Gallery aksi sosial

Galeri Aksi Sosial Unpad

Menampilkan 447 kegiatan

KKN Unpad

KKN Tematik Literasi - Desa Leuwigoong

  • KKN 35 Desa Leuwigoong
  • Leuwigoong, Leuwigoong, Garut, Jawa Barat
  • Parlan S.TP, M.TP
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 57 mahasiswa
Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 8 8) Decent Work and Economic Growth Ikon SDG 10 10) Reduced Inequality Ikon SDG 11 11) Sustainable Cities and Communities Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production Ikon SDG 13 13) Climate Action Ikon SDG 17 17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi

Pelaksanaan KKN di Desa Leuwigoong difokuskan pada beberapa permasalahan utama yang ditemukan melalui observasi dan identifikasi kondisi masyarakat. Pada aspek kesejahteraan sosial, Puskesos belum berjalan secara optimal karena masih terdapat keterbatasan pemahaman mengenai tugas pokok dan fungsinya. Di bidang ekonomi, UMKM masih menghadapi kendala dalam pembukuan, pemasaran digital, dan keterbatasan sarana produksi. Sementara itu, permasalahan persampahan terlihat dari belum meratanya sistem pengangkutan, kebiasaan pembakaran sampah, serta belum optimalnya pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya.
Pada aspek literasi, Desa Leuwigoong memiliki fasilitas TBM dengan bantuan 1.000 eksemplar buku yang belum dikelola secara optimal, sehingga akses masyarakat terhadap bahan bacaan masih terbatas. Kondisi tersebut menjadi dasar pelaksanaan program berupa penguatan pemahaman tugas dan fungsi Puskesos, pendampingan UMKM melalui pembukuan dan digitalisasi pemasaran, edukasi pemilahan sampah serta diskusi pengelolaan TPS, dan pengolahan koleksi buku TBM yang dilanjutkan dengan kegiatan literasi bagi anak-anak.
Rangkaian program tersebut dirancang sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan perangkat desa, memperkuat pengelolaan usaha dan lingkungan, serta memperluas akses terhadap informasi dan bahan bacaan. Dengan demikian, kegiatan KKN diharapkan tidak hanya memberikan solusi terhadap permasalahan yang ditemukan, tetapi juga mendorong terbentuknya pengelolaan yang lebih mandiri, terarah, dan berkelanjutan di Desa Leuwigoong.

Mahasiswa:

1. Faridhan Ahmad Kurnia, 240310230005, Teknologi Industri Pertanian, 2. Firda Salsabila Mustika Dewi, 190110240162, Psikologi, 3. Maura Kenoya, 280904240071, Manajemen Produksi Media, 4. Muhamad Fuad Alauddin Al Baqi, 140310240067, Fisika, 5. Naila Ramadhani Raharja Putri, 210610240007, Jurnalistik, 6. Pradito Akbar Hendrianto, 210610240092, Jurnalistik, 7. Nabila Putri Hudiranti, 240110230042, Teknik Pertanian, 8. Vania Mikki Prasista Suryanto, 120104230005, Akuntansi Perpajakan, 9. Miftahul Jannah Fadiah Syafitri , 140410230024 , Biologi, 10. Kalinda Sachi Elmira, 180410230044, Sastra Inggris, 11. Ahmad Rizal Kusdinan, 180410230064, Sastra Inggris, 12. Syahla Athaillah Sutasman , 210310240068 , Hubungan Masyarakat, 13. Ditha Deriana, 210810230088, Perpustakaan dan Sains Informasi, 14. Disya Almira Dwirizky, 120310230065, Manajemen, 15. Milano Akbar Satriani, 230204230027, Pariwisata Bahari, 16. Ardis Allyza Candra, 180110230075, Sastra Indonesia, 17. Mutiara Rifka Sari, 190110240023, Psikologi, 18. Muhammad Satrio Dipo Islam, 280904240105, Manajemen Produksi Media, 19. Kei Puti Jasmine, 280504240011, Bahasa dan Budaya Tiongkok

KKN Unpad

KKN Tematik Literasi - Desa Leuwigoong

  • KKN 35 Desa Leuwigoong
  • Leuwigoong, Leuwigoong, Garut, Jawa Barat
  • Parlan S.TP, M.TP
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 57 mahasiswa
Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 8 8) Decent Work and Economic Growth Ikon SDG 10 10) Reduced Inequality Ikon SDG 11 11) Sustainable Cities and Communities Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production Ikon SDG 13 13) Climate Action Ikon SDG 17 17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi

