Gallery aksi sosial

Galeri Aksi Sosial Unpad

Menampilkan 447 kegiatan

KKN Unpad

Membagikan karung sampah khusus sisa makanan kepada warga dan pendampingan penggunaan karung sampah sisa makanan

  • KKN 2026 Kelompok 34
  • Rancasalak, Kadungora, Garut, Jawa Barat
  • Devi Maulidiah Rahmah , S.T.P., M.T., Ph.D.
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 20 mahasiswa
Ikon SDG 11 11) Sustainable Cities and Communities Ikon SDG 13 13) Climate Action
Baca deskripsi

Dalam rangka menjalankan program kerja Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) subtema pengolahan sampah, Kelompok 34 Universitas Padjadjaran melakukan kegiatan membagi- bagi karung sampah organik atau sisa makanan kepada warga di lingkungan RW 03 dan sekitar Desa Rancasalak, Kabupaten Garut, pada Sabtu (18/07/2026). Pembagian 200 karung sampah organik ini dibantu oleh Komunitas Pejuang Sampah dengan cara melakukan door to door untuk mengumpulkan sampah. Setelah itu, 2 minggu berikutnya mahasiswa melakukan control atau pengecekan untuk melihat apakah warga benar - benar melakukan pemilahan sampah organik dan sampah anorganik. Dalam kegiatan pengecekan tersebut, ditemukan bahwa masih banyak warga yang belum menerapkan pemilahan sampah. Oleh karena itu, mahasiswa melakukan edukasi secara langsung terkait pentingnya memilah sampah organik dan anorganik, serta memberikan informasi mengenai cara pemilahannya.

Mahasiswa:

Natalie Jessica Sela, Afifah Fadhilah, Jelita Choirunnisa, Muhammad Adika Putra, Najmy Shavira Noor, Nadine Laysa Amalia, Fauzan Abdurrahman Salim, Christalina Helena Marveille Siahaan, Yana Alexi Fatima, Nur Zakiah Muslimah, Siti Naa'Ila Rahmadhany, Keyla Surya Putri, PANDHYA ABHIERAMA FAUZA, Shofy Dwi Hidayanti, Farid Hasian Setiawan, Anisa Budiman Putri, IKHLAS RAGAYANDRA AWMAR, Renita Nurhizra, Qanita Fela Daniya, Luthfi Fahmi Alghifari.

KKN Unpad

Semarak Kemerdekaan 81 KKN 66 Unpad Singasari Singaparna

  • KKN 66 Unpad 2026 desa Singasari Singaparna
  • Singasari, Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • SAMSON CMS
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 1 mahasiswa
Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 17 17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Padjadjaran (Unpad) Kelompok 66 turut berpartisipasi dalam kegiatan persiapan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia bersama warga RW 12, Desa Singasari.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam membangun kebersamaan serta menciptakan suasana lingkungan yang lebih semarak menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI. Kegiatan dilaksanakan di lingkungan RW 12 Desa Singasari dengan melibatkan mahasiswa KKN dan warga sekitar. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa membantu warga dalam proses mendekorasi lingkungan menggunakan berbagai hiasan bertema kemerdekaan. Proses dekorasi dilakukan secara bersama-sama,
Kegiatan berlangsung dengan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.

Mahasiswa KKN dan warga saling bekerja sama dalam menyelesaikan dekorasi sehingga proses persiapan perayaan kemerdekaan dapat dilakukan dengan lebih meriah dan menyenangkan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya turut membantu persiapan peringatan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga dapat berinteraksi dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat RW 12 Desa Singasari. Kegiatan gotong royong seperti ini menjadi salah satu bentuk sederhana dalam mempererat rasa kebersamaan antara mahasiswa dan warga.

Dengan adanya kegiatan dekorasi ini, diharapkan semangat masyarakat dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI semakin meningkat serta dapat mendorong terciptanya lingkungan yang meriah, kompak, dan penuh semangat gotong royong.

Ditulis oleh: Azkia Miladia Gusman

Mahasiswa:

Ridwan Kausar — Kordes — 170510240013 — Antropologi; Muhammad Azka Thoriq — Wakordes — 120310230006 — Management; Indri Maria Hutajulu — Sekretaris — 230204230083 — Pariwisata Bahari; Gracia Zefanya — Bendahara — 180110230007 — Sastra Indonesia; 5. Siti Zahra — Koord. Program Literasi — 210810230012 — Perpustakaan dan Sains Informasi; Siti Eliza Febrianti — Koord. Program Sampah — 210310240041 — Hubungan Masyarakat; Axel Nathanael — Koord. Program Kemiskinan — 190110240055 — Psikologi; Khansa Humaira Adhari — PDD — 140310240068 — Fisika; Aisha Nurul Azkia — PDD — 170510240040 — Antropologi; Salsabila Julia Apsari — PDD — 140410230070 — Biologi; Muhammad Mursyalatul Fajar Setiawan — PDD — 280904240058 — Manajemen Produksi Media; Zyvuelta Chiry Jingga — Acara — 180910230045 — Sastra Arab; Kayla Fathimia Azzahra — Acara — 190110240003 — Psikologi; Azkia Miladia Gusman — Acara — 280904240005 — Manajemen Produksi Media; Aknes Gresela Sruwally — Humas — 170310237001 — Kesejahteraan Sosial; Nadira Ayu Maharani — Humas — 170410230024 — Ilmu Pemerintahan; Talla Ayatullah — Humas — 210310240020 — Hubungan Masyarakat

KKN Unpad

Pemberdayaan Lingkungan dan Pelatihan Kreatif KKN 66 Unpad - DLH Kab. Tasikmalaya

  • Kelompok 66 KKN Tematik 2026
  • Singasari, Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • SAMSON CMS
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 1 mahasiswa
Ikon SDG 1 1) No Poverty Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 6 6) Clean Water and Sanitation
Baca deskripsi

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Padjadjaran (Unpad) Kelompok 66 menggelar kegiatan sosialisasi dan aksi nyata lingkungan mengenai "Pengelolaan Sampah" yang berkolaborasi langsung dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Sebagai bentuk kontribusi nyata bagi kebersihan lingkungan, mahasiswa KKN Unpad Kelompok 66 menyalurkan sebanyak 17 unit tempat sampah yang dialokasikan untuk setiap RW di Desa Singasari. Kegiatan ini dihadiri oleh pihak DLH, perangkat Desa Singasari, ketua RW, tokoh masyarakat, kader lingkungan, serta warga setempat.

Kegiatan ini dilaksanakan secara luring berlokasi di tempat pembakaran sampah RW 05 Desa Singasari, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Acara diawali dengan pemaparan materi pengelolaan sampah secara komprehensif selama total 40 menit, yang terbagi dalam dua sesi paparan 20 menit oleh pihak mahasiswa/panitia dan 20 menit oleh Pak Nono selaku perwakilan dari DLH. Acara dilanjutkan dengan sesi praktik pembuatan paving block serta pot tanaman menggunakan kain bekas. Dalam praktik ini, warga diajarkan memproses bahan-bahan seperti oli bekas, sampah residu kering, serta memanfaatkan panci bekas sebagai wadah pengolahan.

Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh wawasan mengenai pentingnya pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga serta keterampilan praktis dalam mengolah sampah residu dan limbah rumah tangga menjadi barang bernilai guna dan berestetika.

