Galeri Aksi Sosial

Galeri Aksi Sosial Unpad

Menampilkan 127 kegiatan

KKN Unpad

Mahasiswa KKNM Unpad Gelar KegiatanLiterasif Bersama Siswa RA dan MI di TBM Saung Ambu Tasikmalaya

  • Kelompok 71
  • Sukarame, Sukarame, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Andri Yanto
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 19 mahasiswa
Ikon SDG 4 4) Quality Education
Baca deskripsi

TASIKMALAYA – Dalam rangka menjalankan program Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM), Kelompok 71 Universitas Padjadjaran (Unpad) menggelar serangkaian kegiatan edukatif dan kreatif bersama siswa-siswi RA dan MI di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Saung Ambu, Kampung Muara, Desa Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, pada Minggu (19/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah ini mengusung tiga agenda utama, yakni Mengulas Buku, Membuat Projek Kreatif, dan Lomba Mewarnai. Anak-anak yang terdiri dari tingkat Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) tampak sangat antusias mengikuti setiap rangkaian acara yang dipandu langsung oleh para mahasiswa.

Melalui sesi mengulas buku, mahasiswa KKNM Unpad berupaya menumbuhkan minat baca dan daya kritis anak-anak sejak dini. Sementara itu, dalam sesi pembuatan projek dan mewarnai, para siswa diajak untuk mengekspresikan kreativitas serta melatih motorik dan kerja sama tim.

Perwakilan Kelompok 71 KKNM Unpad menyampaikan bahwa kehadiran mereka di TBM Saung Ambu bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi peningkatan literasi dan kreativitas anak-anak di Desa Sukarame. TBM Saung Ambu sendiri menjadi wadah yang sangat strategis untuk merangkul anak-anak Kampung Muara dalam kegiatan belajar yang menyenangkan di luar jam sekolah.

Pengelola TBM Saung Ambu beserta masyarakat setempat menyambut positif inisiatif dan kepedulian para mahasiswa Unpad dalam kegiatan Literasi. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan kenangan manis sekaligus memotivasi para siswa RA dan MI di Desa Sukarame untuk terus semangat dalam belajar dan berkreasi.

Mahasiswa:

Hildah Nur Azizah, Ahmad Zulkifli Hanif, Renita, Richa Desvi Maura, Hafizhah Maheswari, Andante Viola Jogja, Nadia Amelia Syahida, Ghina Nurushiyam, Ridho Amaliah, Jacobus Atanasius Darren Sunarjo, Nabilla Kayla Nassyra, De Jacki Dwi Rezeki, Nazwa Kalyndra Putri, Silvi Karimatullail, Aisha fahira Wibowo, Cynthia Nurahmalia, Joseph Adrian Kawuwung, Rameyza Alya, Arya Gusti Nugraha

KKN Unpad

Mahasiswa KKNM Unpad Kelompok 71 Gelar Kegiatan Literasi Bersama Siswa RA dan MI di TBM Saung Ambu, Sukarame, Tasikmalaya

  • Kelompok 71
  • Sukarame, Sukarame, Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Andri Yanto
  • Juli · 2025/2026 Genap
  • 19 mahasiswa
Ikon SDG 4 4) Quality Education
Baca deskripsi

TASIKMALAYA – Dalam rangka menjalankan program Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) yang bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional RI, Kelompok 71 Universitas Padjadjaran (Unpad) menggelar serangkaian kegiatan edukatif dan kreatif bersama siswa-siswi RA dan MI di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Saung Ambu, Kampung Muara, Desa Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, pada Minggu (19/7/2026) sebagai bagian dari Program KKN Literasi.

Kegiatan yang berlangsung meriah ini mengusung tiga agenda utama, yakni Mengulas Buku, Membuat Projek Kreatif, dan Lomba Mewarnai. Anak-anak yang terdiri dari tingkat Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) tampak sangat antusias mengikuti setiap rangkaian acara yang dipandu langsung oleh para mahasiswa.