Pelaksanaan KKN di Desa Leuwigoong difokuskan pada beberapa permasalahan utama yang ditemukan melalui observasi dan identifikasi kondisi masyarakat. Pada aspek kesejahteraan sosial, Puskesos belum berjalan secara optimal karena masih terdapat keterbatasan pemahaman mengenai tugas pokok dan fungsinya. Di bidang ekonomi, UMKM masih menghadapi kendala dalam pembukuan, pemasaran digital, dan keterbatasan sarana produksi. Sementara itu, permasalahan persampahan terlihat dari belum meratanya sistem pengangkutan, kebiasaan pembakaran sampah, serta belum optimalnya pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya.
Pada aspek literasi, Desa Leuwigoong memiliki fasilitas TBM dengan bantuan 1.000 eksemplar buku yang belum dikelola secara optimal, sehingga akses masyarakat terhadap bahan bacaan masih terbatas. Kondisi tersebut menjadi dasar pelaksanaan program berupa penguatan pemahaman tugas dan fungsi Puskesos, pendampingan UMKM melalui pembukuan dan digitalisasi pemasaran, edukasi pemilahan sampah serta diskusi pengelolaan TPS, dan pengolahan koleksi buku TBM yang dilanjutkan dengan kegiatan literasi bagi anak-anak.
Rangkaian program tersebut dirancang sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan perangkat desa, memperkuat pengelolaan usaha dan lingkungan, serta memperluas akses terhadap informasi dan bahan bacaan. Dengan demikian, kegiatan KKN diharapkan tidak hanya memberikan solusi terhadap permasalahan yang ditemukan, tetapi juga mendorong terbentuknya pengelolaan yang lebih mandiri, terarah, dan berkelanjutan di Desa Leuwigoong.

Mahasiswa:

1. Faridhan Ahmad Kurnia, 240310230005, Teknologi Industri Pertanian, 2. Firda Salsabila Mustika Dewi, 190110240162, Psikologi, 3. Maura Kenoya, 280904240071, Manajemen Produksi Media, 4. Muhamad Fuad Alauddin Al Baqi, 140310240067, Fisika, 5. Naila Ramadhani Raharja Putri, 210610240007, Jurnalistik, 6. Pradito Akbar Hendrianto, 210610240092, Jurnalistik, 7. Nabila Putri Hudiranti, 240110230042, Teknik Pertanian, 8. Vania Mikki Prasista Suryanto, 120104230005, Akuntansi Perpajakan, 9. Miftahul Jannah Fadiah Syafitri , 140410230024 , Biologi, 10. Kalinda Sachi Elmira, 180410230044, Sastra Inggris, 11. Ahmad Rizal Kusdinan, 180410230064, Sastra Inggris, 12. Syahla Athaillah Sutasman , 210310240068 , Hubungan Masyarakat, 13. Ditha Deriana, 210810230088, Perpustakaan dan Sains Informasi, 14. Disya Almira Dwirizky, 120310230065, Manajemen, 15. Milano Akbar Satriani, 230204230027, Pariwisata Bahari, 16. Ardis Allyza Candra, 180110230075, Sastra Indonesia, 17. Mutiara Rifka Sari, 190110240023, Psikologi, 18. Muhammad Satrio Dipo Islam, 280904240105, Manajemen Produksi Media, 19. Kei Puti Jasmine, 280504240011, Bahasa dan Budaya Tiongkok

KKN Unpad

KKN Tematik Literasi - Desa Leuwigoong

  • KKN 35 Desa Leuwigoong
  • Leuwigoong, Leuwigoong, Garut, Jawa Barat
  • Parlan S.TP, M.TP
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 1 mahasiswa
Ikon SDG 3 3) Good Health and Well-being Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 8 8) Decent Work and Economic Growth Ikon SDG 10 10) Reduced Inequality Ikon SDG 11 11) Sustainable Cities and Communities Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production Ikon SDG 13 13) Climate Action Ikon SDG 17 17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi

Pelaksanaan KKN di Desa Leuwigoong difokuskan pada tiga tema; penanggulangan kemiskinan, pengelolaan sampah, serta literasi informasi. Pada aspek kesejahteraan sosial, Puskesos belum berjalan secara optimal karena masih terdapat keterbatasan pemahaman mengenai tugas pokok dan fungsinya. Di bidang ekonomi, UMKM masih menghadapi kendala dalam pembukuan, pemasaran digital, dan keterbatasan sarana produksi. Kami merancang serta melaksanakan program sosialisasi penguatan puskesos, serta pendampingan UMKM. Sosialisasi ditujukan untuk RT/RW serta perangkat desa agar minimalnya, pemangku kebijakan berkomitmen terlebih dahulu untuk pelaksanaan Puskesos. Sedangkan pendampingan UMKM dilaksanakan dengan fokus kepada penyelesaian masalah dengan solusi sustainable. Kami mendampingi proses belajar UMKM dalam menyelesaikan permasalahan struktur, sistem, skill, serta low productivity yang ada pada UMKM.

