Gallery aksi sosial

Galeri Aksi Sosial Unpad

Menampilkan 447 kegiatan

KKN Unpad

KKN UNPAD Kembangkan Wisata Pantai dan Literasi Keuangan Karangsari

  • KKNM 36 Karangsari
  • Karangsari, Pakenjeng, Garut, Jawa Barat
  • Dr. In In Hanidah, S.TP., M.Si.
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 6 mahasiswa
Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 8 8) Decent Work and Economic Growth
Baca deskripsi

GARUT – Dalam rangka melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM), Mahasiswa Universitas Padjadjaran Kelompok 36 mengadakan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Karangsari, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, yang mencakup pendidikan literasi keuangan untuk pelajar hingga upaya pengembangan potensi wisata bahari setempat.

Kegiatan dimulai dengan Sosialisasi Literasi Keuangan di SMP Islam Terpadu (IT) Karangsari pada Kamis (30/7/2026). Kegiatan diikuti oleh 13 siswa kelas IX. Selama sesi, siswa mempelajari manfaat literasi keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan, menentukan prioritas pengeluaran, memahami kebiasaan belanja, dan mengelola uang saku dengan baik. Melalui pendekatan yang interaktif, siswa diajak memahami pentingnya perencanaan keuangan sederhana agar terhindar dari kebiasaan konsumtif yang tidak diperlukan, dan semangat mereka terlihat selama sesi kuis berlangsung.

Selain pendidikan literasi keuangan, Kelompok 36 KKNM juga memperhatikan potensi wisata bahari di Desa Karangsari, khususnya Pantai Cicalengka dan Pantai Pelabuhan Cimari Muara. Mahasiswa melakukan observasi dan wawancara dengan 9 warga setempat untuk menggali informasi tentang potensi, kondisi, dan harapan masyarakat mengenai pengembangan kedua pantai tersebut. Dari hasil observasi, diketahui bahwa keduanya memiliki keindahan alam dan pemandangan matahari terbenam (sunset) yang menjadi daya tarik utama, meskipun akses menuju Pantai Cicalengka masih sulit untuk kendaraan roda empat, berbeda dengan akses menuju Pantai Pelabuhan Cimari Muara yang sudah baik dan mudah dijangkau.

Berbekal temuan tersebut, mahasiswa membuat dan memasang identitas Pantai Pelabuhan Cimari Muara pada Sabtu (1/8/2026), berupa banner penunjuk arah dan banner papan informasi, dengan bantuan dari Ketua Rukun Nelayan setempat, Pak Mahmud. Banner penunjuk arah dibuat untuk memudahkan pengunjung menemukan lokasi pantai, sedangkan banner papan informasi berisi identitas dan gambaran umum tentang Pantai Pelabuhan Cimari Muara, sehingga hasilnya bisa langsung dimanfaatkan dan dirawat oleh masyarakat setempat.

Perwakilan Kelompok 36 KKNM menyatakan bahwa rangkaian kegiatan ini telah membuahkan hasil yang konkret bagi masyarakat Desa Karangsari. Pada sektor pendidikan, sosialisasi literasi keuangan berhasil meningkatkan pemahaman 13 siswa kelas IX SMP IT Karangsari mengenai pengelolaan uang saku dan perencanaan keuangan sederhana, yang terlihat dari antusiasme mereka menjawab sesi kuis hingga akhir kegiatan. Sementara itu, di sektor pariwisata, pemasangan banner penunjuk arah dan papan informasi di Pantai Pelabuhan Cimari Muara telah rampung dan langsung dapat dimanfaatkan oleh pengunjung maupun dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat, khususnya kelompok nelayan di bawah koordinasi Pak Mahmud. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa program KKNM Kelompok 36 tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga meninggalkan dampak nyata dan berkelanjutan bagi Desa Karangsari, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pengembangan wisata bahari, termasuk harapan perbaikan akses jalan menuju Pantai Cicalengka di masa mendatang.

Mahasiswa:

Adya Xena Kanahaya - Bahasa Budaya Tiongkok 2024, Dea Syafiya Al Faaz - Psikologi 2024, Hasanudin Yahya - Jurnalistik 2024, Nakeisya Nasywa Filia - Manajemen Produksi Media 2024, Risty Indah Ramadhini - Akuntansi Perpajakan 2023, Timotius Andito Lintang Pradipta - Teknologi Industri Pertanian 2023

KKN Unpad

Tingkatkan Literasi Dasar dan Daya Kritis, Mahasiswa Ajak 38 Siswa SDN Sirnagalih 01 "Cerdas Mengulas Buku"

  • Kelompok 11 KKN Desa Mekargalih
  • Mekargalih, Ciranjang, Cianjur, Jawa barat
  • Eka Afrima Sari, S.Kep.,Ners.,M.Kep.
  • Januari · 2024/2025 Ganjil
  • 20 mahasiswa
Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 10 10) Reduced Inequality Ikon SDG 17 17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi

Antusiasme dan gelak tawa mewarnai suasana ruang kelas 3 SDN Sirnagalih 01 pada Kamis pagi (23/07/2026). Sebanyak 38 peserta didik berkumpul untuk mengikuti program interaktif bertajuk “Cerdas Mengulas Buku” yang digagas oleh tim mahasiswa KKN Universitas Padjadjaran Kelompok 11 Desa Mekargalih. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah nyata dalam mengasah serta memperkuat kemampuan membaca pemahaman para siswa sejak tingkat dasar.
Pendidikan tingkat sekolah dasar merupakan fase paling krusial dalam membangun fondasi akademik anak. Berdasarkan pengamatan awal, sebagian besar siswa kelas 3 di SDN Sirnagalih 01 sejatinya telah memiliki keterampilan membaca secara teknis, mereka mulai lancar mengeja kata dan melafalkan kalimat. Namun, tantangan besar muncul ketika mereka diminta untuk memahami dan mengolah informasi dari bacaan yang telah dibaca.
Banyak siswa masih mengalami kesulitan ketika diminta untuk merangkum informasi dasar, menarik kesimpulan sederhana, maupun menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis yang berkaitan dengan isi teks, padahal kemampuan membaca pemahaman merupakan kompetensi inti yang menjadi pintu utama bagi siswa untuk menyerap berbagai cabang ilmu pengetahuan lainnya. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN merancang kegiatan yang tidak hanya mengajak siswa membaca, tetapi juga membantu mereka memahami, mengidentifikasi dan mengekspresikan kembali gagasan dari bacaan aktivitas yang lebih interaktif.
Kegiatan di awali pada pukul 08.00 WIB dengan sesi ice-breaking untuk mencairkan suasana dan membakar semangat anak-anak. Selanjutnya, tim mahasiswa membagikan berbagai jenis buku cerita bergambar yang telah dipilih berdasarkan kesesuaian dengan tingkat perkembangan dan minat siswa kelas 3 SD.
Rangkaian kegiatan pendampingan ini terbagi menjadi tiga tahap utama. Tahap pertama, siswa diberikan waktu khusus untuk membaca buku pilihan mereka. Pada tahap ini, mahasiswa mendampingi siswa dalam kelompok-kelompok kecil untuk membantu memahami kosakata baru, mengidentifikasi informasi dalam cerita, serta memastikan siswa mengikuti alur bacaan. Tahap kedua, siswa diberikan lembar kerja visual yang menarik untuk membantu mereka menuangkan pemahaman terhadap bacaan ke dalam ulasan sederhana. Mahasiswa mendampingi siswa dalam mengidentifikasi beberapa unsur penting dalam cerita, meliputi (1) tokoh, (2) alur cerita, dan (3) pesan moral. Tahap ketiga, beberapa siswa diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil ulasan buku mereka di depan kelas. Pada sesi ini, mahasiswa memberikan apresiasi serta mengajukan pertanyaan pemantik untuk mendorong keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat dan pemahamannya terhadap bacaan.
Selama kegiatan berlangsung, seluruh 38 siswa terlibat dalam rangkaian membaca, mengisi lembar ulasan, dan berdiskusi mengenai cerita yang dipilih. Pendampingan dalam kelompok kecil juga memungkinkan mahasiswa memberikan bantuan secara lebih dan langsung kepada siswa yang mengalami kesulitan memahami isi bacaan.
Pelaksanaan program ini memberikan gambaran riil mengenai peta kemampuan literasi anak. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih membutuhkan pendampingan dalam mengolah informasi dari bacaan. Beberapa siswa belum sepenuhnya mampu menyelesaikan lembar ulasan secara mandiri tanpa arahan, sementara sebagian lainnya masih terlihat malu atau ragu ketika diminta menyampaikan pemahamannya di depan kelas. Temuan tersebut menjadi catatan bahwa penguatan literasi membutuhkan proses yang berkelanjutan, bukan hanya melalui satu kali kegiatan.
Di sisi lain, kegiatan menunjukkan respon positif dari siswa. Mereka terlihat antusias ketika diberikan kesempatan memilih buku, berdiskusi mengenai cerita dan mempresentasikan hasil pemahamannya. Aktivitas tersebut juga memberikan ruang bagi siswa untuk berlatih menyampaikan pendapat secara sederahan di hadapan teman-temannya.
KEgiatan “Cerdas Mengulas Buku” juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui upaya mendukung peningkatan kemampuan literasi dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih inklusif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi langsung dalam memperkuat ekosistem literasi di lingkungan sekolah dasar Desa Mekargalih.
Program ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan pola membaca yang tidak berhenti pada kemampuan melafalkan tulisan, tetapi berlanjut pada kemampuan memahami, mengolah, dan mengomunikasikan kembali informasi. Dengan pendampingan yang konsisten dari guru dan lingkungan sekolah, keterampilan tersebut diharapkan dapat terus berkembang dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.

Mahasiswa:

Steven Nobel Parluhutan Simarmata, S.M. Riziq Almahdhar, Sava Amirah Azmi, Trifena Claudya Marsinar Sidabutar, Zahra Mumtaz, Raisa Anjani, Aliya Muksin, Jasmine Nuraulia Putri, Aida Nur Rasyidah, Alleydia Salsabila Safinatunnajah, Ananda Tri Yuliana, Alya Arsyliani Rahmania Nugraha, Muhammad Rexy Andra, Blesstya Jaselia Christangel Merfol, Michelle Antonieta, Ibrahim Ash Shiddiq, Aushaf Adil Fathin, Rifqi Savero Arfiansyah, Muhammad Hafizd, Nandhita Maheswari.

KKN Unpad

KKNM Unpad 36 Kenalkan Edukasi Sampah dan Biopori di Karangsari

  • KKNM 36 Karangsari
  • Karangsari, Pakenjeng, Garut, Jawa Barat
  • Dr. In In Hanidah, S.TP., M.Si.
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 6 mahasiswa
Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 6 6) Clean Water and Sanitation Ikon SDG 11 11) Sustainable Cities and Communities Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production
Baca deskripsi

GARUT - Dalam rangka melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM), Mahasiswa Universitas Padjadjaran Kelompok 36 menyelenggarakan program Optimalisasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga melalui Edukasi Pemilahan Sampah dan Pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) di Desa Karangsari, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut. Program ini dilaksanakan melalui dua kegiatan utama, yaitu praktik pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) bersama masyarakat di Kampung Cigeubang serta edukasi pengelolaan sampah kepada siswa kelas VI SDN 2 Karangsari sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Kegiatan praktik pembuatan Lubang Resapan Biopori di Kampung Cigeubang yang dilaksanakan pada hari Kamis, 23 Juli 2026 diikuti oleh 25 warga. Kelompok 36 KKNM UNPAD bersama masyarakat membuat 2 titik Lubang Resapan Biopori (LRB) yang diisi menggunakan sampah organik, seperti daun kering dan sisa bahan organik rumah tangga, kemudian ditambahkan larutan EM4 aktif untuk membantu mempercepat proses dekomposisi. Kemudian pada hari Jumat, 31 Juli 2026 membuat 1 titik di Kampung Babakan Kiara. Melalui praktik ini, masyarakat diperkenalkan cara sederhana mengolah sampah organik agar dapat mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan daya resap air ke dalam tanah.