Melalui sesi mengulas buku, mahasiswa KKNM Unpad berupaya menumbuhkan minat baca dan daya kritis anak-anak sejak dini. Sementara itu, dalam sesi pembuatan projek dan mewarnai, para siswa diajak untuk mengekspresikan kreativitas serta melatih motorik dan kerja sama tim.

Perwakilan Kelompok 71 KKNM Unpad menyampaikan bahwa kehadiran mereka di TBM Saung Ambu bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi peningkatan literasi dan kreativitas anak-anak di Desa Sukarame. TBM Saung Ambu sendiri menjadi wadah yang sangat strategis untuk merangkul anak-anak Kampung Muara dalam kegiatan belajar yang menyenangkan di luar jam sekolah.

Pengelola TBM Saung Ambu beserta masyarakat setempat menyambut positif inisiatif dan kepedulian para mahasiswa Unpad. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan kenangan manis sekaligus memotivasi para siswa RA dan MI di Desa Sukarame untuk terus berkegiatan literasi guna meningkatkan semangat dalam belajar dan berkreasi.

Mahasiswa:

Hildah Nur Azizah Manajemen ✅, Ahmad Zulkifli Hanif Manajemen ✅, Renita Fisika ✅, Richa Desvi Maura Biologi ✅, Hafizhah Maheswari Ilmu Pemerintahan ✅, Andante Viola Jogja Antropologi ✅, Nadia Amelia Syahida Sastra Indonesia ✅, Ghina Nurushiyam Sastra Arab✅, Ridho Amaliah Sastra Arab ✅, Jacobus Atanasius Darren Sunarjo Psikologi ✅, Nabilla Kayla Nassyra Psikologi✅, De Jacki Dwi Rezeki Hubungan Masyarakat ✅, Nazwa Kalyndra Putri Hubungan Masyarakat ✅, Silvi Karimatullail Perpustakaan dan Sains Informasi ✅, Aisha fahira Wibowo Pariwisata Bahari✅, Cynthia Nurahmalia Teknik Pertanian ✅, Joseph Adrian Kawuwung Bahasa dan Budaya Tiongkok✅, Rameyza Alya Manajemen Produksi Media ✅, Arya Gusti Nugraha Manajemen Produksi Media✅

KKN Unpad

Pelaksanaan Upaya Penanganan Kemiskinan melalui Kegiatan Bongsang dan Edukasi Menabung di Desa Banjarsari

  • SANUBARI (KKN 173)
  • Banjarsari, Jatinunggal, Sumedang, Jawa Barat
  • Prof. Dr. Arlette Suzy Puspa Pertiwi, drg., Sp.KGA, Subsp. AIBK (K), M.Psi., FSCDA, FIADH
  • Januari · 2024/2025 Ganjil
  • 3 mahasiswa
Ikon SDG 1 1) No Poverty Ikon SDG 8 8) Decent Work and Economic Growth
Baca deskripsi

Saya melaksanakan dua program utama selama KKN, yaitu Program TABUNG dan Program BONGSANG. Program TABUNG berupa edukasi literasi keuangan bagi siswa kelas 6 SDN Cirayun yang berisi pengenalan pentingnya menabung, pengelolaan uang saku, serta pemahaman perbedaan kebutuhan dan keinginan agar siswa terbiasa membuat keputusan keuangan sederhana sejak dini.
Program BONGSANG merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di RT Paseh melalui pelatihan pembuatan kerajinan bongsang dari bambu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan warga dalam mengolah bambu menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai jual, sehingga dapat membuka peluang tambahan pendapatan bagi keluarga.