Sementara itu, permasalahan persampahan terlihat dari belum meratanya sistem pengangkutan, kebiasaan pembakaran sampah, serta belum optimalnya pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya. Kami merancang 2 program sosialisasi untuk 2 audiens berbeda. Pertama kami mengincar siswa/i sekolah dasar, ini ditujukan untuk investasi ilmu generasi muda dan kebiasaan baik untuk anak-anak, sehingga sistem yang ada harapannya bisa runtuh di generasi mendatang. Sedangkan kami mengincar pemangku jabatan untuk pada akhirnya berbicara mengenai sistem seperti apa yang perlu dirancang, supaya kebiasaan masyarakat bisa perlahan berubah menjadi lebih baik, dengan tujuan akhir agar volume sampah di TPS dapat berkurang dan terpilah.

Pada aspek literasi, Desa Leuwigoong memiliki fasilitas TBM dengan bantuan 1.000 eksemplar buku yang belum dikelola secara optimal, sehingga akses masyarakat terhadap bahan bacaan masih terbatas. Kondisi tersebut menjadi dasar pelaksanaan program berupa penguatan pemahaman tugas dan fungsi Puskesos, pendampingan UMKM melalui pembukuan dan digitalisasi pemasaran, edukasi pemilahan sampah serta diskusi pengelolaan TPS, dan pengolahan koleksi buku TBM yang dilanjutkan dengan kegiatan literasi bagi anak-anak.
Rangkaian program tersebut dirancang sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan perangkat desa, memperkuat pengelolaan usaha dan lingkungan, serta memperluas akses terhadap informasi dan bahan bacaan.

Dengan demikian, kegiatan KKN diharapkan tidak hanya memberikan solusi terhadap permasalahan yang ditemukan, tetapi juga mendorong terbentuknya pengelolaan yang lebih mandiri, terarah, dan berkelanjutan di Desa Leuwigoong.

Mahasiswa:

19. Kei Puti Jasmine

KKN Unpad

KKN Tematik Literasi - Desa Leuwigoong

  • KKN 35 Desa Leuwigoong
  • Leuwigoong, Leuwigoong, Garut, Jawa Barat
  • Parlan S.TP, M.TP
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 58 mahasiswa
Ikon SDG 3 3) Good Health and Well-being Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 8 8) Decent Work and Economic Growth Ikon SDG 10 10) Reduced Inequality Ikon SDG 11 11) Sustainable Cities and Communities Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production Ikon SDG 13 13) Climate Action Ikon SDG 17 17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi

Pelaksanaan KKN di Desa Leuwigoong difokuskan pada tiga tema; penanggulangan kemiskinan, pengelolaan sampah, serta literasi informasi. Pada aspek kesejahteraan sosial, Puskesos belum berjalan secara optimal karena masih terdapat keterbatasan pemahaman mengenai tugas pokok dan fungsinya. Di bidang ekonomi, UMKM masih menghadapi kendala dalam pembukuan, pemasaran digital, dan keterbatasan sarana produksi. Kami merancang serta melaksanakan program sosialisasi penguatan puskesos, serta pendampingan UMKM. Sosialisasi ditujukan untuk RT/RW serta perangkat desa agar minimalnya, pemangku kebijakan berkomitmen terlebih dahulu untuk pelaksanaan Puskesos. Sedangkan pendampingan UMKM dilaksanakan dengan fokus kepada penyelesaian masalah dengan solusi sustainable. Kami mendampingi proses belajar UMKM dalam menyelesaikan permasalahan struktur, sistem, skill, serta low productivity yang ada pada UMKM.

Sementara itu, permasalahan persampahan terlihat dari belum meratanya sistem pengangkutan, kebiasaan pembakaran sampah, serta belum optimalnya pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya. Kami merancang 2 program sosialisasi untuk 2 audiens berbeda. Pertama kami mengincar siswa/i sekolah dasar, ini ditujukan untuk investasi ilmu generasi muda dan kebiasaan baik untuk anak-anak, sehingga sistem yang ada harapannya bisa runtuh di generasi mendatang. Sedangkan kami mengincar pemangku jabatan untuk pada akhirnya berbicara mengenai sistem seperti apa yang perlu dirancang, supaya kebiasaan masyarakat bisa perlahan berubah menjadi lebih baik, dengan tujuan akhir agar volume sampah di TPS dapat berkurang dan terpilah.

