUN : 2025 - 2026
Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Tasikmalaya, Kecamatan Pagerageung, Desa Guranteng
Mahasiswa:
1. Ghina Muthia Zahra (240310230046)
2. Rahmadita Aulia Riansyah (140310240013)
3. Sandi Riyanto (280904240113)
4. Shafira Salsabila (210610240033)
5. Zahra Zulaima Azta Nisaurrizki (140410230086)
Deskripsi kegiatan:
Kegiatan yang dilakukan merupakan kegiatan sosialisasi dalam bidang pengelolaan sampah yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN kelompok 61 di Desa Guranteng. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal mengenalkan pengelolaan sampah dari sumbernya kepada masyarakat lintas usia, mulai dari siswa sekolah dasar hingga kelompok tani dan ibu-ibu PKK. Aksi sosial ini dilaksanakan melalui tiga program utama yang saling melengkapi, yaitu Sosialisasi Pengelolaan Sampah yang Baik dan Benar untuk siswa Sekolah Dasar, Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Pertanian Menjadi Produk Bernilai Tambah, serta Sosialisasi dan Workshop Pembuatan Eco Enzyme.
Program pertama dilaksanakan di SD Negeri Guranteng (siswa kelas 4 dan 5) serta SD Negeri Cisema (siswa kelas 1, 2, dan 3), dengan materi mengenai jenis sampah organik dan anorganik, dampak pembakaran sampah terhadap lingkungan, serta prinsip 5R (Reduce, Reuse, Refuse, Repair, Recycle). Penyampaian materi dipadukan dengan permainan edukatif, dan siswa yang aktif berpartisipasi diberikan apresiasi berupa pin "Pasukan Hijau" sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan.
Program kedua dan ketiga dilaksanakan dalam satu rangkaian acara di Kantor Desa Guranteng, menyasar kelompok tani dan ibu-ibu PKK. Sesi pertama memperkenalkan konsep bioenergi serta potensi pemanfaatan limbah pertanian, seperti sekam padi, bonggol jagung, dan kulit kopi, menjadi biobriket, biochar, dan silase. Sesi kedua berupa pematerian sekaligus praktik langsung pembuatan eco enzyme dari limbah organik rumah tangga, mulai dari penyiapan bahan, pencampuran komposisi, hingga proses fermentasi, sehingga peserta memperoleh keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah.
Secara keseluruhan, rangkaian aksi sosial ini menekankan bahwa sampah dan limbah tidak selalu berakhir dibuang atau dibakar, tetapi dapat dikelola kembali menjadi produk yang bernilai guna, sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan memilah dan mengolah sampah sejak dini, serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan di Desa Guranteng.
Mahasiswa:
1. Khairun Nissa (210810230004) - Perpustakaan dan Sains Informasi2. Yaskur Valerian Reswara (120404230020) - Pemasaran Digital3. Deliana Fitriyani Suhaedi (180110230063) - Sastra Indonesia4. Ramadha Satriaparakrama Naya Saputra (180710230001) - Sastra Rusia5. Irsan Ansori (210610240012) - Jurnalistik6. Darine Arraya Ginanjar (280904240014) - Manajemen Produksi Media7. Nazara Dea Ratna Putri (170410230014) - Ilmu Pemerintahan8. Nadyara Azzahra Putri (170510240005) - Antropologi9. Nailah Sakinah (180910230023) - Sastra Arab10. Yvonne Cherryliu (190110240110) - Psikologi11. Kayla Nadhisarah Senopati (210310240049) - Hubungan Masyarakat12. Muhamad Azhar Rodlybillah Sjafaat (210310240101) - Hubungan Masyarakat13. Ghina Muthia Zahra (240310230046) - Teknologi Industri Pangan14. Rahmadita Aulia Riansyah (140310240013) - Fisika15. Sandi Riyanto (280904240113) - Manajemen Produksi Media16. Shafira Salsabila (210610240033) - Jurnalistik17. Zahra Zulaima Azta Nisaurrizki (140410230086) - Biologi
MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT DUSUN CIKAWUNG MELALUI EDUKASI PENTINGNYA PENDIDIKAN, WORKSHOP MAGGOT, DAN LITERASI BUKU
- KKN UNPAD Kelompok 46
- Margaluyu, Sukaraja, Sukabumi, Prov. Jawa Barat
- Dr. Hj. Sukmawati, S.Sos., S.Kep., Ners
- Juli · 2025/2026 Genap
- 35 mahasiswa
1) No Poverty
4) Quality Education
8) Decent Work and Economic Growth
11) Sustainable Cities and Communities
12) Responsible Consumption and Production
13) Climate Action
17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi
Sukabumi, Agustus 2026. Pelaksanaan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Padjadjaran periode Juli - Agustus 2026 telah berhasil dilaksanakan di Dusun Cikawung, Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Dalam rangka mengidentifikasi dan mengatasi permasalahan sosial masyarakat setempat, mahasiswa KKN melaksanakan program-program kerja berdasarkan tiga subtema yang telah ditetapkan oleh Universitas Padjadjaran, yaitu Pengelolaan Sampah, Literasi Informasi, dan Penanggulangan Kemiskinan. Melalui identifikasi kebutuhan dan kondisi nyata di lapangan, ketiga program ini dilaksanakan dengan dedikasi untuk memberdayakan masyarakat dan menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan.