Mahasiswa:

Hilmi Nur Fauziyyah, 170304230005, Sarjana Terapan Bisnis Logistik

KKN Unpad

KKN Unpad Berdampak (Setiap Bulan Nguras dan Bebersih Keliling/Buras Beling)

  • 138
  • Tambi, Sliyeg, Indramayu, Jawa Barat
  • Dr. Laina Rafianti, S.H., M.H.
  • Januari · 2025/2026 Ganjil
  • 64 mahasiswa
Ikon SDG 6 6) Clean Water and Sanitation
Baca deskripsi

Buras Beling merupakan kegiatan yang diinisiasikan oleh warga Desa Tambi. Kegiatan ini bermula dari keresahan warga akibat banjir yang sering terjadi karena penyumbatan saluran air akibat penumpukan sampah baik di sekitar area saluran air. Buras Beling dilaksanakan oleh warga desa selama 1 bulan sekali dengan melibatkan pihak RT dan Pemdes Tambi. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, dan mendorong kebiasaan warga desa untuk menjaga kebersihan.

Mahasiswa:

1, Gavra Septian Rajendra Athalla, 120110230064, Ekonomi dan Bisnis, 2, Jesica Nathania Tanadi, 120610230094, Ekonomi dan Bisnis, 3, Vantresca Amieltya Anneliese, 130210230023, Kedokteran, 4, Rayhan Pria Maulana, 150510230330, Pertanian, 5, Muhammad Dafa Abdurrahman, 150610230072, Pertanian, 6, Giants Prima Widjaya, 180210230057, Ilmu Budaya, 7, Shafa Haura Dzahabiyyah, 180310230101, Ilmu Budaya, 8, Meysa Karenina, 180410230030, Ilmu Budaya, 9, Pelangi Mutiara Rubiansyah, 180610230050, Ilmu Budaya, 10, Khansa Tabina Kusuma, 180810230044, Ilmu Budaya, 11, Akasa Rumi, 210410230030, Ilmu Komunikasi, 12, Naila Rahmatilah Harun, 230210230071, Perikanan dan Ilmu Kelautan, 13, Fikri Al Farizi, 270110230056, Teknik Geologi, 14, Muhammad Rehan Dzaky, 270110230118, Teknik Geologi, 15, Valerine Dwi Rahayuningtyas Danur, 240210230072, Teknologi Industri Pertanian, 16, Septyani Sufi Latiefah, 240210230072, Teknologi Industri Pertanian

KKN Unpad

KKNM 152 Universitas Padjadjaran di Sukamulya

  • KKNM 152
  • Sukamulya, Tukdana, Indramayu, Jawa Barat
  • Iman Hernaman
  • Januari · 2025/2026 Ganjil
  • 63 mahasiswa
Ikon SDG 1 1) No Poverty Ikon SDG 2 2) Zero Hunger Ikon SDG 3 3) Good Health and Well-being Ikon SDG 4 4) Quality Education
Baca deskripsi

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dirancang sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada tiga isu strategis, yaitu pengentasan kemiskinan, pencegahan stunting, dan penyelesaian permasalahan sampah. Ketiga isu tersebut dipilih karena memiliki keterkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat serta pembangunan berkelanjutan di tingkat desa.
Dalam aspek pengentasan kemiskinan, kegiatan difokuskan pada pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan literasi ekonomi, pelatihan kewirausahaan sederhana, serta optimalisasi potensi lokal. Program yang dilaksanakan meliputi edukasi pengelolaan keuangan rumah tangga, pelatihan pengolahan produk berbasis sumber daya lokal, dan pendampingan usaha mikro agar masyarakat memiliki peluang peningkatan pendapatan secara berkelanjutan.
Pada aspek pencegahan stunting, kegiatan diarahkan pada peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang, kesehatan ibu dan anak, serta pola asuh yang tepat. Program meliputi sosialisasi gizi untuk ibu hamil dan ibu balita, edukasi mengenai 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta kolaborasi dengan kader posyandu dan tenaga kesehatan setempat untuk memperkuat monitoring pertumbuhan anak.
Sementara itu, dalam penyelesaian masalah sampah, kegiatan berfokus pada edukasi dan praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Program mencakup sosialisasi pemilahan sampah organik dan anorganik, pelatihan pembuatan kompos, serta pengenalan konsep reduce, reuse, recycle (3R). Selain itu, dilakukan kegiatan gotong royong dan kampanye kebersihan lingkungan guna membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Secara keseluruhan, kegiatan KKN ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi tantangan sosial, kesehatan, dan lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan, serta mendorong terciptanya kualitas hidup yang lebih baik di tingkat desa.