Pada aspek literasi, Desa Leuwigoong memiliki fasilitas TBM dengan bantuan 1.000 eksemplar buku yang belum dikelola secara optimal, sehingga akses masyarakat terhadap bahan bacaan masih terbatas. Kondisi tersebut menjadi dasar pelaksanaan program berupa penguatan pemahaman tugas dan fungsi Puskesos, pendampingan UMKM melalui pembukuan dan digitalisasi pemasaran, edukasi pemilahan sampah serta diskusi pengelolaan TPS, dan pengolahan koleksi buku TBM yang dilanjutkan dengan kegiatan literasi bagi anak-anak.
Rangkaian program tersebut dirancang sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan perangkat desa, memperkuat pengelolaan usaha dan lingkungan, serta memperluas akses terhadap informasi dan bahan bacaan.

Dengan demikian, kegiatan KKN diharapkan tidak hanya memberikan solusi terhadap permasalahan yang ditemukan, tetapi juga mendorong terbentuknya pengelolaan yang lebih mandiri, terarah, dan berkelanjutan di Desa Leuwigoong.

Mahasiswa:

1. Faridhan Ahmad Kurnia, 240310230005, Teknologi Industri Pertanian, 2. Firda Salsabila Mustika Dewi, 190110240162, Psikologi, 3. Maura Kenoya, 280904240071, Manajemen Produksi Media, 4. Muhamad Fuad Alauddin Al Baqi, 140310240067, Fisika, 5. Naila Ramadhani Raharja Putri, 210610240007, Jurnalistik, 6. Pradito Akbar Hendrianto, 210610240092, Jurnalistik, 7. Nabila Putri Hudiranti, 240110230042, Teknik Pertanian, 8. Vania Mikki Prasista Suryanto, 120104230005, Akuntansi Perpajakan, 9. Miftahul Jannah Fadiah Syafitri , 140410230024 , Biologi, 10. Kalinda Sachi Elmira, 180410230044, Sastra Inggris, 11. Ahmad Rizal Kusdinan, 180410230064, Sastra Inggris, 12. Syahla Athaillah Sutasman , 210310240068 , Hubungan Masyarakat, 13. Ditha Deriana, 210810230088, Perpustakaan dan Sains Informasi, 14. Disya Almira Dwirizky, 120310230065, Manajemen, 15. Milano Akbar Satriani, 230204230027, Pariwisata Bahari, 16. Ardis Allyza Candra, 180110230075, Sastra Indonesia, 17. Mutiara Rifka Sari, 190110240023, Psikologi, 18. Muhammad Satrio Dipo Islam, 280904240105, Manajemen Produksi Media, 19. Kei Puti Jasmine, 280504240011, Bahasa dan Budaya Tiongkok,  

KKN Unpad

Raksa Arum: Edukasi 3R dan Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi.

  • KKN 64 CINTARAJA
  • Cintaraja, Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Dr. Edwin Rizal, M.Si.
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 7 mahasiswa
Ikon SDG 1 1) No Poverty Ikon SDG 3 3) Good Health and Well-being Ikon SDG 6 6) Clean Water and Sanitation Ikon SDG 7 7) Affordable and Clean Energy Ikon SDG 9 9) Industry Innovation and Infrastructure Ikon SDG 11 11) Sustainable Cities and Communities Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production Ikon SDG 13 13) Climate Action Ikon SDG 14 14) Life Below Water Ikon SDG 15 15) Life on Land Ikon SDG 17 17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi

Raksa Arum merupakan salah satu program kerja KKN yang dilaksanakan sebagai bentuk respons terhadap permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Cintaraja, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Berdasarkan hasil observasi dan koordinasi dengan masyarakat serta perangkat desa, masih ditemukan berbagai permasalahan dalam pengelolaan sampah, seperti kebiasaan membuang sampah sembarangan dan pembakaran sampah rumah tangga. Selain itu, limbah rumah tangga seperti minyak jelantah juga berpotensi mencemari lingkungan apabila dibuang secara langsung tanpa melalui pengelolaan yang tepat. Berangkat dari kondisi tersebut, Raksa Arum dirancang sebagai kegiatan edukatif dan praktis untuk memperkenalkan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab kepada masyarakat.