Melalui sinergi ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin erat dan berkelanjutan antara mahasiswa KKN Unpad, DLH, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan Desa Singasari melalui aksi nyata pengolahan sampah.

Selain itu, penyaluran 17 tempat sampah untuk tiap RW dan pelatihan pembuatan paving block serta pot dari kain bekas ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran ekologis serta meningkatkan partisipasi aktif warga dalam mewujudkan Desa Singasari yang lebih bersih, hijau, dan mandiri secara lingkungan.

Ditulis oleh: Salsabila Julia Apsari

Mahasiswa:

Ridwan Kausar — Kordes — 170510240013 — Antropologi; Muhammad Azka Thoriq — Wakordes — 120310230006 — Management; Indri Maria Hutajulu — Sekretaris — 230204230083 — Pariwisata Bahari; Gracia Zefanya — Bendahara — 180110230007 — Sastra Indonesia; 5. Siti Zahra — Koord. Program Literasi — 210810230012 — Perpustakaan dan Sains Informasi; Siti Eliza Febrianti — Koord. Program Sampah — 210310240041 — Hubungan Masyarakat; Axel Nathanael — Koord. Program Kemiskinan — 190110240055 — Psikologi; Khansa Humaira Adhari — PDD — 140310240068 — Fisika; Aisha Nurul Azkia — PDD — 170510240040 — Antropologi; Salsabila Julia Apsari — PDD — 140410230070 — Biologi; Muhammad Mursyalatul Fajar Setiawan — PDD — 280904240058 — Manajemen Produksi Media; Zyvuelta Chiry Jingga — Acara — 180910230045 — Sastra Arab; Kayla Fathimia Azzahra — Acara — 190110240003 — Psikologi; Azkia Miladia Gusman — Acara — 280904240005 — Manajemen Produksi Media; Aknes Gresela Sruwally — Humas — 170310237001 — Kesejahteraan Sosial; Nadira Ayu Maharani — Humas — 170410230024 — Ilmu Pemerintahan; Talla Ayatullah — Humas — 210310240020 — Hubungan Masyarakat

KKN Unpad

SABER (Kegiatan Menyapu Bersama Membersihkan Sampah Bersama Warga di Kawasan Kaum Kidul Desa Ciawi)

  • KKN 51 Universitas Padjajaran
  • Ciawi, Ciawi, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Dr. Elnovani Lusiana, S.Sos., M.Si
  • Juli · 2024/2025 Ganjil
  • 20 mahasiswa
Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 11 11) Sustainable Cities and Communities Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production Ikon SDG 13 13) Climate Action Ikon SDG 17 17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi

Program SABER (Sapu Bersama) merupakan kegiatan aksi sosial yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Padjadjaran bersama tim SABER dan masyarakat di kawasan Kaum Kidul, Desa Ciawi. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah secara gotong royong. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan kebersihan, mahasiswa tidak hanya berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai sistem pengelolaan sampah yang telah berjalan di masyarakat. Kegiatan SABER merupakan program rutin yang diselenggarakan setiap hari Senin dan Kamis oleh tim SABER sebagai relawan lingkungan di kawasan Kaum Kidul. Dalam pelaksanaannya, tim SABER bersama warga secara sukarela membersihkan lingkungan permukiman, jalan, serta area-area yang menjadi titik penumpukan sampah. Sampah yang terkumpul kemudian dihimpun pada titik pengumpulan sementara sebelum diangkut menuju tempat pembuangan menggunakan kendaraan pengangkut yang telah disiapkan. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN turut berpartisipasi secara aktif mulai dari proses penyisiran area, pengumpulan sampah, hingga membantu proses pemindahan sampah ke lokasi pengangkutan. Keterlibatan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap gerakan kebersihan yang telah diinisiasi dan dijalankan secara berkelanjutan oleh masyarakat setempat. Selain mengikuti kegiatan SABER, mahasiswa KKN juga melaksanakan kegiatan observasi mengenai sistem pengelolaan sampah di wilayah Leles Kidul yang dikenal dengan nama LEBER (Leles Bersih). Kegiatan observasi ini bertujuan untuk mempelajari praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang telah diterapkan di wilayah tersebut sebagai salah satu contoh pengelolaan sampah yang lebih terstruktur. Berdasarkan hasil observasi, sistem pengelolaan sampah di Leles Kidul diawali dengan proses pengumpulan seluruh sampah dari masyarakat pada lokasi pengolahan. Setelah seluruh sampah terkumpul, dilakukan proses pemilahan berdasarkan jenisnya. Sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomis, seperti plastik, dipisahkan untuk dijual kembali sehingga dapat memberikan nilai tambah sekaligus mengurangi volume sampah yang dibuang. Sementara itu, sampah organik dikelola menggunakan insinerator minim asap yang dirancang untuk mengurangi pencemaran udara selama proses pembakaran. Hasil pembakaran berupa abu kemudian dimanfaatkan kembali sebagai bahan pupuk sehingga limbah yang dihasilkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui kegiatan SABER dan observasi LEBER, mahasiswa KKN memperoleh pengalaman langsung mengenai pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis gotong royong. Kedua kegiatan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga pada keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan prinsip pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran yang berharga sekaligus memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai implementasi pengelolaan sampah berbasis komunitas yang dapat dijadikan inspirasi bagi wilayah lain.

Mahasiswa:

Salisa Ahla Putri (140310240078) dari FMIPA, Sajid Dhiyaurrahman Djunaedy (170210230045) dari FISIP, Mochammad Hegel Saputra (120104230091) dari FEB, Faid Azmi Khaizuran (120404230001) dari FEB, Sahna Dwi Ningrum (140410230021) dari FMIPA, Dwie Shinta Nurlita (170410230048) dari FISIP, Astri Nuraini (170510240011) dari FISIP, Vina Aprilia Nurrohmah (180110230036) dari FIB, Ilham Makhna Akbar (180510230007) dari FIB, Putri Maria Salam (180510230046) dari FIB, Haya' Nuraini (180910230095) dari FIB, Nafisah Salsabila (190110240013) dari FIKOM, Freya Aishya Khatami (210310240089) dari FIKOM, Rafly Salman Ferdiana (210610230005) dari FIKOM, Makayla Karaisha Atmaja (210610240024) dari FIKOM, Gwina Raquel Theresia (210810230030) dari FIKOM, Azzahra Okta Nabila (230204230040) dari FKIP, Lutfiyah Nur Azizah (240310230044) dari FTIP, Aisya Nazhiira (280904240066) dari Sekolah Vokasi, Haiqa Delonix Farid (280904240124) dari Sekolah Vokasi

KKN Unpad

Apresiasi Lomba PENA HARAPAN

  • KKN 51 Universitas Padjajaran
  • Ciawi, Ciawi, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Dr. Elnovani Lusiana, S.Sos., M.Si
  • Juli · 2024/2025 Ganjil
  • 20 mahasiswa
Ikon SDG 1 1) No Poverty Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 10 10) Reduced Inequality Ikon SDG 16 16) Peace Justice and Strong Institutions
Baca deskripsi