Mahasiswa:

Keira Salsabila Aisha Firdaus, 120410230096, Ekonomi dan Bisnis,  , Tsaqila Husna Amalia, 140410220069, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,  , Diane Yulindra, 150510230145, Pertanian,  , Arya Ahmad Athariq, 170304230017, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,  , Meta Juliet Aleeza, 170610230042, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,  , Ghiyats Sauki Muhamad, 170710230033, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,  , Anggun Indah Saraswati, 170910230022, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,  , Salma Azizah, 180410230020, Ilmu Budaya,  , Dara Permata Disya, 180410230036, Ilmu Budaya,  , Azka Fayez Junior, 180710230016, Ilmu Budaya,  , Muhamad Haikal Restu Nurdiansyah, 200110230219, Peternakan,  , Ni Putu Kania Yuni Rahmawati, 210510230024, Ilmu Komunikasi,  , Rama Sandi Pradana, 210710230007, Ilmu Komunikasi,  , Farhan Aziz, 230110230119, Perikanan dan Ilmu Kelautan,  , Ichsan Darmawan, 230210220064, Perikanan dan Ilmu Kelautan,  , Rahmanis hardilla aurora kahar, 130110230184, Kedokteran

KKN Unpad

EDUKASI PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI

  • KKN Kelompok 108
  • Krangkeng, Krangkeng, Indramayu, Jawa Barat
  • Hendrawati, S. Pd,, S. Kep.,Ners., M.MKes
  • Februari · 2025/2026 Ganjil
  • 18 mahasiswa
Ikon SDG 3 3) Good Health and Well-being Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 5 5) Gender Equality
Baca deskripsi

Pendekatan yang digunakan dalam pelaksanaan program adalah pembelajaran aktif dan partisipatif agar materi dapat dipahami secara konkret, relevan, dan tidak bersifat satu arah. Metode edukasi yang diterapkan meliputi diskusi kelompok terarah, permainan edukatif, dan penyampaian materi interaktif dengan mengadaptasi modul PIK-R BKKBN untuk remaja awal. Materi edukasi difokuskan pada pemahaman pernikahan dini, perilaku seksual berisiko, batasan diri, relasi, serta peran keluarga dalam pencegahan pernikahan dini. Melalui program ini diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa serta orang tua sebagai langkah preventif dalam mencegah pernikahan dini di Desa Krangkeng.

Mahasiswa:

NO NAMA NPM FAKULTAS, 1. Mario G. Manurung 110110230253 Hukum, 2. Liana Kamilah 170910230031 Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 3. Ivan Ghany Subekti 180310230004 Ilmu Budaya, 4. Lilis Cahyani Purbaningrum 140110230007 Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 5. Raninditya Dwie Wulandari 230110230019 Perikanan dan Ilmu Kelautan, 6. Danella Deana Jasran 120410230107 Ekonomi dan Bisnis, 7. Salvia Calya Candra 140410220051 Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 8. Nathaya Safa Khaira 210510230045 Ilmu Komunikasi, 9. Syifani Hilmi Muthmainnah 150610230112 Pertanian, 10. Putri Alifia Zahra Hakim 190110230049 Psikologi, 11. Syaira Bintang Alghifanie 260110230110 Farmasi, 12. Dika Aditya Anandita 200110230078 Peternakan, 13. Giovani Muhammad Septian 200110230253 Peternakan, 14. Lisma Mariska Kamsidi 200110230233 Peternakan, 15. Al Zahra Salsabillah 200110230193 Peternakan, 16. Aisha Anindita Handono 130110230127 Kedokteran, 17. Hilfa Novita 130110230130 Kedokteran