Kegiatan Raksa Arum dilaksanakan pada 26 Juli 2026 di Pondok Pesantren Al-Irsyad, Desa Cintaraja. Sebelum pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKN terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pihak pondok, pendataan peserta, penyelesaian administrasi dan perizinan, serta peninjauan lokasi kegiatan. Berbagai kebutuhan pendukung, mulai dari perlengkapan, bahan, media sosialisasi, hingga kebutuhan teknis lainnya juga dipersiapkan untuk mendukung kelancaran kegiatan. Selain itu, dilakukan pula uji coba pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah untuk memastikan kesiapan bahan, prosedur, komposisi, dan hasil produk yang akan digunakan dalam praktik bersama peserta.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah rumah tangga berbasis prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Melalui sesi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya, memanfaatkan kembali barang atau bahan yang masih dapat digunakan, serta mengolah limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna. Edukasi tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran peserta mengenai dampak pengelolaan sampah yang kurang tepat terhadap kondisi lingkungan.

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Pada sesi praktik, peserta memperoleh pengalaman langsung mengenai pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi produk yang dapat digunakan kembali. Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan alternatif pengelolaan limbah rumah tangga, tetapi juga memberikan gambaran bahwa bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Melalui perpaduan antara edukasi dan praktik langsung, Raksa Arum diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih baik. Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai prinsip 3R secara teoritis, tetapi juga berkesempatan menerapkannya melalui kegiatan pemanfaatan minyak jelantah. Dengan demikian, Raksa Arum menjadi salah satu upaya untuk mendorong perubahan cara pandang terhadap limbah serta menumbuhkan kesadaran bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga melalui langkah-langkah sederhana dan aplikatif.

Mahasiswa:

Syifa Aulia Putri (140410230007) | Biologi, Citra Perwira Seswiyanti (180110230011) | Sastra indonesia, Radstra Attalah Pasha (180210230022) | Sastra sunda, Mafaza Taqiyya Azka (210310240078) | Hubungan masyarakat, Nida Nur Nezadilah (210610240071) | Jurnalistik, Nabila Putri Fadhilah (240310230058) | Teknik Industri Pertanian, Praditya Raynaldi (280904240069) | Manajemen Produksi Media

KKN Unpad

KKN Tematik Literasi - Desa Leuwigoong

  • KKN 35 Desa Leuwigoong
  • Leuwigoong, Leuwigoong, Garut, Jawa Barat
  • Parlan S.TP, M.TP
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 58 mahasiswa
Ikon SDG 3 3) Good Health and Well-being Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 8 8) Decent Work and Economic Growth Ikon SDG 10 10) Reduced Inequality Ikon SDG 11 11) Sustainable Cities and Communities Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production Ikon SDG 13 13) Climate Action Ikon SDG 17 17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi

Pelaksanaan KKN di Desa Leuwigoong difokuskan pada tiga tema; penanggulangan kemiskinan, pengelolaan sampah, serta literasi informasi. Pada aspek kesejahteraan sosial, Puskesos belum berjalan secara optimal karena masih terdapat keterbatasan pemahaman mengenai tugas pokok dan fungsinya. Di bidang ekonomi, UMKM masih menghadapi kendala dalam pembukuan, pemasaran digital, dan keterbatasan sarana produksi. Kami merancang serta melaksanakan program sosialisasi penguatan puskesos, serta pendampingan UMKM. Sosialisasi ditujukan untuk RT/RW serta perangkat desa agar minimalnya, pemangku kebijakan berkomitmen terlebih dahulu untuk pelaksanaan Puskesos. Sedangkan pendampingan UMKM dilaksanakan dengan fokus kepada penyelesaian masalah dengan solusi sustainable. Kami mendampingi proses belajar UMKM dalam menyelesaikan permasalahan struktur, sistem, skill, serta low productivity yang ada pada UMKM.

Sementara itu, permasalahan persampahan terlihat dari belum meratanya sistem pengangkutan, kebiasaan pembakaran sampah, serta belum optimalnya pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya. Kami merancang 2 program sosialisasi untuk 2 audiens berbeda. Pertama kami mengincar siswa/i sekolah dasar, ini ditujukan untuk investasi ilmu generasi muda dan kebiasaan baik untuk anak-anak, sehingga sistem yang ada harapannya bisa runtuh di generasi mendatang. Sedangkan kami mengincar pemangku jabatan untuk pada akhirnya berbicara mengenai sistem seperti apa yang perlu dirancang, supaya kebiasaan masyarakat bisa perlahan berubah menjadi lebih baik, dengan tujuan akhir agar volume sampah di TPS dapat berkurang dan terpilah.