Lomba Menulis Cerita PENA HARAPAN (Program Edukasi Menulis Anak tentang Harapan dan Kepedulian) merupakan kompetisi literasi yang diselenggarakan untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan menulis, serta keberanian peserta didik dalam menuangkan gagasan melalui karya cerita pendek. Kegiatan ini ditujukan bagi siswa kelas IV, V, dan VI dari SDN 3, SDN 4, dan SDN 5 Ciawi dengan mengangkat empat pilihan tema, yaitu Cita-citaku, Keluargaku, Sekolah Impianku, dan Pintar Menabung. Melalui tema-tema tersebut, peserta diharapkan mampu mengekspresikan pengalaman, harapan, maupun cita-cita mereka dalam bentuk tulisan yang kreatif, komunikatif, dan inspiratif. Pelaksanaan lomba dilaksanakan melalui dua tahapan utama, yaitu tahap seleksi naskah dan babak final. Pada tahap seleksi, peserta menulis cerita pendek sepanjang 300–600 kata menggunakan kertas HVS atau folio, kemudian mengirimkan hasil karya dalam bentuk foto melalui aplikasi WhatsApp. Masa pengumpulan karya dibuka mulai tanggal 20 hingga 27 Juli 2026. Seluruh naskah yang masuk kemudian dinilai berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan oleh panitia dan dewan juri, sehingga diperoleh enam karya terbaik yang berhak melaju ke babak final. Babak final dilaksanakan secara luring dengan menghadirkan enam finalis terpilih untuk mempresentasikan karya mereka melalui pembacaan cerita di hadapan tiga orang dewan juri. Setiap finalis memperoleh alokasi waktu selama delapan menit, dengan durasi pembacaan cerita sekitar lima hingga tujuh menit. Penilaian akhir merupakan akumulasi dari kualitas naskah yang telah diseleksi sebelumnya serta kemampuan peserta dalam membawakan cerita di atas panggung, sehingga aspek isi, kreativitas, penggunaan bahasa, maupun kemampuan penyampaian menjadi pertimbangan dalam penentuan pemenang. Sebelum acara dimulai, seluruh panitia melaksanakan persiapan sejak pukul 07.30 WIB yang meliputi penataan ruangan, pengecekan perlengkapan acara, sistem suara, media presentasi, serta pembagian tugas kepada masing-masing anggota panitia. Selanjutnya dilakukan registrasi ulang seluruh finalis beserta persiapan peserta sebelum memasuki ruang pelaksanaan lomba. Acara resmi dibuka oleh Master of Ceremony (MC), kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama sebagai pembuka kegiatan. Setelah itu, sambutan disampaikan secara berurutan oleh Kepala Desa Ciawi, Kepala SDN 3 Ciawi, Kepala SDN 4 Ciawi, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan penayangan video profil Universitas Padjadjaran sebagai bentuk pengenalan institusi kepada seluruh peserta dan tamu undangan. Setelah sesi pembukaan selesai, MC memperkenalkan tiga orang dewan juri yang akan melakukan penilaian selama perlombaan berlangsung. Panitia kemudian menyampaikan penjelasan mengenai mekanisme perlombaan, tata tertib pelaksanaan, serta aspek-aspek penilaian yang akan digunakan oleh dewan juri. Sebelum memasuki babak penampilan finalis, MC memberikan bridging untuk mengondisikan peserta dan audiens agar kegiatan dapat berlangsung dengan tertib. Babak final kemudian dilaksanakan dengan memberikan kesempatan kepada enam finalis untuk tampil secara bergantian sesuai nomor urut yang telah ditentukan. Setiap peserta membacakan cerita hasil karyanya di hadapan dewan juri dan seluruh audiens sesuai dengan alokasi waktu yang telah ditetapkan. Selama penampilan berlangsung, Liaison Officer (LO) peserta bertugas mengondisikan urutan tampil setiap finalis, sedangkan timekeeper memastikan seluruh peserta mematuhi batas waktu yang diberikan sehingga jalannya perlombaan tetap sesuai dengan rundown. Setelah seluruh finalis menyelesaikan penampilan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi ice breaking singkat yang dipandu oleh MC untuk menjaga antusiasme peserta dan audiens sembari menunggu proses penilaian akhir. Selanjutnya, dewan juri menyampaikan komentar umum mengenai kualitas karya yang telah dipresentasikan sekaligus melakukan musyawarah untuk memfinalisasi hasil penilaian. Setelah proses penilaian selesai, panitia mengumumkan para pemenang lomba yang terdiri atas Juara Harapan 3, Juara Harapan 2, Juara Harapan 1, serta Juara 3, Juara 2, dan Juara 1. Prosesi penghargaan dilaksanakan dengan penyerahan piala, sertifikat, dan hadiah kepada para juara sesuai dengan kategori yang telah ditetapkan. Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi dewan juri dalam pelaksanaan kegiatan, panitia juga menyerahkan plakat penghargaan beserta sertifikat kepada ketiga juri yang telah berpartisipasi dalam proses penilaian. Kegiatan kemudian ditutup oleh MC dan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh finalis, dewan juri, tamu undangan, guru, serta mahasiswa KKN. Setelah seluruh rangkaian acara selesai, panitia melaksanakan evaluasi internal untuk membahas pelaksanaan kegiatan, kendala yang ditemui selama lomba, serta berbagai masukan sebagai bahan perbaikan pada kegiatan berikutnya. Agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik, setiap anggota panitia memiliki tugas dan tanggung jawab sesuai dengan bidangnya masing-masing. Penanggung jawab (PJ) bertugas mengoordinasikan keseluruhan jalannya acara serta memastikan koordinasi antar-subtim berjalan dengan baik. Master of Ceremony (MC) bertanggung jawab membuka dan menutup acara, memandu perpindahan antarsesi (bridging), memimpin sesi ice breaking, serta membacakan pengumuman para pemenang. Timekeeper bertugas mengontrol durasi penampilan setiap finalis dan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Liaison Officer (LO) juri bertanggung jawab mendampingi ketiga dewan juri, menyediakan seluruh kebutuhan penilaian, serta mengawal proses musyawarah hingga penetapan hasil akhir. Sementara itu, Liaison Officer (LO) peserta bertugas mendampingi keenam finalis, mengatur urutan penampilan, serta membantu memenuhi kebutuhan teknis peserta sebelum maupun selama tampil di atas panggung. Operator bertanggung jawab mengoperasikan video profil Universitas Padjadjaran, perangkat audio, sistem suara, dan media pendukung lainnya. Tim registrasi mengelola proses registrasi ulang finalis serta presensi tamu undangan, sedangkan tim stand makanan bertanggung jawab menyiapkan konsumsi ringan bagi dewan juri, tamu undangan, dan peserta selama kegiatan berlangsung. Pelaksanaan lomba didukung oleh berbagai perlengkapan operasional yang telah dipersiapkan sebelumnya, meliputi perangkat audio dan sound system, komputer dan proyektor untuk penayangan video profil Universitas Padjadjaran, perlengkapan administrasi registrasi, lembar penilaian dewan juri, sertifikat, piala, plakat penghargaan, serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya yang menunjang kelancaran pelaksanaan babak final. Sebagai bentuk penghargaan terhadap prestasi peserta, panitia memberikan piala, sertifikat cetak, totebag, serta bingkisan hadiah kepada Juara 1, Juara 2, dan Juara 3. Selain itu, Juara Harapan 1, Juara Harapan 2, dan Juara Harapan 3 memperoleh sertifikat digital sebagai bentuk apresiasi atas capaian mereka selama mengikuti perlombaan. Panitia juga memberikan plakat penghargaan beserta sertifikat kepada ketiga dewan juri sebagai bentuk ucapan terima kasih atas kontribusi mereka dalam mendukung terselenggaranya Lomba Menulis Cerita PENA HARAPAN.