PENGELOLAAN SAMPAH
Pengelolaan sampah organik di rumah tangga merupakan tantangan yang dihadapi oleh sebagian besar masyarakat pedesaan. Di Dusun Cikawung, permasalahan ini cukup signifikan mengingat belum adanya sistem pengelolaan sampah yang efektif dan pemahaman masyarakat tentang pemilahan sampah masih tergolong rendah. Praktik pembakaran sampah organik dan pembuangan sembarangan masih menjadi kebiasaan umum, padahal hal ini berdampak negatif terhadap lingkungan dan kualitas udara setempat.
Merespons situasi ini, Kelompok Sub Topik Pengolahan Sampah — Alipa, Desi, Aisy, Akram, Qai, Alid mengadakan kegiatan "Edukasi & Workshop Maggot" yang bertujuan memperkenalkan teknologi alternatif dalam mengelola sampah organik rumah tangga. Program ini mengenalkan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi inovatif yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga berpotensi memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat.
Dalam workshop ini, peserta sebagian besar ibu rumah tangga yang merupakan garis depan pengelolaan sampah rumah tangga diberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik. Melalui sesi edukasi yang interaktif, peserta belajar bahwa sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berharga melalui proses budidaya maggot BSF. Lebih dari sekedar teori, Kelompok Sub Topik Pengolahan Sampah juga memberikan praktik langsung dalam membuat biopond, sebuah media sederhana dan terjangkau untuk membudidayakan maggot yang dapat dibuat dan dirawat oleh warga secara mandiri di rumah mereka.
Antusiasme peserta sangat tinggi, ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan praktis tentang teknis budidaya, perawatan maggot, dan bagaimana hasil olahan maggot dapat menjadi sumber penghasilan tambahan. Respons positif ini menunjukkan bahwa masyarakat terbuka terhadap solusi baru dan siap untuk mengubah kebiasaan mereka asal diberikan pengetahuan dan keterampilan yang tepat.
Program pengelolaan sampah ini sejalan dengan komitmen global terhadap pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya dalam mengurangi praktik pembakaran sampah yang menciptakan emisi karbon, memanfaatkan limbah organik menjadi produk bernilai tambah, dan membangun komunitas yang lebih sadar lingkungan. Dengan implementasi budidaya maggot BSF di tingkat rumah tangga, diharapkan terjadi perubahan perilaku masyarakat yang lebih bertanggung jawab dalam mengelola limbah rumah tangga mereka.
PENANGGULANGAN KEMISKINAN
Kemiskinan merupakan masalah struktural yang kompleks dan tidak dapat diatasi melalui pendekatan tunggal. Di Dusun Cikawung, ketika Kelompok Sub Topik Penanganan Kemiskinan — Reva, Anisa, Naila, Lulu, Bella, Ariq melakukan survei dan identifikasi kebutuhan masyarakat, ditemukan bahwa salah satu akar permasalahan kemiskinan adalah kurangnya akses informasi masyarakat tentang pentingnya pendidikan serta program-program bantuan pendidikan yang tersedia dari pemerintah. Banyak orang tua tidak menyadari bahwa ada berbagai dukungan finansial yang dapat membantu mereka menyekolahkan anak-anak, dan banyak anak yang putus sekolah bukan semata-mata karena tidak mau sekolah, melainkan karena kendala ekonomi dan ketidaktahuan tentang bantuan yang tersedia.
Merespons temuan tersebut, Kelompok Sub Topik Penanganan Kemiskinan mengadakan talkshow dengan judul "Lentera Asa: Pendidikan untuk Masa Depan Bersinar" sebagai upaya edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Talkshow ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan dan membuka akses informasi tentang program-program bantuan pendidikan yang dapat mereka manfaatkan.