Pada aspek literasi, Desa Leuwigoong memiliki fasilitas TBM dengan bantuan 1.000 eksemplar buku yang belum dikelola secara optimal, sehingga akses masyarakat terhadap bahan bacaan masih terbatas. Kondisi tersebut menjadi dasar pelaksanaan program berupa penguatan pemahaman tugas dan fungsi Puskesos, pendampingan UMKM melalui pembukuan dan digitalisasi pemasaran, edukasi pemilahan sampah serta diskusi pengelolaan TPS, dan pengolahan koleksi buku TBM yang dilanjutkan dengan kegiatan literasi bagi anak-anak.
Rangkaian program tersebut dirancang sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan perangkat desa, memperkuat pengelolaan usaha dan lingkungan, serta memperluas akses terhadap informasi dan bahan bacaan.

Dengan demikian, kegiatan KKN diharapkan tidak hanya memberikan solusi terhadap permasalahan yang ditemukan, tetapi juga mendorong terbentuknya pengelolaan yang lebih mandiri, terarah, dan berkelanjutan di Desa Leuwigoong.

Mahasiswa:

1. Faridhan Ahmad Kurnia, 240310230005, Teknologi Industri Pertanian, 2. Firda Salsabila Mustika Dewi, 190110240162, Psikologi, 3. Maura Kenoya, 280904240071, Manajemen Produksi Media, 4. Muhamad Fuad Alauddin Al Baqi, 140310240067, Fisika, 5. Naila Ramadhani Raharja Putri, 210610240007, Jurnalistik, 6. Pradito Akbar Hendrianto, 210610240092, Jurnalistik, 7. Nabila Putri Hudiranti, 240110230042, Teknik Pertanian, 8. Vania Mikki Prasista Suryanto, 120104230005, Akuntansi Perpajakan, 9. Miftahul Jannah Fadiah Syafitri , 140410230024 , Biologi, 10. Kalinda Sachi Elmira, 180410230044, Sastra Inggris, 11. Ahmad Rizal Kusdinan, 180410230064, Sastra Inggris, 12. Syahla Athaillah Sutasman , 210310240068 , Hubungan Masyarakat, 13. Ditha Deriana, 210810230088, Perpustakaan dan Sains Informasi, 14. Disya Almira Dwirizky, 120310230065, Manajemen, 15. Milano Akbar Satriani, 230204230027, Pariwisata Bahari, 16. Ardis Allyza Candra, 180110230075, Sastra Indonesia, 17. Mutiara Rifka Sari, 190110240023, Psikologi, 18. Muhammad Satrio Dipo Islam, 280904240105, Manajemen Produksi Media, 19. Kei Puti Jasmine, 280504240011, Bahasa dan Budaya Tiongkok,  

KKN Unpad

Raksa Arum: Edukasi 3R dan Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi.

  • KKN 64 CINTARAJA
  • Cintaraja, Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Dr. Edwin Rizal, M.Si.
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 7 mahasiswa
Ikon SDG 3 3) Good Health and Well-being Ikon SDG 6 6) Clean Water and Sanitation Ikon SDG 7 7) Affordable and Clean Energy Ikon SDG 9 9) Industry Innovation and Infrastructure Ikon SDG 11 11) Sustainable Cities and Communities Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production Ikon SDG 13 13) Climate Action Ikon SDG 14 14) Life Below Water Ikon SDG 15 15) Life on Land Ikon SDG 17 17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi

Raksa Arum merupakan salah satu program kerja KKN yang dilaksanakan sebagai bentuk respons terhadap permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Cintaraja, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Berdasarkan hasil observasi dan koordinasi dengan masyarakat serta perangkat desa, masih ditemukan berbagai permasalahan dalam pengelolaan sampah, seperti kebiasaan membuang sampah sembarangan dan pembakaran sampah rumah tangga. Selain itu, limbah rumah tangga seperti minyak jelantah juga berpotensi mencemari lingkungan apabila dibuang secara langsung tanpa melalui pengelolaan yang tepat. Berangkat dari kondisi tersebut, Raksa Arum dirancang sebagai kegiatan edukatif dan praktis untuk memperkenalkan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab kepada masyarakat.