Selain pendampingan kepada masyarakat, Kelompok 36 KKNM juga melaksanakan edukasi pengelolaan sampah kepada 34 siswa kelas VI SDN 2 Karangsari yang dilaksanakan pada hari Jumat, 24 Juli 2026. Dalam kegiatan tersebut, siswa dikenalkan pada empat kategori sampah, yaitu organik, anorganik, Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), serta residu, disertai penjelasan mengenai penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, subtema pengelolaan sampah KKNM 36 mengajak siswa mengikuti permainan edukatif SIPIL (Siap Pilah Sampah), yaitu permainan memilah sampah sesuai kategorinya, kemudian dilanjutkan dengan kuis pengetahuan mengenai pengelolaan sampah. Antusiasme siswa terlihat dari partisipasi aktif mereka selama mengikuti permainan dan mampu mengelompokkan berbagai jenis sampah dengan benar.

Perwakilan Kelompok 36 KKNM Unpad menyampaikan bahwa program ini dirancang berdasarkan hasil observasi yang menunjukkan masih rendahnya praktik pemilahan sampah serta masih adanya kebiasaan membakar dan membuang sampah sembarangan di Desa Karangsari. Oleh karena itu, kegiatan edukasi dan praktik biopori diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik di lingkungan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKNM Universitas Padjadjaran Kelompok 36 berhasil memberikan edukasi kepada 34 siswa sekolah dasar, melibatkan 25 warga dalam praktik pengelolaan sampah organik, serta membangun 3 titik Lubang Resapan Biopori (LRB) sebagai sarana pengolahan sampah organik yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui pendidikan lingkungan, SDG 6 (Clean Water and Sanitation) melalui penerapan Lubang Resapan Biopori, SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui penguatan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat, serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui penerapan pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga.

Mahasiswa:

Keisya Shabira Maharani - Teknik Pertanian 2023, Miranda Novelia Tiany - Biologi 2023, Muhammad Ihsanul Humam - Pariwisata Baharani 2023, Naila Rana Aqilah - Jurnalistik 2023, Naila Prelimia Putri - Psikologi 2024, Rehan Dwi Nugraha - Fisika 2024

KKN Unpad

Tingkatkan Literasi Dasar dan Daya Kritis, Mahasiswa Ajak 38 Siswa SDN Sirnagalih 01 "Cerdas Mengulas Buku"

  • Kelompok 11 KKN Desa Mekargalih
  • Mekargalih, Ciranjang, Cianjur, Jawa barat
  • Eka Afrima Sari, S.Kep.,Ners.,M.Kep.
  • Januari · 2024/2025 Ganjil
  • 20 mahasiswa
Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 10 10) Reduced Inequality Ikon SDG 17 17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi

Antusiasme dan gelak tawa mewarnai suasana ruang kelas 3 SDN Sirnagalih 01 pada Kamis pagi (23/07/2026). Sebanyak 38 peserta didik berkumpul untuk mengikuti program interaktif bertajuk “Cerdas Mengulas Buku” yang digagas oleh tim mahasiswa KKN Universitas Padjadjaran Kelompok 11 Desa Mekargalih. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah nyata dalam mengasah serta memperkuat kemampuan membaca pemahaman para siswa sejak tingkat dasar.
Pendidikan tingkat sekolah dasar merupakan fase paling krusial dalam membangun fondasi akademik anak. Berdasarkan pengamatan awal, sebagian besar siswa kelas 3 di SDN Sirnagalih 01 sejatinya telah memiliki keterampilan membaca secara teknis, mereka mulai lancar mengeja kata dan melafalkan kalimat. Namun, tantangan besar muncul ketika mereka diminta untuk memahami dan mengolah informasi dari bacaan yang telah dibaca.
Banyak siswa masih mengalami kesulitan ketika diminta untuk merangkum informasi dasar, menarik kesimpulan sederhana, maupun menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis yang berkaitan dengan isi teks, padahal kemampuan membaca pemahaman merupakan kompetensi inti yang menjadi pintu utama bagi siswa untuk menyerap berbagai cabang ilmu pengetahuan lainnya. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN merancang kegiatan yang tidak hanya mengajak siswa membaca, tetapi juga membantu mereka memahami, mengidentifikasi dan mengekspresikan kembali gagasan dari bacaan aktivitas yang lebih interaktif.
Kegiatan di awali pada pukul 08.00 WIB dengan sesi ice-breaking untuk mencairkan suasana dan membakar semangat anak-anak. Selanjutnya, tim mahasiswa membagikan berbagai jenis buku cerita bergambar yang telah dipilih berdasarkan kesesuaian dengan tingkat perkembangan dan minat siswa kelas 3 SD.
Rangkaian kegiatan pendampingan ini terbagi menjadi tiga tahap utama. Tahap pertama, siswa diberikan waktu khusus untuk membaca buku pilihan mereka. Pada tahap ini, mahasiswa mendampingi siswa dalam kelompok-kelompok kecil untuk membantu memahami kosakata baru, mengidentifikasi informasi dalam cerita, serta memastikan siswa mengikuti alur bacaan. Tahap kedua, siswa diberikan lembar kerja visual yang menarik untuk membantu mereka menuangkan pemahaman terhadap bacaan ke dalam ulasan sederhana. Mahasiswa mendampingi siswa dalam mengidentifikasi beberapa unsur penting dalam cerita, meliputi (1) tokoh, (2) alur cerita, dan (3) pesan moral. Tahap ketiga, beberapa siswa diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil ulasan buku mereka di depan kelas. Pada sesi ini, mahasiswa memberikan apresiasi serta mengajukan pertanyaan pemantik untuk mendorong keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat dan pemahamannya terhadap bacaan.
Selama kegiatan berlangsung, seluruh 38 siswa terlibat dalam rangkaian membaca, mengisi lembar ulasan, dan berdiskusi mengenai cerita yang dipilih. Pendampingan dalam kelompok kecil juga memungkinkan mahasiswa memberikan bantuan secara lebih dan langsung kepada siswa yang mengalami kesulitan memahami isi bacaan.
Pelaksanaan program ini memberikan gambaran riil mengenai peta kemampuan literasi anak. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih membutuhkan pendampingan dalam mengolah informasi dari bacaan. Beberapa siswa belum sepenuhnya mampu menyelesaikan lembar ulasan secara mandiri tanpa arahan, sementara sebagian lainnya masih terlihat malu atau ragu ketika diminta menyampaikan pemahamannya di depan kelas. Temuan tersebut menjadi catatan bahwa penguatan literasi membutuhkan proses yang berkelanjutan, bukan hanya melalui satu kali kegiatan.
Di sisi lain, kegiatan menunjukkan respon positif dari siswa. Mereka terlihat antusias ketika diberikan kesempatan memilih buku, berdiskusi mengenai cerita dan mempresentasikan hasil pemahamannya. Aktivitas tersebut juga memberikan ruang bagi siswa untuk berlatih menyampaikan pendapat secara sederahan di hadapan teman-temannya.
KEgiatan “Cerdas Mengulas Buku” juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui upaya mendukung peningkatan kemampuan literasi dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih inklusif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi langsung dalam memperkuat ekosistem literasi di lingkungan sekolah dasar Desa Mekargalih.
Program ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan pola membaca yang tidak berhenti pada kemampuan melafalkan tulisan, tetapi berlanjut pada kemampuan memahami, mengolah, dan mengomunikasikan kembali informasi. Dengan pendampingan yang konsisten dari guru dan lingkungan sekolah, keterampilan tersebut diharapkan dapat terus berkembang dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.