Program talkshow menghadirkan dua narasumber dengan latar belakang yang berbeda namun sama-sama relevan. Pertama, Teh Resi, seorang pengusaha muda asal Dusun Cikawung yang berhasil membangun usahanya sendiri (CV. Tamara Agro Indonesia). Melalui kisah pribadinya, Teh Resi berbagi tentang perjalanan pendidikannya yang penuh tantangan—siapa saja yang mendukungnya saat itu, masa-masa sulit yang harus dihadapi, dan yang paling penting, bagaimana pendidikan memainkan peran krusial dalam kesuksesannya. Tidak hanya berbagi motivasi inspiratif, Teh Resi juga memberikan perspektif pragmatis tentang keseimbangan antara pendidikan formal dan kerja keras dalam meraih kesuksesan. Kehadiran narasumber lokal seperti ini sangat penting karena anak-anak dan orang tua dapat melihat contoh nyata dari orang yang berasal dari komunitas yang sama, sehingga mereka dapat membayangkan kemungkinan mereka sendiri untuk sukses melalui pendidikan.
Narasumber kedua adalah Bapak Syarif, selaku Kepala Kasi Kesejahteraan Desa Margaluyu, yang memberikan informasi praktis dan administratif tentang program-program yang tersedia. Bapak Syarif memaparkan secara detail tentang berbagai bentuk bantuan pendidikan dan beasiswa yang dapat diakses oleh warga, mulai dari bantuan siswa miskin, kartu Indonesia pintar, hingga beasiswa dari berbagai lembaga dan kementerian. Ia juga menjelaskan alur pengajuan untuk setiap program, kendala-kendala yang sering dihadapi warga dalam proses pengajuan, serta program-program khusus dari desa itu sendiri. Informasi kontak dan penawaran pendampingan lanjutan juga disampaikan sehingga warga tidak hanya mendapatkan informasi tetapi juga tahu kepada siapa mereka harus menghubungi untuk bantuan lebih lanjut.
Sesi tanya jawab yang berlangsung setelah presentasi menunjukkan antusiasme dan kebutuhan nyata dari masyarakat akan informasi semacam ini. Banyak pertanyaan praktis yang diajukan mulai dari detail syarat-syarat pengajuan, estimasi bantuan yang dapat diterima, hingga bagaimana mengatasi kendala administratif. Respons aktif peserta ini membuktikan bahwa program talkshow ini tepat sasaran dan menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Sebagai penutup, kedua narasumber menyampaikan pesan bersama yang sangat bermakna bahwa orang tua harus mulai hari ini, hari Minggu, untuk memberikan dukungan kepada anak-anak mereka dalam hal pendidikan. Pesan ini adalah ajakan konkret untuk bertindak, bukan sekadar inspirasi yang hilang begitu acara selesai.
Talkshow "Lentera Asa: Pendidikan untuk Masa Depan Bersinar" mencerminkan pemahaman mendalam tentang hubungan antara pendidikan dan kemiskinan. Program ini bukan hanya memberikan informasi, tetapi juga berusaha mengubah perspektif dan mindset masyarakat tentang pentingnya pendidikan dalam memutus siklus kemiskinan. Dengan membuka akses informasi tentang program-program yang tersedia, diharapkan lebih banyak anak dapat melanjutkan pendidikan mereka dan keluarga mereka dapat terlepas dari jeratan kemiskinan.
LITERASI INFORMASI
Rendahnya minat baca di kalangan anak usia sekolah dasar tetap menjadi tantangan tersendiri dalam membangun budaya literasi nasional. Di Dusun Cikawung, fenomena ini juga terlihat dengan jelas, dimana banyak anak yang kurang tertarik untuk membaca dan mengakses informasi melalui buku. Padahal, kebiasaan membaca sejak dini merupakan pondasi penting untuk perkembangan kognitif, imajinasi, dan kemampuan akademis anak di masa depan.
Menyadari urgensi masalah ini, Kelompok Sub Topik Literasi dan Informasi — Fadya, Najwa, Khansa, Syifa, Zahra, Steven, merumuskan program "Cerdas Mengulas Buku" sebagai inisiatif untuk meningkatkan minat baca sekaligus mengasah kemampuan analisis dan komunikasi anak-anak. Program ini dirancang tidak hanya untuk mengenalkan anak pada dunia buku, tetapi juga melatih mereka untuk memahami isi bacaan secara mendalam dan mampu mengungkapkan pemahaman mereka dengan cara mereka sendiri.
Sebelum kegiatan utama dilaksanakan, mahasiswa KKN terlebih dahulu memberikan pembekalan kepada peserta didik tentang cara-cara efektif dalam mengulas buku. Peserta diajarkan tentang cara mengidentifikasi elemen-elemen penting dalam sebuah buku seperti tokoh, latar, dan alur cerita. Mereka juga belajar untuk menemukan pesan moral yang terkandung dalam cerita dan mengembangkan kemampuan mereka dalam memberikan penilaian pribadi terhadap bacaan mereka. Pembekalan ini sangat penting untuk mempersiapkan peserta agar dapat mengikuti kegiatan lomba mengulas buku dengan percaya diri.