Mahasiswa:

Salisa Ahla Putri (140310240078) dari FMIPA, Sajid Dhiyaurrahman Djunaedy (170210230045) dari FISIP, Mochammad Hegel Saputra (120104230091) dari FEB, Faid Azmi Khaizuran (120404230001) dari FEB, Sahna Dwi Ningrum (140410230021) dari FMIPA, Dwie Shinta Nurlita (170410230048) dari FISIP, Astri Nuraini (170510240011) dari FISIP, Vina Aprilia Nurrohmah (180110230036) dari FIB, Ilham Makhna Akbar (180510230007) dari FIB, Putri Maria Salam (180510230046) dari FIB, Haya' Nuraini (180910230095) dari FIB, Nafisah Salsabila (190110240013) dari FIKOM, Freya Aishya Khatami (210310240089) dari FIKOM, Rafly Salman Ferdiana (210610230005) dari FIKOM, Makayla Karaisha Atmaja (210610240024) dari FIKOM, Gwina Raquel Theresia (210810230030) dari FIKOM, Azzahra Okta Nabila (230204230040) dari FKIP, Lutfiyah Nur Azizah (240310230044) dari FTIP, Aisya Nazhiira (280904240066) dari Sekolah Vokasi, Haiqa Delonix Farid (280904240124) dari Sekolah Vokasi

KKN Unpad

PENA HARAPAN (Program Edukasi Menulis Anak tentang Harapan dan Kepedulian)

  • KKN 51 Universitas Padjajaran
  • Ciawi, Ciawi, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Dr. Elnovani Lusiana, S.Sos., M.Si
  • Juli · 2024/2025 Ganjil
  • 20 mahasiswa
Ikon SDG 1 1) No Poverty Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 10 10) Reduced Inequality Ikon SDG 16 16) Peace Justice and Strong Institutions
Baca deskripsi

Program PENA HARAPAN (Program Edukasi Menulis Anak tentang Harapan dan Kepedulian) merupakan kegiatan literasi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan membaca kritis, memahami unsur-unsur cerita, serta mengembangkan keberanian peserta didik dalam menyampaikan pendapat melalui kegiatan mengulas cerita pendek. Cerita yang digunakan mengangkat tema kemiskinan sebagai media pembelajaran untuk menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus memperkenalkan pentingnya peran pendidikan dan cita-cita dalam upaya mengatasi kemiskinan. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengumuman Lomba PENA HARAPAN yang mengusung tema "Memberantas Kemiskinan melalui Cita-Cita" bagi siswa kelas IV hingga VI SD. Kegiatan ini dilaksanakan pada siswa kelas V SDN 3 Ciawi dengan durasi kegiatan inti kurang lebih 120 menit, yaitu mulai pukul 08.00 hingga 10.03 WIB, di luar waktu persiapan dan evaluasi panitia. Sebelum kegiatan dimulai, seluruh mahasiswa KKN melaksanakan persiapan panitia sejak pukul 07.00 WIB. Persiapan meliputi pengecekan lokasi pelaksanaan, penataan perlengkapan kegiatan, pembagian tugas panitia, serta memastikan seluruh logistik seperti lembar cerpen, lembar analisis ulasan buku, perlengkapan registrasi, dan hadiah telah siap digunakan. Setelah seluruh persiapan selesai, peserta memasuki ruang kegiatan melalui sesi open gate yang disertai registrasi kehadiran siswa dan mahasiswa KKN. Selanjutnya, fasilitator membagi peserta ke dalam beberapa kelompok kecil agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif dan setiap kelompok memperoleh pendampingan secara optimal. Kegiatan resmi dibuka oleh Master of Ceremony (MC) yang menyampaikan pembukaan singkat sekaligus mengondisikan peserta. Setelah itu, Koordinator Desa (Kordes) memberikan sambutan dan memperkenalkan mahasiswa KKN Universitas Padjadjaran kepada seluruh peserta. MC kemudian memberikan bridging berupa penjelasan mengenai tujuan kegiatan, cara mengulas sebuah cerita pendek, serta tata cara pengisian lembar analisis ulasan buku yang akan digunakan selama kegiatan berlangsung. Memasuki kegiatan inti, setiap kelompok memperoleh lembar cerita pendek yang dibaca secara mandiri maupun bersama-sama dengan pendampingan fasilitator utama. Selama proses membaca, fasilitator membantu peserta memahami isi cerita, menjelaskan kosakata yang belum dipahami, serta mengarahkan siswa untuk mengidentifikasi unsur-unsur penting dalam cerita. Setelah seluruh peserta selesai membaca, kegiatan dilanjutkan dengan penulisan hasil ulasan buku pada lembar analisis yang telah disediakan. Peserta diminta mengidentifikasi judul cerita, tokoh, alur, pesan moral, serta menuliskan pendapat pribadi mengenai isi cerita sebagai bentuk refleksi terhadap materi yang telah dibaca. Tahap berikutnya adalah presentasi hasil ulasan buku oleh perwakilan masing-masing kelompok. Dalam sesi ini, peserta memaparkan hasil analisis mereka di hadapan kelompok lain, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh MC dan fasilitator. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemampuan komunikasi, berpikir kritis, serta meningkatkan rasa percaya diri peserta dalam menyampaikan pendapat di depan umum. Untuk menjaga semangat dan konsentrasi peserta, kegiatan dilanjutkan dengan sesi ice breaking yang dipandu oleh MC. Setelah suasana kembali kondusif, panitia mengumumkan kelompok atau peserta terbaik berdasarkan hasil ulasan dan presentasi yang telah dilakukan, kemudian dilanjutkan dengan pemberian hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kemampuan peserta selama mengikuti kegiatan. Menjelang akhir acara, beberapa peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesan dan pesan mengenai kegiatan yang telah mereka ikuti. Sesi ini menjadi sarana refleksi sekaligus evaluasi sederhana mengenai manfaat kegiatan dari sudut pandang peserta. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, sesi foto bersama seluruh peserta, guru, dan mahasiswa KKN, serta pembagian bingkisan kepada seluruh siswa sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme mereka selama mengikuti rangkaian kegiatan. Setelah seluruh peserta meninggalkan lokasi, panitia melaksanakan evaluasi internal untuk membahas pelaksanaan kegiatan, kendala yang ditemui di lapangan, serta berbagai masukan sebagai bahan perbaikan pelaksanaan program berikutnya. Agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai dengan rencana, setiap anggota panitia memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Penanggung jawab (PJ) bertugas mengoordinasikan seluruh jalannya kegiatan sekaligus memimpin sesi evaluasi panitia setelah acara selesai. Master of Ceremony (MC) bertanggung jawab membuka dan menutup acara, membawakan bridging antarsesi, memandu kegiatan ice breaking, mengatur jalannya presentasi kelompok, serta menyampaikan pengumuman hasil kegiatan. Timekeeper bertugas memastikan seluruh kegiatan berlangsung sesuai alokasi waktu yang telah ditetapkan dalam rundown. Enam orang fasilitator utama masing-masing mendampingi satu kelompok peserta selama proses membaca cerita, membimbing pengisian lembar analisis ulasan buku, serta membantu peserta mempersiapkan presentasi hasil diskusi kelompok. Tim Transportasi dan Logistik (Translog) bertanggung jawab menyiapkan seluruh perlengkapan kegiatan, termasuk cetakan cerita pendek, lembar analisis ulasan buku, perlengkapan hadiah, serta memastikan seluruh logistik tersedia sebelum kegiatan dimulai dan kembali tertata setelah kegiatan berakhir. Sementara itu, tim registrasi bertugas mengelola daftar hadir mahasiswa KKN maupun peserta didik selama kegiatan berlangsung. Pelaksanaan kegiatan didukung oleh berbagai perlengkapan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Perlengkapan operasional meliputi cue card beserta naskah MC sebagai panduan jalannya acara, lembar absensi mahasiswa KKN dan peserta didik untuk keperluan administrasi, lembar cerita pendek sebagai bahan bacaan utama, serta lembar analisis ulasan buku yang digunakan peserta untuk mencatat hasil pemahaman mereka terhadap isi cerita. Sebagai bentuk penghargaan terhadap partisipasi peserta, panitia menyediakan hadiah bagi kelompok atau peserta terbaik. Juara pertama memperoleh satu paket berupa kue kaleng dan biskuit Regal, juara kedua memperoleh kue kaleng, sedangkan juara ketiga memperoleh biskuit Regal. Selain hadiah bagi para pemenang, seluruh peserta juga memperoleh susu kemasan sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan dan antusiasme mereka selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan PENA HARAPAN.