KKN Unpad

“MIMPI & Sarapan: Meningkatkan Kesadaran Pentingnya Pendidikan dengan Edukasi dan Pelatihan Resiliensi serta Pendampingan Anak Putus Sekolah”

  • Kelompok 7 Sub-kelompok Pencegahan Anak Putus Sekolah
  • Bugis, Anjatan, Indramayu, Jawa Barat
  • Dr. Meilanny Budiarti Santoso, S.Sos., S.H., M.Si
  • Februari · 2025/2026 Ganjil
  • 5 mahasiswa
Ikon SDG 4 4) Quality Education Ikon SDG 8 8) Decent Work and Economic Growth
Baca deskripsi

1. Subkegiatan
1.1 MIMPI (Membangun Ilmu Menggapai Prestasi)
- Edukasi dan Penggalian Cita-Cita
Kegiatan klasikal menggunakan lembar kerja yang bertujuan membantu siswa mengenali potensi diri, merumuskan cita-cita, serta mengidentifikasi
hambatan yang mungkin dihadapi dalam proses pencapaiannya.
- Pelatihan Resiliensi “Jalan Ninja”
Simulasi permainan interaktif yang dirancang untuk menanamkan nilai resiliensi (I HAVE, I AM, I CAN) melalui tantangan bertahap. Kegiatan ini melatih
mental tangguh, kemandirian, serta kemampuan pemecahan masalah (problem solving) siswa.
- Refleksi dan Diskusi Pasca-Permainan
Sesi refleksi bersama untuk menggali respons siswa terhadap pengalaman gagal, proses mencoba kembali, serta strategi yang dapat diterapkan dalam
menghadapi kesulitan.
1.2 Pendekatan Personal Program SARAPAN
Pendekatan interpersonal kepada anak-anak yang terindikasi putus sekolah atau rentan putus sekolah. Kegiatan ini bertujuan memberikan motivasi,
dukungan emosional, serta dorongan agar anak memiliki kemauan untuk melanjutkan pendidikan.
2. Tahap Persiapan
Tahap persiapan diawali dengan koordinasi intensif bersama pihak sekolah di Desa Bugis, yaitu SDN 1 Bugis, SDN 2 Bugis, SDN 3 Bugis, MTs Negeri 5
Kabupaten Indramayu, SMP PGRI Bugis, dan SMA Darul Fikri. Koordinasi ini bertujuan menentukan waktu dan tempat pelaksanaan program MIMPI yang
dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi edukasi klasikal dan sesi permainan resiliensi.
Dalam proses koordinasi tersebut, tim juga meminta data serta rekomendasi siswa yang terindikasi putus sekolah atau rentan putus sekolah sebagai
sasaran program SARAPAN.
Untuk mendukung pelaksanaan pelatihan resiliensi “Jalan Ninja”, kelompok menyiapkan berbagai alat dan bahan, antara lain bola sebagai objek utama
permainan, sapu lidi sebagai obstacle, tali rafia sebagai pembatas lintasan, lakban sebagai penanda area mulai dan akhir, serta sticky notes untuk mencatat
respons siswa. Selain itu, dilakukan pematangan konsep melalui roleplay fasilitator guna menyamakan persepsi mengenai alur permainan, tingkat kesulitan,
serta prinsip fasilitasi, yaitu menormalkan kegagalan, membatasi intervensi, dan memberikan respons verbal yang suportif sesuai pedoman.
Untuk program SARAPAN, tim menyusun strategi pendekatan personal dengan menyiapkan materi komunikasi yang bersifat santai namun mendalam,
berdasarkan latar belakang permasalahan masing-masing anak.
3. Tahap Pelaksanaan
Program MIMPI (Membangun Ilmu Menggapai Prestasi) dilaksanakan secara maraton selama satu pekan dengan menyasar siswa dari berbagai jenjang
pendidikan di Desa Bugis. Kegiatan diawali dengan sesi edukasi dan pengisian lembar kerja cita-cita, kemudian dilanjutkan dengan simulasi permainan “Jalan
Ninja” sebagai media pembentukan resiliensi.
Program SARAPAN (Satu Anak Satu Harapan) dilaksanakan melalui pendekatan personal kepada anak-anak yang mengalami putus sekolah. Dari sembilan
anak yang didatangi, tiga anak berhasil diajak berdiskusi, dan dua di antaranya bersedia datang ke posko untuk pembicaraan lanjutan. Sementara itu,
beberapa anak lainnya belum bersedia berkomunikasi dengan tim.
4. Tindak Lanjut Kegiatan
Sebagai tindak lanjut program MIMPI, materi edukasi dan modul pelatihan resiliensi diserahkan kepada pihak sekolah agar dapat digunakan bagi siswa yang
belum berkesempatan mengikuti kegiatan. Modul tersebut mencakup panduan teknis, alur fasilitasi, serta tata cara pelaksanaan.
Adapun tindak lanjut program SARAPAN dilakukan dengan menitipkan proses pengawasan dan monitoring kepada orang tua, wali murid, serta pihak
sekolah terhadap anak yang telah menunjukkan kemauan untuk melanjutkan pendidikan. Hal ini bertujuan memastikan keberlanjutan pendampingan serta
menjaga motivasi belajar anak.