Pada hari pelaksanaan, kegiatan lomba mengulas buku dilakukan dengan format presentasi dari setiap peserta. Dalam momen ini, anak-anak diberi kesempatan emas untuk tampil di depan teman-temannya dan menyampaikan ulasan mengenai buku yang telah mereka baca. Keberanian dan antusiasme yang ditunjukkan anak-anak merupakan salah satu pencapaian yang paling bermakna dari program ini. Mereka tidak hanya menceritakan isi buku secara sederhana, tetapi juga menunjukkan pemahaman mereka tentang pesan moral, karakter tokoh, dan bahkan memberikan penilaian pribadi mereka tentang buku tersebut.
Program ini diselipkan dengan kegiatan games dan aktivitas pendinginan otak untuk menjaga semangat dan energi peserta, mengingat kegiatan akademik yang cukup intensif. Aspek yang tidak kalah penting adalah bahwa setiap anak mendapatkan umpan balik dari fasilitator mengenai performa mereka, sehingga mereka dapat terus mengembangkan kemampuan literasi mereka.
Dampak jangka panjang yang diharapkan dari program "Cerdas Mengulas Buku" adalah peningkatan minat baca anak-anak, pertumbuhan kepercayaan diri mereka dalam berkomunikasi, dan peningkatan kemampuan literasi secara keseluruhan. Program ini menjadi langkah konkret dalam mendukung Gerakan Indonesia Membaca dan berkontribusi pada pencapaian SDG 4 tentang pendidikan berkualitas.
PENUTUP
Ketiga program kerja KKN Edukasi & Workshop Maggot, Cerdas Mengulas Buku, dan Talkshow Pendidikan merepresentasikan komitmen Universitas Padjadjaran untuk bekerja sama dengan masyarakat dalam mengatasi masalah sosial yang kompleks. Melalui pendekatan yang berbasis pada kebutuhan lokal, penelusuran masalah yang mendalam, dan solusi yang terukur, mahasiswa KKN berusaha memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
Harapan besar adalah bahwa program-program ini bukan hanya bersifat temporer tetapi menjadi pemicu perubahan jangka panjang. Diharapkan masyarakat akan terus menerapkan praktek budidaya maggot dalam mengelola sampah rumah tangga mereka, anak-anak akan semakin gemar membaca dan mengembangkan kemampuan literasi mereka, dan yang paling penting, orang tua akan semakin sadar akan pentingnya pendidikan dan berani mengambil langkah untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan akses pendidikan yang layak. Perubahan sosial memang membutuhkan waktu dan komitmen berkelanjutan, namun dengan dukungan dari masyarakat lokal, pemerintah desa, dan institusi pendidikan, pasti ada harapan untuk masa depan Dusun Cikawung yang lebih cerah dan sejahtera.
Mahasiswa:
Steven Mangaraja Situmeng / 120104230044 / Ekonomi dan Bisnis, , Akram Aydin Shadiq Adnan / 120404230007 / Ekonomi dan Bisnis, , Muhammad Qaisha Rosyada / 140310240040 / Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, , Lu'Lu' Qurrota 'Aini / 140310240066 / Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, , Najwa Mayang Dayatri / 140310240066 / Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, , Aisy Azalia Vega / 180110230032 / Ilmu Budaya , , Ahmad Alid Zawaya Muhsin / 180410230092 / Ilmu Budaya, , Khansa Puteri Zahrania / 180510230003 / Ilmu Budaya , , Naila Azizah Andriani / 190110240127 / Psikologi, , Fadya Saofayuro / 190110240130 / Psikologi, , Anisa Destiana Putri / 21030240057 / Ilmu Komunikasi, , Mahira Reva Dylana Putri / 210610240029 / Ilmu Komunikasi, , Ariq Muhammad Nazhif / 210610240097 / Ilmu Komunikasi, , Syifa Indriansyah / 210810230091 / Ilmu Komunikasi, , Desi Anggraeni Dianti / 230204230026 / Perikanan dan Ilmu Kelautan, , Alipa Zaria Sopa / 280204240034 / Sekolah Vokasi, , ZAHRA JASMINE DJELYTA / 280504240033 / Sekolah Vokasi, , Pratiwi Ayu Sabila / 280904240092 / Sekolah Vokasi
MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT DUSUN CIKAWUNG MELALUI EDUKASI PENTINGNYA PENDIDIKAN, WORKSHOP MAGGOT, DAN LITERASI BUKU
- KKN UNPAD Kelompok 46
- Margaluyu, Sukaraja, Sukabumi, Prov. Jawa Barat
- Dr. Hj. Sukmawati, S.Sos., S.Kep., Ners
- Juli · 2025/2026 Genap
- 35 mahasiswa
1) No Poverty
4) Quality Education
8) Decent Work and Economic Growth
11) Sustainable Cities and Communities
12) Responsible Consumption and Production
13) Climate Action
17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi
Sukabumi, Agustus 2026. Pelaksanaan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Padjadjaran periode Juli - Agustus 2026 telah berhasil dilaksanakan di Dusun Cikawung, Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Dalam rangka mengidentifikasi dan mengatasi permasalahan sosial masyarakat setempat, mahasiswa KKN melaksanakan program-program kerja berdasarkan tiga subtema yang telah ditetapkan oleh Universitas Padjadjaran, yaitu Pengelolaan Sampah, Literasi Informasi, dan Penanggulangan Kemiskinan. Melalui identifikasi kebutuhan dan kondisi nyata di lapangan, ketiga program ini dilaksanakan dengan dedikasi untuk memberdayakan masyarakat dan menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan.