Mahasiswa:

Salisa Ahla Putri (140310240078) dari FMIPA, Sajid Dhiyaurrahman Djunaedy (170210230045) dari FISIP, Mochammad Hegel Saputra (120104230091) dari FEB, Faid Azmi Khaizuran (120404230001) dari FEB, Sahna Dwi Ningrum (140410230021) dari FMIPA, Dwie Shinta Nurlita (170410230048) dari FISIP, Astri Nuraini (170510240011) dari FISIP, Vina Aprilia Nurrohmah (180110230036) dari FIB, Ilham Makhna Akbar (180510230007) dari FIB, Putri Maria Salam (180510230046) dari FIB, Haya' Nuraini (180910230095) dari FIB, Nafisah Salsabila (190110240013) dari FIKOM, Freya Aishya Khatami (210310240089) dari FIKOM, Rafly Salman Ferdiana (210610230005) dari FIKOM, Makayla Karaisha Atmaja (210610240024) dari FIKOM, Gwina Raquel Theresia (210810230030) dari FIKOM, Azzahra Okta Nabila (230204230040) dari FKIP, Lutfiyah Nur Azizah (240310230044) dari FTIP, Aisya Nazhiira (280904240066) dari Sekolah Vokasi, Haiqa Delonix Farid (280904240124) dari Sekolah Vokasi

KKN Unpad

PILAH (Proyek Inspiratif Literasi Tentang Pengelolaan Sampah)

  • KKN 51 Universitas Padjajaran
  • Ciawi, Ciawi, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Dr. Elnovani Lusiana, S.Sos., M.Si
  • Juli · 2024/2025 Ganjil
  • 20 mahasiswa
Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 11 11) Sustainable Cities and Communities Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production Ikon SDG 13 13) Climate Action Ikon SDG 15 15) Life on Land
Baca deskripsi

Program PILAH (Proyek Inspiratif Literasi Tentang Pengelolaan Sampah) merupakan kegiatan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) yang dirancang untuk meningkatkan literasi lingkungan sekaligus membangun keterampilan peserta didik dalam mengenali serta memilah sampah sesuai jenisnya. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 27 Juli 2026 di SDN 3 Ciawi dengan sasaran siswa kelas 3 sampai kelas 6. Pelaksanaan kegiatan memadukan penyampaian materi secara interaktif, permainan edukatif berupa lomba pilah sampah, hingga kegiatan proyek melukis tempat sampah sebagai bentuk implementasi langsung dari materi yang telah dipelajari. Seluruh rangkaian kegiatan inti berlangsung selama kurang lebih 120 menit, yaitu mulai pukul 08.25 hingga 10.36 WIB, yang didahului dengan tahap persiapan sejak pukul 07.00 WIB. Sebelum kegiatan dimulai, seluruh mahasiswa KKN melaksanakan briefing guna memastikan kesiapan teknis acara, pembagian tugas masing-masing panitia, serta pengecekan seluruh perlengkapan yang akan digunakan. Setelah briefing selesai, panitia melakukan registrasi peserta dan presensi mahasiswa KKN. Selanjutnya, siswa diarahkan untuk melakukan pergantian pakaian agar lebih nyaman mengikuti kegiatan praktik dan permainan yang telah disiapkan. Acara resmi dibuka oleh Master of Ceremony (MC) pada pukul 08.25 WIB, dilanjutkan dengan pengenalan mahasiswa KKN Universitas Padjadjaran oleh Koordinator Desa (Kordes). Setelah sesi perkenalan, MC memberikan pengantar singkat mengenai tujuan serta rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan sehingga peserta memperoleh gambaran umum mengenai aktivitas yang akan diikuti. Memasuki sesi edukasi, pemateri menyampaikan materi mengenai pengelolaan sampah menggunakan media presentasi PowerPoint yang ditayangkan melalui televisi sekolah. Materi yang diberikan meliputi pengenalan jenis-jenis sampah, yaitu sampah organik, anorganik, dan bahan berbahaya serta beracun (B3), disertai penjelasan mengenai prinsip 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) sebagai dasar pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan melibatkan peserta melalui pertanyaan sederhana sehingga suasana pembelajaran menjadi lebih aktif. Setelah materi selesai dipaparkan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi review dan tanya jawab untuk mengukur sekaligus memperkuat pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Sebagai bentuk implementasi materi, peserta kemudian mengikuti lomba pilah sampah. Sebelum perlombaan dimulai, MC melakukan bridging menuju sesi permainan, kemudian fasilitator membagi peserta menjadi dua kelompok berdasarkan posisi barisan tempat duduk. Pada perlombaan ini, setiap kelompok secara bergantian mengambil sampah dari meja yang telah disediakan, kemudian memilahnya ke dalam tempat sampah organik maupun anorganik sesuai dengan jenisnya. Penilaian dilakukan berdasarkan ketepatan dalam mengelompokkan sampah sekaligus kecepatan penyelesaian tugas. Setelah seluruh peserta menyelesaikan perlombaan, panitia melakukan pemeriksaan hasil pemilahan dan mengumumkan kelompok pemenang sebagai bentuk apresiasi terhadap pemahaman peserta mengenai materi yang telah dipelajari. Setelah sesi perlombaan selesai, kegiatan dilanjutkan menuju proyek utama berupa melukis tempat sampah. MC kembali memberikan bridging sebelum fasilitator membentuk enam kelompok kecil dengan metode berhitung agar pembagian anggota berlangsung secara merata. Masing-masing kelompok didampingi oleh satu fasilitator utama yang bertugas memberikan arahan sekaligus membantu peserta selama proses berkarya. Pada kegiatan ini, peserta menghias tempat sampah menggunakan cat air, kuas, palet, serta pilox dengan berbagai ilustrasi, simbol kebersihan, dan pesan-pesan kreatif yang berkaitan dengan pentingnya menjaga lingkungan. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga menghasilkan media edukasi yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung budaya menjaga kebersihan di lingkungan sekolah. Sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi seluruh peserta, setelah kegiatan melukis selesai panitia memberikan apresiasi berupa pembagian susu Ultramilk kepada seluruh siswa. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyampaian pesan penutup oleh MC yang mengajak seluruh peserta untuk menerapkan kebiasaan memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, seluruh peserta, guru, dan mahasiswa KKN melaksanakan sesi dokumentasi berupa foto bersama sebagai penutup rangkaian kegiatan. Agar seluruh kegiatan dapat berjalan sesuai dengan rencana, setiap anggota panitia memiliki tugas dan tanggung jawab yang telah ditetapkan. Penanggung jawab (PJ) bertugas mengoordinasikan keseluruhan jalannya kegiatan agar setiap tahapan terlaksana sesuai skenario yang telah disusun. MC bertanggung jawab membuka dan menutup acara, memandu perpindahan antarsegmen (bridging), serta menjaga suasana kegiatan tetap interaktif dan kondusif. Timekeeper memantau kesesuaian pelaksanaan dengan rundown yang telah ditentukan serta mengingatkan setiap penanggung jawab mengenai alokasi waktu masing-masing sesi. Pemateri bertugas menyampaikan materi edukasi mengenai pengelolaan sampah sekaligus memimpin sesi review dan tanya jawab. Enam orang fasilitator utama mendampingi masing-masing kelompok peserta selama kegiatan melukis tempat sampah, sementara fasilitator pendamping membantu pengondisian peserta, pembentukan kelompok, serta pengawasan selama perlombaan berlangsung. Tim registrasi sekaligus operator bertanggung jawab mengelola presensi peserta dan mahasiswa KKN serta mengoperasikan perangkat laptop dan televisi yang digunakan selama penyampaian materi. Dokumentasi seluruh kegiatan dilaksanakan oleh tim Publikasi dan Dokumentasi (PDD) melalui pengambilan foto dan video mulai dari persiapan hingga sesi foto bersama. Pelaksanaan kegiatan didukung oleh berbagai sarana dan prasarana yang telah dipersiapkan sebelumnya. Pada sesi lomba pilah sampah digunakan dua tempat sampah yang masing-masing diberi label organik dan anorganik, satu meja sebagai tempat sampah campuran, serta satu meja pemeriksaan hasil pemilahan. Pada sesi proyek melukis disediakan enam tempat sampah, termasuk tiga tempat sampah yang sebelumnya digunakan dalam perlombaan, beserta cat air, kuas, palet, pilox, serta alas berupa kardus atau koran untuk menjaga kebersihan area kerja. Perlengkapan operasional lainnya meliputi cue card beserta naskah MC, lembar absensi mahasiswa KKN dan peserta, laptop, serta televisi sekolah sebagai media presentasi. Sebagai bentuk penghargaan terhadap antusiasme peserta, panitia juga menyediakan hadiah bagi pemenang lomba pilah sampah. Kelompok Juara I memperoleh tiga jar biskuit dan dua renceng biskuit Regal, sedangkan kelompok Juara II memperoleh dua jar biskuit dan dua renceng biskuit Regal. Selain hadiah bagi pemenang lomba, seluruh peserta yang mengikuti kegiatan melukis tempat sampah juga menerima apresiasi berupa dua kotak susu Ultramilk sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi aktif mereka selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan PILAH.