Mahasiswa:

Steven Nobel Parluhutan Simarmata, S.M. Riziq Almahdhar, Sava Amirah Azmi, Trifena Claudya Marsinar Sidabutar, Zahra Mumtaz, Raisa Anjani, Aliya Muksin, Jasmine Nuraulia Putri, Aida Nur Rasyidah, Alleydia Salsabila Safinatunnajah, Ananda Tri Yuliana, Alya Arsyliani Rahmania Nugraha, Muhammad Rexy Andra, Blesstya Jaselia Christangel Merfol, Michelle Antonieta, Ibrahim Ash Shiddiq, Aushaf Adil Fathin, Rifqi Savero Arfiansyah, Muhammad Hafizd, Nandhita Maheswari.

KKN Unpad

Tingkatkan Literasi Dasar dan Daya Kritis, Mahasiswa Ajak 38 Siswa SDN Sirnagalih 01 "Cerdas Mengulas Buku"

  • Kelompok 11 KKN Desa Mekargalih
  • Mekargalih, Ciranjang, Cianjur, Jawa barat
  • Eka Afrima Sari, S.Kep.,Ners.,M.Kep.
  • Januari · 2024/2025 Ganjil
  • 20 mahasiswa
Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 10 10) Reduced Inequality Ikon SDG 17 17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi

Antusiasme dan gelak tawa mewarnai suasana ruang kelas 3 SDN Sirnagalih 01 pada Kamis pagi (23/07/2026). Sebanyak 38 peserta didik berkumpul untuk mengikuti program interaktif bertajuk “Cerdas Mengulas Buku” yang digagas oleh tim mahasiswa KKN Universitas Padjadjaran Kelompok 11 Desa Mekargalih. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah nyata dalam mengasah serta memperkuat kemampuan membaca pemahaman para siswa sejak tingkat dasar.
Pendidikan tingkat sekolah dasar merupakan fase paling krusial dalam membangun fondasi akademik anak. Berdasarkan pengamatan awal, sebagian besar siswa kelas 3 di SDN Sirnagalih 01 sejatinya telah memiliki keterampilan membaca secara teknis, mereka mulai lancar mengeja kata dan melafalkan kalimat. Namun, tantangan besar muncul ketika mereka diminta untuk memahami dan mengolah informasi dari bacaan yang telah dibaca.
Banyak siswa masih mengalami kesulitan ketika diminta untuk merangkum informasi dasar, menarik kesimpulan sederhana, maupun menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis yang berkaitan dengan isi teks, padahal kemampuan membaca pemahaman merupakan kompetensi inti yang menjadi pintu utama bagi siswa untuk menyerap berbagai cabang ilmu pengetahuan lainnya. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN merancang kegiatan yang tidak hanya mengajak siswa membaca, tetapi juga membantu mereka memahami, mengidentifikasi dan mengekspresikan kembali gagasan dari bacaan aktivitas yang lebih interaktif.
Kegiatan di awali pada pukul 08.00 WIB dengan sesi ice-breaking untuk mencairkan suasana dan membakar semangat anak-anak. Selanjutnya, tim mahasiswa membagikan berbagai jenis buku cerita bergambar yang telah dipilih berdasarkan kesesuaian dengan tingkat perkembangan dan minat siswa kelas 3 SD.
Rangkaian kegiatan pendampingan ini terbagi menjadi tiga tahap utama. Tahap pertama, siswa diberikan waktu khusus untuk membaca buku pilihan mereka. Pada tahap ini, mahasiswa mendampingi siswa dalam kelompok-kelompok kecil untuk membantu memahami kosakata baru, mengidentifikasi informasi dalam cerita, serta memastikan siswa mengikuti alur bacaan. Tahap kedua, siswa diberikan lembar kerja visual yang menarik untuk membantu mereka menuangkan pemahaman terhadap bacaan ke dalam ulasan sederhana. Mahasiswa mendampingi siswa dalam mengidentifikasi beberapa unsur penting dalam cerita, meliputi (1) tokoh, (2) alur cerita, dan (3) pesan moral. Tahap ketiga, beberapa siswa diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil ulasan buku mereka di depan kelas. Pada sesi ini, mahasiswa memberikan apresiasi serta mengajukan pertanyaan pemantik untuk mendorong keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat dan pemahamannya terhadap bacaan.
Selama kegiatan berlangsung, seluruh 38 siswa terlibat dalam rangkaian membaca, mengisi lembar ulasan, dan berdiskusi mengenai cerita yang dipilih. Pendampingan dalam kelompok kecil juga memungkinkan mahasiswa memberikan bantuan secara lebih dan langsung kepada siswa yang mengalami kesulitan memahami isi bacaan.
Pelaksanaan program ini memberikan gambaran riil mengenai peta kemampuan literasi anak. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih membutuhkan pendampingan dalam mengolah informasi dari bacaan. Beberapa siswa belum sepenuhnya mampu menyelesaikan lembar ulasan secara mandiri tanpa arahan, sementara sebagian lainnya masih terlihat malu atau ragu ketika diminta menyampaikan pemahamannya di depan kelas. Temuan tersebut menjadi catatan bahwa penguatan literasi membutuhkan proses yang berkelanjutan, bukan hanya melalui satu kali kegiatan.
Di sisi lain, kegiatan menunjukkan respon positif dari siswa. Mereka terlihat antusias ketika diberikan kesempatan memilih buku, berdiskusi mengenai cerita dan mempresentasikan hasil pemahamannya. Aktivitas tersebut juga memberikan ruang bagi siswa untuk berlatih menyampaikan pendapat secara sederahan di hadapan teman-temannya.
KEgiatan “Cerdas Mengulas Buku” juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui upaya mendukung peningkatan kemampuan literasi dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih inklusif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi langsung dalam memperkuat ekosistem literasi di lingkungan sekolah dasar Desa Mekargalih.
Program ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan pola membaca yang tidak berhenti pada kemampuan melafalkan tulisan, tetapi berlanjut pada kemampuan memahami, mengolah, dan mengomunikasikan kembali informasi. Dengan pendampingan yang konsisten dari guru dan lingkungan sekolah, keterampilan tersebut diharapkan dapat terus berkembang dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.