Mahasiswa:

Azzam Haroki Yassierli, Diffa Amanda Iswhara, Faizah Nurul Syahidah, Haitsam Muhammad Hilmi, Inayah Syuaib

KKN Unpad

Pemberdayaan Ekonomi Desa Bugis melalui Edukasi Pengelolaan Keuangan Anak dan Pengembangan Identitas UMKM

  • Kelompok 7 Sub-kelompok Pengentasan Kemiskinan
  • Bugis, Anjatan, Indramayu, Jawa Barat
  • Dr. Meilanny Budiarti Santoso, S.Sos., S.H., M.Si
  • Februari · 2025/2026 Ganjil
  • 4 mahasiswa
Ikon SDG 1 1) No Poverty Ikon SDG 9 9) Industry Innovation and Infrastructure Ikon SDG 12 12) Responsible Consumption and Production
Baca deskripsi

MELEK DHUWIT
1. Kegiatan Melek Dhuwit
- Edukasi Menabung Sejak Dini
Penyampaian materi mengenai pentingnya menabung serta cara menyisihkan sebagian uang saku secara rutin.
- Ice Breaking Klasifikasi Kebutuhan
Kegiatan interaktif tentang pengelompokan kebutuhan primer, sekunder, dan tersier agar siswa mampu memprioritaskan kebutuhan
yang lebih penting.
- Edukasi Kewirausahaan Sejak Dini
Pengenalan konsep dasar berwirausaha sederhana yang dapat dipahami oleh siswa sekolah dasar.
- Simulasi Role-Play Wirausaha
Praktik simulasi penjual dan pembeli untuk melatih pemahaman siswa mengenai transaksi dan pengelolaan uang secara sederhana.
2. Tahap Persiapan
Tahap persiapan diawali dengan survei dan wawancara bersama Kepala Desa Bugis, para kepala dusun (Sukatani, Cilempung, Laban,
Pasar, dan Lungmalang), serta beberapa masyarakat terkait kondisi ekonomi dan pengelolaan keuangan.
Berdasarkan hasil diskusi, ditetapkan Program Kerja Melek Dhuwit yang bertujuan meningkatkan kesadaran pengelolaan keuangan sejak
dini. Selanjutnya, dilakukan penyusunan materi dan games yang disesuaikan dengan karakteristik siswa kelas 4 dan 5 sekolah dasar
dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
Kegiatan ini ditujukan kepada siswa kelas 4 dan 5 SD Negeri 1, 2, 3, dan 4 dalam Desa Bugis dengan rentang usia 11–14 tahun. Kami
melakukan koordinasi dengan pihak sekolah masing - masing untuk membahas teknis pelaksanaan kegiatan serta penyerahan TOR (Term
of Reference).
3. Tahap Pelaksanaan
Kegiatan diawali dengan edukasi pentingnya menabung dan cara menyisihkan uang saku. Selanjutnya dilakukan ice breaking mengenai
klasifikasi kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.
Kegiatan dilanjutkan dengan edukasi kewirausahaan sejak dini serta simulasi role-play penjual dan pembeli untuk melatih pemahaman
siswa dalam mengelola uang secara sederhana.
4. Tahap Lanjutan
Sebagai tindak lanjut, diberikan buku tabungan kepada seluruh peserta serta pendampingan cara pengisiannya untuk dipantau secara
berkala. Selain itu, celengan diberikan kepada beberapa siswa yang aktif berpartisipasi sebagai bentuk apresiasi dan motivasi untuk
membiasakan menabung.