Mahasiswa:

Salisa Ahla Putri (140310240078) dari FMIPA, Sajid Dhiyaurrahman Djunaedy (170210230045) dari FISIP, Mochammad Hegel Saputra (120104230091) dari FEB, Faid Azmi Khaizuran (120404230001) dari FEB, Sahna Dwi Ningrum (140410230021) dari FMIPA, Dwie Shinta Nurlita (170410230048) dari FISIP, Astri Nuraini (170510240011) dari FISIP, Vina Aprilia Nurrohmah (180110230036) dari FIB, Ilham Makhna Akbar (180510230007) dari FIB, Putri Maria Salam (180510230046) dari FIB, Haya' Nuraini (180910230095) dari FIB, Nafisah Salsabila (190110240013) dari FIKOM, Freya Aishya Khatami (210310240089) dari FIKOM, Rafly Salman Ferdiana (210610230005) dari FIKOM, Makayla Karaisha Atmaja (210610240024) dari FIKOM, Gwina Raquel Theresia (210810230030) dari FIKOM, Azzahra Okta Nabila (230204230040) dari FKIP, Lutfiyah Nur Azizah (240310230044) dari FTIP, Aisya Nazhiira (280904240066) dari Sekolah Vokasi, Haiqa Delonix Farid (280904240124) dari Sekolah Vokasi

KKN Unpad

TILIK (Tinjau Literasi dan Isi Buku)

  • KKN 51 Universitas Padjajaran
  • Ciawi, Ciawi, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Dr. Elnovani Lusiana, S.Sos., M.Si
  • Juli · 2024/2025 Ganjil
  • 20 mahasiswa
Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 10 10) Reduced Inequality Ikon SDG 11 11) Sustainable Cities and Communities Ikon SDG 16 16) Peace Justice and Strong Institutions
Baca deskripsi