Kegiatan Raksa Arum dilaksanakan pada 26 Juli 2026 di Pondok Pesantren Al-Irsyad, Desa Cintaraja. Sebelum pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKN terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pihak pondok, pendataan peserta, penyelesaian administrasi dan perizinan, serta peninjauan lokasi kegiatan. Berbagai kebutuhan pendukung, mulai dari perlengkapan, bahan, media sosialisasi, hingga kebutuhan teknis lainnya juga dipersiapkan untuk mendukung kelancaran kegiatan. Selain itu, dilakukan pula uji coba pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah untuk memastikan kesiapan bahan, prosedur, komposisi, dan hasil produk yang akan digunakan dalam praktik bersama peserta.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah rumah tangga berbasis prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Melalui sesi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya, memanfaatkan kembali barang atau bahan yang masih dapat digunakan, serta mengolah limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna. Edukasi tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran peserta mengenai dampak pengelolaan sampah yang kurang tepat terhadap kondisi lingkungan.

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Pada sesi praktik, peserta memperoleh pengalaman langsung mengenai pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi produk yang dapat digunakan kembali. Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan alternatif pengelolaan limbah rumah tangga, tetapi juga memberikan gambaran bahwa bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Melalui perpaduan antara edukasi dan praktik langsung, Raksa Arum diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih baik. Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai prinsip 3R secara teoritis, tetapi juga berkesempatan menerapkannya melalui kegiatan pemanfaatan minyak jelantah. Dengan demikian, Raksa Arum menjadi salah satu upaya untuk mendorong perubahan cara pandang terhadap limbah serta menumbuhkan kesadaran bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga melalui langkah-langkah sederhana dan aplikatif.

Mahasiswa:

Syifa Aulia Putri (140410230007) | Biologi, Citra Perwira Seswiyanti (180110230011) | Sastra indonesia, Radstra Attalah Pasha (180210230022) | Sastra sunda, Mafaza Taqiyya Azka (210310240078) | Hubungan masyarakat, Nida Nur Nezadilah (210610240071) | Jurnalistik, Nabila Putri Fadhilah (240310230058) | Teknik Industri Pertanian, Praditya Raynaldi (280904240069) | Manajemen Produksi Media

KKN Unpad

Raksa Arum: Edukasi 3R dan Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi.

  • KKN 64 CINTARAJA
  • Cintaraja, Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Dr. Edwin Rizal, M.Si.
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 7 mahasiswa
Ikon SDG 3 3) Good Health and Well-being Ikon SDG 6 6) Clean Water and Sanitation Ikon SDG 7 7) Affordable and Clean Energy Ikon SDG 9 9) Industry Innovation and Infrastructure Ikon SDG 11 11) Sustainable Cities and Communities Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production Ikon SDG 13 13) Climate Action Ikon SDG 14 14) Life Below Water Ikon SDG 15 15) Life on Land Ikon SDG 17 17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi

Raksa Arum merupakan salah satu program kerja KKN yang dilaksanakan sebagai bentuk respons terhadap permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Cintaraja, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Berdasarkan hasil observasi dan koordinasi dengan masyarakat serta perangkat desa, masih ditemukan berbagai permasalahan dalam pengelolaan sampah, seperti kebiasaan membuang sampah sembarangan dan pembakaran sampah rumah tangga. Selain itu, limbah rumah tangga seperti minyak jelantah juga berpotensi mencemari lingkungan apabila dibuang secara langsung tanpa melalui pengelolaan yang tepat. Berangkat dari kondisi tersebut, Raksa Arum dirancang sebagai kegiatan edukatif dan praktis untuk memperkenalkan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab kepada masyarakat.

Kegiatan Raksa Arum dilaksanakan pada 26 Juli 2026 di Pondok Pesantren Al-Irsyad, Desa Cintaraja. Sebelum pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKN terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pihak pondok, pendataan peserta, penyelesaian administrasi dan perizinan, serta peninjauan lokasi kegiatan. Berbagai kebutuhan pendukung, mulai dari perlengkapan, bahan, media sosialisasi, hingga kebutuhan teknis lainnya juga dipersiapkan untuk mendukung kelancaran kegiatan. Selain itu, dilakukan pula uji coba pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah untuk memastikan kesiapan bahan, prosedur, komposisi, dan hasil produk yang akan digunakan dalam praktik bersama peserta.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah rumah tangga berbasis prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Melalui sesi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya, memanfaatkan kembali barang atau bahan yang masih dapat digunakan, serta mengolah limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna. Edukasi tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran peserta mengenai dampak pengelolaan sampah yang kurang tepat terhadap kondisi lingkungan.

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Pada sesi praktik, peserta memperoleh pengalaman langsung mengenai pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi produk yang dapat digunakan kembali. Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan alternatif pengelolaan limbah rumah tangga, tetapi juga memberikan gambaran bahwa bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Melalui perpaduan antara edukasi dan praktik langsung, Raksa Arum diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih baik. Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai prinsip 3R secara teoritis, tetapi juga berkesempatan menerapkannya melalui kegiatan pemanfaatan minyak jelantah. Dengan demikian, Raksa Arum menjadi salah satu upaya untuk mendorong perubahan cara pandang terhadap limbah serta menumbuhkan kesadaran bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga melalui langkah-langkah sederhana dan aplikatif.