PENGELOLAAN SAMPAH
Pengelolaan sampah organik di rumah tangga merupakan tantangan yang dihadapi oleh sebagian besar masyarakat pedesaan. Di Dusun Cikawung, permasalahan ini cukup signifikan mengingat belum adanya sistem pengelolaan sampah yang efektif dan pemahaman masyarakat tentang pemilahan sampah masih tergolong rendah. Praktik pembakaran sampah organik dan pembuangan sembarangan masih menjadi kebiasaan umum, padahal hal ini berdampak negatif terhadap lingkungan dan kualitas udara setempat.
Merespons situasi ini, Kelompok Sub Topik Pengolahan Sampah — Alipa, Desi, Aisy, Akram, Qai, Alid mengadakan kegiatan "Edukasi & Workshop Maggot" yang bertujuan memperkenalkan teknologi alternatif dalam mengelola sampah organik rumah tangga. Program ini mengenalkan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi inovatif yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga berpotensi memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat.
Dalam workshop ini, peserta sebagian besar ibu rumah tangga yang merupakan garis depan pengelolaan sampah rumah tangga diberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik. Melalui sesi edukasi yang interaktif, peserta belajar bahwa sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berharga melalui proses budidaya maggot BSF. Lebih dari sekedar teori, Kelompok Sub Topik Pengolahan Sampah juga memberikan praktik langsung dalam membuat biopond, sebuah media sederhana dan terjangkau untuk membudidayakan maggot yang dapat dibuat dan dirawat oleh warga secara mandiri di rumah mereka.
Antusiasme peserta sangat tinggi, ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan praktis tentang teknis budidaya, perawatan maggot, dan bagaimana hasil olahan maggot dapat menjadi sumber penghasilan tambahan. Respons positif ini menunjukkan bahwa masyarakat terbuka terhadap solusi baru dan siap untuk mengubah kebiasaan mereka asal diberikan pengetahuan dan keterampilan yang tepat.
Program pengelolaan sampah ini sejalan dengan komitmen global terhadap pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya dalam mengurangi praktik pembakaran sampah yang menciptakan emisi karbon, memanfaatkan limbah organik menjadi produk bernilai tambah, dan membangun komunitas yang lebih sadar lingkungan. Dengan implementasi budidaya maggot BSF di tingkat rumah tangga, diharapkan terjadi perubahan perilaku masyarakat yang lebih bertanggung jawab dalam mengelola limbah rumah tangga mereka.
PENANGGULANGAN KEMISKINAN
Kemiskinan merupakan masalah struktural yang kompleks dan tidak dapat diatasi melalui pendekatan tunggal. Di Dusun Cikawung, ketika Kelompok Sub Topik Penanganan Kemiskinan — Reva, Anisa, Naila, Lulu, Bella, Ariq melakukan survei dan identifikasi kebutuhan masyarakat, ditemukan bahwa salah satu akar permasalahan kemiskinan adalah kurangnya akses informasi masyarakat tentang pentingnya pendidikan serta program-program bantuan pendidikan yang tersedia dari pemerintah. Banyak orang tua tidak menyadari bahwa ada berbagai dukungan finansial yang dapat membantu mereka menyekolahkan anak-anak, dan banyak anak yang putus sekolah bukan semata-mata karena tidak mau sekolah, melainkan karena kendala ekonomi dan ketidaktahuan tentang bantuan yang tersedia.
Merespons temuan tersebut, Kelompok Sub Topik Penanganan Kemiskinan mengadakan talkshow dengan judul "Lentera Asa: Pendidikan untuk Masa Depan Bersinar" sebagai upaya edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Talkshow ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan dan membuka akses informasi tentang program-program bantuan pendidikan yang dapat mereka manfaatkan.