Program TILIK (Tinjau Literasi dan Isi Buku) merupakan salah satu program kerja Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Padjadjaran Kelompok 51 yang berfokus pada penguatan kemampuan literasi membaca dan berpikir kritis peserta didik melalui kegiatan mengulas isi bacaan. Program ini dilaksanakan di SDN 3 Ciawi dengan sasaran siswa kelas I hingga kelas III sekolah dasar. Kegiatan ini dirancang untuk membiasakan peserta didik tidak hanya membaca sebuah bacaan, tetapi juga memahami isi, mengidentifikasi informasi penting, serta mampu mengomunikasikan kembali hasil pemahamannya secara lisan maupun tertulis menggunakan bahasa yang sederhana sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Kemampuan memahami isi bacaan merupakan salah satu kompetensi dasar dalam literasi yang perlu ditanamkan sejak usia dini. Anak-anak tidak cukup hanya mampu membaca teks secara lancar, tetapi juga perlu dibimbing untuk menangkap makna, mengenali tokoh dan alur cerita, menemukan pesan moral, serta menghubungkan isi bacaan dengan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, Program TILIK disusun dengan pendekatan yang interaktif dan bertahap agar siswa memperoleh pengalaman membaca yang lebih bermakna sekaligus menyenangkan. Sebagai kegiatan pembuka, peserta diajak menyaksikan sebuah video cerita pendek bertema perundungan (bullying). Pemilihan tema tersebut bertujuan menanamkan nilai empati, kepedulian terhadap sesama, serta kesadaran mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan saling menghargai. Media audiovisual dipilih sebagai stimulus awal karena mampu menarik perhatian siswa sekolah dasar, membantu mereka memahami alur cerita dengan lebih mudah, serta membangun kesiapan sebelum memasuki kegiatan membaca mandiri. Setelah video selesai diputar, fasilitator mengajak peserta berdiskusi secara interaktif mengenai tokoh-tokoh yang muncul dalam cerita, konflik yang terjadi, penyebab terjadinya perundungan, serta nilai-nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi ini menjadi jembatan bagi siswa untuk mulai terbiasa mengidentifikasi unsur-unsur penting dalam sebuah cerita. Setelah memperoleh gambaran melalui media video, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian buku cerita kepada setiap peserta. Buku yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan membaca siswa sehingga mereka dapat membaca secara mandiri dengan nyaman. Selama sesi membaca berlangsung, fasilitator mendampingi setiap peserta untuk membantu apabila terdapat kosakata yang belum dipahami atau bagian cerita yang memerlukan penjelasan lebih lanjut. Pendampingan ini dilakukan agar seluruh siswa memperoleh kesempatan yang sama untuk memahami isi bacaan tanpa merasa kesulitan atau kehilangan minat membaca. Tahap berikutnya merupakan inti dari Program TILIK, yaitu kegiatan mengulas isi buku. Setelah selesai membaca, setiap siswa memperoleh lembar ulasan sederhana yang berisi beberapa pertanyaan panduan mengenai buku yang telah dibaca. Melalui lembar tersebut, siswa diminta menuliskan informasi mengenai tokoh utama, bagian cerita yang paling menarik, peristiwa penting yang terjadi, serta pesan moral yang mereka peroleh dari bacaan tersebut. Aktivitas ini bertujuan melatih kemampuan siswa dalam mengingat informasi, memahami isi bacaan, mengorganisasi gagasan, serta mengekspresikan hasil pemahamannya melalui tulisan sederhana. Untuk meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan berkomunikasi, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan presentasi hasil ulasan buku. Beberapa siswa dipilih sebagai perwakilan untuk menyampaikan hasil ulasan mereka di depan teman-teman sekelas. Dalam sesi ini, siswa diberikan kesempatan menceritakan kembali isi buku menggunakan bahasa mereka sendiri serta menjelaskan alasan mengapa mereka menyukai cerita tersebut atau nilai apa yang mereka pelajari. Kegiatan presentasi tidak hanya melatih keberanian berbicara di depan umum, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyusun gagasan secara runtut, serta menghargai pendapat teman. Sebagai bentuk apresiasi terhadap keberanian dan partisipasi aktif peserta, tim KKN memberikan hadiah sederhana kepada beberapa siswa yang telah mempresentasikan hasil ulasannya. Program TILIK dilaksanakan pada hari Jumat, 24 Juli 2026 di SDN 3 Ciawi. Sebelum kegiatan dimulai, seluruh anggota tim KKN melaksanakan persiapan berupa penataan ruangan, pengecekan perangkat audiovisual, penyiapan buku bacaan dan lembar ulasan, serta briefing internal mengenai pembagian tugas dan alur pelaksanaan kegiatan. Setelah peserta hadir dan melakukan registrasi, kegiatan dibuka oleh pemandu acara yang dilanjutkan dengan sambutan Koordinator Desa KKN serta perkenalan seluruh anggota tim. Selanjutnya, pemandu acara menjelaskan tujuan dan tata tertib kegiatan sebelum memasuki sesi inti berupa penayangan video, diskusi, membaca mandiri, pengisian lembar ulasan, hingga presentasi hasil ulasan buku. Pada akhir kegiatan, seluruh peserta bersama guru dan tim KKN melaksanakan sesi dokumentasi sebagai penutup rangkaian kegiatan. Setelah itu, tim KKN melakukan evaluasi internal untuk meninjau ketercapaian tujuan program, efektivitas alokasi waktu pada setiap sesi, tingkat partisipasi dan antusiasme peserta, serta berbagai kendala teknis yang ditemui selama pelaksanaan kegiatan. Selain itu, lembar ulasan yang telah dikerjakan siswa dikumpulkan sebagai bahan evaluasi kemampuan literasi peserta sekaligus menjadi dokumentasi hasil pelaksanaan program. Melalui Program TILIK, diharapkan siswa SDN 3 Ciawi tidak hanya mengalami peningkatan minat membaca, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan memahami isi bacaan, mengidentifikasi informasi penting, berpikir kritis, serta mengomunikasikan hasil pemahamannya secara percaya diri. Lebih dari itu, melalui cerita yang diangkat dalam kegiatan ini, siswa juga diharapkan mampu menumbuhkan sikap empati, menghargai sesama, serta menerapkan nilai-nilai positif yang diperoleh dari bacaan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Program TILIK menjadi salah satu upaya penguatan budaya literasi yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pengembangan kemampuan berpikir peserta didik secara menyeluruh.

Mahasiswa:

Salisa Ahla Putri (140310240078) dari FMIPA, Sajid Dhiyaurrahman Djunaedy (170210230045) dari FISIP, Mochammad Hegel Saputra (120104230091) dari FEB, Faid Azmi Khaizuran (120404230001) dari FEB, Sahna Dwi Ningrum (140410230021) dari FMIPA, Dwie Shinta Nurlita (170410230048) dari FISIP, Astri Nuraini (170510240011) dari FISIP, Vina Aprilia Nurrohmah (180110230036) dari FIB, Ilham Makhna Akbar (180510230007) dari FIB, Putri Maria Salam (180510230046) dari FIB, Haya' Nuraini (180910230095) dari FIB, Nafisah Salsabila (190110240013) dari FIKOM, Freya Aishya Khatami (210310240089) dari FIKOM, Rafly Salman Ferdiana (210610230005) dari FIKOM, Makayla Karaisha Atmaja (210610240024) dari FIKOM, Gwina Raquel Theresia (210810230030) dari FIKOM, Azzahra Okta Nabila (230204230040) dari FKIP, Lutfiyah Nur Azizah (240310230044) dari FTIP, Aisya Nazhiira (280904240066) dari Sekolah Vokasi, Haiqa Delonix Farid (280904240124) dari Sekolah Vokasi

KKN Unpad

GEMA (Gerakan Membaca Nyaring Bersama)

  • KKN 51 Universitas Padjajaran
  • Ciawi, Ciawi, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Dr. Elnovani Lusiana, S.Sos., M.Si
  • Juli · 2024/2025 Ganjil
  • 20 mahasiswa
Ikon SDG 1 1) No Poverty Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 10 10) Reduced Inequality Ikon SDG 11 11) Sustainable Cities and Communities Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production
Baca deskripsi

