Bandung, 30 Juni 2026 – Universitas Padjadjaran melalui Direktorat Pendidikan Non Gelar menerima kunjungan audiensi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam rangka pengembangan informasi awal penyusunan Pedoman Evaluasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggul Garuda Triwulan III Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 30 Juni 2026, bertempat di Ruang Serba Guna, Lantai 3, Gedung 1 Kampus Universitas Padjadjaran, Jalan Dipati Ukur Nomor 35, Bandung.
Audiensi ini menjadi bagian dari upaya menghimpun masukan, pengalaman, serta praktik baik dari berbagai pemangku kepentingan sebagai landasan dalam penyusunan pedoman evaluasi PHTC SMA Unggul Garuda yang komprehensif, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu penyelenggaraan program.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Zahrotur Rusyda Hinduan, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi antarlembaga merupakan langkah strategis dalam membangun sistem evaluasi yang mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Menurutnya, penyusunan pedoman evaluasi yang baik akan menjadi instrumen penting dalam memastikan efektivitas penyelenggaraan program serta memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pendidikan nasional.
Turut hadir sebagai narasumber dan tamu kehormatan, Riki Antariksa, yang menyampaikan pandangan mengenai pentingnya tata kelola, pengawasan, serta sistem evaluasi yang berbasis pada prinsip akuntabilitas, efektivitas, dan perbaikan berkelanjutan. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa penyusunan pedoman evaluasi perlu didukung oleh indikator yang terukur sehingga mampu menghasilkan rekomendasi yang objektif dalam peningkatan kualitas program.
Audiensi juga dihadiri oleh Erli Sarilita, yang menegaskan komitmen Universitas Padjadjaran dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah di bidang pendidikan melalui penyelenggaraan Program Sekolah Menengah Atas Unggul Garuda. Menurutnya, forum ini menjadi momentum untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi antarlembaga dalam menghasilkan pedoman evaluasi yang aplikatif dan adaptif terhadap dinamika pendidikan.
Hadir pula Cahya Irawadi, yang memberikan masukan mengenai pentingnya penerapan prinsip pengendalian internal, manajemen risiko, serta mekanisme monitoring dan evaluasi sebagai bagian integral dari penyusunan pedoman evaluasi PHTC SMA Unggul Garuda.
Selama audiensi berlangsung, para peserta berdiskusi mengenai berbagai aspek yang menjadi perhatian dalam penyusunan pedoman evaluasi, meliputi indikator kinerja, mekanisme pelaksanaan evaluasi, tata kelola program, pengukuran capaian, hingga strategi peningkatan mutu secara berkelanjutan. Diskusi berlangsung secara konstruktif dengan mengedepankan kolaborasi dan pertukaran pengalaman antarinstansi.
Melalui penyelenggaraan audiensi ini diharapkan dapat diperoleh berbagai masukan strategis yang menjadi dasar dalam penyusunan Pedoman Evaluasi PHTC SMA Unggul Garuda Triwulan III Tahun 2026. Hasil pertemuan ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pengawasan, dan perguruan tinggi dalam mewujudkan sistem evaluasi yang efektif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan Indonesia.