Program talkshow menghadirkan dua narasumber dengan latar belakang yang berbeda namun sama-sama relevan. Pertama, Teh Resi, seorang pengusaha muda asal Dusun Cikawung yang berhasil membangun usahanya sendiri (CV. Tamara Agro Indonesia). Melalui kisah pribadinya, Teh Resi berbagi tentang perjalanan pendidikannya yang penuh tantangan—siapa saja yang mendukungnya saat itu, masa-masa sulit yang harus dihadapi, dan yang paling penting, bagaimana pendidikan memainkan peran krusial dalam kesuksesannya. Tidak hanya berbagi motivasi inspiratif, Teh Resi juga memberikan perspektif pragmatis tentang keseimbangan antara pendidikan formal dan kerja keras dalam meraih kesuksesan. Kehadiran narasumber lokal seperti ini sangat penting karena anak-anak dan orang tua dapat melihat contoh nyata dari orang yang berasal dari komunitas yang sama, sehingga mereka dapat membayangkan kemungkinan mereka sendiri untuk sukses melalui pendidikan.
Narasumber kedua adalah Bapak Syarif, selaku Kepala Kasi Kesejahteraan Desa Margaluyu, yang memberikan informasi praktis dan administratif tentang program-program yang tersedia. Bapak Syarif memaparkan secara detail tentang berbagai bentuk bantuan pendidikan dan beasiswa yang dapat diakses oleh warga, mulai dari bantuan siswa miskin, kartu Indonesia pintar, hingga beasiswa dari berbagai lembaga dan kementerian. Ia juga menjelaskan alur pengajuan untuk setiap program, kendala-kendala yang sering dihadapi warga dalam proses pengajuan, serta program-program khusus dari desa itu sendiri. Informasi kontak dan penawaran pendampingan lanjutan juga disampaikan sehingga warga tidak hanya mendapatkan informasi tetapi juga tahu kepada siapa mereka harus menghubungi untuk bantuan lebih lanjut.
Sesi tanya jawab yang berlangsung setelah presentasi menunjukkan antusiasme dan kebutuhan nyata dari masyarakat akan informasi semacam ini. Banyak pertanyaan praktis yang diajukan mulai dari detail syarat-syarat pengajuan, estimasi bantuan yang dapat diterima, hingga bagaimana mengatasi kendala administratif. Respons aktif peserta ini membuktikan bahwa program talkshow ini tepat sasaran dan menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Sebagai penutup, kedua narasumber menyampaikan pesan bersama yang sangat bermakna bahwa orang tua harus mulai hari ini, hari Minggu, untuk memberikan dukungan kepada anak-anak mereka dalam hal pendidikan. Pesan ini adalah ajakan konkret untuk bertindak, bukan sekadar inspirasi yang hilang begitu acara selesai.
Talkshow "Lentera Asa: Pendidikan untuk Masa Depan Bersinar" mencerminkan pemahaman mendalam tentang hubungan antara pendidikan dan kemiskinan. Program ini bukan hanya memberikan informasi, tetapi juga berusaha mengubah perspektif dan mindset masyarakat tentang pentingnya pendidikan dalam memutus siklus kemiskinan. Dengan membuka akses informasi tentang program-program yang tersedia, diharapkan lebih banyak anak dapat melanjutkan pendidikan mereka dan keluarga mereka dapat terlepas dari jeratan kemiskinan.
LITERASI INFORMASI
Rendahnya minat baca di kalangan anak usia sekolah dasar tetap menjadi tantangan tersendiri dalam membangun budaya literasi nasional. Di Dusun Cikawung, fenomena ini juga terlihat dengan jelas, dimana banyak anak yang kurang tertarik untuk membaca dan mengakses informasi melalui buku. Padahal, kebiasaan membaca sejak dini merupakan pondasi penting untuk perkembangan kognitif, imajinasi, dan kemampuan akademis anak di masa depan.
Menyadari urgensi masalah ini, Kelompok Sub Topik Literasi dan Informasi — Fadya, Najwa, Khansa, Syifa, Zahra, Steven, merumuskan program "Cerdas Mengulas Buku" sebagai inisiatif untuk meningkatkan minat baca sekaligus mengasah kemampuan analisis dan komunikasi anak-anak. Program ini dirancang tidak hanya untuk mengenalkan anak pada dunia buku, tetapi juga melatih mereka untuk memahami isi bacaan secara mendalam dan mampu mengungkapkan pemahaman mereka dengan cara mereka sendiri.
Sebelum kegiatan utama dilaksanakan, mahasiswa KKN terlebih dahulu memberikan pembekalan kepada peserta didik tentang cara-cara efektif dalam mengulas buku. Peserta diajarkan tentang cara mengidentifikasi elemen-elemen penting dalam sebuah buku seperti tokoh, latar, dan alur cerita. Mereka juga belajar untuk menemukan pesan moral yang terkandung dalam cerita dan mengembangkan kemampuan mereka dalam memberikan penilaian pribadi terhadap bacaan mereka. Pembekalan ini sangat penting untuk mempersiapkan peserta agar dapat mengikuti kegiatan lomba mengulas buku dengan percaya diri.