Program GEMA (Gerakan Membaca Nyaring Bersama) merupakan salah satu program kerja Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Padjadjaran Kelompok 51 yang berfokus pada penguatan budaya literasi sejak usia dini melalui pendekatan membaca nyaring (read aloud). Program ini dilaksanakan di SDN 3 Ciawi dengan sasaran utama siswa kelas I sekolah dasar. Pemilihan peserta didasarkan pada karakteristik perkembangan anak usia awal sekolah dasar yang sedang berada pada tahap pembentukan kemampuan berbahasa, peningkatan minat baca, serta pengembangan kemampuan berpikir imajinatif dan sosial. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi secara verbal, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan, interaktif, dan bermakna. Metode read aloud dipilih karena terbukti mampu meningkatkan kemampuan menyimak, memperkaya kosakata, menumbuhkan minat membaca, serta membantu anak memahami isi cerita melalui penyampaian yang ekspresif. Dalam pelaksanaannya, kegiatan membaca nyaring tidak hanya dilakukan dengan membacakan teks cerita, tetapi juga dipadukan dengan penggunaan intonasi, ekspresi wajah, gerak tubuh, dan alat peraga sehingga suasana pembelajaran menjadi lebih hidup. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menarik perhatian siswa sekaligus memudahkan mereka memahami alur cerita, mengenali tokoh, serta menangkap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Sebagai bentuk implementasi program literasi yang kontekstual, Tim KKN memilih dua cerita dengan tema yang selaras dengan fokus pengabdian masyarakat yang diusung selama pelaksanaan KKN, yaitu kemiskinan dan pengelolaan sampah. Cerita pertama berjudul Belalang Sembah mengangkat nilai-nilai kepedulian sosial, empati, dan pentingnya berbagi kepada sesama. Melalui cerita tersebut, siswa diajak memahami bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab untuk saling membantu dan menghargai orang lain. Sementara itu, cerita kedua berjudul Mimpi Roni dan Monster Sampah mengangkat tema kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah. Cerita ini bertujuan menanamkan kesadaran kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah maupun rumah serta membiasakan perilaku membuang sampah pada tempatnya. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan tahap persiapan yang melibatkan seluruh anggota tim KKN. Pada tahap ini dilakukan koordinasi internal mengenai pembagian tugas, penyusunan alur kegiatan, serta simulasi pelaksanaan agar setiap anggota memahami perannya masing-masing. Tim dibagi ke dalam beberapa fungsi, yaitu pemandu acara (master of ceremony), pembaca cerita, pendongeng, peraga, fasilitator kelompok, penanggung jawab logistik, dokumentasi, serta time keeper. Selain itu, seluruh media pembelajaran, alat peraga, bahan praktik clay, hadiah apresiasi, dan perlengkapan pendukung lainnya dipersiapkan sebelum hari pelaksanaan guna memastikan kegiatan berlangsung secara efektif dan sesuai dengan jadwal yang telah disusun. Kegiatan GEMA dilaksanakan pada hari Rabu, 22 Juli 2026 di SDN 3 Ciawi. Acara diawali dengan persiapan ruangan dan briefing internal panitia, dilanjutkan dengan penyambutan siswa kelas I yang memasuki ruang kegiatan. Setelah pembukaan oleh pemandu acara, Koordinator Desa KKN memberikan sambutan sekaligus memperkenalkan seluruh anggota tim kepada peserta. Selanjutnya, pemandu acara memberikan pengantar singkat mengenai kegiatan membaca nyaring dan menjelaskan tata tertib selama kegiatan berlangsung agar seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan dengan tertib dan menyenangkan. Sesi inti kegiatan dimulai dengan pembacaan cerita Belalang Sembah. Cerita disampaikan secara ekspresif oleh pembaca cerita dengan dukungan alat peraga sehingga siswa dapat mengikuti alur cerita secara lebih mudah. Setelah cerita selesai dibacakan, pendongeng memandu diskusi interaktif bersama siswa mengenai pesan moral yang terkandung di dalam cerita, seperti pentingnya berbagi, saling menolong, dan memiliki rasa empati terhadap sesama. Melalui proses tanya jawab yang komunikatif, siswa didorong untuk menyampaikan pendapat dan menghubungkan isi cerita dengan pengalaman mereka dalam kehidupan sehari-hari. Setelah sesi pertama selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan cerita kedua berjudul Mimpi Roni dan Monster Sampah. Cerita ini disampaikan dengan pendekatan yang sama, yaitu menggunakan intonasi yang ekspresif, gerakan, dan alat peraga visual untuk meningkatkan perhatian siswa. Melalui cerita tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai perilaku sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan, seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah sesuai jenisnya, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan rumah. Diskusi yang dilakukan setelah pembacaan cerita bertujuan memperkuat pemahaman siswa terhadap pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari kebiasaan hidup sehari-hari. Sebagai bentuk penguatan terhadap materi yang telah disampaikan, siswa kemudian dibagi menjadi lima kelompok kecil yang masing-masing didampingi oleh seorang fasilitator. Dalam kelompok tersebut, peserta mengikuti kegiatan ice breaking berupa pembuatan karya menggunakan clay dengan tema "Kehidupan Sejahtera". Aktivitas ini dirancang untuk mengembangkan kreativitas, melatih koordinasi motorik halus, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengekspresikan pemahaman mereka terhadap nilai-nilai yang diperoleh dari kedua cerita. Setelah proses pembuatan karya selesai, setiap kelompok diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas. Kegiatan presentasi ini bertujuan melatih keberanian berbicara di depan umum sekaligus membangun kemampuan siswa dalam menyampaikan ide secara sederhana. Pada akhir kegiatan, tim KKN memberikan apresiasi kepada seluruh peserta sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi dan antusiasme mereka selama mengikuti kegiatan. Apresiasi diberikan dalam bentuk stiker maupun hadiah sederhana kepada siswa dan kelompok yang aktif berpartisipasi selama proses pembelajaran berlangsung. Acara kemudian ditutup oleh pemandu acara melalui penyampaian kesimpulan mengenai nilai-nilai yang telah dipelajari bersama, dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara siswa, guru, dan seluruh tim pelaksana. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, tim KKN melaksanakan evaluasi internal serta melakukan pembersihan area kegiatan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap penggunaan fasilitas sekolah. Melalui pelaksanaan Program GEMA, diharapkan siswa kelas I SDN 3 Ciawi memiliki pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memperoleh pemahaman mengenai pentingnya budaya membaca, kepedulian terhadap sesama, serta kesadaran menjaga kebersihan lingkungan sejak usia dini. Selain meningkatkan minat literasi, kegiatan ini juga diharapkan mampu mengembangkan kemampuan menyimak, berkomunikasi, berpikir kritis, bekerja sama, dan mengekspresikan kreativitas melalui aktivitas yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Dengan demikian, Program GEMA tidak hanya menjadi kegiatan membaca cerita semata, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai sosial, dan pengembangan keterampilan dasar peserta didik melalui pendekatan literasi yang interaktif dan menyenangkan.

Mahasiswa:

Salisa Ahla Putri (140310240078) dari FMIPA, Sajid Dhiyaurrahman Djunaedy (170210230045) dari FISIP, Mochammad Hegel Saputra (120104230091) dari FEB, Faid Azmi Khaizuran (120404230001) dari FEB, Sahna Dwi Ningrum (140410230021) dari FMIPA, Dwie Shinta Nurlita (170410230048) dari FISIP, Astri Nuraini (170510240011) dari FISIP, Vina Aprilia Nurrohmah (180110230036) dari FIB, Ilham Makhna Akbar (180510230007) dari FIB, Putri Maria Salam (180510230046) dari FIB, Haya' Nuraini (180910230095) dari FIB, Nafisah Salsabila (190110240013) dari FIKOM, Freya Aishya Khatami (210310240089) dari FIKOM, Rafly Salman Ferdiana (210610230005) dari FIKOM, Makayla Karaisha Atmaja (210610240024) dari FIKOM, Gwina Raquel Theresia (210810230030) dari FIKOM, Azzahra Okta Nabila (230204230040) dari FKIP, Lutfiyah Nur Azizah (240310230044) dari FTIP, Aisya Nazhiira (280904240066) dari Sekolah Vokasi, Haiqa Delonix Farid (280904240124) dari Sekolah Vokasi