Mahasiswa:

Steven Nobel Parluhutan Simarmata, S.M. Riziq Almahdhar, Sava Amirah Azmi, Trifena Claudya Marsinar Sidabutar, Zahra Mumtaz, Raisa Anjani, Aliya Muksin, Jasmine Nuraulia Putri, Aida Nur Rasyidah, Alleydia Salsabila Safinatunnajah, Ananda Tri Yuliana, Alya Arsyliani Rahmania Nugraha, Muhammad Rexy Andra, Blesstya Jaselia Christangel Merfol, Michelle Antonieta, Ibrahim Ash Shiddiq, Aushaf Adil Fathin, Rifqi Savero Arfiansyah, Muhammad Hafizd, Nandhita Maheswari.

KKN Unpad

Revitalisasi Taman Baca Masyarakat: Upaya Mahasiswa KKN Unpad Tumbuhkan Minat Baca Anak di Desa Karangsari, Garut

  • KKNM 36 Karangsari
  • Karangsari, Pakenjeng, Garut, Jawa Barat
  • Dr. In In Hanidah, S.TP., M.Si.
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 7 mahasiswa
Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 10 10) Reduced Inequality Ikon SDG 11 11) Sustainable Cities and Communities
Baca deskripsi

Garut — Di tengah derasnya arus informasi digital, keberadaan ruang baca masyarakat tetap memegang peran penting sebagai tempat tumbuhnya budaya literasi. Sayangnya, tidak sedikit perpustakaan desa atau Taman Baca Masyarakat (TBM) yang sudah memiliki koleksi buku, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi inilah yang menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan KKN Tematik Literasi di Desa Karangsari, Kabupaten Garut. Berangkat dari semangat menghidupkan kembali fungsi TBM sebagai ruang belajar yang aktif dan menyenangkan, mahasiswa KKN Kelompok 36 Universitas Padjadjaran melaksanakan serangkaian kegiatan yang tidak hanya berfokus pada pengelolaan buku, tetapi juga pada upaya menumbuhkan minat baca anak-anak melalui berbagai aktivitas literasi.

Program diawali dengan koordinasi bersama Pemerintah Desa Karangsari pada hari Senin (13/7/26). Kelompok subtema literasi berdiskusi dengan Kepala Desa untuk memperoleh informasi mengenai keberadaan perpustakaan desa atau TBM, kondisi pengelolaannya, serta pemanfaatan bantuan buku dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Dari hasil koordinasi tersebut, diketahui bahwa koleksi bantuan buku telah tersedia dan sempat ditempatkan di ruang pelayanan kantor desa. Karena lokasi tersebut dinilai kurang strategis, Kepala Desa menyarankan agar TBM dipindahkan ke RA Al Hidayah. Informasi inilah yang kemudian menjadi dasar penyusunan program kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan pengelolaan koleksi dan pemanfaatan ruang baca di Desa Karangsari.

Setelah memperoleh gambaran kondisi di lapangan, kegiatan dilanjutkan dengan revitalisasi koleksi dan ruang TBM pada hari Jumat (17/7/26). Mahasiswa KKN Kelompok 36 melakukan inventarisasi seluruh buku dengan mendata identitas setiap koleksi, mulai dari judul, penulis, penerbit, hingga tahun terbit, agar koleksi lebih mudah dikelola dan dimanfaatkan oleh pengunjung. Buku-buku kemudian disortir berdasarkan jenjang pembaca sehingga anak-anak dapat memilih bacaan yang sesuai dengan usia dan kemampuan mereka, sebelum disusun kembali di rak secara lebih sistematis. Ruang TBM juga ditata dan dihias agar menjadi tempat membaca yang lebih nyaman, menarik, dan ramah bagi anak-anak.

Revitalisasi ruang baca menjadi awal dari berbagai kegiatan literasi yang melibatkan peserta didik secara langsung. Di TBM RA Al Hidayah pada hari Senin (20/7/26), mahasiswa KKN mengadakan kegiatan membaca nyaring (read aloud) dan kunjungan literasi yang diikuti oleh siswa RA Al Hidayah serta MI Al Hidayah. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak menikmati cerita bersama, berinteraksi dengan buku, dan berdiskusi mengenai pesan yang terkandung dalam bacaan. Suasana belajar yang dikemas secara menyenangkan membuat anak-anak lebih antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan sekaligus mengenal TBM sebagai ruang belajar yang dapat mereka kunjungi kembali.

Semangat literasi kemudian diperluas melalui kegiatan di SDN 2 Karangsari yang berlangsung selama dua hari yaitu 22-23 Juli 2026. Pada hari pertama Rabu (22/07/26), siswa mengikuti kegiatan membaca nyaring, mengulas buku, dan membuat proyek berbasis isi buku bacaan. Aktivitas ini mendorong siswa tidak hanya memahami isi cerita, tetapi juga menghubungkan bacaan dengan kreativitas mereka sendiri. Pada hari berikutnya (23/7/26), siswa diberi kesempatan membaca buku secara mandiri, lalu mengembangkan cerita baru berdasarkan bacaan yang telah dipilih. Kegiatan ini bertujuan melatih kemampuan berpikir kreatif sekaligus mengembangkan keterampilan menulis. Beragam cerita dengan sudut pandang dan alur berbeda pun lahir dari imajinasi para siswa. Sebagai bentuk apresiasi, rangkaian kegiatan ditutup dengan lomba menulis cerita dan pemberian penghargaan kepada tiga karya terbaik, yang diharapkan menjadi motivasi bagi siswa untuk terus membaca, berimajinasi, dan berkarya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Mahasiswa KKN Tematik Literasi Universitas Padjadjaran Kelompok 36 berhasil menginventarisasi 953 koleksi buku bantuan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sebagai dasar pengelolaan TBM di Desa Karangsari. Program ini juga berhasil melibatkan 73 peserta dari siswa RA Al Hidayah dan kelas I MI Al Hidayah dalam kegiatan membaca nyaring, serta 133 siswa kelas V dan VI MI Al Hidayah dalam kegiatan kunjungan literasi ke TBM.