NANDANI UMKM
1. Tahap Persiapan
Tahap persiapan diawali dengan survei dan wawancara terhadap beberapa pelaku usaha/UMKM di Desa Bugis untuk mengidentifikasi kebutuhan dan potensi
pengembangan usaha.
Berdasarkan hasil survei, dipilih satu UMKM sebagai sasaran Program Kerja Nandani UMKM. Selanjutnya, dilakukan perancangan desain banner awal (desain
kasar) sebagai bentuk dukungan promosi usaha.
2. Tahap Pelaksanaan
Pada tahap pelaksanaan, desain banner kasar diserahkan kepada pemilik UMKM untuk mendapatkan masukan dan penyesuaian sesuai dengan kebutuhan
serta minat sasaran. Setelah desain difinalisasi (fiksasi), dilakukan proses pencetakan banner.
3. Tahap Lanjutan
Sebagai tindak lanjut, banner yang telah dicetak diserahkan kepada pemilik UMKM dan dilakukan pemasangan di lokasi usaha sebagai sarana promosi guna
meningkatkan visibilitas dan daya tarik usaha.

Mahasiswa:

Athaya Kamila Azzahra, Alief Ammar Shiddiq, Mu'adz Ibrahim, Yuzhar Amrun

KKN Unpad

Penguatan Kesadaran dan Perilaku Pengelolaan Sampah melalui Pendekatan Edukatif dan Aplikatif pada Program GEMAS dan BERSEKA

  • Kelompok 7 Sub-kelompok Pengelolaan Sampah
  • Bugis, Anjatan, Indramayu, Jawa Barat
  • Dr. Meilanny Budiarti Santoso, S.Sos., S.H., M.Si
  • Januari · 2025/2026 Ganjil
  • 4 mahasiswa
Ikon SDG 3 3) Good Health and Well-being Ikon SDG 11 11) Sustainable Cities and Communities Ikon SDG 13 13) Climate Action
Baca deskripsi

GEMAS
1. Kegiatan GEMAS
- Pemaparan Materi
Penyampaian materi mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah rumah tangga.
- Workshop Composting
Praktik langsung pembuatan kompos dengan metode sederhana yang mudah diterapkan di rumah, disertai pemantauan praktik
composting oleh warga Desa Bugis di rumah masing-masing.
- Pemeriksaan Kesehatan
Pemeriksaan kesehatan oleh Puskesmas sebagai bentuk pendataan sekaligus upaya meningkatkan partisipasi masyarakat.
- Pembagian Leaflet Composting
Pembagian leaflet sebagai panduan pengelolaan sampah organik secara mandiri guna mendukung keberlanjutan program.
2. Tahap Persiapan
Tahap persiapan diawali dengan survei di lima dusun Desa Bugis yang menunjukkan bahwa pengelolaan sampah masih belum optimal,
ditandai dengan minimnya pemilahan dan masih adanya praktik pembakaran sampah. Mahasiswa juga mengikuti diskusi daring bersama
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu.
Kelompok menyiapkan materi presentasi, alat dan bahan workshop (komposter dari galon bekas, bioaktivator, dan sampah organik), leaflet
edukasi, konsumsi, serta doorprize. Selain itu, dilakukan koordinasi dengan pihak desa dan Puskesmas terkait tempat dan pelaksanaan
kegiatan.
3. Tahap Pelaksanaan
Kegiatan diawali dengan briefing panitia kegiatan dan pemeriksaan kesehatan oleh Puskesmas, dilanjutkan dengan pemaparan materi, posttest, dan ice breaking. Selanjutnya dilaksanakan praktik pembuatan kompos secara berkelompok dengan pendampingan mahasiswa serta
pembagian leaflet, kemudian ditutup dengan dokumentasi.
4. Tindak Lanjut Kegiatan
Tindak lanjut difokuskan pada penguatan penerapan pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga melalui pemantauan praktik
composting oleh warga Desa Bugis. Kelompok mendistribusikan komposter kepada empat warga serta membagikan bioaktivator kepada
peserta GEMAS dan warga yang berminat berkebun agar praktik kompos dapat langsung diterapkan