Pada hari pelaksanaan, kegiatan lomba mengulas buku dilakukan dengan format presentasi dari setiap peserta. Dalam momen ini, anak-anak diberi kesempatan emas untuk tampil di depan teman-temannya dan menyampaikan ulasan mengenai buku yang telah mereka baca. Keberanian dan antusiasme yang ditunjukkan anak-anak merupakan salah satu pencapaian yang paling bermakna dari program ini. Mereka tidak hanya menceritakan isi buku secara sederhana, tetapi juga menunjukkan pemahaman mereka tentang pesan moral, karakter tokoh, dan bahkan memberikan penilaian pribadi mereka tentang buku tersebut.
Program ini diselipkan dengan kegiatan games dan aktivitas pendinginan otak untuk menjaga semangat dan energi peserta, mengingat kegiatan akademik yang cukup intensif. Aspek yang tidak kalah penting adalah bahwa setiap anak mendapatkan umpan balik dari fasilitator mengenai performa mereka, sehingga mereka dapat terus mengembangkan kemampuan literasi mereka.
Dampak jangka panjang yang diharapkan dari program "Cerdas Mengulas Buku" adalah peningkatan minat baca anak-anak, pertumbuhan kepercayaan diri mereka dalam berkomunikasi, dan peningkatan kemampuan literasi secara keseluruhan. Program ini menjadi langkah konkret dalam mendukung Gerakan Indonesia Membaca dan berkontribusi pada pencapaian SDG 4 tentang pendidikan berkualitas.
PENUTUP
Ketiga program kerja KKN Edukasi & Workshop Maggot, Cerdas Mengulas Buku, dan Talkshow Pendidikan merepresentasikan komitmen Universitas Padjadjaran untuk bekerja sama dengan masyarakat dalam mengatasi masalah sosial yang kompleks. Melalui pendekatan yang berbasis pada kebutuhan lokal, penelusuran masalah yang mendalam, dan solusi yang terukur, mahasiswa KKN berusaha memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
Harapan besar adalah bahwa program-program ini bukan hanya bersifat temporer tetapi menjadi pemicu perubahan jangka panjang. Diharapkan masyarakat akan terus menerapkan praktek budidaya maggot dalam mengelola sampah rumah tangga mereka, anak-anak akan semakin gemar membaca dan mengembangkan kemampuan literasi mereka, dan yang paling penting, orang tua akan semakin sadar akan pentingnya pendidikan dan berani mengambil langkah untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan akses pendidikan yang layak. Perubahan sosial memang membutuhkan waktu dan komitmen berkelanjutan, namun dengan dukungan dari masyarakat lokal, pemerintah desa, dan institusi pendidikan, pasti ada harapan untuk masa depan Dusun Cikawung yang lebih cerah dan sejahtera.
Mahasiswa:
Steven Mangaraja Situmeng / 120104230044 / Ekonomi dan Bisnis, , Akram Aydin Shadiq Adnan / 120404230007 / Ekonomi dan Bisnis, , Muhammad Qaisha Rosyada / 140310240040 / Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, , Lu'Lu' Qurrota 'Aini / 140310240066 / Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, , Najwa Mayang Dayatri / 140310240066 / Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, , Aisy Azalia Vega / 180110230032 / Ilmu Budaya , , Ahmad Alid Zawaya Muhsin / 180410230092 / Ilmu Budaya, , Khansa Puteri Zahrania / 180510230003 / Ilmu Budaya , , Naila Azizah Andriani / 190110240127 / Psikologi, , Fadya Saofayuro / 190110240130 / Psikologi, , Anisa Destiana Putri / 21030240057 / Ilmu Komunikasi, , Mahira Reva Dylana Putri / 210610240029 / Ilmu Komunikasi, , Ariq Muhammad Nazhif / 210610240097 / Ilmu Komunikasi, , Syifa Indriansyah / 210810230091 / Ilmu Komunikasi, , Desi Anggraeni Dianti / 230204230026 / Perikanan dan Ilmu Kelautan, , Alipa Zaria Sopa / 280204240034 / Sekolah Vokasi, , ZAHRA JASMINE DJELYTA / 280504240033 / Sekolah Vokasi, , Pratiwi Ayu Sabila / 280904240092 / Sekolah Vokasi
Menanamkan Minat Baca Sejak Dini: Aksi Literasi Kreatif Mahasiswa KKN Unpad di PAUD TAAM Nurul Huda
- Kelompok 11 KKN Desa Mekargalih
- Mekargalih, Ciranjang, Cianjur, Jawa barat
- Eka Afrima Sari, S.Kep.,Ners.,M.Kep.