Kegiatan literasi di SDN 2 Karangsari turut terlaksana dengan baik melalui keterlibatan 35 siswa kelas III dalam proyek berbasis buku bacaan, serta 34 siswa kelas VI dalam kegiatan mengulas buku dan mengembangkan cerita yang diakhiri dengan lomba menulis. Secara keseluruhan, program ini menjangkau ratusan koleksi buku dan ratusan siswa di Desa Karangsari, sebuah capaian yang mencerminkan luasnya dampak kegiatan bagi penguatan budaya literasi di wilayah tersebut.

Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan budaya baca dan penguatan keterampilan literasi anak, SDG 10 (Reduced Inequalities) melalui penyediaan akses bahan bacaan yang lebih terorganisasi dan inklusif bagi masyarakat, serta SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui revitalisasi Taman Baca Masyarakat sebagai ruang belajar yang mendukung pengembangan literasi secara berkelanjutan.

Seluruh rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa penguatan budaya literasi tidak cukup dilakukan hanya dengan menyediakan buku. Ruang baca perlu dikelola dengan baik, koleksi perlu ditata agar mudah diakses, dan yang tidak kalah penting adalah menghadirkan aktivitas yang mampu membangun kedekatan anak-anak dengan buku. Melalui revitalisasi TBM, kegiatan membaca nyaring, kunjungan literasi, hingga pembelajaran kreatif berbasis buku, anak-anak memperoleh pengalaman membaca yang lebih bermakna dan menyenangkan.

Membangun budaya literasi memang merupakan proses yang memerlukan waktu dan kolaborasi dari berbagai pihak. Namun, setiap buku yang kembali tersusun rapi di rak, setiap cerita yang dibacakan, serta setiap karya yang lahir dari tangan anak-anak merupakan langkah kecil menuju masyarakat yang lebih literat. Dari TBM sederhana di Desa Karangsari, semangat membaca diharapkan terus tumbuh dan menjadi bekal bagi generasi muda untuk belajar, berkreasi, dan menghadapi tantangan masa depan. Program ini diharapkan pula dapat meningkatkan pemanfaatan TBM sebagai ruang belajar, menumbuhkan minat baca anak, serta mengembangkan kemampuan memahami bacaan, berpikir kritis, berimajinasi, dan menulis sebagai bagian dari penguatan budaya literasi di Desa Karangsari.

Mahasiswa:

Ahmad Arya Rohmatulloh - Sastra Inggris 2023, Crystal Vabian Wintani - Perpustakaan Sains dan Informasi 2023, Melfiana Rachma - Sastra Indonesia 2023, Muhammad Izdan Isbandi - Manajemen Produksi Media 2024, Rachma Meila Fathoni - Humas 2024, Rahma Alifa Khoirunnisa - Sastra Inggris 2023, Raja Syaira Sartika Mohar - Manajemen 2023

KKN Unpad

Menghidupkan Perpustakaan Cukangkawung: Dari Ruang yang Terlupakan, Kembali Menjadi Rumah Literasi

  • KKN 68 Cukangkawung
  • Cukangkawung, Sodonghilir, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Rizki Nurislaminingsih, S.Sos., MA.
  • Januari · 2024/2025 Ganjil
  • 20 mahasiswa
Ikon SDG 1 1) No Poverty Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 8 8) Decent Work and Economic Growth Ikon SDG 10 10) Reduced Inequality Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production
Baca deskripsi

Selama kurang lebih dua tahun, Perpustakaan Cukangkawung sempat berhenti menjadi bagian dari keseharian anak-anak di desa. Padahal, di tengah banyaknya aktivitas belajar, terdapat sebuah ruang yang menyimpan begitu banyak buku dan kesempatan untuk mengenal dunia lebih luas. Melalui kegiatan KKN, mahasiswa berupaya menghidupkan kembali perpustakaan tersebut, mulai dari membersihkan dan menata ruang hingga mengajak anak-anak untuk kembali mengenal dan memanfaatkannya. Kegiatan literasi kemudian dilakukan bersama siswa SD, SMP, hingga SMA di Desa Cukangkawung, dengan kegiatan membaca bersama dan membaca nyaring yang menjadi salah satu aktivitasnya. Meskipun dalam pelaksanaannya siswa SD dan SMP menjadi yang paling aktif berkunjung, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan kembali bahwa Desa Cukangkawung memiliki perpustakaan yang terbuka dan dapat dimanfaatkan sebagai ruang membaca, belajar, dan mencari pengetahuan. Dari sebuah ruang yang sempat terlupakan, kami berharap Perpustakaan Cukangkawung dapat kembali menjadi rumah bagi literasi tempat di mana buku kembali dibuka, rasa ingin tahu kembali tumbuh, dan anak-anak kembali menemukan dunia mereka melalui membaca.