BERSEKA
1. Kegiatan BERSEKA
- Pemaparan Materi
Penyampaian materi mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya, pengenalan sampah organik, anorganik, dan B3, serta
penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) di lingkungan sekolah. Materi juga mencakup pengelolaan sisa sampah organik melalui lubang
resapan biopori.
- Games Edukatif Pemilahan Sampah
Permainan interaktif untuk melatih kemampuan siswa dalam memilah sampah sesuai kategori organik, anorganik, dan B3.
- Kegiatan Kreatif Pengecatan Tong Sampah
Praktik pengecatan tong sampah sesuai jenisnya guna menumbuhkan kreativitas dan rasa memiliki terhadap fasilitas kebersihan sekolah.
- Poster Edukasi dan Pemanfaatan Biopori
Pemasangan poster edukatif serta pemanfaatan tong sampah dan lubang biopori sebagai sarana pembiasaan pengelolaan sampah secara
berkelanjutan.
- Pemanfaatan Tong Sampah dan Biopori sebagai Program Berkelanjutan
Tong sampah hasil kegiatan dan lubang biopori yang telah dibuat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pihak sekolah. Pemanfaatan ini menjadi
sarana pembiasaan bagi siswa dalam memilah sampah dan mengelola sampah organik secara mandiri dalam aktivitas sehari-hari.
2. Tahap Persiapan
Tahap persiapan meliputi penyiapan materi presentasi, poster edukasi, dan doorprize. Kelompok juga menyiapkan perlengkapan kegiatan kreatif
seperti galon bekas yang dipotong menjadi tong sampah, cat, kuas, koran, dan sarung tangan plastik.
Selain itu, dilakukan pembuatan lubang resapan biopori di lingkungan sekolah sebagai media praktik. Koordinasi dilakukan dengan pihak SDN 1
Bugis terkait tempat dan teknis pelaksanaan kegiatan.
3. Tahap Pelaksanaan
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi edukatif, dilanjutkan dengan games pemilahan sampah secara interaktif. Selanjutnya, siswa
melakukan pengecatan tong sampah secara berkelompok dengan pendampingan mahasiswa. Kegiatan ditutup dengan sesi penutupan dan
dokumentasi.
4. Tindak Lanjut Kegiatan
Tindak lanjut dilakukan melalui pemanfaatan tong sampah hasil pengecatan sebagai fasilitas pemilahan sampah di sekolah. Lubang biopori
dimanfaatkan untuk mengelola sisa sampah organik dan mendukung pengurangan volume sampah.
Poster edukatif diberikan kepada pihak SDN 1 Bugis sebagai pengingat visual agar siswa terbiasa menerapkan perilaku peduli lingkungan secara
berkelanjutan.

Mahasiswa:

Farel Michael Sagala, Nurwanda Bunga Pertiwi, Razzaqi Nurradithya Sastroprawiro, Vaya Naura Shania