Unpad dan Dinkes Jabar Perkuat Sinergi Wujudkan Academic Health System di Jawa Barat

Bandung, 19 Juni 2025 – Universitas Padjadjaran hari ini menyelenggarakan rapat kerja penting dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat (Dinkes Jabar) guna memantapkan kolaborasi dalam pengembangan Academic Health System (AHS) di Jawa Barat. Pertemuan ini merupakan langkah strategis untuk mengintegrasikan kebutuhan Dinkes Provinsi dengan kapasitas Unpad dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (PPM) demi peningkatan layanan kesehatan dan derajat kesehatan masyarakat Jawa Barat yang terukur dan berkesinambungan.

Rapat kerja tersebut fokus pada prioritas layanan primer di Jawa Barat, meliputi penanganan kematian ibu, penurunan angka stunting, dan pengendalian Tuberkulosis (TB). Unpad berkomitmen untuk mengoptimalkan perannya dalam sinergi program ini melalui berbagai inisiatif, termasuk Kuliah Kerja Nyata (KKN), Pengabdian kepada Masyarakat (PPM), serta penempatan peserta didik Unpad untuk mendukung layanan rujukan. Dalam pertemuan ini, dibahas pula peran Unpad dalam:

  • Membangun kapasitas dalam satu lokus layanan kesehatan.
  • Melakukan perhitungan waktu dan sumber daya yang dibutuhkan untuk implementasi program.

Cakupan lokus Unpad dalam implementasi AHS ini mencakup 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Unpad juga akan berperan aktif dalam menggerakkan institusi pendidikan kesehatan lain di Jawa Barat untuk berpartisipasi dalam inisiatif ini. Terkait Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) Rumah Sakit Pendidikan, telah terjalin kerja sama yang kuat melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan RSUD Al-Ihsan dan RS Jiwa Provinsi Jawa Barat. Sementara itu, empat UOBK lainnya, yaitu RS Sidawangi Cirebon, RS Pameungpeuk, RS Jampang Kulon, dan RS Khusus Kulit dan Kelamin (RSKK), masih dalam proses penyusunan PKS. Diharapkan PKS ini dapat segera terealisasi untuk memperluas jangkauan layanan.

Sebagai informasi tambahan, RSUD Al-Ihsan juga direncanakan akan membuka pusat stroke, menunjukkan komitmen terhadap pengembangan layanan spesifik. Unpad menekankan pentingnya variasi kasus di Rumah Sakit Pendidikan untuk memastikan peserta didik dari berbagai program studi mendapatkan pengalaman klinis yang komprehensif.

Meskipun Memorandum of Understanding (MoU) layanan rujukan Rumah Sakit Pendidikan akan dibuat sebagai payung hukum yang lebih luas, fokus utama diskusi adalah PKS layanan primer yang lebih spesifik dan detail. Sebagai langkah awal implementasi, tiga kabupaten yaitu Garut, Bogor, dan Bandung, telah ditetapkan sebagai lokus prioritas layanan primer untuk tahun 2025. Unpad dan Dinkes Jabar juga telah menyatakan kesiapannya untuk siklus implementasi lokus berikutnya pada tahun 2026.

Kolaborasi Unpad dan Dinkes Jabar melalui Academic Health System ini diharapkan dapat menjadi model sinergi yang efektif antara sektor pendidikan dan kesehatan, demi terwujudnya masyarakat Jawa Barat yang lebih sehat dan sejahtera.