Mahasiswa:

Bryan Joseph Panjaitan: 120310230048 (Prodi Manajemen), Mahlein Syah Ranie: 180510230060 (Prodi Sastra Prancis), Peony Risha Mulyadi Putri: 120104220050 (Prodi Akutansi Pajak), Bagus Kamsidi: 140110230061 (Prodi Matematika), Nadira Khansa Fayadilla: 140110230005 (Prodi Matematika), Aqilla Rahmi: 240310230051 (Prodi Teknologi Industri Pertanian), Abeline Diwina Smaradhana: 190110240027 (Prodi Psikologi), Yunika Destriani: 210610240038 (Prodi Jurnalistik), Chika Auliya Wardani: 280504240013 (Prodi Bahasa dan Budaya Tiongkok), Kartika Uswatun Hasanah Pratiwi: 280204240020 (Prodi Administrasi Pemerintahan), Allyah Nur Rahmani: 170410230006 (Prodi Ilmu Pemerintahan), Keisya Aura Berliani: 190110240081 (Prodi Psikologi), Hasbi Assidiqi: 180910230094 (Prodi Sastra Arab), Sahrul Romdoni: 170410230003 (Prodi Ilmu Pemerintahan), Mareita Keisha Amalia Wahid: 210310240035 (Prodi Hubungan Masyarakat), Reynard Rafahuello Bagas Gorga: 240110230063 (Prodi Teknik Pertanian), Salsabila Ananda Putri: 180110230080 (Prodi Sastra Indonesia), Kayla Tabina Syavani: 170304230019 (Prodi Bisnis Logistik), Muhammad Rangga Aria Putra: 210810230006 (Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi), Muhammad Ridho Meidinata: 170304230031 (Prodi Bisnis Logistik)

KKN Unpad

Menghidupkan Perpustakaan Cukangkawung: Dari Ruang yang Terlupakan, Kembali Menjadi Rumah Literasi

  • KKN 68 Cukangkawung
  • Cukangkawung, Sodonghilir, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Rizki Nurislaminingsih, S.Sos., MA.
  • Juli · 2024/2025 Genap
  • 20 mahasiswa
Ikon SDG 1 1) No Poverty Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 8 8) Decent Work and Economic Growth Ikon SDG 10 10) Reduced Inequality Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production
Baca deskripsi

Selama kurang lebih dua tahun, Perpustakaan Cukangkawung sempat berhenti menjadi bagian dari keseharian anak-anak di desa. Padahal, di tengah banyaknya aktivitas belajar, terdapat sebuah ruang yang menyimpan begitu banyak buku dan kesempatan untuk mengenal dunia lebih luas. Melalui kegiatan KKN, mahasiswa berupaya menghidupkan kembali perpustakaan tersebut, mulai dari membersihkan dan menata ruang hingga mengajak anak-anak untuk kembali mengenal dan memanfaatkannya. Kegiatan literasi kemudian dilakukan bersama siswa SD, SMP, hingga SMA di Desa Cukangkawung, dengan kegiatan membaca bersama dan membaca nyaring yang menjadi salah satu aktivitasnya. Meskipun dalam pelaksanaannya siswa SD dan SMP menjadi yang paling aktif berkunjung, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan kembali bahwa Desa Cukangkawung memiliki perpustakaan yang terbuka dan dapat dimanfaatkan sebagai ruang membaca, belajar, dan mencari pengetahuan. Dari sebuah ruang yang sempat terlupakan, kami berharap Perpustakaan Cukangkawung dapat kembali menjadi rumah bagi literasi tempat di mana buku kembali dibuka, rasa ingin tahu kembali tumbuh, dan anak-anak kembali menemukan dunia mereka melalui membaca.

Mahasiswa:

Bryan Joseph Panjaitan: 120310230048 (Prodi Manajemen), Mahlein Syah Ranie: 180510230060 (Prodi Sastra Prancis), Peony Risha Mulyadi Putri: 120104220050 (Prodi Akutansi Pajak), Bagus Kamsidi: 140110230061 (Prodi Matematika), Nadira Khansa Fayadilla: 140110230005 (Prodi Matematika), Aqilla Rahmi: 240310230051 (Prodi Teknologi Industri Pertanian), Abeline Diwina Smaradhana: 190110240027 (Prodi Psikologi), Yunika Destriani: 210610240038 (Prodi Jurnalistik), Chika Auliya Wardani: 280504240013 (Prodi Bahasa dan Budaya Tiongkok), Kartika Uswatun Hasanah Pratiwi: 280204240020 (Prodi Administrasi Pemerintahan), Allyah Nur Rahmani: 170410230006 (Prodi Ilmu Pemerintahan), Keisya Aura Berliani: 190110240081 (Prodi Psikologi), Hasbi Assidiqi: 180910230094 (Prodi Sastra Arab), Sahrul Romdoni: 170410230003 (Prodi Ilmu Pemerintahan), Mareita Keisha Amalia Wahid: 210310240035 (Prodi Hubungan Masyarakat), Reynard Rafahuello Bagas Gorga: 240110230063 (Prodi Teknik Pertanian), Salsabila Ananda Putri: 180110230080 (Prodi Sastra Indonesia), Kayla Tabina Syavani: 170304230019 (Prodi Bisnis Logistik), Muhammad Rangga Aria Putra: 210810230006 (Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi), Muhammad Ridho Meidinata: 170304230031 (Prodi Bisnis Logistik)

KKN Unpad

Revitalisasi Taman Baca Masyarakat: Upaya Mahasiswa KKN Unpad Tumbuhkan Minat Baca Anak di Desa Karangsari, Garut

  • KKNM 36 Karangsari
  • Karangsari, Pakenjeng, Garut, Jawa Barat
  • Dr. In In Hanidah, S.TP., M.Si.
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 1 mahasiswa
Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 10 10) Reduced Inequality Ikon SDG 11 11) Sustainable Cities and Communities
Baca deskripsi

Garut — Di tengah derasnya arus informasi digital, keberadaan ruang baca masyarakat tetap memegang peran penting sebagai tempat tumbuhnya budaya literasi. Sayangnya, tidak sedikit perpustakaan desa atau Taman Baca Masyarakat (TBM) yang sudah memiliki koleksi buku, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi inilah yang menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan KKN Tematik Literasi di Desa Karangsari, Kabupaten Garut. Berangkat dari semangat menghidupkan kembali fungsi TBM sebagai ruang belajar yang aktif dan menyenangkan, mahasiswa KKN Kelompok 36 Universitas Padjadjaran melaksanakan serangkaian kegiatan yang tidak hanya berfokus pada pengelolaan buku, tetapi juga pada upaya menumbuhkan minat baca anak-anak melalui berbagai aktivitas literasi.

Program diawali dengan koordinasi bersama Pemerintah Desa Karangsari pada hari Senin (13/7/26). Kelompok subtema literasi berdiskusi dengan Kepala Desa untuk memperoleh informasi mengenai keberadaan perpustakaan desa atau TBM, kondisi pengelolaannya, serta pemanfaatan bantuan buku dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Dari hasil koordinasi tersebut, diketahui bahwa koleksi bantuan buku telah tersedia dan sempat ditempatkan di ruang pelayanan kantor desa. Karena lokasi tersebut dinilai kurang strategis, Kepala Desa menyarankan agar TBM dipindahkan ke RA Al Hidayah. Informasi inilah yang kemudian menjadi dasar penyusunan program kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan pengelolaan koleksi dan pemanfaatan ruang baca di Desa Karangsari.