- Agustus · 2025/2026 Genap
- 20 mahasiswa
1) No Poverty
4) Quality Education
17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi
Dalam menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Padjadjaran, Kelompok 11 KKN Desa Mekargalih, Kec. Ciranjang, Kab. Cianjur mengadakan kegiatan edukasi dan stimulasi literasi kreatif kepada siswa-siswi di PAUD TAAM Nurul Huda, Desa Mekargalih, pada Kamis, 16 Juli 2026. Kegiatan yang diikuti oleh 25 peserta didik ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca sejak dini serta menciptakan suasana belajar yang interaktif, aman, dan menyenangkan bagi anak-anak usia dini.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya merawat minat baca anak sejak usia dini. Selama ini, pembelajaran literasi sering kali berlangsung secara kaku sehingga anak-anak kurang tertarik untuk berinteraksi dengan buku, padahal menumbuhkan kegemaran membaca tidak selalu memerlukan fasilitas yang mewah, tetapi dapat diwujudkan melalui konsistensi, kehangatan, serta metode pendampingan yang tepat dan adaptif dari lingkungan sekitar. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN merancang kegiatan yang tidak hanya memperkenalkan buku kepada anak, tetapi juga mendorong mereka untuk memahami, mengolah, dan mengekspresikan kembali isi cerita melalui aktivitas yang disesuaikan dengan karakteristik dan tahap perkembangan anak usia dini.
Rangkaian kegiatan dilakukan secara terstruktur dalam tiga tahap yang saling berkaitan. Dimulai dari pembangunan keterikatan emosional, untuk menciptakan rasa aman dan kesiapan belajar, dilanjutkan dengan simulasi kognitif dengan membaca nyaring untuk memantik imajinasi dan rasa ingin tahu melalui media visual dan artikulasi ekspresif. Setelah itu, anak-anak mengikuti kegiatan sensory play dengan membentuk playdough menjadi berbagai objek yang terdapat dalam cerita. Aktivitas tersebut menjadi sarana bagi anak untuk mengekspresikan kembali pemahamannya terhadap cerita sekaligus melatih kreativitas dan motorik halus.
Dari pelaksanaan kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya terlibat sebagai penerima materi, tetapi juga aktif merespons cerita, berinteraksi dengan pendamping, serta menghasilkan karya melalui kegiatan sensory play. Capaian kegiatan meliputi 20 anak yang mengikuti rangkaian kegiatan, 2 guru yang terlibat dalam pendampingan, serta 20 lebih karya playdough yang dihasilkan oleh peserta.
Selain berinteraksi langsung dengan anak-anak, tim mahasiswa KKN Unpad juga secara tidak langsung menyerahkan prototype metode pengajaran interaktif ini kepada para guru di PAUD TAAM Nurul Huda. Penyerahan prototype ini bertujuan agar para tenaga pendidik memiliki panduan dan referensi metode pembelajaran baru ya dapat terus diterapkan dalam menghidupkan suasana kelas sehari-hari secara berkelanjutan.
“Anak-anak terlihat lebih bersemangat karena bertemu dengan kakak-kakak baru. Mungkin mereka juga merasa senang karena mendapatkan suasana dan pengalaman yang berbeda dari kegiatan sehari-hari bersama guru” ujar Ibu Ela, selaku tenaga pendidik PAUD TAAM Nurul Huda.
Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui upaya menciptakan pengalaman belajar yang inklusif, interaktif, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Pada tingkat lokal, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk penguatan ekosistem literasi anak usia dini di Desa Mekargalih melalui kolaborasi antara mahasiswa, tenaga pendidik, dan lingkungan pendidikan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unpad Kelompok 11 Desa Mekargalih tidak hanya menghadirkan aktivitas literasi dalam bentuk kegiatan satu kali, tetapi juga meninggalkan aktivitas literasi dalam bentuk kegiatan satu kali, tetapi juga meninggalkan metode dan prototype yang dapat dimanfaatkan oleh guru setelah program KKN berakhir. Dengan keterlibatan aktif mahasiswa dan guru, diharapkan tercipta ruang belajar yang aman bagi anak-anak untuk berekspresi sekaligus menumbuhkan ketertarikan mereka terhadap buku dan aktivitas literasi sejak usia dini.
Mahasiswa:
Steven Nobel Parluhutan Simarmata, S.M. Riziq Almahdhar, Sava Amirah Azmi, Trifena Claudya Marsinar Sidabutar, Zahra Mumtaz, Raisa Anjani, Aliya Muksin, Jasmine Nuraulia Putri, Aida Nur Rasyidah, Alleydia Salsabila Safinatunnajah, Ananda Tri Yuliana, Alya Arsyliani Rahmania Nugraha, Muhammad Rexy Andra, Blesstya Jaselia Christangel Merfol, Michelle Antonieta, Ibrahim Ash Shiddiq, Aushaf Adil Fathin, Rifqi Savero Arfiansyah, Muhammad Hafizd, Nandhita Maheswari.