Mahasiswa:

Syifa Aulia Putri (140410230007) | Biologi, Citra Perwira Seswiyanti (180110230011) | Sastra indonesia, Radstra Attalah Pasha (180210230022) | Sastra sunda, Mafaza Taqiyya Azka (210310240078) | Hubungan masyarakat, Nida Nur Nezadilah (210610240071) | Jurnalistik, Nabila Putri Fadhilah (240310230058) | Teknik Industri Pertanian, Praditya Raynaldi (280904240069) | Manajemen Produksi Media

KKN Unpad

Raksa Arum: Edukasi 3R dan Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi.

  • KKN 64 CINTARAJA
  • Cintaraja, Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Dr. Edwin Rizal, M.Si.
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 7 mahasiswa
Ikon SDG 3 3) Good Health and Well-being Ikon SDG 6 6) Clean Water and Sanitation Ikon SDG 7 7) Affordable and Clean Energy Ikon SDG 9 9) Industry Innovation and Infrastructure Ikon SDG 11 11) Sustainable Cities and Communities Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production Ikon SDG 13 13) Climate Action Ikon SDG 14 14) Life Below Water Ikon SDG 15 15) Life on Land Ikon SDG 17 17) Partnerships for the Goals
Baca deskripsi

Raksa Arum merupakan salah satu program kerja KKN yang dilaksanakan sebagai bentuk respons terhadap permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Cintaraja, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Berdasarkan hasil observasi dan koordinasi dengan masyarakat serta perangkat desa, masih ditemukan berbagai permasalahan dalam pengelolaan sampah, seperti kebiasaan membuang sampah sembarangan dan pembakaran sampah rumah tangga. Selain itu, limbah rumah tangga seperti minyak jelantah juga berpotensi mencemari lingkungan apabila dibuang secara langsung tanpa melalui pengelolaan yang tepat. Berangkat dari kondisi tersebut, Raksa Arum dirancang sebagai kegiatan edukatif dan praktis untuk memperkenalkan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab kepada masyarakat.

Kegiatan Raksa Arum dilaksanakan pada 26 Juli 2026 di Pondok Pesantren Al-Irsyad, Desa Cintaraja. Sebelum pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKN terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pihak pondok, pendataan peserta, penyelesaian administrasi dan perizinan, serta peninjauan lokasi kegiatan. Berbagai kebutuhan pendukung, mulai dari perlengkapan, bahan, media sosialisasi, hingga kebutuhan teknis lainnya juga dipersiapkan untuk mendukung kelancaran kegiatan. Selain itu, dilakukan pula uji coba pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah untuk memastikan kesiapan bahan, prosedur, komposisi, dan hasil produk yang akan digunakan dalam praktik bersama peserta.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah rumah tangga berbasis prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Melalui sesi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya, memanfaatkan kembali barang atau bahan yang masih dapat digunakan, serta mengolah limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna. Edukasi tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran peserta mengenai dampak pengelolaan sampah yang kurang tepat terhadap kondisi lingkungan.

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Pada sesi praktik, peserta memperoleh pengalaman langsung mengenai pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi produk yang dapat digunakan kembali. Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan alternatif pengelolaan limbah rumah tangga, tetapi juga memberikan gambaran bahwa bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Melalui perpaduan antara edukasi dan praktik langsung, Raksa Arum diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih baik. Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai prinsip 3R secara teoritis, tetapi juga berkesempatan menerapkannya melalui kegiatan pemanfaatan minyak jelantah. Dengan demikian, Raksa Arum menjadi salah satu upaya untuk mendorong perubahan cara pandang terhadap limbah serta menumbuhkan kesadaran bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga melalui langkah-langkah sederhana dan aplikatif.

Mahasiswa:

Syifa Aulia Putri (140410230007) | Biologi, Citra Perwira Seswiyanti (180110230011) | Sastra indonesia, Radstra Attalah Pasha (180210230022) | Sastra sunda, Mafaza Taqiyya Azka (210310240078) | Hubungan masyarakat, Nida Nur Nezadilah (210610240071) | Jurnalistik, Nabila Putri Fadhilah (240310230058) | Teknik Industri Pertanian, Praditya Raynaldi (280904240069) | Manajemen Produksi Media