Setelah memperoleh gambaran kondisi di lapangan, kegiatan dilanjutkan dengan revitalisasi koleksi dan ruang TBM pada hari Jumat (17/7/26). Mahasiswa KKN Kelompok 36 melakukan inventarisasi seluruh buku dengan mendata identitas setiap koleksi, mulai dari judul, penulis, penerbit, hingga tahun terbit, agar koleksi lebih mudah dikelola dan dimanfaatkan oleh pengunjung. Buku-buku kemudian disortir berdasarkan jenjang pembaca sehingga anak-anak dapat memilih bacaan yang sesuai dengan usia dan kemampuan mereka, sebelum disusun kembali di rak secara lebih sistematis. Ruang TBM juga ditata dan dihias agar menjadi tempat membaca yang lebih nyaman, menarik, dan ramah bagi anak-anak.

Revitalisasi ruang baca menjadi awal dari berbagai kegiatan literasi yang melibatkan peserta didik secara langsung. Di TBM RA Al Hidayah pada hari Senin (20/7/26), mahasiswa KKN mengadakan kegiatan membaca nyaring (read aloud) dan kunjungan literasi yang diikuti oleh siswa RA Al Hidayah serta MI Al Hidayah. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak menikmati cerita bersama, berinteraksi dengan buku, dan berdiskusi mengenai pesan yang terkandung dalam bacaan. Suasana belajar yang dikemas secara menyenangkan membuat anak-anak lebih antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan sekaligus mengenal TBM sebagai ruang belajar yang dapat mereka kunjungi kembali.

Semangat literasi kemudian diperluas melalui kegiatan di SDN 2 Karangsari yang berlangsung selama dua hari yaitu 22-23 Juli 2026. Pada hari pertama Rabu (22/07/26), siswa mengikuti kegiatan membaca nyaring, mengulas buku, dan membuat proyek berbasis isi buku bacaan. Aktivitas ini mendorong siswa tidak hanya memahami isi cerita, tetapi juga menghubungkan bacaan dengan kreativitas mereka sendiri. Pada hari berikutnya (23/7/26), siswa diberi kesempatan membaca buku secara mandiri, lalu mengembangkan cerita baru berdasarkan bacaan yang telah dipilih. Kegiatan ini bertujuan melatih kemampuan berpikir kreatif sekaligus mengembangkan keterampilan menulis. Beragam cerita dengan sudut pandang dan alur berbeda pun lahir dari imajinasi para siswa. Sebagai bentuk apresiasi, rangkaian kegiatan ditutup dengan lomba menulis cerita dan pemberian penghargaan kepada tiga karya terbaik, yang diharapkan menjadi motivasi bagi siswa untuk terus membaca, berimajinasi, dan berkarya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Mahasiswa KKN Tematik Literasi Universitas Padjadjaran Kelompok 36 berhasil menginventarisasi 953 koleksi buku bantuan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sebagai dasar pengelolaan TBM di Desa Karangsari. Program ini juga berhasil melibatkan 73 peserta dari siswa RA Al Hidayah dan kelas I MI Al Hidayah dalam kegiatan membaca nyaring, serta 133 siswa kelas V dan VI MI Al Hidayah dalam kegiatan kunjungan literasi ke TBM.

Kegiatan literasi di SDN 2 Karangsari turut terlaksana dengan baik melalui keterlibatan 35 siswa kelas III dalam proyek berbasis buku bacaan, serta 34 siswa kelas VI dalam kegiatan mengulas buku dan mengembangkan cerita yang diakhiri dengan lomba menulis. Secara keseluruhan, program ini menjangkau ratusan koleksi buku dan ratusan siswa di Desa Karangsari, sebuah capaian yang mencerminkan luasnya dampak kegiatan bagi penguatan budaya literasi di wilayah tersebut.

Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan budaya baca dan penguatan keterampilan literasi anak, SDG 10 (Reduced Inequalities) melalui penyediaan akses bahan bacaan yang lebih terorganisasi dan inklusif bagi masyarakat, serta SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui revitalisasi Taman Baca Masyarakat sebagai ruang belajar yang mendukung pengembangan literasi secara berkelanjutan.

Seluruh rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa penguatan budaya literasi tidak cukup dilakukan hanya dengan menyediakan buku. Ruang baca perlu dikelola dengan baik, koleksi perlu ditata agar mudah diakses, dan yang tidak kalah penting adalah menghadirkan aktivitas yang mampu membangun kedekatan anak-anak dengan buku. Melalui revitalisasi TBM, kegiatan membaca nyaring, kunjungan literasi, hingga pembelajaran kreatif berbasis buku, anak-anak memperoleh pengalaman membaca yang lebih bermakna dan menyenangkan.

Membangun budaya literasi memang merupakan proses yang memerlukan waktu dan kolaborasi dari berbagai pihak. Namun, setiap buku yang kembali tersusun rapi di rak, setiap cerita yang dibacakan, serta setiap karya yang lahir dari tangan anak-anak merupakan langkah kecil menuju masyarakat yang lebih literat. Dari TBM sederhana di Desa Karangsari, semangat membaca diharapkan terus tumbuh dan menjadi bekal bagi generasi muda untuk belajar, berkreasi, dan menghadapi tantangan masa depan. Program ini diharapkan pula dapat meningkatkan pemanfaatan TBM sebagai ruang belajar, menumbuhkan minat baca anak, serta mengembangkan kemampuan memahami bacaan, berpikir kritis, berimajinasi, dan menulis sebagai bagian dari penguatan budaya literasi di Desa Karangsari.

Mahasiswa:

1. Ahmad Arya Rohmatulloh - Sastra Inggris 20232. Crystal Vabian Wintani - Perpustakaan Sains dan Informasi 20233. Melfiana Rachma - Sastra Indonesia 20234. Muhammad Izdan Isbandi - Manajemen Produksi Media 20245. Rachma Meila Fathoni - Humas 20246. Rahma Alifa Khoirunnisa - Sastra Inggris 20237. Raja Syaira Sartika Mohar - Manajemen 2023